Chimica et Natura Acta
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
ANALISIS GEOKIMIA DAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D UNTUK MENGETAHUI ALIRAN LINDI DI TPA BABAKAN CIPARAY
Metode geolistrik dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang keilmuan termasuk lingkungan. Pada penelitian ini memanfaatkan perbedaan resistivitas untuk mengetahui aliran lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan Ciparay, dengan melihat hasil citra bawah permukaan dan diperkuat dengan analisis geokimia. Konfigurasi yang digunakan adalah Wenner dengan spasi elektroda minimum adalah 5 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa lindi mengalir menuju ke arah utara dan ke dataran yang lebih rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai resistivitas yang berada pada kisaran 0.019 – 6.51 Ωm dan 0.9 – 7,5 Ωm. Rentang resitivitas tersebut berada di bawah nilai resistivitas untuk air bersih (fresh water) yakni antara 10 – 100 Ωm (Loke, 1997). Hasil tersebut diperkuat dengan hasil uji kualitas air yang dilakukan terhadap parameter kadar nitrit, nitrat, Amoniak total, Fe dan COD. Beberapa parameter kimia tersebut menunjukan bahwa untuk air yang berasal dari kawasan permukiman masih dikategosikan air bersih dan layak, akan tetapi beberapa aliran yang menuju ke wilayah tersebut sudah mengalami pencemaran lindi
KUALITAS YOGHURT YANG DIBUAT DENGAN KULTUR DUA (Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus) DAN TIGA BAKTERI (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus DAN Lactobacillus acidophilus)
Yoghurt merupakan produk susu terfermentasi yang dibuat dengan menambahkan kultur bakteri asam laktat (BAL) ke dalam susu. Kultur BAL yang ditambahkan dapat berupa kultur bakteri tunggal ataupun campuran. Pada umumnya, kultur campuran yang biasa digunakan untuk membuat yoghurt adalah campuran antara Lactobacilus bulgaricus (Lb) dan Streptococcus thermophilus (St). Namun berdasarkan beberapa penelitian kedua bakteri ini tidak bertahan lama pada saluran pencernaan. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan penambahan Lactobacillus acidophilus (La) untuk memperbaiki sifat probiotik dari produk yoghurt. Pada pembuatan kultur starter, kultur tunggal bakteri ditumbuhkan pada media susu skim 10%. Kemudian susu sapi hasil pasteurisasi diinokulasi dengan kultur starter dengan perbandingan kultur yang berbeda-beda yaitu 1:1, 1:4 dan 4:1 (Lb:St) untuk kultur dua bakteri serta 1:1:1, 1:4:1 dan 4:1:1 (Lb:St:La) untuk kultur tiga bakteri. Susu yang telah diinokulasi kemudian diinkubasi pada suhu 40°C selama 12 jam. Analisis terhadap produk yoghurt meliputi pengukuran pH, kadar laktosa, kadar asam laktat dan kadar protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan L. acidophilus cenderung memberikan efek penghambatan pembentukan asam laktat, seperti ditunjukkan oleh pH yang lebih tinggi, kadar asam laktat yang lebih rendah serta kadar laktosa sisa yang lebih tinggi pada yoghurt yang menggunakan kultur tiga bakteri
PEMBUATAN RESIN PENUKAR ION POLISTIREN SULFONAT
Resin penukar ion telah digunakan untuk pemisahan campuran senyawa kimia ionik, pada kromatografi pertukaran ion. Resin penukar ion adalah polimer yang berikatan dengan gugus fungsional yang mengandung ion yang dapat dipertukarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat resin penukar kation dari polistirena terfosfonasi dengan mereaksikan polistirena dan fosfor oksiklorida. Reaksi dilakukan pada kondisi optimum yang meliputi variasi konsentrasi fosfor oksiklorida, suhu dan waktu optimum. Resin penukar ion yang dihasilkan diidentifikasi dengan spektrum inframerah dan dikarakterisasi dengan menentukan massa jenis, penentuan jumlah gugus fosfat pada resin, dan kapasitas pertukaran ion dari resin pertukaran ion yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian didapatkan data untuk kondisi optimum yaitu: untuk suhu reaksi, suhu 80oC; waktu reaksi, 2 jam; konsentrasi fosfor oksiklorida, 17% (dengan perbandingan fosfor oksiklorida dalam benzena 9:0 mL). Hasil inframerah menunjukkan bahwa molekul resin pertukaran ion dari polistirena terfosfonasi terbentuk dan data percobaan untuk massa jenis resin polistirena terfosfonasi adalah 2,0745 g/mL, kapasitas pertukaran ion 2,57 mek/g, dan persentase gugus fosfat yang terikat pada resin yang dihasilkan adalah sebesar 99,14%
SINTESIS DAN STUDI IN SILICO SENYAWA 3-NITRO-N'-[(PYRIDIN-4-YL) CARBONYL]BENZOHYDRAZIDE SEBAGAI KANDIDAT ANTITUBERKULOSIS
