Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

opac.fah.uinjkt.ac.id
Not a member yet
    13948 research outputs found

    Analisis pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka di perpustakaan sekolah tinggi penerbangan aviasi

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja kebutuhan informasi pemustaka di perpustakaan Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI serta seberapa besar tingkat pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka di perpustakaan Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dengan jumlah responden 87, data yang diperoleh melalui data primer yaitu pembagian angket/kuesioner kepada responden yaitu mahasiswa pemustaka Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI, sedangkan data sekunder diperoleh dari wawancara dan observasi. Hasil pada penelitian ini yaitu Jenis informasi yang dibutuhkan mahasiswa Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI diantaranya: subjek yang paling banyak dibutuhkan pemustaka dari 25 subjek yang ada ialah dasar-dasar manajemen, operasi penerbangan dan bandar udara, manajemen bandar udara; Fungsi informasi yang dibutuhkan pemustaka secara umum ialah untuk menemukan ide-ide baru terkait dengan tugas akhir; Bentuk informasi yang dibutuhkan pemustaka secara umum adalah informasi dengan bentuk grafik; Usia litertur informasi yang diperoleh oleh pemustaka secara umum maksimal ialah 5 tahun. Tingkat pemenuhan kebutuhan pencarian informasi pemustaka di Sekolah Tinggi Penerbangan AVIASI, Berdasarkan hasil perhitungan 25 indikator penelitian dapat dikatakan pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka di perpustakaan STP AVIASI sudah dalam kategori sangat tinggi. Hal ini dikarenakan kisaran tanggapan yang diberikan oleh pemustaka berada pada jawaban setuju dan tidak setuju, sehingga dapat dilihat dari hasil skor rata-rata keseluruhan mencapai skor 3,29 yang berada pada skala interval 3,26-4,00 (sangat tinggi).Xiii, 141 hkm, ilu

    No full text
    This study analyzes how Shaila Abdullah's Saffron Dreams (2009) portrays and resists Orientalists' stereotypes of Muslim women. As Sadaf (2018) states, post-9/11 marks the beginning of the popularity of Pakistani writers publishing literary works with the alternate interpretation of 9/11's consequences on their clan's identity as both Muslims and Easterners. Saffron Dreams is one of them. Abdullah is assumed to put up a fight against the stereotypes of Orientals, especially Muslim women, that the West built through this novel. The main protagonist is portrayed as a Muslim Pakistani-American woman who lost her husband in 9/11, experiencing mistreatment in her host land due to the spreading stereotypes of Muslim women, especially the veiled ones. By utilizing the qualitative method with the Close Textual Analysis (CTA) approach, this study examines how the novel depicts and resists the Orientalists' stereotypes of Muslim women. This study discovers that the novel repeatedly portrays that the West perceives Muslim women as dangerous others who become the 9/11 terrorists' comrades due to the same religion they adhere to. Further, the novel depicts the Muslim female characters repeatedly defining the veil as the identifier of their cultural identity. In addition, they also describe the action of unveiling using symbols. The Muslim female characters believe the veil is their identity, husband's mandate, and the standard of adopting double consciousness. Therefore, unveiling means hiding the identity to disguise, sacrificing the husband's mandate to avoid the accusation, and trying to fit into the standard of a harmless Muslim woman in a Western countryviii, 43 hlm., ilus

