AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Not a member yet
    443 research outputs found

    EKSPLORASI TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) PADA KELAS KALKULUS INTEGRAL DI MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Covid-19 telah mengubah tatanan dunia dan bidang-bidang kehidupan, mulai dari bisang sosial, kesehatan, ekonomi, dan tidak terkecuali bidang pendidikan. Adapun untuk bidang pendidikan pemerintah telah membuat kebijakan dengan menghentikan kegiatan tatap muka (pembelajaran luring) dan diganti dengan pembelajaran daring. Pada titik inilah seorang guru dituntut untuk memiliki Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK). TPACK merupakan sebuah kerangka konseptual yang memperlihatkan hubungan antara tiga pengetahuan yang harus dikuasai oleh guru, yaitu teknologi, pedagogi, dan konten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan TPACK pada kelas Kalkulus Integral dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, karena peneliti yang mengumpulkan sendiri data melalui observasi, atau wawancara dengan subjek. Untuk menunjang data penelitian, diperlukan instrumen pendukung, yaitu: (1) Angket untuk memotret TPACK Dosen pada kelas Kalkulus Integral, dan (2) Lembar Observasi, untuk mencatat hal-hal penting selama proses pelaksanaan observasi pada kelas virtual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 komponen TPACK sebagian besar persepsi mahasiswa menunjukkan bahwa TPACK pada kelas Kalkulus menunjukan hasil baik dan sangat baik dan sebagian kecil menunjukkan hasil kurang baik dan cukup

    PROSES TRANSLASI PERMASALAHAN REALISTIK MENJADI REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA

    No full text
    Representasi matematis diperlukan dalam menyelesaikan masalah realistik, yakni sebagai mediator penyelesaian permasalahan sehari-hari. Translasi representasi dari suatu permasalahan realistik menjadi model matematis diperlukan sebagai pemahaman terhadap permasalahan yang diberikan untuk ditentukan solusi permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses translasi permasalahan realistik menjadi representasi matematis pada Mahasiswa Teknik Informatika. Penugasan penyelesaian masalah realistik dan tanya jawab pada perkuliahan Aljabar Linear dan Matriks digunakan untuk memperoleh deskripsi proses translasi. Data dianalisis berdasarkan tahapan translasi representasi matematis yaitu mengeksplorasi sumber, menyusun pengetahuan awal, membangun target representasi, dan menentukan kesesuaian hasil representasi dengan sumber. Hasilnya adalah mahasiswa mengeksplorasi sumber dengan membaca informasi sumber, selanjutnya menguraikan informasi sumber dengan bahasa alami, membuat kode berdasarkan informasi sumber dan mengaitkannya dengan konsep matematika, mengaitkan konsep matematika dari representasi sumber ke representasi target, serta mengevaluasi representasi target. Temuan-temuan ini dapat digunakan dosen sebagai dasar mendesain pembelajaran pada mahasiswa non-program studi matematika guna mengurangi peluang kesalahan dalam menyelesaikan masalah realistik. Kata kunci: Masalah realistik; representasi matematis; translasi.Mathematical representation is needed in solving realistic problems, namely as a mediator in solving realistic problems. Mathematical representation translation of a realistic problem into a mathematical model that is needed as an understanding of the given problem to determine the problem solution. This study aims to describe the process of translation of realistic problems into mathematical representations for Informatics Engineering Students. Realistic problem solving assignments and interviews in Linear Algebra and Matrix lecture is used to obtain a description of the translation process. Data were analyzed based on the stages of translation of mathematical representations, namely unpacking the source, preliminary coordination, constructing the target, and determining equivalence. The result is that students unpacking the source by reading source information, then describe source information in natural language, code based on source information and relate it to mathematical concepts, link mathematical concepts from source representation to target representation, and evaluate target representations. These findings can be used by lecturers as a basis for designing learning for students non-departement of Mathematics in order to reduce the chance of errors in solving realistic problems. Keywords: Mathematical representation; realistic problem; translatio

    PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN MODEL PBL BERBANTU YOUTUBE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI

    No full text
    AbstrakPenelian ini mempunyai tujuan adalah mengetahui adanya pengaruh antara  self regulated learning dan model PBL berbantu Youtube terhadap kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini adalah jenis quasi eksperimen. Subjek penelitian yaitu mahasiswa semester V pendidikan matematika Universitas Peradaban yang  jumlahnya 16.  Data penelitian dikumpulkan dengan angket, observasi, dan tes. Data dianalisis dengan uji regresi berganda. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh positif antara self regulated learning dan model PBL berbantu Youtube terhadap kemampuan komunikasi matematis.                                                               Abstract This study aims to determine the effect of self-regulated learning and Youtube-assisted PBL models on mathematical communication skills. This research is a quasi-experimental type. The research subjects were 16 students of the fifth semester of mathematics education at the University of Civilization. The research data were collected by means of questionnaires, observations, and tests. Data were analyzed by multiple regression test. The results of the study are that there is a positive influence between self-regulated learning and the PBL model assisted by Youtube on mathematical communication skills.

