Kordinat | Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Not a member yet
207 research outputs found
Sort by
Analisis Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Provider Visa Umrah Terhadap Pelayanan Himpunan Penyelenggara Umrah Dan Haji (Himpuh)
Kepuasan merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan sesuai dengan harapannya. Demi mencapai kepuasan anggota, HIMPUH sebagai Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji untuk memberikan pelayanan kepada anggotanya, khususnya provider visa umrah yang dikoordinir oleh pihak Asosiasi.Pelayanan yang diberikan oleh HIMPUH dalam pengurusan visa adalah bentuk tanggung jawab kepada anggotanya, agar proses pengurusan visa dapat berjalan dengan tertib, lancar, terjamin dan selsai tepat waktu. Karena dalam pengutrusan visa sebelumnya dilakukan secara langsung oleh provider visa ke Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) tanpa melibatkan Asosiasi, tapi apabila ada masalah, misal keterlambatan visa dan visa tidak terbit barulah anggota mengadukan masalahnya kepada Asosiasai. Untuk memutus rantai kresalahan dan dalam upaya memberi jaminan kepada jema,ah untuk “ kepastian Visa umroh” pada tahun 2017pihak Asosiasi mengambil alih proses pemvisaan tersebut.HIMPUH telah membantu anggotanya dalam menyelesaikan proses pemvisaan untuk jema,ah haji dan umrah. Dengan adanya pelayanan visa umrah satu atap melalui Asosiasi, maka kehadiran HIMPUH telah berperan aktip membantu Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) dalam melakukan penertiban dan pelayanan serta kemudahan untuk penerbitan Visa Umrah. Dalam operasionalnya, agar proses berjalan dengan tertib, aman dan lancar, maka setiap provider viasa harus taat pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan. Petugas (tim Visa) yang dikoordinir oleh HIMPUH selalu memberi pelayanan dengan baiak kepada seluruh anggota provider visa dibawah naungan HIMPUH yang jumlahnya 41 provider visa umrah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan provider visa umrah terhadap pelayanan yang diberikana oleh HIMPUH sebagai koodinator dalam pelayanan dan pengurusan visa umroh.Penelitian ini menggunakan data premier dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari wawancara langsung dan penyebaran kuesioner kepada provider visa umrah, dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber studi pustaka, internet dan penelitian terdahulu. Jumlah responden sebanyak 41 responden (anggota provider visa umrah) dengan menggunakan teknik analisis Important Performance Analisys (IPA) dan Customer Setisfaction Index (CSI).Berdasarkan metode analisis IPA diperoleh hasil, bahwa atribut yang dianggap paling penting adalah “Kedatangan visa umrah selalu tepat waktu, dengan nilai rataan skor (4.70) dan atribut pelayanan yang paling kecil kepentingannya adalah “Kerapihan dan kebersihan penampilan staf HIMPUH. dengan skor (4.17). Sedangkan nilai rataan tingkat kepuasan/kinerja tertinggi “Ketelitian Staf Visa dalam menghitung jumlah Pasport dan Visa Umrah dalam bekerja” dengan nilai (4.70).Dan nilai rataan tingkat kinerja kepuasan terendah yaitu “Kedatangan visa umrah selalu tepat waktu yang di telah di tentukan” dengan skor (3,92). Hasil analisis dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) tingkat kepuasan terhadap atribut pelayanan yang di berikan oleh HIMPUH sebrsar 88% yang berada dalam rentang nilai 0.86-1.00 yang berarti provider visa umrah menyatakan Sangat Puas terhadap kinerja dan pelayanan yang dilakukan oleh HIMPUH
Memanfaatkan Petunjuk Ilahi Dalam Menelusuri Lorong-Lorong Kehidupan (Kajian Tafsir Tematik)