    Pesan dakwah dalam musik nasyid grup snada tahun 1991-2011

    No full text
    Penelitian ini memaparkan tentang perjalanan dakwah grup musik SNADA melalui nasyidnya di Indonesia pada kurun 1991-2011. SNADA merupakan grup nasyid bercorak musik Barat dengan gaya akapela yang dijuluki sebagai pelopor nasyid modern di Indonesia. Penelitian ini berusaha menjelaskan bagaimana SNADA menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui musik nasyid yang dibawakannya, yang mengkombinasikan nilai-nilai ajaran Islam dengan praktik hiburan modern. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan tahapan pengumpulan data, penyeleksian sumber sejarah, interpretasi data-data yang diperoleh, dan historiografi atau proses penulisan. Teori yang digunakan adalah analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun van Dijk, di mana teori ini banyak digunakan dalam pengkajian sejarah musik. Adapun pendekatan yang digunakan adalah etnomusikologi. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah arsip lagu-lagu SNADA, hasil wawancara dengan personil grup nasyid SNADA, dan arsip-dokumentasi pribadi SNADA, serta digunakan pula sumber sezaman berupa artikel dalam surat kabar seperti Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, dan majalah yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, ditemukan bahwa SNADA melalui lagu-lagunya berhasil menyeimbangkan tuntutan akan spiritualitas Islam untuk meresponss persoalan agama, krisis sosial, perdamaian, dan lainnya. SNADA menggabungkan pemahaman mereka terkait Islam sebagai agama dan tuntunan kehidupan bagi manusia dengan nilai-nilai bermusik yang dianutnya, yakni gagasan "nasyid for all", sehingga menghasilkan lagu-lagu yang mempromosikan Islam yang universal, yang meliputi spiritualitas vertikal; penyembuhan batin yang kaitannya antara hubungan manusia dengan Tuhannya, dan spiritualitas horizontal yang menyentuh aspek sosial, ekonomi, perdamaian, dan hal-hal yang kaitannya dengan hubungan antar-manusia. SNADA menggunakan lagu-lagunya sebagai alat untuk mendorong persatuan umat Islam dan umat manusia sebagai kesatuan dalam kemajemukan.vi, 87 hlm., ilu

    Perbandingan terjemahan bing translator dan google translate pada teks berita aljazeera.net

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan hasil terjemahan Bing Translator dan Google Translate kemudian menghadirkan terjemahan yang relevan dengan menggunakan metode penerjemahan bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kualitatif terhadap sampel berita olahraga yang telah diterjemahkan. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari sampel berita olahraga yang dipilih secara purposif dari kanal media online Aljazeera.net. Data yang dikumpulkan berupa berita olahraga dalam bahasa Arab (bahasa sumber) dan hasil terjemahannya dalam bahasa Indonesia (bahasa sasaran). Fokus penelitian ini adalah membandingkan terjemahan dari google translate dan bing translator dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbandingan kinerja Bing Translator dan Google Translate, tampaknya Google Translate lebih unggul dalam hal terjemahan, terutama dalam konteks istilah olahraga. Google Translate mampu menghasilkan terjemahan yang lebih akurat dan kohesif untuk istilah-istilah olahraga.xv, 91 hlm., ilus

    Museum Multatuli sebagai Media Informasi Sejarah Anti-kolonial di Lebak Banten (2016-2022)

    No full text
    Sebagai museum yang mengangkat tema anti-kolonial, Museum Multatuli merupakan tempat yang sangat strategis dalam memberikan edukasi serta informasi mengenai sejarah kolonial dan anti-kolonial di Lebak Banten. Dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai media edukasi, Museum Multatuli berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu dengan mengadakan berbagai macam program edukasi agar keberadaan museum tetap eksis di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode historis yang bersifat deskriptif-naratif dengan pendekatan new museology untuk mengkaji museum secara keseluruhan. Teori yang digunakan oleh penulis yaitu teori informal learning milik Graham Black guna menjelaskan upaya Museum Multatuli yang merupakan wadah pendidikan informal dalam menyampaikan informasi sejarah yang lebih mudah dan relevan kepada masyarakat. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Museum Multatuli mempunyai peran yang cukup signifikan dalam memberikan edukasi kesejarahan terutama mengenai sejarah anti-kolonial kepada masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai macam program yang telah dilaksanakan oleh Museum Multatuli seperti program Festival Seni Multatuli, Lecture, Pendampingan Pengunjung, Program Perlombaan, Edukasi Daring, Virtual Tour Museum, Podcast Multatuli, dan beberapa program publik seperti program 3M, Temu Pemangku Kepentingan, dan program Gaul Bareng Komunitasxv, 121 hlm.,ilus

    Sa'ad bin abi waqqash : kisah menakjubkan sang penakluk persia tahun 2023

    No full text
    vi, 315 hlm, 20 x 13 c

    Rihlah ibnu khaldun : memoar perjalanan bapak sosiologi dan filsafat sejarah paling brilian sepanjang sejarah tahun 2023

