Kordinat | Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Not a member yet
    207 research outputs found

    Efektivitas Program Wordwall dalam Pembelajaran Mufradat Berbasis Pembelajaran Brain Based Learning

    No full text
    This study aims to determine the effectiveness of using the Wordwall Program in vocabulary learning based on Brain-Based Learning. This research deals with the importance of solving the problems of teaching vocabulary through sound educational media. This research uses a quantitative method with an experimental approach. The experimental design used in this study was the Nonequivalent Control Group Design. The study involved two groups: the experimental group and the control group. The research subjects were fifth-grade students from class 5A as the experimental group, consisting of 36 students, and class 5B as the control group, also composed of 36 students. The data collection instrument is a test (pre-test and post-test). The researcher used the Kolmogorov-Smirnov, t-test and N-Gain to analyze the data. This study\u27s results show that using the Wordwall Program based on Brain-Based Learning is effective in vocabulary learning. This is evident from the test results of both groups, where the post-test score for the experimental group was 84.22, while the control group scored 76.44. Additionally, based on the t-test, the sig (2-tailed) value was 0.024, which is greater than 0.05, indicating that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This means that there is a significant effect of vocabulary learning using Wordwall. This shows that class participation increased after using Wordwall. This study\u27s findings confirm that using learning media in teaching vocabulary can significantly improve students’ language skills and enthusiasm for learning

    Pelaksanaan Hukum Kewariasan Islam pada Adat Betawi Bekasi

    No full text
    Sampai saat ini di Negara yang mayoritas berpenduduk muslim di Indonesia belum berhasil melakukan kodifikasi dan unifikasi hukum waris nasional. Diantara sulitnya melakukan pengkodifikasian hukum waris karena beragamnya sistem hukum yang mengatur persoalan keluarga, termasuk hukum kewarisan masyarakat Indonesia secara umum yang begitu majemuk, terkhusus pada adat Betawi di Bekasi. Studi ini mengkaji bagaimana pelaksanaan hukum kewarisan pada adat Betawi di Bekasi dan penyelewengannya. Studi ini menitikberatkan pada model pembagian harta waris kepada anak laki-laki dan perempuan. Artikel ini menyimpulkan bahwa masyarakat pada adat Betawi di Bekasi masih menggunakan hukum adat dalam menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan pembagian warisan. Hukum adat yang dipakai adalah hukum adat parental (bilateral) yang mengalami dinamisasi atau pergeseran atau telah berbaur dengan hukum kewarisan Islam. Hukum kewarisan yang dimaksud adalah adanya syura’, (bermusyawarah untuk mufakat), sehingga menjadi ukhwah dan terhindar dari retak tali silaturrahim. Namun disisi lain ada sesuatu ketidak adilan dari sikap kedua orang tua dalam membagi warisan pada anak-anaknya dan wali yang diamanahi wasiat warisan tersebut, yaitu ketidak adilan diantara anak-anaknya atau yang menjadi tanggungan walinya, sebagian mendapatkan warisan sebagian tidak sama sekal

    Kontribusi K.H. Noer Alie Dalam Bela Agama Negara, Politik, Dakwah, dan Pendidikan Islam Bekasi (Era 1940-1992)

    No full text
    Tokoh Agama Kiayi Noer Ali dikalangan masyarakat Bekasi-Karawang dikenal dengan sebutan Singa Karawang-Bekasi, mengapa demikian?, karena kiprahnya dalam masa mempertahankan Kemerdekaan RI era 1940-1949 tidak diragukan lagi, pada masa tersebut Kiayi Noer Ali tidak sekedar berdakwah dan membangun pendidikan, namun jiwa ragapun diserahkan kepada tanah airnya untuk berjuang bersama dengan  Batalyon III Hizbullah (Tentara Allah) dimana K.H. Noer Ali adalah Panglima/Komandannya,  memimpin perang bergerilya untuk mengusir Tentara NICA Sang Penjajah dari Bumi Pertiwi. Kiayi Noer Ali tokoh agama yang kharismatik, seorang pejuang yang berpangkat Kolonel, dan politikus. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa Kiayi Noer Alie berkontribusi besar terhadap negara pada masa mempertahankan Kemerdekaan RI. Adapun kontribusinya adalah Pertama, ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan turut andil dalam peperangan. Kedua, ikut berpolitik terutama lewat Partai Masyumi. Ketiga, berdakwah yang dimulai dari rumahnya sendiri kemudian keliling kampung, dan pada akhirnya mengisi juga pengajian para pejabat dilingkungan Kabupaten Bekasi. Keempat, merintis sebuah lembaga pendidikan Islam plus pesantren guna umum ikut mencerdaskan anak bangs