How important is life in modern times, even though advances in technology are almost at their peak, so that they continue to explore the noble values of Islamic teachings, especially those closely related to guidance or guidance. Because in reality in everyday life, most people do not seem to understand the instructions that Allah SWT gives. The real evidence is that there are still many human behaviors that violate the norms of life, by corrupting, deceiving, hurting and abusing others, depriving others of their rights, and many other irregularities. Which if analyzed in full with wisdom, it means that Allah\u27s guidance in the form of instincts and senses alone are not used by humans, even though these instinctual and sensory guidance are the initial or basic steps, before entering the next instructions in the form of guidance in the form of reason and religion. In the instinctual and sensory guidance there is already a human potential that is able to distinguish what is good and what is bad, which is assisted by a sense guide. Humans should be able to do good and try to distance themselves from bad deeds. With the hope of the presence of this article, it will help humans to try to spread virtue values in everyday life, so that one day a life filled with peace can be create
Hadis Ilmu Dalam Pandangan Syiah-Sunni: Perbandingan dan Implementasinya Di Ranah Akademik
Sunni-Syiah merupakan dua golongan yang seakan dihalangi oleh tembok besar yang menjadikannya tidak bisa saling menjangkau. Keduanya sama-sama memiliki hadis yang menjadi pedoman primer setelah al-Qur’an, yang dalam pembahsan ini mengambil tema hadis ilmu. Hadis nabi merupakan sesuatu yang menjadi patokan umat Islam, baik dalam pandangan syiah maupun dalam pandangan sunni. Perbedaanya disini adalah status hadis yang dapat digunakan menurut sunni maupun syiah. Pada makalah ini, penulis akan membahas tentang hadis Ilmu dalam pandangan syiah dan sunni berdasarkan dua kitab hadis masing-masing yakni kitab Ushul al-Kafi dan Shahih Muslim, yang kemudian akan diketahui perbedaan, persamaan atau titik terang dari keduanya dan akan memberikan sedikit solusi untuk mendamaikan dua kelompok besar yang tidak berhenti berseteru ini, karena setiap muslim memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan harta dan jiwa. Serta akan diketahui bagaimana implementasinya bagi kehidupan mahasiswa (akademik
Ketahanan Nasional Dalam Perspektif Al-qur’an
The conclusion of this dissertation is that the concept of national resilience in the Qur\u27an supports the National Resilience concept of national resilience, which consists of 8 (eight) gatra, namely: geography, demographics, ideology, politics, economics, social culture, and natural resources. Besides that, through searching the words al-difa \u27(defense), al-amn (security), al-hifz (maintenance) and al-salam (safety in the Qur\u27an, this dissertation reveals 9 (nine) other gatras that support the national resilience, namely: conducive community environmental resilience, the community\u27s physical and mental health, the quality of education, law enforcement, deliberative culture, technology, national character, leadership and faith of citizens.This disertation has different studies with Syarifuddin (2018): "Soldiers in the Qur\u27anic Perspective", which discusses the function of the army as guardians of national resistance in the perspective of the Koran. Thus with Muhammad Yahdi (2019): "Military in the perspective of the Koran", which discusses the mental development of the army with an approach used by Rasulullah Saw in mentoring the army as a guardian of national defense. This dissertation has the same opinion with Chasib (2015), Valentinus CP. (2014) Lotaria L atif (2017) which discusses global national resilience. This dissertation has a difference with Fitriyani from Gadjah Mada University in Yogyakarta (2015) entitled "Care for the Environment in the framework of national resilience", Study on the youth association of Environmental care in the Semarang area.This dissertation uses a qualitative method, whereas in interpretation, the writer uses the maudu\u27i interpretation method by extracting verses of the Koran as an argument to answer various reasons related to the title namely: "National resilience in the perspective of the Koran"
Respon Hukum Islam Terhadap Hak Perlindungan Anak Upaya Implementasi Sistem Perundang-undangan Hukum Negara