InhA adalah enoyl-acyl carrier protein reductase didalam Mycobacterium tuberculosis yang merupakan target yang menarik untuk pengembangan obat baru terhadap TBC , penyakit yang membunuh lebih dari dua juta orang setiap tahun. InhA adalah target utama obat isoniazid dalam pengobatan infeksi tuberkulosis. Pada penelitian ini telah disintesis turunan isoniazid yaitu senyawa 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide melalui reaksi asilasi antara 3-nitrobenzoil klorida dengan isoniazid dengan menggunakan pelarut tetrahidrofuran. Persentase hasil sintesis adalah 59,11%. Kemurnian hasil sintesis ditunjukkan dengan adanya noda tunggal pada KLT (Komatografi lapis tipis) dan jarak lebur yang sempit. Berdasarkan hasil identifikasi Spektrofotometer UV, Spektrofotometer IR dan Spektrometer 1H-NMR menunjukkan senyawa hasil sintesis 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu dalam penelitian ini juga dilakukan uji in silico: (1) Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan tiga parameter seperti benigni, crammer rules dan kroes TTC, (2) Interaksi senyawa 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide terhadap InhA yang menunjukkan bahwa 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl] benzohydrazide memiliki interaksi dengan reseptor enoyl-acyl carrier protein reductase (InhA) lebih baik daripada isoniazid dengan nilai binding affinity 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl]benzohydrazide sebesar -9,17647 kkal/mol dan isoniazid -7,1034 kkal/mol
SOYASAPONIN SEBAGAI ADJUVAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNOGENISITAS VAKSIN INFLUENZA BERBASIS EPITOP M2e
Indonesia menempati urutan pertama di dunia dalam kasus infeksi flu burung. Vaksin flu burung yang beredar saat ini masih berbasis hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA) yang mudah mengalami mutasi. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan vaksin influenza universal yang berbasis epitop virus influenza yang lestari yaitu M2e. Namun diperlukan adjuvan untuk meningkatkan imunogenisitas M2e. Soyasaponin adalah salah satu jenis saponin yang berpotensi dikembangkan sebagai adjuvan. Dalam penelitian ini, digunakan epitop M2e yang telah dimodifikasi, M2e2-16-K-P25 dan soyasaponin I sebagai adjuvannya. Efektivitas vaksin diuji terhadap mencit galur BALB/c. Respon antibodi M2e yang dihasilkan pada serum mencit diukur dengan ELISA Berdasarkan penelitian ini, soyasaponin I terbukti dapat meningkatkan immunogenisitas epitop M2e2-16-K-P25 dengan cukup baik
FORMING OF DIASTEREOISOMER WITH L-ISOLEUCIN TO SEPARATE OFLOXACIN ENANTIOMER USING PREPARATIVE LIQUID CHROMATOGRAPHY
Ofloxacin is an antibiotic with a broad range of uses in human and veterinary medicine to prevent or treat bacterial infections which has an enantiomeric mixture structure of (-)-ofloxacin and (+)-ofloxacin. Enantiomers of drugs have different pharmacology and toxicology effects that need to be separated before it used to get the molecule target. Separation of enantiomers using chiral column is not quite economical separation, but the separation of enantiomers using a chiral column by converting the enantiomeric mixture into a diastereoisomeric form is the right solution. This study aims to separate mixture of ofloxacin enantiomers by forming diastereoisomeric with L-isoleusine and copper (II) into compound (-)-ofloxacin and (+)-ofloxacin and also to identify the optimum condition of separation using HPLC with preparative liquid chromatography column. Samples injected into the column and eluted by the mobile phase (consisting a mixture of water-methanol (88:12) and solution of L-isoleusine 4 mM and copper (II) sulfate 9 mM). Then the fractions were compared with the standard and the purity was tested by HPLC. This research resulted 47 fractions which four of early fractions have correspond with the standard of (-)-ofloxacin and 43 other factions do not. We obtained the resolution of this separtion about 0.98. The small resolution caused by complex formation is not perfect with the concentration of L-isoleucine and copper (II)
KARAKTERISASI ZAT WARNA DAUN JATI (Tectona grandis) FRAKSI METANOL:n-HEKSANA SEBAGAI PHOTOSENSITIZER PADA DYE SENSITIZED SOLAR CELL
