WIDYAKALA JOURNAL
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
Managerial Ownership, Leverage, Profitability, Corporate Value: An Interactive Effect In Indonesia Stock Exchange
Managerial ownership, firm value and financial characteristic have long been critical issue with regards to company’s financial decision making. If the profitability higher and more assignable profit there and it is the higher value of the firm. Purpose of this study to analyze how the impact of Managerial Ownership, Leverage, Profitability on the firm value. The population take from companies listed in Indonesian Stock Exchange 2015 - 2019. The population taking from property, real estate and building construction. This research method using for this study is a purposive sampling with multiple of regression analysis. The result of this research are managerial ownership affects the value of the firm, leverage does not affect the value of the firm and profitability affects on value of the firm. The simultaneous of managerial ownership, leverage and profitability have no significant on firm value. This study’s Implication will support for stakeholder theory that management as an agent must develop a relationship with stakeholders by embarking on environmental friendly practice to maintain a positive value. Besides, value of the company has created must be prioritized to help the companies enhance their competitive advantage to strengthen on financial performance
Implementasi Konsep Arsitektur Hijau pada Desain Pengembangan Ruang Belajar Komunal
Arsitektur hijau merupakan pendekatan rancangan arsitektur dalam menghasilkan bangunan dan lingkungan binaan yang seimbang dan bijak dalam penggunaan sumber daya alam. Konsep ini berkembang di Indonesia sejak IFC (International Finance Corporation) bekerjasama dengan GBCI (Green Building Council Indonesia) untuk membuat parameter dalam upaya memotivasi bangunan untuk mencapai rancangan dan performa yang berkelanjutan. Dalam perancangan ruang belajar komunal Puri Anjali yang berada di Kediri, Jawa Timur ini perancang berupaya untuk mengimplementasikan konsep arsitektur hijau, dimana perancang berupaya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, menggunakan sumber daya energi dan pemakaian lahan yang efisien, serta meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan proses perancangan ruang komunal mulai dari identifikasi masalah pada lahan hingga implementasi konsep arsitektur hijau berdasarkan parameter GBCI. Dalam memberikan solusi terhadap rancangan, penulis mengolaborasikan metode penelitian kualitatif (studi literatur, studi preseden, studi tapak dan wawancara) dalam menerapkan parameter GBCI dan melakukan proses desain Zeisel (imaging, presenting dan testing) untuk memperoleh rancangan yang konstekstual. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan pengembangan ruang belajar komunal yang mengimplementasikan arsitektur hijau untuk memberikan keseimbangan antara aktifitas dan psikologis pengguna terhadap lingkungan binaannya
Fotografi Monokromatik Hitam Putih Dalam Dunia Fotografi Modern
Abstract — Over the last two decades, photographing in color is a very common thing in the world of photography. Even beginners in the world of photography can be said to have abandoned black and white photos. Most of the oldest people in this modern era know color photography from the first time they know the world of photography itself, in contrast to those who were born in the early days where the world of photography only knows black and white. The visualization of black and white monochoromatic photography is capturing and speaking through colorless photos by relying on the visualization of depth and contrast in strong and clear. Prior to the 20th century, photography without color or black and white was a normal and normal way of recording images, whereas in the modern world like today most people were more familiar with color photography. However, some people still argue that black and white monochoromatic photographs are important for documentation, art, and journalism. Monochromatic black and white photos create a unique impression that cannot be seen in color photos. The comoposition, depth of field and level of contrast in a black and white monochromatic photo can present a different scene from the same photo displayed in a color photo and often do not require further processing with image processing software because they can display their own beauty and uniqueness. The visualization of black and white