    Implementasi Nilai Karakter Sederhana di Pondok Pesantren Salafi

    No full text
    Penelitian ini memiliki gagasan untuk mengkaji pendidikan karakter kesederhanan  santri serta bagaimana implementasi pendidikan karakter sederhana yang bertujuan supaya santri  memiliki mental yang kuat dalam berdakwah yaitu menyeru kebaikan dan mencegah yang munkar. Serta menjadi pribadi beriman dan bertakwa dalam semata-mata beribadah kepada Allah dan berbuat baik terhadap sesama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memahami tentang  yang terjadi di pondok pesantren Bidayatul Mubtadiin, selain itu,  dilakukan oleh peneliti dengan melihat langsung tentang kondisi tempat atau lapangan yang akan diteliti, dengan respon dan partisipasi dari pihak informen. Maka dari itu, diharapkan peneliti dapat mendeskripsikan implementasi nilai karakter kesederhanaan dipondok pesantren tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Pondok pesantren  Salafi Bidayatul Mubtadiin berusaha untuk menyiapkan santri atau generasi muslim yang bepengetahuan, bertaqwa dan berkarakter islami. kontribusinya yaitu mendidik santri agar memiliki mental dan iman yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman, serta dapat mensyiarkan ajaran islam di lingkungan dan masyarakat sekitar. Peran kyai dalam mendidik karakter sederhana bukan hanya sebagai pendidik melainkan sebagai teladan, pembiasaan, dorongan, yang tercermin dalam kesehariannya dengan begitu, santri dapat mencontoh dan mempraktekannya langsung dalam kehidupan sehari-har

    Relasi Agama-Budaya dalam Tradisi Masyarakat Osing (Studi Ritual Mocoan Lontar Hadis Dagang)

    No full text
    The purpose of this article is to conduct an analysis regarding the Mocoan Lontar Hadith Trade tradition in Kemiren Village, Glagah, Banyuwangi, East Java. Many Osing people, who are the original Banyuwangi tribe, also live in the village. Apart from that, this article also aims to find out the construction of religious and cultural relations with the existence of trade hadith mocoan lontar in Osing society. Therefore, in this case the focus of this research was formulated on how does trading hadith affect the daily lives of the Osing people? How do the Osing people position trade hadith in relation to religion? To answer these questions, research data was collected by conducting an interview with one of the local traditional leaders. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that there is the reading or mocoan of Lontar Trade Hadith as a form of preserving local traditions. The mocoan tradition is not only limited to culture, but there are religious aspects and philosophical values contained in the reading of the Mocoan Lontar Trade Hadith for the Osing people

    Perlindungan Anak dalam Keluarga Poligami Menurut Hukum Islam

    No full text
    According to article 1 UU No. 1 of 1974, "Marriage" refers to the marriage and bonding of a man and a woman as a close friend with the aim of creating a family (a tangga house) that is virtuous and well-adjusted based on the principles of the Yang Maha Esa. However, in the current state of affairs, the monogamous marriage organization is prohibited by Pasal 3 UU No. 1 of 1974 from being used by relatives or friends, and polygamous also occurs as a result of a disagreement with the sister organization, while the brother organization is reluctant to use the sister organization due to various reasons. On the side, polygamous frequently results in unfavorable effects on the safety of children in polygamous groups if there are many unruly members. For this reason, it is necessary to discuss the implementation of the law\u27s protection of children, factors that contribute to child abuse, and the measures taken to prevent child abuse within the polygamous family.This research discusses child protection in the context of polygamous families according to Islamic law. Through an Islamic legal approach, this research identifies the legal and social protection mechanisms implemented to ensure the welfare of children in polygamous family situations. Analysis of Islamic legal principles and their relevance in this context is a focus for understanding how policies and practices can be aligned to protect the rights and interests of children in complex family environments

    Legal Analysis of Fintech: The Role of Law in Facing the Era of Technological Disruption

    No full text
    Fintech is a company that focuses on creating innovations in the field of financial services with the help of contemporary technology Fintech helps the sales process become more common. The emergence of new business models such as Fintech, increasing cybersecurity risks, changing consumer behavior, and limited access to finance are the main challenges facing the banking industry today. The era of disruption is a state when innovation, technology, and social change significantly disrupt or transform businesses, industries, and the way people live. This research is expected to help solve the problems of how the current legal framework accepts diverse and new Fintech business models and how Fintech consumer education and literacy efforts can be improved to minimize risks and increase awareness of their rights. This research collected data and information from various secondary sources, including news reports and legal documents. Through qualitative analysis using normative methods, this article also highlights the importance of a clear and comprehensive legal role for new business models, strengthening cybersecurity regulations, supporting technological innovation and development, and increasing financial inclusion. Thus, the banking industry can utilize technology to improve services, expand outreach, To encourage the healthy growth of the Fintech industry and benefit society at large, the law must be flexible and responsive to technological developments and new business models in this sector. This legal analysis of fintech aims to provide a comprehensive understanding of the various legal issues that arise in this era of technological disruption.

