IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
Bank Sampah Sebagai Alternatif Strategi Pengelolaan Sampah Menuju Sentul City Zero Emission Waste Kabupaten Bogor
Sampah tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari, dari mulai lahir sampai meninggal juga masih menghasilkan sampah, semua itu berdampak terhadap lingkungan kehidupan. Edukasi kesadaraan dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) penting dalam penyelesaian masalah sampah melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah Benteng kreasi merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis kawasan. Bank sampah yang diintegrasikan dengan prinsip 3R dilaksanakan di Centul City Terminal Bis Jl. Nasional Sentul City Kabupaten Bogor, Indonesia. Kegiatan bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Pemberdayaan warga melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi), serta dialog dengan warga di komunitas. Selain itu diperlukan dukungan kemitraan dengan membangun jejaring dan mekanisme kerja sama kelembagaan antara warga pengelola bank sampah dengan stakeholder terkait. Bank Sampah Benteng Kreasi telah memulai sosialisasi untuk penanganan sampah di kawasan Sentul City dalam upaya terwujudnya kesehatan lingkungan yang lebih bersih, hijau, nyaman, dan sehat menuju Sentul City Zero Emission Waste. Selain itu juga pengelolaan sampah terintegrasi dapat menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.
.
 
Karakteristik Individu dan Perilaku Peduli Lingkungan : Penggunaan Listrik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel sosial-ekonomi dan demografis, informasi dan pengetahuan pada perilaku peduli lingkungan khususnya pada penggunaan energi listrik. Data yang digunakan adalah Survei Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (SPPLH) 2013 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini mengamati perilaku peduli lingkungan, terutama penggunaan listrik, yang berjumlah 70.406 pengamatan. Model regresi logistik digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin matang dan semakin berpendidikan individu, maka peluang untuk melakukan tindakan peduli lingkungan menjadi lebih besar. Secara umum individu yang tinggal diperkotaan dan terpapar informasi baik yang berasal dari media maupun secara langsung akan memiliki pengetahuan normatif terkait lingkungan yang lebih baik. Dengan semakin baiknya pengetahuan yang dimiliki terkait lingkungan, maka akan menyebabkan individu tersebut berperilaku peduli lingkungan
Pengaruh Pengetahuan Mengenai Isu-Isu Lingkungan (Knowledge About Environmental Issues) dan Intensi Untuk Bertindak (Intention to Act) terhadap Perilaku Bertanggung Jawab Lingkungan (Responsible Environmental Behavior) Siswa
Environmental issues is the problem that need to be solved by all parties, including students, by developing responsible of environmental issues. Students’ responsible environmental behavior is an output that came from factors that have effects toward it. Some of the effects are knowledge about environmental issues and intention to act. This study aims to determine the effect of knowledge about environmental issues and intention to act toward responsible environmental behavior that student have. This research conducted at SMAN 4 Kota Bekasi on the 1st semester, of 2019/2020 school year. The method of this research was survey method with quantitative-causal approach and path analysis. The sample of this research were 98 student grade X MIPA. The instrument for knowledge about environmental issues is a true-false test, the instrument for intention to act and responsible environmental behavior is opinionary. Realiability coefficients for knowledge about environmental issuess’ instrument is 0,77, for intention to act is 0,87, and for responsible of environmental behavior is 0,83. Based of hypothesis test, there is no direct effect between knowledge about environmental issues toward responsible environmental behavior, and there is direct effect between knowledge about environmental issues toward intention to act and intention to act toward responsible environmental behavior. Based on these results, can be concluded that intention to act is not a suitable mediator variable between knowledge of environmental issues and responsible environmental behavior.