Hukum Islam memberikan hak dasar terhadap hak-hak perlindungan anak yang merupakan persoalan mendesak untuk didiskusikan. Mengingat beberapa tahun belakangan ini kita seringkali disuguhi berbagai berita dan informasi tentang berbagai tindak kekerasan terhadap anak yang dilakukan sebagian orang yang seharusnya bertanggung jawab melindungi hak anak. Bahkan terjadi eksploitasi terhadap anak. Hal ini tentu menunjukkan betapa rendahnya perlindungan terhadap anak, meskipun adanya Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Permasalahan mengenai perlindungan terhadap anak ini bukan saja penting dan mendesak untuk didiskusikan, melainkan juga penting dan mendesak untuk disosialisasikan kepada segala pihak yang bertanggung jawab terhadap perlindungan anak agar mereka memahami hak-hak anak, dan kewajiban mereka untuk memberikan perlindungan, kesejahteraan, dan rasa aman kepada anak. Dan permasalahan anak ini sesuai dengan nilai-nilai maslahat dalam hukum Islam
Dampak Financial Sistem Terhadap Gadai Tanah Sawah Di Tinjau Dari Perspektif Hukum Islam Pada Masyarakat Bima
Masyarakat di Bima biasanya menggadaikan tanah sawahnya kepada kerabat atau famili ataupun kepeda tetangganya sendiri. Dengan waktu pengembalian uang pinjaman (utang) minimal biasanya untuk dua kali masa tanam dan panen padi. Namun jika pihak penggadai (rahin) telah mampu mengembalikan uang pinjaman pada waktu panen pertama, jika memang dalam aqad telah disepakati, maka tanah akan digarap kembali oleh pemilik lahan sawah tersebut. Tapi yang unik, tidak sedikit dari kasus-kasus gadai di Bima yang sampai hingga beberapa tahun, atau bahkan mungkin puluhan tahun.Gadai merupakan suatu sarana saling tolong - menolong bagi umat muslim, tanpa adanya imbalan jasa. Sehingga kemudian akad gadai ini dikategorikan ke dalam akad yang bersifat derma (tabarru) hal ini disebabkan karena apa yang diberikan rahin kepada murtahin tidak ditukar dengan sesuatu. Sementara yang diberikan oleh murtahin kepada rahin adalah utang, bukan penukar dari barang yang digadaikan (marhun). Selain itu, rahn juga digolongkan kepada akad yang bersifat ainiyah, yakni akad yang sempurna setelah menyerahkan barang yang diakadkan. Sehingga kemudian dijelaskan bahwa semua akad yang bersifat derma dikatakan sempura setelah memegang (al-qabdu), sempurna tabarru, kecuali setelah pemegangan)
Akad Wakalah Menjadi Penyebab Pembiayaan Murabahah Bergeser Dari Transaksi Jual Beli Menjadi Transaksi Jasa
This paper examines the wakalah contract as the cause of the shift of murabaha financing from buying and selling transactions to service transactions. Analysis of wakalah legal norms with normative philosophical approaches, normative juridical and empirical juridical. The wakalah contract given by Islamic banks absolutely to customers to make purchases has caused murabaha financing to shift from buying and selling transactions to service transactions, because the customer has acted for and on behalf of himself in purchasing goods from suppliers, while the money transferred by the bank sharia to customers is considered as borrowed money. A wakalah contract that does not have any effect on transactions on customers in purchasing goods from suppliers, cannot be called wakalah but has the effect of transferring money from Islamic banks to customers as service transaction
Pengaruh Posisi Matahari Dan Letak Geografis Terhadap Rasydul Qiblah Harian Di Indonesia