monochromatic photography is capturing and speaking through photos without the presence of color by relying on the visualization of depth and contrast in strong and clear.Keywords: Photography, Monochromatic , Journalism, Black and White.Abstrak — Lebih dari dua dekade terakhir memotret dalam format berwarna adalah hal yang sangat jamak dalam dunia fotografi. Pemula dalam dunia fotografi pun dapat dikatakan sudah meninggalkan foto hitam putih. Kebanyakan orang tertuama di jaman modern ini mengenal fotografi berwarna sejak pertama kali mengenal dunia fotografi itu sendiri, berbeda dengan mereka yang terlahir pada masa awal dimana dunia fotografi hanya mengenal hitam putih. Visualilsasi dari fotografi monokoromatik hitam putih adalah menangkap dan berbicara melalui foto tanpa warna dengan mengandalkan visualisasi kedalaman dan kontras secara kuat dan jernih. Walaupun demikian, sebagian orang tetap berpendapat bahwa foto monokoromatik hitam putih penting untuk dokumentasi, seni, dan jurnalisme. Foto monokromatik hitam putih menciptakan impresi yang unik dan hal itu tidak dapat dilihat dalam foto berwarna. Komoposisi, kedalaman ruang dan tingkat kekontrasan dalam foto monokromatik hitam putih dapat menampilkan sebuah pemandangan yang berbeda dari foto yang sama yang ditampilkan dalam fotmat berwarna dan sering kali tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut dengan perangkat lunak pengolah gambar karena sudah dapat menampilkan keindahan dan keunikannya sendiri. Visualisasi dari fotografi monokromatik hitam putih adalah menangkap dan berbicara melalui foto tanpa kehadiran warna dengan mengandalkan visualisasi kedalaman dan kontras secara kuat dan jernih.Kata Kunci: Fotografi, Monokromatik, Jurnalisme, Hitam Puti
Project Delay Factor Ranking among Contractor, Client and Project Management Consultant in Construction Industry
A construction project delay can result in financial losses to various parties involved both to the Contractor, Client and Project Management Consultant (PMC). This paper presents the results of a survey questionnaire conducted among Contractors, Clients and PMC. Data was analyzed with statistical tools to rank factors that influenced construction delays. From the results of the analysis there were 58 project delay factors that affected the delay of construction projects based on previous research. The project delay factors ranked so as to produce a project delay ranking sequence. Project delay factors will be grouped based on the perception of the Contractor, Client and PMC. Each project delay factor will be analyzed based on the type of delay factor, namely: Finance; Technical; and Coordination. It is concluded that the type of delay factor "finance" is a problem causing the project delay according to the perception of the "Client". While the type of "Technical" delay factor is the dominant cause of involvement according to the Contractor and PMC. For the type of delay factor "Coordination" is the main consideration for the cause of the project delay for the Contractor.
The Impact of Covid-19 Pandemic on Taxpayers’ Compliance of MSMEs in Palembang
This study aims to determine the impact of the attitude of taxpayers, taxpayers’ knowledge, taxpayers’ awareness, and tax socialization on taxpayers’ compliance of Micro, Small, Medium-sized Enterprises (MSMEs) in Palembang, Indonesia during the Covid-19 Pandemic. A quantitative research method is used with a deductive research approach. This study used primary data by distributing questionnaires to taxpayers’ compliance of MSMEs in Palembang, Indonesia. The sample size used was 396 respondents with a total population of 37.902 (Department of Cooperatives and MSMEs, 2019) by using simple random sampling. Moreover, the IBM SPSS 20 software is used for analytical tool in this study. The results of this study indicate that partially the attitude of taxpayers’, taxpayers’ knowledge, and taxpayers’ awareness have a positive and significant effect on taxpayers’ compliance. On the other hand, tax socialization has no effect on taxpayers’ complianc
Desain Produk Furniture Dari Material Komposit Limbah Styrofoam