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ONLINE MENGGUNAKAN APLIKASI QUIZIZZ

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran  yang valid, praktis dan efektif berbasis online menggunakan aplikasi Quizizz. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 2 Kolaka yang berjumlah 12 orang sebagai subjek. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi materi, lembar validasi media, soal tes dan angket respon siswa. Data yang dihasilkan dari pengumpulan data menggunakan instrumen selanjutnya dianalisis validitas, kepraktisan dan efektifitasnya. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) rerata nilai validasi materi adalah 4,43 dengan kriteria sangat valid, rerata nilai validasi ahli media adalah 4,33 dengan kriteria sangat valid; (2) rerata nilai kepraktisan instrumen adalah 4,31 dengan kriteria sangat praktis; (3) rerata nilai hasil tes siswa adalah 78,33 (83,33%) dengan kriteria baik serta memenuhi standar KKM; dan (4) rerata nilai respon siswa adalah 86,25 dengan kriteria positif. Jadi instrumen evaluasi berbasis online menggunakan aplikasi Quizizz memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif

    FLIP-STIK FOR FLIPPED CLASSROOM: STATISTICS LEARNING E-MODULE ASSISTED BY FLIPBOOK TO PROMOTE STUDENTS' NUMERACY

    Full text link
    The existence of Covid-19 causes the need for learning innovations supporting online learning and numeracy to understand data. The integration of e-modules in flipbook on statistics material is expected to improve students' numeracy in online learning. This is a development study that aims to produce an e-module assisted by Flipbook which is valid and practical for learning statistics that has a potential effect on students' numeracy in a flipped classroom learning design.The e-module was developed through a formative evaluation stage involving 15 students of 8th grade junior high school. Data were collected and analyzed utilizing walkthroughs, questionnaires, interviews, and document review. Results indicate that the flipbook demonstrates the stages of flipped learning from out-of-class activities (independent learning experience at home, do assignments, and takes notes of less understandable) to in-class activities (deepening understanding of statistics through class discussions and working on problem-solving tasks). The flipbook developed meets the criteria of validity in terms of content and construct and ease of use. In addition, it has the potential effect to develop students' numeracy based on the document analysis of student responses regarding the process of formulating problems mathematically, employing formal mathematical structure, and interpreting solutions on a set of numeracy tasks

    KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKS SOSIAL BUDAYA PADA TOPIK GEOMETRI JENJANG SMP

    No full text
    Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa SMP kelas IX pada topik geometri dengan soal berkonteks sosial budaya berdasarkan kemampuan matematis siswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Subjek yang dipilih sebanyak enam orang dari 37 siswa dengan masing-masing dua siswa yang memiliki kemampuan matematis rendah, sedang dan tinggi di kelas IX. 1 SMP Negeri 138 Jakarta tahun ajaran 2021-2022. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah soal geometri yang dikaitkan dengan konteks sosial budaya dari beberapa daerah di Indonesia dan pedoman wawancara terhadap subjek penelitian. Teknik analisa yang digunakan ialah dengan memeriksa hasil pekerjaan siswa berdasarkan indikator yang ditetapkan didukung oleh hasil wawancara subjek penelitian dan selanutnya dibuat narasi deskriptif untuk menggambarkan kemampuan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan kemampuan rendah masih belum bisa memahami makna masalah yang disajikan berakibat belum memenuhi capaian indiaktor dalam kemampuan literasi numerasi sedangkan subjek dengan kemampuan sedang masih terdapat beberapa indikator kemampuan literasi numerasi yang tidak dipenuhi seperti kemampuan representasi dan penggunaan simbol dan bahasa dan subjek dengan kemampuan tinggi mampu mengimplementasikan pemahaman matematisnya untuk menyelesaikan soal sehingga telah memenuhi capaian indikator kemampuan literasi numerasi

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN MATEMATIKA BERBASIS HOTS PADA CALON GURU SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian matematika berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang valid, reliabel, dan memiliki daya beda dan tingkat kesukaran yang baik. Pengembangan soal mengacu pada model Borg dan Gall. Pengambilan data dilakukan dengan teknik angket dan tes. Instrumen penelitian terdiri dari angket kebutuhan dan tes soal matematika berbasis HOTS. Penelitian ini melibatkan 15 calon guru SD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa instrumen penilaian matematika berbasis HOTS memperoleh skor validitas sebesar (kriteria valid), skor reliabelitas sebesar  (kriteri valid), skor uji daya beda sebesar  (kriteria DB yang baik), dan skor uji tingkat kesukaran sebesar  (kriteria tingkat kesukaran sedang). Sehingga telah memenuhi semua kriteria uji instrument tes baik, yaitu valid, reliabel, daya beda yang baik dan tingkat kesukaran sedang. Implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran matematika calon guru sekolah dasar yaitu menjadi salah satu reverensi pedoman dalam mengembangkan instrument penilaian matematika dan dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi caloh guru sekolah dasar.This study aims to develop a mathematical assessment instrument based on higher order thinking skills (HOTS) that is valid, reliable, and has good distinguishing power and difficulty level. The development of questions refers to the Borg and Gall models. Data collection was done by using questionnaires and tests. The research instrument consisted of a needs questionnaire and a HOTS-based math test. This study involved 15 prospective elementary school teachers. The results of data analysis showed that the HOTS-based mathematical assessment instrument obtained a validity score of  (valid criterion), reliability score of  (valid criterion), difference power test score of  (good discrimination criteria), and the difficulty level test score is  (medium difficulty criteria). So that it has met all the criteria for a good test instrument test, namely valid, reliable, good discriminating power and moderate level of difficulty. The implications of the research results on the mathematics learning of elementary school teacher candidates is to become one of the reference guidelines in developing mathematics assessment instruments and in developing high-level thinking skills for elementary school teachers

