Media Konservasi
Not a member yet
670 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR SOSIAL DAN PSIKOLOGI SEBAGAI PENENTU KEPUASAN PENGUNJUNG TAMAN KOTA DAN TAMAN HUTAN KOTA DI DKI JAKARTA: Analysis of Social and Psychological Factors Determining Satisfaction of Visitors to Urban Parks and Urban Forests Parks in DKI Jakarta
Faktor sosial dan psikologi sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pengunjung selama berekreasi di taman kota dan taman hutan kota (THK) dalam wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial dan psikologi di dalam taman kota dan THK dalam kaitannya dengan tingkat kepuasan pengunjung. Data penelitian dikumpulkan dari responden dengan alat bantu kuesioner, menerapkan pola One Score One Indicator Scoring System. Jumlah responden sebanyak 600 orang dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode importance performance analysis, customer satisfaction index, analisis statistik korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek sosial dan psikologi yang mempengaruhi tingkat kepuasan pengunjung. Aspek yang memiliki nilai kepentingan tinggi dan nilai kepuasan tinggi adalah aspek atmosfer berkegiatan, sedangkan yang bernilai rendah adalah aspek keamanan dan keselamatan. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa dari kelima aspek sosial dan psikologi tersebut satu sama lain memiliki tingkat asosiasi atau hubungan yang sangat dekat dengan nilai koefisien yang positif. Berdasarkan analisis regresi kepuasan pengunjung; aspek atmosfer berkegiatan, aspek aktivitas rekreasi, aspek kenyamanan berpengaruh secara signifikan, sedangkan aspek kontak sosial dan faktor keamanan dan keselamatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung.
Kata kunci: kepuasan pengunjung, psikologi, sosial, taman kota, taman kota hutan kota (THK
PENGARUH ATRIBUT DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DAYA TARIK WISATA PERTANIAN SUBAK DI KOTA DENPASAR BALI: Effect of Attributes and Service Quality on Visitors Satisfaction in Subak Agricultural Based Tourism Destination in Denpasar City Bali
Subak sebagai daya tarik wisata (DTW) di perkotaan memiliki kekuatan pada atribut daya tarik wisatanya dan memiliki peluang besar untuk berkembang lebih lanjut. Namun, belum ada informasi yang cukup bagaimana pengaruh atribut DTW subak dan kualitas layanan yang diberikan dalam mempengaruhi kepuasan pengunjung. Kepuasan pengunjung merupakan kunci keberlanjutan sebuah DTW termasuk di Subak Padanggalak. Penelitian ini menganalisis: (a) persepsi pengunjung terhadap DTW Subak Padanggalak, (b) pengaruh atribut dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengunjung DTW Subak Padanggalak. Penelitian dilakukan di Subak Padanggalak, Kota Denpasar Bali. Penelitian menggunakan analisis kuantitatif yaitu SEMPLS dengan software WarpPLS 3.0 for Windows. Responden 100 pengunjung dipilih secara convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) rata-rata pencapaian skor persepsi pengunjung terhadap DTW Subak Padanggalak sebesar 3,81 (dari skor maksimal 5,0) yang termasuk kategori persepsi baik yang didukung oleh rata-rata pencapaian skor persepsi responden terhadap atribut DTW yang tergolong baik, kualitas layanan yang tergolong baik, dan kepuasan terhadap DTW yang juga tergolong baik, dan (b) variabel atribut DTW (X1) dan variabel kualitas layanan DTW (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel kepuasan pengunjung terhadap DTW Subak Padanggalak (Y) dengan nilai R-squared sebesar 0,533 (atau 53,3%) dan tergolong moderat. Subak Padanggalak disimpulkan memenuhi ekspektasi pengunjung sebagai DTW berbasis pertanian di perkotaan karena atribut dan kualitas layanan yang diberikan mampu memuaskan pengunjung. Namun demikian indikator-indikator yang kurang peranannya perlu diperbaiki agar menjadi pendorong niat pengunjung untuk berkunjung ke DTW Subak Padanggalak.
