EKSPRESI
Not a member yet
78 research outputs found
Sort by
PERAN DIREKTUR MUSIK DALAM SYMPHONY ORCHESTRA DAN LIGHT MUSIC ORCHESTRA: KELOMPOK ORKESTRA DI YOGYAKARTA
AbstrakDirektur Musik adalah aditokoh yang bertugas untuk memimpin berjalannya pertunjukkan musik, terutama pada orkestra. Direktur musik mengarahkan dan mengoordinasi pemain orkestra menggunakan gerakan tangan ataupun stik baton. Artikel ini bertujuan untuk mendeskipsikan peran direktur musik dalam ranah musik hiburan dan musik edukatif pada beberapa orkestra di Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada satu kelompok Symphony Orchestra dan dua kelompok Light Music Orchestra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga direktur musik orkestra, yaitu pada Orkestra Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Aditya Music Project, dan Puput Pramuditya Music Production. Penelitian ini menunjukkan bahwa direktur musik melakukan pengelolaan organisasi secara efektif dan efisien dan dapat dijelaskan melalui empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, dan controlling. Direktur musik pada masing-masing kelompok yang diteliti memiliki peran yang relatif sama meskipun direktur musik dari dua kategori tersebut memiliki masa tugas yang berbeda. Perbedaan peran direktur musik pada light music orchestra dan symphony orchestra adalah terdapat perbedaan prosedur dalam menentukan pemilihan pemain musik, penyusunan aransemen karya musik, serta peran sebagai konduktor.Kata kunci: direktur musik, pertunjukan musik, orkestra mini, orkestra simfoni AbstractThe Music Director is a prominent figure responsible for leading musical performances, particularly in orchestras. The Music Director conducts and coordinates the orchestra members using hand gestures or a baton. This article aims to describe Music Directors’ role in entertainment and education within several orchestras in Yogyakarta. The research was conducted with one Symphony Orchestra group and two Light Music Orchestra groups. The research method was qualitative descriptive, utilizing semi-structured interviews with three Music Directors from the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta Student Orchestra, Aditya Music Project, and Puput Pramuditya Music Production. The study reveals that Music Directors effectively and efficiently manage the organization and can be explained through the four functions of management, namely planning, organizing, leading, and controlling. The Music Directors in each examined group share relatively similar roles, despite differing tenures between the two categories. The distinction in the roles of Music Directors in light music orchestras and symphony orchestras lies in the procedures for selecting musicians, arranging musical compositions, and their role as conductorsKeywords: music director, music performance, light music orchestra, symphony orchestra
Musik Platform Pembelajaran Berbasis Gamifikasi “Marica” sebagai Luaran Magang MSIB 2023
AbstrakProgram Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa selama berkuliah. Tulisan ini mendeskripsikan proses produksi luaran dari kegiatan MSIB 2023 yang dilakukan oleh PT. Sebangku Jaya Abadi. Musik platform pembelajaran berbasis gamifikasi “Marica” disusun berdasarkan penugasan Peserta Program MSIB 2023 yaitu Produser Musik. Musik diproduksi sebagai musik platform pembelajaran berbasis gamifikasi. Adapun yang dilakukan penulis selama proses magang yaitu menyusun musik latar, jingle, sound engineering, voice over, serta aransemen musik anak. Penelitian ini menggunakan metode artistik dengan pendekatan Practice Based Research. Tahapan penelitian yaitu: perancangan, pengadaptasian, uji-coba, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dari manfaat program MSIB yaitu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademis, pembelajaran berorientasi lingkungan kerja, dan penerapan dunia nyata dengan memungkinkan individu untuk mengembangkan keterampilan di bidang produksi musik. Program MSIB juga memungkinkan penulis menjalin hubungan dengan profesional, mentor, dan sesama peserta magang. Kata kunci: platform musik, MSIB, gamifikasi, Marica AbstractMagang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) is an activity organized by the Ministry of Education and Culture to increase student competency while studying. This article describes the output production process from MSIB 2023 activities carried out by PT. Sebangku Jaya Abadi. The gamification-based learning platform music "Marica" was prepared based on the assignment of the 2023 MSIB Program Participants, namely Music producers. Music is produced as a gamification-based learning platform music. The writer composed background music, jingles, sound engineering, voice-over, and children's music arrangements during the internship. This research uses an artistic method with a Practice-Based Research approach. The research stages are design, adaptation, testing, and implementation. The research results show the benefits of the MSIB program, namely bridging the gap between academic learning, work environment-oriented learning, and real-world application by enabling individuals to develop skills in the field of music production. The MSIB program also allows writers to build relationships with professionals, mentors, and fellow interns. Keywords: music platform, MSIB, gamification, Maric