Keywords: intention to act, knowledge, path analysis, responsible environmental behavior, student
Pengaruh Pemenuhan Daftar Susunan Personel DSP DISPAMAL terhadap Pelaksanaan Tugas Operasi Intelijen TNI Angkatan Laut
TNI AL dalam melaksanakan tugas operasi intelijen secara optimal maka diperlukan personel yang tepat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kebutuhan personel tersebut digambarkan dalam Daftar Susunan Personel TNI AL yang disingkat DSP. Keberadaan sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi intelijen merupakan faktor yang sangat kritis karena SDM adalah aset utama dalam sebuah organisasi, karena keberadaannya sangat menentukkan keberhasilan di dalam suatu organisasi. Dalam upaya membina SDM untuk mencapai keunggulan kuantitas dan kualitas sesuai DSP, maka perlu upaya pembinaan secara tertib, teratur dan terus menerus yang salah satunya diimplementasikan melalui pola rekruitmen yang optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, peneliti mencoba menerapkan Teori Manajemen Sumber Daya Manusia pada rekrutmen personil Intelijen sehingga diharapkan mampu memberikan suatu masukan dalam pengelolaan personil intelijen. Dengan merujuk pada pendapat teori tersebut, maka dalam perekrutan personel intelijen dalam rangka pengisian DSP Dispamal dapat dijabarkan menjadi 3 variabel turunan yaitu variabel kualitas SDM, variabel kuantitas SDM dan variabel kinerja. Dimungkinkan sebagai faktor pertimbangan khusus yang salah satunya aspek hukum, karena personel intelijen nantinya memiliki tugas dan kewenangan sebagai agen penyelidik dalam menyelesaikan permasalah personel TNI AL maupun tugas operasi intelijen TNI AL
Hubungan Antara Orientasi Nilai (Value Orientation) dengan Paradigma Lingkungan Baru (New Environmental Paradigm) Siswa
The New Environment Paradigm is the result of interaction of various factors, one of which is the Value Orientation. This research discusses the relationship between the value orientation and the new environmental paradigm for high school students in Jakarta. This research was conducted at SMAN 22 Jakarta in Semester I Academic Year 2019/2020. The method used is a survey method with correlational techniques. The samples used were 100 students of class XI MIPA who were randomly selected. Data is collected using instrument value orientations and new environmental paradigms. Data analysis was performed with a simple linear regression test to measure the relationship used Pearson Product Moment at a significance level of 5%. The results showed a positive and significant relationship between the value orientation with the new environmental paradigm. The sample reliability for the nep variable was 0.857, while the reliability of the comparison of sample values was 0.905. The orientation of the value of the contribution to the new environment paradigm variable was 38.7%. Egoistic has the highest contribution to nepian at breakdown because it involves factors such as the student environment and technology. Therefore value orientation has a role in looking at the paradigm of the new environment of students.
Kata Kunci : Value Orientation, New Environmental Paradigm, Students
Hubungan Antara Orientasi Nilai (Value Orientation) dengan Perilaku Pro Lingkungan (Pro Environmental Behavior) Siswa
Pro environmental behavior is a person's activity that aims to improve the quality of the environment and reduce the environmental impact of one's actions that can damage the environment which can be seen from several factors. One of the factors is value orientation. This study aims to determine the relationship between value orientation and pro environmental behavior in high school students in Jakarta. The study was conducted at 71 Jakarta High School in the first semester of the 2019/2020 Academic Year. The method used is a survey method with correlational techniques. The samples used was 100 students of class XI MIPA who were randomly selected. Data was collected using value orientation instruments (biospheric, altruistic and egoistic) with a sample reliability coefficient of 0.770 and a pro environmental behavior with a sample reliability coefficient of 0.868. Data analysis was performed with a simple linear regression test to measure the magnitude of the relationship used the Pearson Product Moment formula at a significance level of 5%. The results showed that there was a positive and significant relationship between value orientation and pro environmental behavior. The correlation coefficient of this research is 0.338. The contribution of value orientation variables to students' pro environmental behavior variables was 14.1%. Therefore, value orientation has a role in pro-environmental behavior of students.