Kata kunci: atribut, kepuasan, layanan, subak, pariwisat
EVALUASI KEPUASAN PENGUNJUNG DAN KINERJA PENGELOLAAN WISATA ALAM PERKEMAHAN GUNUNG BUNDER TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK JAWA BARAT: Visitor Satisfication and Performance Evaluation of Nature Tourism in Gunung Bunder Camp, Gunung Halimun Salak National Park, West Java
Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merupakan salah satu Taman Nasional yang menawarkan objek wisata alam, salah satu yang digemari pengunjung adalah Wisata Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Penelitian dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan berbasis kegiatan wisata sebagai dasar pengembangan dan perbaikan bagi penyedia/pengelola wisata perkemahan melalui indikator kepuasan yang diharapkan oleh pengunjung. Penelitian dilakukan pada September-Oktober 2018 dan Juli-Agustus 2019 menggunakan skala Likert untuk mengungkap persepsi pengunjung dengan menilai 47 indikator wisata alam sehingga didapatkan indikator potensial dan indikator yang baik. Penelitian ini menggunakan metode CSI untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung, kemudian menggunakan metode IPA untuk memetakan hubungan antara kepentingan dengan kinerja dari masing-masing indikator. Pada analisis IPA dalam diagram kartesius menunjukkan tujuh indikator kinerja rendah yang menjadi prioritas utama yang harus dikelola, maka indikator pada kuadran ini harus ditingkatkan lagi kinerjanya dengan indikator ketersediaan media informasi, ketersediaan MCK pria dan wanita, ketersediaan tempat sampah, ketersediaan tempat sampah organik dan non-organik, pendistribusian karcis kepada pengunjung, kecepatan tanggap petugas kebersihan, dan harga tiket sesuai dengan ketentuan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengelolaan bumi perkemahan Gunung Bunder dapat mengacu pada peraturan perundang-undangan dan ketentuan standar yang berhubungan dengan kegiatan wisata alam perkemahan.
Kata kunci: evaluasi, kinerja, kepuasan, pengunjung
 
POPULASI DAN KARAKTERISASI FENOTIP KANTONG SEMAR (Nepenthes spp.) DI TAMAN KEANEKARAGAMAN HAYATI HUTAN PELAWAN KABUPATEN BANGKA TENGAH, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG: Pupulation And Phenotive Characterization Of Pitcher Plant (Nepenthes spp.) In Pelawan Forest Biodiversity Park at Central Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province
Kantong semar (Nepenthes spp.) merupakan tumbuhan yang mampu menjebak serangga dan binatang kecil lainnya. Tercatat sebanyak 139 jenis tersebar di Asia Tenggara. Di provinsi Bangka Belitung, Nepenthes spp. ditemukan di Taman Keanekaragaman Hayati Hutan Pelawan. Informasi data mengenai karakteristik fenotif dan habitat Nepenthes spp. belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian yaitu mendata jumlah populasi dari masing-masing jenis dan mengkarakterisasi fenotip Nepenthes spp. Metode pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan 3 spesies yaitu Nepenthes gracilis Korth dengan populasi sebanyak 348 individu, Nepenthes rafflesiana Jack dengan populasi sebanyak 18 individu dan Nepenthes ampullaria Jack dengan populasi sebanyak 45 individu. Indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0,36 dan tergolong rendah. Karakteristik fenotif jumlah daun steril berkisar 2-37 helai, daun fertil berkisar 1-12 helai, panjang daun berkisar 9,5-37,2 cm, lebar daun berkisar 1,7-8,2 cm dan tebal daun berkisar 2,1-3,6 mm. Panjang kantong berkisar 3,4-22,2 cm dan diameter kantong berkisar 1,6-4,4 cm. Bentuk silinder (gracilis), tempayan (ampullaria), terompet (rafflesiana kantong atas), bulat telur (rafflesiana kantong bawah). Variasi corak kantong berupa bintik-bintik merah, sayap dan renda bervariasi, kantong atas tidak bersayap, yang bersayap umumnya kantong bawah dan ber-renda, tutup kantong terdiri atas bentuk proporsional dan tak proporsional. Panjang batang berkisar 44-550 cm, diameter batang berkisar 7,0-8,5 mm dan panjang sulur berkisar 1,0-34,4 cm. Posisi sulur terdiri atas posisi membelakangi, menyamping dan di depan mulut kantong.