Kreativitas Grup Musik Gambang Kromong Alunan Silibet di Jakarta Selatan
AbstrakAlunan Silibet adalah salah satu grup musik Gambang Kromong Betawi di DKI Jakarta yang memiliki kreativitas tinggi dalam kesenian musik Gambang Kromong. Alunan Silibet kerap kali mementaskan musik Gambang Kromong dengan menggabungkan ansambel Gambang Kromong dengan musik etnis lainnya, bahkan sampai ke instrumen musik barat. Tidak hanya itu, Alunan Silibet pun menciptakan lagu yang mereka garap sendiri yang berjudul Menong. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis yang menyakup musikologi, sosiologi, etnologi, dll. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kreativitas milik Mel Rhodes untuk mengupas kreativitas lagu Menong yang dibawakan oleh grup musik Gambang Kromong Sanggar Silibet yang disebut dengan Alunan Silibet. Penelitian ini meneliti tentang kreativitas Alunan Silibet, lagu Menong, dan lagu Menong dalam masyarakat. Lagu Menong tidak hanya menggunakan ansambel Gambang Kromong, tetapi juga menggunakan instrumen musik barat. Perpaduan antara alat musik etnis dan diatonis yang berbeda sistem penotasian itu dapat digabungkan menjadi bentuk yang estetik sehingga enak didengar dalam bingkai kreativitas. Kata kunci: kreativitas, Menong, gambang, silibet, Betawi AbstractCreativity of the Gambang Kromong Music Group Alunan Silibet in South Jakarta. Alunan Silibet is one of the Betawi Gambang Kromong music groups in DKI Jakarta which has high creativity in the art of gambang kramong music. Silibet's strains often perform Gambang Krummong music by combining the Gambang Kromong ensemble with other ethnic music, even Western musical instruments. Not only that, but Alunan Silibet also created a song that they composed themselves entitled Menong. The research methodology uses qualitative research with an ethnomusicological approach which includes musicology, sociology, ethnology, etc. The theory used in this study is Mel Rhodes' theory of creativity to explore the creativity of the Menong song performed by the Silibet Sanggar Silibet gambang kramong music group called Alunan Silibet. This research examines the creativity of Strains of Silibet, Menong songs, and Menong songs in society. Menong songs not only use the Gambang Kromong ensemble but also use Western musical instruments. The combination of ethnic and diatonic musical instruments with different notation systems can be combined into an aesthetic form that is pleasing to the ear within the framework of creativity. Keywords: creativitas, Menong, gambang, silibet, Betaw
ENSEMBEL GAMOLAN: MENGETAHUI BAKAT AUDIASI DAN IMITASI ANAK USIA DINI
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakat audiasi dan imitasi anak dalam bermain instrumen tradisional gamolan dari Lampung. Audiasi adalah bagian yang utuh dari bakat dan pencapaian kemampuan musikal. Kemampuan audiasi adalah kemampuan yang tidak dapat dipelajari karena merupakan bakat musikal yang muncul secara alami. Imitasi adalah tindakan peniruan yang merupakan langkah awal dalam mengembangkan potensi pendengaran melalui orang lain. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen yang dilakukan selama 10 kali pertemuan selama 5 minggu dengan pola dua kali dalam sepekan. Subjek penelitian ini adalah siswa Taman Kanak-kanak Assyafi’iyah Jati Indah Tanjung Bintang Lampung Selatan yang berjumlah 20 orang anak usia dini berusia 5 – 6 tahun yang sebelumnya tidak mengenal alat musik gamolan. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat dua anak yang tergolong memiliki kemampuan audiasi dan 18 anak yang berkemampuan imitasi dari 20 orang subjek yang dibagi dalam dua kelompok yaitu 10 pemain gamolan pembawa melodi utama dan 10 pemain rebana sebagai pembawa iringan musik gamolan.Kata kunci: Audiasi, Imitasi, Gamolan, Lampung AbstractThis study aims to determine children's audiation and imitation talents in playing traditional gamolan instruments from Lampung. Audition is an integral part of talent and musical ability achievement. Audiation is a naturally occurring musical talent. Imitation is an act of imitation which is the first step in developing hearing potential through others. This study used the pre-experimental method, conducted for ten five-week meetings with a pattern of twice a week. The subjects of this study were 20 students at the Assyafi'iyah Jati Indah Tanjung Bintang Kindergarten, South Lampung, totaling 20 early childhood children aged 5-6 years who were previously unfamiliar with gamolan musical instruments. Twenty subjects were divided into two groups: ten gamolan players as carriers of the main melody and ten rebana tambourine players as carriers of gamolan music accompaniment. This study found that two children had the audiation ability, and 18 children had the imitation ability.Keywords: Audiation, Imitation, Gamolan instruments, Lampung