 
Kajian Pengurangan Risiko Bencana Banjir di DAS Ciliwung
Laju pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk yang tinggi menyebabkan kompleksitas permasalahan lingkungan, salah satunya adalah permasalahan banjir. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi mendesak ruang-ruang terbuka hijau dan sempadan sungai berubah menjadi wilayah-wilayah yang padat dengan permukiman seperti yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Ancaman bencana banjir, kondisi sosial dan ekonomi serta pembangunan infrastruktur dari hulu sampai dengan hilir DAS Ciliwung semakin meningkatkan risiko bencana banjir di DAS Ciliwung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ancaman bencana banjir, kerentanan (sosial dan ekonomi), kapasitas daerah dan masyarakat di DAS Ciliwung, menganalisis risiko bencana banjir di DAS Ciliwung, menganalisis alternatif pengurangan risiko bencana banjir di DAS Ciliwung. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data sekunder, data primer melalui pengisian kuesioner oleh pemangku kepentingan/Instansi dan penduduk yang terdampak banjir di DAS Ciliwung. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif-kuantitatif dan analisis AHP untuk menentukan pemilihan alternatif pengurangan risiko bencana banjir. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat ancaman bencana banjir di DAS Ciliwung baik di segmen tengah maupun di segmen hilir berada dikategori tinggi. Selain ancaman bencana banjir, tingkat kerentanan sosial ekonomi di DAS Ciliwung juga termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan dari sisi kapasitas masyarakat dan daerah, kapasitas masyarakat dan daerah pada segmen hilir lebih siap dibandingkan dengan masyarakat yang berada di segmen tengah. Tetapi walaupun kapasitas pada segmen hilir lebih siap, tidak dapat mengurangi risiko bencana banjir yang tinggi. Permasalahan tingginya risiko bencana banjir diatasi melalui alternatif pengurangan risiko bencana. Berdasarkan hasil AHP, maka diperoleh prioritas alternatif dengan bobot tertinggi yaitu peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana
Analisis Brand Loves (Pada Pengguna Forum Jual Beli Kaskus di Kota Bandung)
Tujuan - Untuk menganalisis factor factor brand loves pada pengguna forum jual beli kaskus di Kota Bandung.
Desain/metodologi/pendekatan – Desain penelitian ini adalah cross sectional method. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode explanatory survei. Sebanyak 107 responden dipilih dengan menggunakan non-probability sampling. Sebuah kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dari responden. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran faktor berada pada kategori cukup baik terhadap terutama pada dimensi brand attacment.
Orisinalitas/nilai – Perbedaan dalam penelitian ini terletak pada objek penelitian, waktu penelitian, alat ukur, literatur yang digunakan, teori yang digunakan dan hasil penelitian
Pengaruh Locus of Control dan Kepribadian (Personality) Terhadap Keinginan Untuk Bertindak (Intention to Act) Siswa
Environmental problems cause threats to the environment, such as global warming, urban air pollution, clean water crises, environmental noise and loss of biodiversity. This problem is caused by human behavior. Resolution of environmental problems can be done by community or private components, one component of community is students. The effort that can be done is to increase intention to act on the environment. This study aims to determine the effect of locus of control and personality on students' intention to act. Research conducted at SMA Negeri 31 Jakarta on the Semester I of the 2019/2020 school year. The method used is the survey with quantitative-causal causal approach and path analysis. The samples used were 99 students of class XI IPA. The reliability coefficient of Locus of control (X1) is 0.680, Personality (X2) is 0.759, and Intention to Act (X3) is 0.878. Based on the results, it can be concluded that personality is not good as a mediator variable between the locus of control and intention to act.
Keywords: Students, locus of control, personality, intention to act, path analysi
Pengolahan Sampah Buah dan Sayur dari Pasar Induk Mandalika Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Sebagai Media Tumbuh Fusarium sp Inokulan Gaharu
The purpose of this research is to process fruit waste and vegetable waste from Mandalika Market at Mataram City as growth medium for Fusarium Sp agarwood inoculant. Collected fruit waste and vegetable waste were processed by grinding and filtrating into filtrate part and residue part. Filtrate part and residue part were formulated as combination growth media including: Fruit waste filtrate, vegetable waste filtrate, mix fruit-vegetable waste filtrate, fruit waste residue, vegetable waste residue and mix fruit-vegetable residue. Fusarium Sp. were sub-cultured into PDA before cultured on combination growth media. Colony diameter of Fusarium isolates were measured every day for seven days incubation period. Fusarium Sp. growth on media from fruit waste was better than its growth on media from vegetable waste. Fusarium Sp. has higher colony diameter on residue growth media compare to its colony diameter on filtrate growth media. On the other hand, filtrate growth media could support Fusarium Sp. to produce several pigmentations. This pigmentation could be an important key character for further taxonomical study. It could be concluded that fruit waste and vegetable waste from residue part could support maximum diameter colony of Fusarium Sp. while filtrate part of this waste could support Fusarium Sp. to produce pigmentation for taxonomical purpose