Abstract — Styrofoam is a material that is easy to uses and founded in daily life. That materials also have a low price. Therefore, Styrofoam is often used starting from packing of food and goods. The waste of this material is spread in many quantities. It isn't easy to decompose just like plastic. Therefore, recycling the material to become another product and reduce the waste of styrofoam is a must. The composite method can be selected to recycle styrofoam. This study was carried out by materials experiment in making composite material By mixing styrofoam and concrete. The composite materials can be used for developing a new product such as furniture. The benefit is added value of furniture products and reduce the environmental impact.Keywords: Styrofoam, Concret, Material, Furniture, WasteAbstrak — Styrofoam merupakan bahan yang mudah digunakan dan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan tersebut juga memiliki harga yang rendah. Oleh karena itu, styrofoam sering digunakan mulai dari pengemasan makanan dan barang. Limbah bahan ini tersebar dalam jumlah yang banyak. Tidak mudah terurai dibandingkan bahan lain seperti plastik. Oleh karena itu, mendaur ulang bahan tersebut menjadi produk lain untuk mengurangi limbah styrofoam adalah suatu keharusan. Metode komposit dapat dipilih untuk mendaur ulang styrofoam. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen material berupa pembuatan material komposit dengan cara mencampurkan styrofoam dan beton. Material komposit dapat digunakan untuk mengembangkan produk baru seperti furniture. Manfaatnya dapat menambah nilai produk furnitur dan mengurangi dampak lingkungan.Kata Kunci: Styrofoam, Beton, Material, Furniture, Limba
Desain Untuk Disabilitas Perancangan Meja DAYA Untuk Mengakomodir Kebutuhan Mahasiswa Penyandang Tuna Daksa Pengguna Kursi Roda
Abstract —The provision of education that provides opportunities for all students regardless of limitations has been guaranteed by law. Unfortunately, adequate facilities for students with special needs such as wheelchair users in many Higher Institutions are still insufficient, especially in classrooms. This article is a summary of research activities and the design process of the DAYA table that accommodates the needs of wheelchair users in the classroom. The DAYA desk is designed with the Design Thinking methodology, that further elaborate on empathy studies so that the need s of the user are accommodated, so that they can be more independent in following the course of lectures. The design of the DAYA table proves that in designing a product for people with disabilities, ergonomics studies are not enough, because they have to consider the habits and needs of users through empathy studies. These two things are often left untouched by ergonomic studies that focus more on physical parameters alone. Keywords: Design Thinking, Disability, Empathic StudyAbstrak — Penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi semua peserta didik terlepas dari keterbatasannya telah dijamin oleh Undang-Undang. Sayangnya fasilitas yang memadai bagi mahasiswa berkebutuhan khusus (disabilitas) seperti pengguna kursi roda di berbagai perguruan tinggi masih belum mencukupi, terutama di ruang kelas. Artikel ini merupakan rangkuman kegiatan penelitian dan proses desain dari produk meja (meja DAYA) yang dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik pengguna kursi roda di dalam kelas. Meja DAYA didesain dengan metodologi Design Thinking dengan lebih mengelaborasikan studi empati agar kebutuhan mahasiswa tersebut dapat terakomodasi. Hasil dari penelitian ini dapat membantu mahasiswa disabilitas agar dapat lebih mandiri dalam mengikuti jalannya perkuliahan. Desain dari meja DAYA membuktikan bahwa dalam mendesain sebuah produk untuk kaum disabilitas, studi ergonomi saja tidaklah cukup, karena harus mempertimbangkan kebiasaan dan kebutuhan dari pengguna melalui studi empati. Kedua hal ini sering kali tidak tersentuh oleh studi ergonomi yang lebih fokus pada parameter fisik semata.Kata Kunci: Design Thinking, Disabilitas, Studi Empat
KINERJA MODULUS RESILIEN CAMPURAN BERASPAL PANAS ASPHALT CONCRETE BINDER COURSE (AC-BC) YANG MENGANDUNG RECYCLED CONCRETE AGREGATE (RCA)
Aktivitas konstruksi membutuhkan material batu maupun pasir yang tidak sedikit jumlahnya, maka secara langsung aktivitas konstruksi bertentangan dengan konservasi lingkungan yang mempuyai maksud dan tujuan untuk pelestarian ataupun perlindungan alam. Isu-isu tentang konservasi tersebut merupakan pendorong yang kuat dalam pengembangan teknologi perkerasan aspal untuk memperoleh perkerasan yang awet, murah dan ramah lingkungan termasuk di Indonesia, yang tentunya meminimalisir adanya perusakan alam, salah satunya dengan menggunakan bahan limbah untuk perkerasan jalan yang baru sudah banyak dilakukan. Salah satu bahan limbah yang akan dicoba untuk mengganti agregat baru pada