TERAPI MUSIK DAN ANAK AUTISME: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
AbstrakTerapi musik adalah suatu pendekatan intervensi yang memanfaatkan musik sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan keterampilan berkomunikasi, ekspresi emosi, fokus perhatian, interaksi sosial, dan keterampilan esensial lain pada individu dengan gangguan spektrum autisme. Terapi musik untuk anak autistik berbeda-beda yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan preferensi anak. Intervensi musik dapat berupa kegiatan auditif pasif mendengarkan hingg aktif bergerak dalam aktivitas bermain musik yang lebih kompleks. Tulisan ini hendak meninjau penelitian-penelitian terdahulu tentang hubungan terapi musik dengan anak autisme di Indonesia. Penelitian dilakukan melalui studi literatur untuk melihat bagaimana pengaruh terapi musik pada anak autisme. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa terapi musik memberikan pengaruh yang bermakna pada perkembangan perilaku seperti perkembangan kemampuan berkonsentrasi, kemampuan berbahasa, serta perkembangan kognitif anak.Kata kunci: autisme, musik, terapi musik AbstractMusic therapy is an intervention approach that utilizes music as a tool to enhance communication skills, emotional expression, attention focus, social interaction, and other essential abilities in individuals with autism spectrum disorder. Music therapy for autistic children varies depending on individual needs and preferences. Music interventions can range from passive auditory activities such as listening, to active engagement in more complex musical play activities. This paper aims to review previous research on the relationship between music therapy and children with autism in Indonesia. The research is conducted through a literature study to examine the impact of music therapy on autistic children. The literature review reveals that music therapy has a significant influence on behavior development such as improved concentration, language or verbal skills, and cognitive development in children with autism spectrum disorder.Keywords: autism, music, therapy, healt
Danse Macabre Karya Camille Saint-Saens sebagai Puisi Simfonik
Danse Macabre Op. 40 adalah karya puisi simfonik untuk solo biola dan orkestra yang disusun oleh Camille Saint-Saens pada paruh kedua abad ke-19. Karya ini bersumber dari sebuah puisi yang ditulis Henry Cazalis sebagai penggambaran dari wabah kematian yang terjadi di Eropa pada akhir Abad Pertengahan. Saint-Saens menggubah dalam komposisi untuk vokal dan piano pada tahun 1872, lalu mengembangkannya lagi pada tahun 1874. Danse Macabre termasuk dalam kategori musik program karena konsep karya ini berdasarkan narasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan struktur dan bentuk Danse Macabre untuk solo biola dan orkestra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil dari analisis bentuk karya ini terdiri dari introduksi, A, B, B1, B2, B3, B4, A2, C, A3, A+B, dan Coda. Hasil kajian menunjukkan bahwa Danse Macabre memiliki bentuk bebas atau free form karena tidak teridentifikasi sebagai bentuk yang baku pada periodisasi musik klasik. Kata kunci: biola, puisi simfonik, Danse MacabreAbstractDanse Macabre Op. 40 is a symphonic poetry for solo violin and orchestra composed by Camille Saint-Saens in the second half of the 19th century. This work originates from a poem by Henry Cazalis, describing the plague of death that occurred in Europe at the end of the Middle Ages. Saint-Saens composed it for vocal and piano in 1872, then developed it again in 1874. Danse Macabre is included in the program music category because the concept of this work is based on narrative. This research aims to explain the structure and form of Danse Macabre for solo violin and orchestra. Qualitative methods with a descriptive-analytical approach were used in this research. The form analysis results of this work consist of introduction, A, B, B1, B2, B3, B4, A2, C, A3, A+B, and Coda. The study results show that Danse Macabre has a free form because it is not identified as a standard form in the periodization of classical music.Keywords:violin, symphonic poetry , Danse Macabr
Perancangan Video Animasi tentang Pencegahan Konsumsi Daging Anjing di Masyarakat Perkotaan