Rasyd al-qiblah ada dua macam yakni rasyd al-qiblah global atau tahunan dan rasyd al-qiblah global atau tahunan dan rasyd al-qiblah lokal atau harian. Di Indonesia bagian Barat (Selatan khattulistiwa) rasyd al-qiblah harian terjadi sepanjang tahun dari 1 januari samapi 31 desember, meskipun ada perbedaan waktunya antara daerah dan antara bulan. Fokus seberapa besar pengaruh posisi matahari dan letak geografis suatu tempat dari kakbah terhadap saat terjadinya rasyd al-qiblah harian di Indonesia? Dengan tujaun untuk mengetahui seberapa besar pengaruh posisi matahari dan letak geografis suatu tempat tehadap rasyd al-qiblah harian di Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel purpossifAda fenomena lain yang menarik di daerah yang letak geografisnya di sekitar khattulistiwa seperti Bukit Tinggi dan sekitarnya ketika posisi matahari berada di sekitar garis balik selatan saat rasyd al-qiblah lebih awal dibandingkan dengan daerah yang relatif jauh dari khattulistiwa seperti Bayuwangi. Demikian juga dengan daerah yang bujurnya lebih dekat dengan Mekah misalnya Indonesia Bagian Barat (WIB) sepanjang tahun terjadi rasyd al-qiblah lokal, sedangkan daerah yang bujurnya jauh dari Mekah Seperti Indonesian Bagian Tengah dan Bagian Timur; pada saat posisi matahari jauh di sekitar garik balik Utara dan Selatan tidak terjadi rasyd al-qiblah bahkan bisa mencapai kurun waktu satu bulan lebih untuk masing-masing posisi.Posisi matahari dan letak geografis dari kakbah mempengaruhi saat peristiwa rasyd al-qiblah dan pengaruh posisi matahari lebih dominan dibandingkan letak geografis karena letak geografis bersifat tetap sedangkan peristiwa rasyd al-qiblah dilokasi yang sama waktunya berbeda-beda disebabkan posisi matahari yang selalu berubah-ubah sepanjang waktu
Pengaruh Motivasi Intrinsik Dan Peraturan Pesantren Terhadap Kepuasan Santri Pondok Pesantren Manahijussadat Lebak, Banten
This study aims to test and determine whether empirically through valid data, intrinsic motivation and pesantren regulations have an effect on the satisfaction of students both partially and simultaneously. The method used by researchers is a survey method with a correlational approach to the santri of Manahijusadat Islamic Boarding School in Lebak, Banten. This type of research is quantitative, therefore the data analysis technique used is statistical analysis techniques, namely descriptive statistical techniques and inferential statistics. As for the means of collecting data through a questionnaire to 100 respondents from class III MTs Manahijussadat Islamic Boarding School, interviews and documentation. The results of the research hypothesis test showed that there was a positive and significant influence of intrinsic motivation on student satisfaction with a percentage of 17.8%. Second, there is a positive and significant effect of Islamic boarding school regulations on the satisfaction of students as indicated by the percentage of influence of 25.5%. Third, there is a joint positive and significant effect of intrinsic motivation and pesantren regulations on student satisfaction by 32.6
Peran Hafalan Alquran (Juz’amma)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara menghafal Alquran dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Alquran hadis di SDIT Al Musyarrofah Jakarta. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional dengan melibatkan siswa kelas IV (empat) yang ikut serta dalam kegiatan menghafal Alquraan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumenter. Selanjutnya, analisis data menggunakan analisis korelasional dengan teknik korelasi rumus product moment. Hasil penelitian ini adalah bahwa di SDIT Al Musyarrofah Jakarta yang diterapkan dan berdasarkan hasil kuesioner tergolong cukup baik, ini dapat dilihat dari analisis data melalui skor rata-rata dari 59.436 yang berada dalam klasifikasi antara 51-75, oleh karena itu dapat disimpulan bahwa penerapan hafalan Alquran terhadap siswa SDIT Al Musyarrofah Jakarta dikategorikan sedang atau cukup baik. Kemudian prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Alquran hadis di SDIT Al Musyarrofah Jakarta berada dalam kategori baik dengan siswa yang mencapai pembelajaran tuntas sebanyak 37 siswa. Dengan demikian, hubungan antara menghafal Alquran dan prestasi siswa dalam mata pelajaran Alquran hadis di SDIT Al Musyarrofah Jakarta dengan interpretasi yang kuat atau tinggi. Ini dapat dilihat dari hasil perumusan statistik product moment dengan hasil 0,85 yang terletak antara 0,70 - 0,90 pada tabel tabel korelasi "r