3830 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Evaluation Berbasis Aplikasi Hot Potatoes Untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Hasil rata-rata Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) siswa-siswi kelas VI tahun 2018/2019 pada mata pelajaran Matematika mengalami penurunan yang cukup signifikan, dikarenakan siswa belum terbiasa mengerjakan evaluasi pembelajaran berbasis komputer. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-evaluation berbasis aplikasi Hot Potatoes yang layak, praktis, dan efektif untuk materi pecahan,
FPB, KPK, dan aproksimasi. Penelitian pengembangan ini
menggunakan model ADDIE dengan 4 tahapan yang terdiri dari
analyze, design, Tahap development, Tahap implementation. Tahap evaluate tidak dilakukan oleh peneliti karena keterbatasan waktu. Validasi produk oleh ahli materi, bahasa, ahli media. Uji coba produk mengukur respon guru kelas V dan 12 siswa kelas V SDN Kesatrian 2 Kota Malang. Instrumen observasi, lembar angket, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil validasi pada ahli materi memperoleh nilai rata-rata 84,6%, ahli media memperoleh nilai rata rata 89,5%, ahli bahasa memperoleh nilai 90%. Hasil angket
oleh guru memperoleh 82,8%. Uji coba terbatas pada siswa kelas V memperoleh 94,8%. Dengan demikian, e-evaluation berbasis aplikasi Hot Potatoes layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai evaluasi pembelajaran pada pembelajaran matematika kelas V SDN Kesatrian 2, Kota Malang
Lembar peer review artikel How Do Students' Mathematical Epistemological Beliefs Affect Their Critical Thinking Tendencies?
Cek Plagiasi : The Development of Thematic Modules Based on Strengthening Character Education (PPK) and Quick Response (QR) Code
Perbedaan Reduplikasi Dialek Welak Dan Dialek Muwur Dalam Teks Sejarah Dan Cerita Rakyat Bahasa Manggarai
Penelitian ini mengkaji tentang Perbedaan Reduplikasi Dialek Welak dan Dialek Muwur dalam teks sejarah dan cerita rakyat Bahasa Manggarai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) reduplikasi kedua dialek dari aspek bunyi; (2) reduplikasi kedua dialek dari aspek kata.Penelitian ini mengunakan metode deskripsi kualitatif. Dalam penelitian ini berupa data verbal. Objek dalam penelitian ini sejumlah teks tulis yang ditulis dengan menggunakan dialek Welak dan dialek Muwur. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan handphone (HP) sebagai alat untuk mencari teks tulis di google crome, dan mengunakan panduan kodifikasi data berupa: (1) pendoman kodifikasi korpus data; (2) pedoman pengambilan korpus data. Teknik penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yakni teknik pengumpulan data, teknik analisis data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1) perbedaan reduplikasi dari aspek bunyi dalam dialek Welak dan dialek Muwur dalam teks sejarah dan cerita rakyat bahasa Manggarai; (2) perbedaan reduplikasi dari aspek kata dalam dialek Welak dan dialek Muwur dalam bahasa Manggarai. Kesimpulan yang diperoleh hasil: Perbedaan Reduplikasi Dialek Welak dan Dialek Muwur dalam Bahasa Manggarai (1) perbedaan reduplikasi dari aspek bunyi dalam dialek Welak dan dialek Muwur terdiri dari perbedaan vokal /i/=[ᶥ], //e/=[e] dan perbedaan konsonan /s/=[ṣ],/h/=[ᶣ],/c/=[ᶜ] dan /ng/=[ᶯ]; (2) perbedaan reduplikasi aspek kata dakam dialek Welak dan dialek Muwur dalam bahasa Manggarai memiliki perbedaan reduplikasi penuh. Meskipun memiliki perbedaan dalam pengucapan kata-katanya akan tetapi memiliki makna yang sama. Saran yang diperoleh hasil penelitian ini yaitu: (1) bagi masyarakat Manggarai khususnya masyarakat Welak dan Muwur, yaitu untuk mengetahui begitu banyak perbedaan reduplikasi dari setiap dialek yang diucapkan, baik dari aspek bunyi maupaun dari aspek kata sendiri, namun meskipun memiliki perbedaan tersebut makna dari setiap dialek yang di ucapkan itu sama; (2) bagi peneliti selanjutnya, peneliti hanya membahas tentang perbedaan reduplikasi dialek Welak dan dialek Muwur dalam bahasa manggarai. Apabila peneliti selanjutnya yang mengkaji tentang perbedaan reduplikasi, maka peneliti akan memberikan informasi tambahan.; (3) bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, hasil penelitian ini berupa reduplikasi bunyi dan reduplikasi kata. Untuk itu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar khususnya dalam kajian reduplikasi bahasa Indonesia khususnyaa dialek Welak dan Muwur
Pengembangan Inventori Konsentrasi Belajar Pada Siswa Menengah Pertama Di Kota Malang