AbstrakPerdagangan hewan merupakan isu yang sudah lama terjadi di Indonesia, namun menjadi masalah yang lebih besar apabila perdagangan tersebut mengancam kesehatan masyarakat, perdagangan daging hewan ekstrim seperti anjing, kelelawar dan biawak berpotensi membawa berbagai penyakit serta masalah moralitas pada masyarakat. Setelah mengumpulkan berbagai data dari jurnal, berita, dan gerakan-gerakan sosial yang sudah dilakukan oleh berbagai organisasi animal welfare, aspek yang bisa dihimbaukan untuk mengurangi perdagangan hewan di sekitar kehidupan masyarakat adalah menghimbau konsumen akan bahaya hewan tersebut kepada kesehatan masyarakat. Untuk memberikan presentasi yang menarik dan dapat memberikan skenario terburuk dari tindakan masyarakat tersebut, perancangan dengan media animasi dipilih. Analisis yang menggunakan metode 5W + 1H untuk perancangan animasi ini. Animasi final menyampaikan cerita akan masyarakat yang mengkonsumsi hewan berbahaya dan menerima akibatnya, diakhiri dengan infografis untuk memperjelas hasil risetKata kunci: edukasi, isu sosial, penyakit, perdagangan hewan, animasi AbstractDesigning an Animation Video about Preventing Dog Meat Consumption in Urban Communities. Animal trafficking is an issue that has been going on in Indonesia for a long time, but it becomes a bigger problem if the trade threatens public health. The trade-in meat from extreme animals such as dogs, bats, and monitor lizards has the potential to bring various diseases and moral problems to society. After collecting various data from journals, news, and social movements that various animal welfare organizations have carried out, the aspect that can be proposed to reduce animal trade in people's lives is to alert consumers to the dangers of these animals to public health. A design using animation media was chosen to provide an interesting presentation and the worst-case scenario of people's actions. Analysis using the 5W + 1H method for designing this animation. The final animation tells the story of people who consume dangerous animals and suffer the consequences, ending with an infographic to explain the research results.Keywords: education, social issues, diseases, animal trade, animatio
Transit Transisi Interpretasi pada Konser Rekaman Serenade Bunga Bangsa #3
AbstrakPandemi covid-19 menyebabkan pembatasan berbagai macam kegiatan di Indonesia, salah satunya konser musik. Dibatasinya konser musik membuat pengelola acara dan musisi harus beradaptasi terhadap situasi tersebut, salah satunya dengan cara membuat konser virtual atau konser rekaman. Dinas Kebudayaan Yogyakarta sebagai salah satu instansi yang memiliki agenda konser rutin pada akhirnya mengadakan konser rekaman dengan tajuk Serenade Bunga Bangsa #3. Adanya konser rekaman ini sebagai konser pertama dengan konsep rekaman tanpa penonton membuat perubahan pengalaman dan kesan yang dialami oleh musisi yang terlibat dalam konser tersebut. Pergeseran atau perubahan pada fenomena tersebut kemudian peneliti gunakan sebagai basis pembahasan yang dibedah menggunakan teori transit dan transisi oleh Maruska Svasek dan teori interpretasi sebagai pendukung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada fenomena konser rekaman tersebut. Analisis dilakukan berdasarkan data lapangan, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ditujukan untuk mengetahui dampak konser rekaman terhadap musisi terlibat, sehingga bermanfaat sebagai informasi baru atas fenomena yang terjadi pada masa pandemi. Kata kunci: Transit, transisi, interpretasi, konser rekaman. AbstractThe Covid-19 pandemic has caused restrictions on various activities in Indonesia, one of which is music concerts. The limitations of music concerts make event managers and musicians have to adapt to this situation, one of which is by holding virtual concerts or recording concerts. The Yogyakarta Cultural Office as one of the agencies that have a regular concert agenda eventually held a recorded concert with the title Serenade Bunga Bangsa #3. The existence of this recorded concert as the first concert with the concept of recording without an audience changed the experience and impressions experienced by the musicians involved in the concert. The shift or change in this phenomenon is then used by the researcher as a basis for discussion which is dissected using the theory of transit and transition by Maruska Svasek and the theory of interpretation as support. This research uses a qualitative method with a case study approach to the phenomenon of the recorded concert. The analysis was carried out based on field data, interviews, observations, and literature studies. The research results are aimed at knowing the impact of a recorded concert on the musicians involved, so it is useful as new information on phenomena that occur during a pandemic. Keywords: Transit, transition, interpretation, recording concert
Perspektif Estetika Timur terhadap Ritual Rambu Solo’ Suku Toraja