penelitian ini yaitu limbah beton. Variasi limbah beton 0%, 5%, 10%, 15% terhadap total agregat baru. Kemudian dilakukan pengujian terhadap benda uji tersebut dengan metode marshall test (data pengujian tes Marshall, rendaman marshall dan kepadatan mutlak didapatkan dari penelitian terdahulu) sampai dengan uji modulus resilien sehingga didapat hasil karakteristik Marshall berserta hasil dari modulus resilien. Limbah beton yang di gunakan berasal dari beton mutu K-250 (sisa pengujian kuat tekan) telah memenuhi persyaratan sebagai agregat campuran aspal panas berdasarkan Spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Divisi 6 (Revisi 3). Terhadap nilai modulus resilien campuran AC-BC yang mengandung Limbah beton lebih superior dibandingkan dengan tanpa limbah beton di tiga temperatur pengujian 25°C, 35°C, 45°C.Dampak negatif dari penambangan batu dan pasir di sungai adalah menyebabkan perubahan bentang alam dalam waktu yang panjang, sedangkan dalam waktu singkat akan menyebabkan sedimentasi akibat erosi serta mempengaruhi kualitas perairan daerah pesisir. Dampak yang paling berbahaya dari aktivitas pertambangan adalah mengancam keanekaragaman biologis di perairan sungai karena eksploitasi pasir secara berlebihan akan membuat sungai semakin dalam. Di sisi lain aktivitas konstruksi membutuhkan material batu maupun pasir yang tidak sedikit jumlahnya, maka secara langsung aktivitas konstruksi bertentangan dengan konservasi lingkungan yang mempuyai maksud dan tujuan untuk pelestarian ataupun perlindungan alam. Isu-isu tentang konservasi tersebut merupakan pendorong yang kuat dalam pengembangan teknologi perkerasan aspal untuk memperoleh perkerasan yang awet, murah dan ramah lingkungan termasuk di Indonesia, yang tentunya meminimalisir adanya perusakan alam, salah satunya dengan menggunakan bahan limbah untuk perkerasan jalan yang baru sudah banyak dilakukan. Salah satu bahan limbah yang akan dicoba untuk mengganti agregat baru pada penelitian ini yaitu limbah beton. Variasi limbah beton 0%, 5%, 10%, 15% terhadap total agregat baru. Kemudian dilakukan pengujian terhadap benda uji tersebut dengan metode marshall test sampai dengan uji modulus resilien sehingga didapat hasil karakteristik Marshall berserta hasil dari modulus resilien. Recycle Concrete Aggregate (RCA) yang berasal dari beton mutu K-250 (eks pengujian kuat tekan) memenuhi persyaratan sebagai agregat campuran aspal panas berdasarkan Spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 (Revisi 3). Terhadap nilai modulus resilien campuran AC-BC yang mengandung Recycled Concrete Aggregate (RCA) lebih superior dibandingkan dengan tanpa Recycled Concrete Aggregate (RCA) di tiga temperature pengujian 25 °C, 35°C, 45°C
Pembungkaman Perempuan Pekerja Seni Korban Kekerasan Seksual di Media Sosial Studi Muted Group Theory pada Unggahan Instagram Stories Penyanyi Dangdut Via Vallen (@viavallen)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembungkaman terhadap perempuan pekerja seni yang menjadi korban kekerasan seksual di media sosial. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya pembungkaman dari perspektif muted group theory. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionisme kritis dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah dua unggahan Instagram storiespenyanyi dangdut Via Vallen tentang peristiwa pelecehan seksual yang ia alami. Metode analisis yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang menjabarkan makna denotatif dan konotatif serta mengungkap mitos di balik simbol-simbol yang ditampilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan pekerja seni memiliki akses ke media sosial, di mana ia dapat dengan bebas menyatakan perlawanannya terhadap pelecehan seksual di hadapan jutaan pengikutnya, pada akhirnya ia tetap terbungkam. Pembungkaman terjadi ketika perempuan pekerja seni tidak dapat mengartikulasikan pengalaman pelecehan seksual di hadapan anggota kelompok dominan. Hal ini disebabkan oleh ideologi patriarki yang mengakar di masyarakat dan beroperasi secara sistematis di media sosial untuk membungkam ekspresi perempuan pekerja seni yang menjadi korban pelecehan seksual. Operasi patriarki yang tersistem dilakukan dengan mengkonstruksi posisi perempuan pekerja seni dalam masyarakat, menyuburkan stigma dan stereotip tentang perempuan pekerja seni di lingkungan sosial, mewajarkan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang menimpa perempuan pekerja seni, dan mengabaikan aspirasi perempuan pekerja seni tentang pelecehan seksual.