Konsentrasi belajar merupakan pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau mengenai sikap dan nilai-nilai pengetahuan dan percakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi. Konsentrasi belajar memiliki 7 indikator yaitu 1) Pemusatan pikiran; 2) Motivasi; 3) Rasa kuatir; 4) Perasaan tertekan; 5) Gangguan pemikiran; 6) Gangguan kepanikan; 7) Kesiapan belajar. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan inventori konsentrasi belajar siswa SMP yang memenuhi standart alat ukur inventori meliputi tingkat validitas, reliabilitas dan penormaan yang memadai, bermanfaat dan mudah digunakan oleh konselor sekolah. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1) melakukan studi pendahuluan (pra survey) dan pengumpulan informasi, (2) melakukan perencanaan, (3) pengembangan Inventori, (4) uji coba lapangan awal, (5) melakukan revisi hasil uji coba, (6) Uji coba produk. Subyek uji lapangan awal adalah ahli Bimbingan dan Konseling, Psikologi, dan ahli Bahasa Indonesia. Instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu, skala konsentrasi belajar, dan skala penilaian instrument konsentrasi belajar untuk menilai kualitas skala oleh ahli Bimbingan dan Konseling, Psikologi, dan ahli bahasa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reabilitas. Hasil uji coba produk ini yang semula berjumlah 100 item setelah dianalisis terdapat 46 item yang tidak valid sehingga jumlah pernyataan menjadi 54 item pernyataan yang valid. Dari hasil perhitungan SPSS 22.0 diperoleh alpha 0,940 dan dapat disimpulkan bahwa koefisien reabilitas item sangat tinggi. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan inventori konsentrasi belajar ini, karena inventori konsentrasi belajar ini belum mendapatkan hasil produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan yang diharapakan. Dikarenakan pada saat penelitian ini, peneliti tidak melaksanakan semua langkah-langkah prosedur pengembangan Borg&Gall, sehingga perlu adanya penelitian selanjutnya agar mendapatkan hasil produk pengembangan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Peneliti selanjutnya juga dapat menggunakan pengembangan inventori konsentrasi belajar ini lebih lanjut dengan tingkat yang berbeda seperti SD, SMA, dan SMK. Mengingat tingkat perkembangan dan kematangan usia serta proses belajar siswa berbeda dengan SMP
Analisis Yuridis Tentang Perkawinan Bawa Lari ( Kedu Ngidi Mawinne) Menurut Hukum Adat (Studi Di Desa Kalimbu Kuni, Sumba Barat, NTT)
Skripsi ini berisi tentang Analisis Yuridis Perkawinan Bawa Lari (Kedu Ngidi Mawinne) Menurut Hukum Adat di Desa Kalimbu Kuni Kabupaten Sumba Barat. Penelitian ini memiliki tujuan dan manfaat baik secara praktis maupun teoritis sehingga dapat membuat kita mengetahui dan memahami peran dari Kepala Adat dan upaya penyelesaian serta alibat hukum yang dihasilkan dalam penyelesaian perkawinan bawa lari (kedu ngidi mawinne). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kedudukan Kepala adat dalam penyelesaian Perkawinan Bawa Lari (Kedu ngidi Mawinne) di Desa Kalimbu Kuni, Sumba Barat? 2) Bagaimana Upaya penyelesaian Perkawinan Bawa Lari (Kedu ngidi Mawinne) secara hukum adat di Desa Kalimbu Kuni, Sumba Barat? 3) Bagaimana akibat hukum yang dihasilkan dari kesepakatan Melalui Hukum Adat Oleh Para Pihak Dalam Kasus Kedu Ngidi Mawine (Kawin Bawa Lari) Di Desa Kalimbu Kuni Kabupaten Sumba Barat ? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis sosiologis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Kepala adat memiliki kedudukan sebagai mediator dalam penyelesaian perkawinan bawa lari di Desa Kalimbu Kuni Kabupaten Sumba Barat. Adapun upaya penyelesaian perkawinan bawa lari (kedu ngidi mawinne) oleh Kepala Adat yakni melalui tiga tahap yaitu. Ngidi Pamama, weri kawedo,dutu mawinne. Ngidi Pamama Akibat hukum yang dihasilkan dari penyelesaian perkawinan bawa lari (kedu ngidi mawinne) yaitu dikenakannya denda adat kepada pihak laki-laki berupa parang dan hewan
Efektifitas Konseling Individual Teknik Aversi Untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Siswa Di SMA Negeri 2 Lembor Selatan
Perilaku agresif adalah perilaku yang dilakukan oleh individu dengan tujuan untuk menyakiti, menyerang dan melukai individu lain, objek lain bahkan pada dirinya sendiri. Siswa SMA Negeri 2 Lembor Selatan yang memiliki kebiasaan berperilaku agresif perlu diberikan layanan konseling individual agar dapat menghambat perilaku agresifnya. Banyak teknik dalam bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa. Salah satunya adalah teknik aversi. Teknik aversi adalah metode-metode yang membawa orang-orang pada tingkah laku yang tidak diinginkan terhambat kemunculannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Konseling Individiual dengan menggunakan teknik aversi untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa di SMA Negeri 2 Lembor Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, subjek penelitian adalah 3 siswa yang mempunyai perilaku agresif tinggi. Dengan menggunakan skala perilaku agresif serta pedoman treatment konseling individual. Hasil penelitian adalah : (1) perilaku agresif siswa sebelum pemberian treatment skor rata-rata mencapai 