    Teori Pembentukan Hukum Islam di Bidang Perbankan dan Keuangan Syariah

    No full text
    Kajian ini membahas beberapa metode islamisasi ekonom muslim arus utama seperti; Monzer Kahfi, M. Akram Khan, Anas Zarqa, beberapa poin yang dapat disimpulkan bahwa ciri khas pendekatan Islamisasi yang digunakan oleh madzhab arus utama adalah upaya untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam dengan ̳mengadopsi\u27 best practice ekonomi konvensional (dalam perbankan), dengan menambahkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam dalam proses pengembangan selanjutnya. Dengan catatan, pendekatan ini memiliki beberapa kelemahan dalam aspek konsep dan metodologi. Selanjutnya nilai-nilai ekonomi konvensional dan asumsi-asumsi yang secara tidak sengaja masih berlaku dalam ekonomi Islam seperti konsep time value theory of money, riba, self interest, menjadi tugas bersama dalam memikirkan upaya mendapatkan solusi terbaik bagi terciptanya sebuah Ekonomi Islam yang benar-benar bebas dari riba, dan bayang-bayang ekonomi konvensional yang sudah berdiri sejak beberapa abad sila

    Diskursus Perkembangan Turats Dalam Islam

    No full text
    Dinamika pemikiran Islam menunjukkan trend yang sama sekali baru, perkembangan ini ditandai dengan lahirnya karya-karya akademis dan intelektual sebagai pembacaan ulang terhadap warisan budaya dan intelektual Islam. Tradisi bukan dimaknai sebagai penerimaan secara totalitas atas warisan klasik, sehingga istilah otentisitas menjadi sesuatu yang debatable. Pengkajian terhadap turats mutlak dibutuhkan dalam rangka menemukan formasi baru epistemologi Arab-Islam. Sebab inti reformasi pemikiran sebenarnya terletak pada upaya mengembangkan sebuah metode dan visi baru tentang turats. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis kajian pustaka. Peneliti mengambil data dengan teknik mencari referensi dari berbagai sumber pustaka, terutama mengambil data dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yakni sumber data utama yang dicari, adapun sumber sekunder merupakan data pendukung. Sumber primer terdiri dari buku karya Muhammed Abed Al-Jabiri yang berjudul Formasi Nalar Arab: Kritik Tradisi Menuju pembebasan dan pluralism wacana Interreligius. Adapun sumber sekunder terdiri dari buku, jurnal, hasil seminar dan diskusi dengan ahli yang relevan dengan tema penelitian. Islam sebagai agama baru” bagi bangsa Arab masehi telah menjadi inspirator utama untuk menjadi bangsa yang besar dan terkenal. Ada beberapa sarjana muslim yang memberikan wacana pemikiran mengenai tradisi dan budaya yaitu lebih tepatnya turats. Antara lain yaitu:  Pertama, Muhammed Arkoun menggunakanistilah dekonstruktif untuk turats. Ia bukan hanya berani membongkar (mendekontruksi), tetapi ia juga mencoba membangun kembali (rekontruksi) tradisi Islam yang pernah ada. Namun, ini nampaknya sebuah proyek yang sukar, sehingga ia terpaksa melakukan rekontruksi ini dengan meminjam metode dari Barat. Kedua, Hasan Hanafi menggunakan istilah oksidentalisme untuk turat. oksidentalisme ini tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar atau agenda dari proyek tradisi dan pembaharuannya (at-turats wa at-tajdid), yang meliputi sikap kritis terhadap tradisi, sikap kritis terhadap Barat dan inilah yang sering disebut dengan oksidentalisme dan sikap kritis terhadap realita

    Dynamics of Sharia Implementation in England

    No full text
    Syariah adalah bagian dari ajaran atau hukum Islam. Syariah diterapkan oleh setiap muslim dimanapun dia berada, khususnya di Inggris. Tulisan pemikiran ini bertujuan untuk mendeskripsikan asumsi warga negara Inggris dan Pemerintah terhadap syariah, membahas kondisi dan faktor penerapan syariah, serta membahas dampak reformasi syariah di Inggris. Tulisan pemikiran ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tulisan ini berasal dari analisis mendalam terhadap data, dokumen, buku, jurnal, dan laporan tentang syariah di Inggris. Data diolah dengan analisis dan interpretasi untuk menyajikan pemahaman yang utuh tentang kajian implementasi syariah. Hasil kajian pemikiran ini menunjukkan bahwa secara perlahan dan bertahap, penduduk dan Pemerintah Inggris mengakui dan menghormati keberadaan syariah di Inggris sebagai agama yang dianut oleh umat Islam. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya antara lain sebaran penduduk muslim yang berbeda di setiap wilayah Inggris, imigran muslim yang masih memegang teguh ajaran agama asli negara asalnya, dan berdirinya lembaga atau dewan syariah untuk mendukung penerapan syariah di Inggri

    0

    full texts

    207

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kordinat | Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