Kata kunci: karakteristik fenotif, keanekaragaman, Nepenthes spp
PENDUGAAN POPULASI PESUT (Orcaella brevirostris) PADA BULAN FEBRUARI DI RESORT SUNGAI PERLU TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING KALIMANTAN TENGAH: Population Estimation of Irrawaddy Dolphin (Orcaella brevirostris) at Sungai Perlu Resort on February in Tanjung Puting National Park, Central Kalimantan
Pesut adalah jenis lumba-lumba tanpa moncong yang hidup pada air tawar, payau dan asin termasuk kedalam golongan mamalia laut besar. Pesut ditetapkan sebagai spesies yang menjadi fokus dan prioritas upaya konservasi jenis di Indonesia karena termasuk kedalam spesies endangered. Jumlah individu yang terus berkurang dan meningkatnya ancaman membuat spesies ini semakin terancam jumlahnya. Penelitian bertujuan untuk menduga populasi pesut yang berada di Resort Sungai Perlu SPTN Wilayah II Taman Nasional Tanjung Puting yang dilakukan pada bulan februari yang mana menurut nelayan lokal adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan pengamatan pesut karena kondisi gelombang laut yang sedang tenang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capture-Mark-Recapture dengan menggunakan foto sirip punggung sebagai identitas individu setiap pesut. Pendugaan jumlah populasi menggunakan analisis persamaan Chapman. Hasil penelitian mendapatkan jumlah populasi pesut sebesar 55 individu. Karakteristik sirip punggung yang mendominasi adalah bulat telur, segitiga, bercabang, dan datar.
Kata kunci: pesut, populasi, sirip punggung, Taman Nasional Tanjung Putin
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI HUTAN TALANG RENCONG DESA PULAU SANGKAR, KABUPATEN KERINCI, JAMBI: Diversity of Medicinal Plants in The Forest Talang Rencong Village Island Cage, Regency Kerinci, Jambi
Indonesia has approximately 30,000 species of medicinal plants based on the richness of the flora. Indonesia has the great potential to develop herbal products that are equivalent to modern medicine. The modern treatment has not been reachable by the whole community in Indonesia, only about 25% affordable and the rest are not yet affordable. The role of traditional medicine recipes become much helpful especially for people living in remote areas with minimal access. The research was conducted in April-May 2019 at Talang Rencong Traditional forest, Pulau Cage Village, Kerinci Regency, Jambi. The sample area of research was 1 Ha, or 5% of total area. The methods used in this research were participatory exploration and observation, data collection was conducted by tracing indigenous forests accompanied by local communities (Data is analyzed from any species found during research). The research in the indigenous forest Talang Rencong village Pulau Cage, Kerinci Regency, Jambi acquired 23 familia and 39 species of medicinal plants used. How to use from the herbs are divided into 25 species of medicinal plants that use drinkable, 6 species of medicinal plants are applied or pasted, 4 species of herbs are directly consumed, 1 species of medicinal plants is used to be washed, 2 species of medicinal plants used to be dipped in the eyes and 1 type of medicinal plants that use the input into perforated teeth The benefits of such medicinal plants are as breast cancer medicine, relieves itching for children, nail health remedy, uric acid medecine, removal bruising, uterine watering, appetite enhancer, diarrhea, toothache medications, jaundice medications, cough medicines, shortness of breath medication for infants, deep heat medications, reducing blood sugar levels, paralysis medications, lowering cholesterol, and medication for postnatal blood and uric acid.
Keywords: ethnobotany, medicinal plants, Rencong customary fores
KAJIAN ETNOBOTANI ZINGIBERACEAE SEBAGAI BAHAN PENGOBATAN TRADISIONAL ETNIS BATAK TOBA DI SUMATERA UTARA: Ethnobotany of Zingiberaceae as A Traditional Herbal Medicine of Batak Toba Ethnic in North Sumatera
Zingiberaceae merupakan salah satu famili dari jenis tumbuhan yang berkhasiat obat dan banyak dimanfaatkan oleh etnis Batak Toba sebagai bahan obat tradisional. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dari suku Zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional oleh etnis Batak Toba. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif melalui pendekatan emik dan pendekatan etik. Metode yang digunakan adalah wawancara bersifat semi struktural yang dilakukan secara terbuka (open-ended). Hasil penelitian menunjukkan sembilan jenis dari suku Zingiberaceae digunakan dalam pengobatan tradisional oleh etnis Batak Toba yaitu Zingiberofficinale, Zingiber purpureum, Zingiber americanus, Curucuma domestica, Curcuma xanthorhiza, Alpinia galanga, Kaempferia galanga, Etlingera elatior, dan Amomum compactum. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah rimpang, daun dan batang. Pemanfaatan Zingiberaceae berdasarkan persentase hasil wawancara diperoleh 3 kelompok, yaitu untuk pengobatan 60%, perawatan 25%, dan kesehatan 15%.