    ANALISIS KEMAMPUAN TPACK MAHASISWA CALON GURU PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan TPaCK mahasiswa PGSD pada mata kuliah pembelajaran matematika SD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dekriptif. Subjek penelitian adalah 28 mahasiswa semester 4 yang menempuh mata kuliah Pembelajaran Matematika SD yang kemudian dipilih tiga mahasiswa yaitu masing-masing satu mahasiswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Triangulasi menggunakan metode teknik dengan membandingkan dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kemampuan TPaCK ketiga mahasiswa sudah baik dengan memenuhi ketiga komponen dari TPaCK dengan presentase subjek pertama 78,3%, subjek kedua 86,7% dan subjek ketiga 83,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan TPaCK mahasiswa PGSD baik dengan memenuhi ketiga komponen yaitu Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK) dan Technology Knowledge (TK).This study aims to describe the TPaCK ability of PGSD students in elementary mathematics learning courses. This research is a descriptive qualitative research. The subjects of the research were 28 students from semester 4 who took the Elementary Mathematics Learning course which were then selected by three students from each group, namely students with high, medium, and low abilities. Data collection techniques using observation and interviews. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, conclusion drawing, and triangulation. Triangulation uses a technique or method by analyzing the results of observations and interviews. The results of the study explained that the TPaCK ability of the three students was good by fulfilling the seven components of the TPaCK with the percentage of the first subject 78.3%, the second subject 86.7% and the third subject 83.3%

    KESALAHAN MAHASISWA PGMI DALAM PENYELESAIAN SOAL GEOMETRI

    No full text
     Target untuk penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan mahasiswa PGMI UINAM dalam mengerjakan soal matematika materi geometri yang dilihat dari aspek pemahaman konsepnya yang biasanya disebut miskonsepsi. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ialah 44 mahasiswa PGMI yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrument tes yang kemudian dianalisis menggunakan rubrik analitik. Hasil yang diperoleh dari rangkaian penelitian teridentifikasi bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan mahasiswa PGMI UINAM ialah pengaplikasian rumus yakni 79,8%, kemudian kesalahan saat menghitung yakni 43,2%, kesalahan pada data yang digunakan yakni 40,9%, kesalahan mengartikan soal 38,6%, dan paling sedikit ialah kesalahan membuat putusan yakni 20,4%.Target for this research is to identify mistakes made by PGMI UINAM students in working on math problems seen from the aspect of understanding the concept which is usually called a misconception. This research includes qualitative descriptive. The research subjects were 44 PGMI students who were selected through cluster random sampling. Data were collected using a test instrument which was then alalyzed using an analytical rubric. The results obtained from a series of studies identified the the most mistakes by PGMI UINAM students were the application of foemulas, which was 79,8%, then errors when calculating, namely 43,2%. Errors in the data used were 40,9%, errors in interpreting questions 38,6%, and the least is the error in making a decision that is 20,4%

    BAGAIMANA MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA?: PADA MATERI BANGUN DATAR

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen yang dapat mengukur dengan tepat dan efektif pada tiap-tiap indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Untuk melihat keefektifan soal dalam menguji indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi, dilakukan validasi expert judgment. Responden uji expert judgment adalah dua dosen matematika dan satu guru mata pelajaran matematika SMP. Berdasarkan hasil uji validitas expert judgment juga diketahui bahwa instrumen ini layak untuk digunakan dengan presentase rata-rata hasil validasi sebesar 82,83% dengan kategori sangat valid. Sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen kemampuan berpikir tingkat tinggi ini layak untuk digunakan sebagai alat ukur kemampuan berpikir tingkat tinggi.The purpose of this research is to develop an instrument that can measure accurately and effectively on each indicator of higher order thinking skills. This research is a development research with 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). To see the effectiveness of the instruments in measuring the indicators of higher order thinking skills, expert judgment validation was carried out. The respondents for the expert judgment test were two mathematics lecturers and one junior high school mathematics teacher. Based on the results of the expert judgment validity test, it is also known that this instrument is feasible to use with an average percentage of validation results of 82.83% with a very valid category. Accordingly, it can be said that this higher-order thinking skills instrument is feasible to be used as a measuring tool for higher-order thinking skills

    377

    full texts

    443

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