Penyedia energi saat ini masih didominasi oleh sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak bumi dan gas alam. Semakin lama sumber energi ini akan semakin menipis jumlahnya di alam sehingga dibutuhkan sumber energi terbarukan. Salah satu sumber energi yang potensial dikembangkan di Indonesia adalah DSSC (Dye Sensitized Solar Cell). Dalam penelitian ini digunakan zat warna daun tumbuhan Tectona grandis sebagai photosensitizer. Zat warna diperoleh dari proses ekstraksi menggunakan alat ultrasonik dengan pelarut metanol. Pengujian DSSC dilakukan pada zat warna dalam keadaan asam (pH 6) dan keadaan basa (pH 11) serta pada hasil pemisahan KKCV menggunakan eluen n-hexana-metanol (8:2, 5:5, dan 2:8). Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh pada hasil KKCV n-hexana:metanol 5:5 yakni sebesar 0,05127%. Karakterisasi dilakukan pada zat warna yang miliki efisensi paling tinggi dengan menggunakan UV-Vis, FTIR dan GC-MS. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 522 nm yang merupakan daerah serapan khas antosianin. Pada pengujian FTIR didapatkan beberapa gugus fungsi yang teridentifikasi sebagai –OH, C-H, dan C=C. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan fragmen puncak pada m/z 287. Secara umum hasil karakterisasi tersebut besesuaian dengan salah satu pigmen antosianin yaitu sianidin
AKTIVASI ARANG SEKAM PADI DENGAN LARUTAN NATRIUM KARBONAT DAN KARAKTERISASINYA
Sekam padi merupakan limbah pertanian yang cukup melimpah di daerah penghasil beras sepeti Jawa Barat, sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber karbon karbon aktif yang dapat digunakan untuk adsorben, pendukung katalis dan elektrode. Sampai saat ini telah banyak penelitian pembuatan karbon aktif dari sekam padi namun masih menggunakan metode dan bahan kimia yang kurang ramah lingkungan serta biaya tinggi. Pada penelitian ini aktivasi arang sekam padi dilakukan dengan metode refluks menggunakan larutan natrium karbonat untuk melarutkan silikanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio mol silika dalam arang sekam padi dengan natrium karbonat, waktu refluks, dan suhu kalsinasi terhadap karakteristik karbon aktif yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah pelarutan silika oleh natrium karbonat dengan cara refluks kemudian dikalsinasi. Hasil aktivasi karbon tersebut dikarakterisasi dengan uji kadar abu, XRD, SEM-EDS, dan FTIR. Dari hasil penelitian ini didapatkan kondisi optimum aktivasi arang sekam padi yaitu rasio mol natrium karbonat dengan silika yaitu 1:3, waktu refluks selama 3 jam, dan suhu kalsinasi 900oC serta karbon yang didapatkan berupa amorf
SENYAWA GOLONGAN STEROID DARI EKSTRAK n-HEKSANA KULIT BATANG KAYU BITTI (Vitex cofassus) DAN UJI TOKSISITAS TERHADAP Artemia salina Leach.
Penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi senyawa bioaktif dari kulit batang kayu bitti (Vitex cofassus), suatu tumbuhan endemik dari Sulawesi yang termasuk famili Verbenaceae. Tahapan penelitian meliputi maserasi, fraksinasi, pemurnian, identifikasi dan uji toksisitas. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan n-hexane. Tahapan identifikasi meliputi melibatkan uji warna,analisis KLT, analisis IR, sedangkan uji toksisitas menggunakan metode BSLT dengan Artemia salina Leach sebagai bioindikator. Hasil penelitian adalah senyawa dengan bentuk kristal jarum berwarna putih dengan 0,4745 gram dan analisis fitokimia menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah senyawa golongan steroid. Hal ini juga didukung oleh data IR yang menunjukkan gugus fungsi kelompok steroid. Uji toksisitas menunjukkan harga LC50 pada ekstrak, fraksi, dan senyawa murni berturut-turut sebesar 74,079 ug/ml, 118,850 ug/ml and 88,201 ug/ml. Data ini menunjukkan bahwa seyawa murni yang dihasilkan adalah murni
PEMANFAATAN KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogaea) UNTUK BIOADSORPSI LOGAM KALSIUM DAN MAGNESIUM
Masyarakat Indonesia banyak menggunakan air tanah sebagai sumber air untuk keperluan rumah tangga dan industri. Kontaminan air tanah penyebab kesadahan berupa ion-ion divalen Ca2+ dan Mg2+ menimbulkan masalah bagi penggunaan domestik dan industri, seperti terbentuknya kerak pada peralatan dan konsumsi deterjen yang lebih tinggi. Salah satu metode yang efektif untuk melunakkan air sadah adalah adsorpsi menggunakan biosorben. Biosorben yang digunakan pada penelitian ini adalah kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang mengandung berbagai gugus fungsi sehingga efektif mengadsorpsi ion-ion logam Ca2+ dan Mg2+ dalam matriks air sadah. Adsorpsi dengan metode batch dilakukan melalui berbagai variasi berat adsorben, pH, dan waktu pengadukan. Kondisi optimum diperoleh pada pH 9 dan berat kulit kacang tanah sebanyak 1 g. Nilai kapasitas adsorpsi terhadap ion Ca2+ dan Mg2+ masing-masing sebesar 3,62 dan 2,89 mg/g. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kulit kacang tanah sangat berpotensi sebagai biosorben yang ramah lingkungan, mudah, dan murah untuk menyerap logam Ca dan Mg