AbstrakPerspektif estetika digunakan sebagai cara pandang untuk memahami keindahan dan seni. Ritual Rambu Solo adalah bagian dari warisan budaya dan seni yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat suku Toraja. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta memahami keindahan dan seni dalam ritual Rambu Solo Suku Toraja dari sudut pandang estetika Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan penggunaan data dari riset pustaka tanpa memerlukan pengumpulan data lapangan, dan menerapkan teknik analisis untuk mendapatkan data yang valid. Penelitian ini mengusung tiga perspektif estetika Timur, yaitu Cina, Jepang, dan India. Hasil penelitian menunjukkan kesamaan dalam perspektif estetika dari Cina, Jepang, dan India dalam mengakui hubungan penting antara manusia dan alam, serta nilai spiritualitas dalam upacara pemakaman Rambu Solo Suku Toraja. Ritual ini melibatkan rangkaian upacara yang kompleks untuk menghormati orang yang telah meninggal. Penggunaan seni, tarian, musik, dan simbolisme alamiah dalam ritual ini menggambarkan penghargaan terhadap alam dan kesinambungan spiritual. Kata kunci: perspektif, estetika timur, ritual rambu solo, suku toraja. AbstractIn the field of aesthetics, perspective is used to understand beauty and art. The Rambu Solo ritual is one of the cultural and artistic traditions passed down through generations among the Toraja people. This article aims to explore and comprehend the beauty and artistry of the Rambu Solo ritual of the Toraja people from the perspective of Eastern aesthetics. The research methodology employed is a literature review method, utilizing existing scholarly works without requiring field research, and relying on analytical techniques to ensure the validity of the data obtained. This study presents three Eastern aesthetic perspectives: namely, Chinese, Japanese, and Hindu. The research findings provide an understanding that the aesthetic perspectives from China, Japan, and India share a common recognition of the significance of the relationship between humans and nature, as well as the spiritual value within the Rambu Solo funeral ceremony of the Toraja people. This ritual involves a series of intricate ceremonies to honor the deceased. This ritual's utilization of art, dance, music, and natural symbolism signifies reverence for nature and spiritual continuity
Perubahan Motivasi Latihan Mahasiswa Studi Instrumen Biola Pasca-Pandemi COVID-19
AbstrakPemerintah Indonesia berupaya menghambat penyebaran virus dengan melakukan pembatasan sosial selama Pandemi COVID-19. Praktik mata kuliah instrumen biola di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dilakukan melalui Zoom Meeting, Google Duo, Google Meet selama masa Pandemi COVID-19. Setelah pandemi, praktik instrumen biola dilaksanakan secara langsung kembali. Tujuan penelitian ini antara lain mengetahui perubahan motivasi mahasiswa Mata Kuliah Studi Instrumen Biola di masa Pasca-Pandemi COVID-19 dan mengetahui bagaimana proses perubahan dan langkah yang diambil oleh para mahasiswa guna meningkatkan motivasi di masa pandemi hingga pasca-pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa mata kuliah praktik instrumen biola mengalami peningkatan motivasi di masa pasca-pandemi COVID-19 dikarenakan oleh mata kuliah praktik mulai dilakukan secara langsung dan interaksi antar teman sangat berpengaruh pada motivasi mereka. Perubahan motivasi di pasca-pandemi COVID-19 terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu dan perkembangan kondisi pasca-pandemi. Kata kunci: motivasi, pandemi covid-19, biola, mahasiswa AbstractPractice Motivation Changes in Violin Instrument Study Students in the Post-Pandemic COVID-19. The Indonesian government was trying to prevent the spread of the virus by implementing social restrictions during the COVID-19 pandemic. Practical violin instrument courses at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta were carried out via Zoom Meeting, Google Duo, and Google Meet during the COVID-19 pandemic. Practical violin instrument courses at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta were carried out via Zoom Meeting, Google Duo, and Google Meet during the COVID-19 pandemic. After the pandemic, violin instrument practice was carried out in person again. The aims of this research include finding out changes in student motivation for the Violin Instrument Study Course during the post-COVID-19 pandemic period and finding out the change process and the steps students took to increase motivation during the pandemic and post-pandemic. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The research results show that students on practical courses on violin instruments experienced increased motivation in the post-COVID-19 pandemic period because practical courses began to be carried out directly, and interactions between friends greatly influenced their motivation. Changes in motivation in the post-COVID-19 pandemic occur gradually over time, as well as the development of post-pandemic conditions. Keywords: motivation, covid-19 pandemic, violin, studen