91,3. (2) perilaku agresif setelah pemberian treatment skor rata-rata megalami penurun mencapai 61,6. (3) melalui hasil uji hipotetis menggunakan hasil uji wilcoxon dihasilkan nilai Zhitung sebesar -1,604 dengan nilai signifikansi 0,109. Oleh karena itu signifikansi Zhitung sebesar 0,109 (sig < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik aversi efektif untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa di SMA Negeri 2 Lembor Selatan. apat disimpulkan bahwa terdapat pengurangan skor perilaku agresif pada siswa dari sebelum dan sesudah diberikan treatment atau pengaplikasian teknik aversi yang diberikan oleh peneliti kemudian dilaksanakan oleh setiap subjek penelitian (Siswa kelas X B). Perubahan perilaku siswa seperti hilangnya kebiasaan mengganggu teman didalam kelas, berkelahi dengan siswa kelas lain, mengadu domba dan tidak berkata kasar didalam kelas maupun diluar kelas. Dianjurkan kepada konselor agar dapat menggunakan teknik aversi sebagai salah satu teknik untuk memberikan layananan bimbingan dan konseling. Karena hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa pemberian koseling individual dengan teknik aversi efekti untuk mengurangi perilaku agresif
Efektivitas Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa Dengan Teman Sebaya Di Kelas VII SMPs St. Petrus Kolilewa Nagekeo
Penyesuaian diri adalah suatu proses dinamis yang bertujuan untuk perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antar individu dengan lingkungannya. Penyesuaian diri dengan teman sebaya perlu ditingakan sehingga proses belajar dapat berjalan dengan lancar. Siswa SMPS St. Petrus Kolilewa yang memiliki tingkat penyesuaian diri rendah harus diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Dengan bimbingan kelompok siswa dilatih untuk lebih percaya diri, berani mengemukakan masalah yang sedang dihadapinya, dan bagaimana cara memecahkannya dengan bantuan kelompok sosial. Teknik sosiodrama digunakan karena sosiodrama bertujuan untuk menyelesaiakan masalah-masalah sosial termasuk penyesuaian diri. Melalui teknik sosiodrama, siswa akan belajar melakukan komunikasi efektif dengan orang lain dalam bentuk kegiatan memainkan sebuah peran. Teknik sosiodrama melatih kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan serta membangun hubungan dengan orang lain secara tepat sehingga dengan kemampuan memecahkan masalah yang dimiliki, siswa akan lebih mudah untuk mengatasi ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri di sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen design dengan one group pretest and posttest design. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan perlakuan kepada indvidu melalui pre-test berupa skala penyesuaian diri, treatment dengan teknik sosiodrama, dan post-test dengan skala penyesuaian diri.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPS St. Petrus Kolilewa. Analisis menggunakan statistik non parametrik yaitu dengan bantuan SPSS For Windows 16.0 dengan menggunakan uji jenjang Wilcoxson. Hasil tes statistik uji Wilcoxson adalah sig. (2-tailed) adalah 0,012 < 0,05, artinya layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa dengan teman sebaya di kelas VIISMPS St. Petrus Kolilewa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama sangat efektif dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa dengan teman sebaya. Untuk itu dapat dijadikan alternatif bantuan bagi konselor di sekolah dalam meningkatkan penyesuaian diri siswa. Untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam melakukan peneliti serupa
Pengeruh Word Of Mouth, Harga Dan Fasilitas Terhadap keputusan Berkunjung Dan Objek Wisata Taman Karangkates Malang
Sektor pariwisata adalah sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian. Hal ini dibuktikan bahwa saat ini sektor pariwisata memiliki perkembangan yang paling pesat dibandingkan dengan sektor lain. Selain itu, sektor pariwisata juga memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Maka dari itu tidak jarang setiap tempat wisata menawarkan keunikan atau keunggulan, fasilitas yang memadai juga harga tiket masuk untuk menarik minat wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Word Of Mouth, Harga dan Fasilitas berpengaruh terhadap Keputusan Berkunjung pada Objek Wisata Taman Karangkates Malang. Jenis data yang digunakan data primer dan sumber data yang digunakan merupakan data kuatitatif. Populasi pada penelitian pelanggan atau masyarakat yang pernah berkunjung ke Taman Wisata Karangkates Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 112 responden, data diambilmenggunakan kuesioner yang diukur dengan skala Likert dan penelitian ini menggunkan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Word Of Mouth, Harga dan Fasilitas secara simultan dan secara parsial terhadap Keputusan Berkunjung pada Objek Wisata Taman Karangkates Malang