Kata kunci: Batak Toba, etnobotani, pengobatan tradisional, zingiberaceae
POTENSI KODOK BUDUK (Duttaphrynus melanostictus Schneider 1799) SEBAGAI PENGENDALI ALAMI HAMA DI DAERAH URBAN: The Potential of Asian Toad (Duttaphrynus melanostictus Schneider 1799 ) As Natural Enemy For Pest in Urban Area
Kodok buduk (Duttaphrynus melanostictus) merupakan jenis kodok yang umum dijumpai di perkotaan dan keberadaannya sering diabaikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemilihan pakan dari kodok buduk di habitat alamnya, kelimpahan pakan, lebar relung dan tumpang tindih relung serta mengetahui potensi kodok ini sebagai pengendali serangga hama. Analisis dilakukan pada 100 spesimen kodok buduk (50 jantan dan 50 betina) dari sekitar kampus IPB Darmaga, Bogor dengan cara pembedahan. Frekuensi pakan tertinggi di lambung jantan maupun betina kodok buduk adalah Ordo Hymenoptera, Coleoptera, Blattaria, Diplopoda, dan Isoptera. Dari segi volume, pakan tertinggi adalah Blattaria, Coleoptera, dan Scolopendromorpha, namun berdasarkan densitas relatif pakan di lambung didominasi oleh Isoptera, Hymenoptera dan Coleoptera. Ordo-ordo yang disebut di atas termasuk hama yang merugikan manusia seperti kecoak dan rayap. Tidak terdapat korelasi antara ukuran tubuh dengan volume pakan, karena terdapat bias pada data spesimen yang diambil yakni dengan ukuran tubuh 60-90 mm atau ukuran dewasa. D. melanostictus adalah satwa oportunis, namun pemilihan pakan cenderung pada jenis tertentu saja sehingga menyebabkan rendahnya nilai relung. Jantan dan betina mempunyai komposisi pakan yang sama, sehingga tumpang tindih relung menjadi tinggi. Secara umum, kodok buduk penting sebagai predator hama di daerah perkotaan.
Kata kunci: analisis kodok, kebiasaan pakan, musuh alami, sumberdaya paka
PENILAIAN KELAYAKAN EKOWISATA KARST CIBADAK DI KECAMATAN CIAMPEA KABUPATEN BOGOR: Study of Feasibility in Cibadak Karst Ecotourism in Ciampea District, Bogor Regency
Kawasan Karst Cibadak perlu dilakukan penilaian kelayakan ekowisata untuk mengetahui apakah kawasan ini layak dikembangkan atau tidak. Tujuan penelitian adalah menilai kelayakan ekowisata Karst Cibadak terutama area eksokarst yang ada di Desa Cibadak. Metode penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan analisa penskoringan Daya Tarik Wisata Alam (DTWA). Hasil penelitian meunjukkan bahwa kawasan Karst Cibadak layak dikembangkan sebagai daerah tujuan ekowisata dengan nilai 77,87%. Daya tarik wisata alam di kawasan Karst Cibadak antara lain: wisata tracking, wisata edukasi dan camping ground. Daya Tarik wisata budaya di kawasan Karst Cibadak yaitu adanya bekas peninggalan Kerajaan Siliwangi. Kawasan ini perlu ditambahkan atraksi wisata lain seperti pengamatan flora dan fauna karst, outbond, penelusuran gua, pengamatan fauna gua agar meningkatkan nilai kelayakan Karst Cibadak.
Kata kunci: daya tarik wisata alam, karst Cibadak, kelayaka