    No full text
    Buku ini juga menjadi karya penting untuk mengenal lebih dekat sosok Ibnu Khaldun, mulai dari nasab, keilmuan, kepribadian, ketokohan, hingga tanggung jawabnya dalam jabatan hakim agung yang dia emban dari penguasa.viii, 333 hlm, 23 x 15 c

    Republik tahun 2021

    No full text
    Karya Plato ini menyuntuki gagasan tentang rancang-bangun persemakmuran ideal, yang dengan demikian mendudukkannya dalam jajaran paling awal karya-karya utopia. Di sisi lain, Plato memburu pengertian tentang kata filsuf, mempertanyakan persepsi kita tentang kenyataan, dan membahas berbagai macam undang-undang, serta memperlihatkan keunggulan maupun kelemahan relatif masing-masing. Namun, di atas segalanya Republik adalah sebuah upaya keras untuk mendefinisikan keadilan. Dengan membayangkan kemungkinan adanya negara terbaik, maka keadilan lebih mudah untuk diwujudkan.ix, 484 hlm, 24 x 15,5 c

    Rihlah ibnu batutah : catatan perjalanan sang musafir abad pertengahan tahun 2023

    No full text
    Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Lawati at-Tanji bin Batutah, atau yang kita kenal dengan Ibnu Batutah, memulai perjalanannya ketika berusia 20 tahun pada 1325. Alasan utamanya untuk bepergian adalah menunaikan ibadah haji, atau ziarah ke Mekkah, seperti yang ingin dilakukan oleh semua Muslim yang shaleh. Dari Tangier, Maroko, menuju Mekkah dan kembali lagi ke Maroko melalui rute yang berbeda, perjalanannya berlangsung selama 29 tahun. Menempuh jarak sekitar 120.000 km, ia mengunjungi setara dengan 44 negara modern yang sebagian besar berada di bawah pemerintahan Muslim atau "Dar al-Islam". Menjelang akhir hidup Ibnu Batutah, Sultan Maroko-setelah mendengar menariknya pengembaraan itu-bersikeras memohon supaya sang musafir mau mendiktekan kisah perjalanannya kepada sekretaris utama kesultanan. Dan berkat usaha tersebut, hari ini kita dapat membaca kisah perjalanan seorang musafir abad ke-14 mengelilingi dunia melalui sebuah buku. Buku ini adalah karya klasik yang sangat berharga dan menarik yang menambah pemahaman kita tentang kondisi negeri-negeri Abad Pertengahan. Karya monumental ini menyajikan catatan deskriptif tentang masyarakat Muslim pada kuartal kedua abad ke-14. Dalam narasi sejarahnya, penulis menyebutkan begitu banyak orang yang ia temui, serta menceritakan bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Muslim di negeri-negeri yang ia singgahi. "Dalam buku perjalanannya ini, Ibnu Batutah menceritakan para wali, orang-orang saleh, cendekiawan, penguasa Muslim, dan kehidupan umat Islam di negeri-negeri yang ia kunjungi." -Amazon "Sebuah kisah yang mengasyikkan tentang ziarah ke Mekkah tahun 1326, memberikan detail yang jelas tentang Maroko, Rusia, India, China, dan tempat-tempat lainnya." -History in Review "Ibnu Batutah, seorang musafir Arab Maroko abad ke-14, tidak hanya mengunjungi China dan Asia Timur tetapi juga India, Maladewa, Indonesia, Sahara, Mali dan Niger, serta Spanyol yang sedang diduduki Islam."vi, 417 hlm, 23,1 x 15 c

    Implementasi manajemen pengetahuan arsiparis dalam pengelolaan arsip dinamis di sub bagian umum dinas perhubungan provinsi dki Jakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan manajemen pengetahuan oleh arsiparis dalam pengelolaan arsip dinamis aktif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada implementasi manajemen pengetahuan oleh arsiparis dalam pengelolaan arsip dinamis di Sub Bagian Umum Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dokumen juga menyoroti keterbatasan jumlah Arsiparis yang mengharuskan mereka untuk mengimplementasikan manajemen pengetahuan untuk mengelola dokumen, serta minimnya infrastruktur sebagai tantangan dalam implementasi manajemen pengetahuan. Berdasarkan teori yang digunakan arsiparis Sub Bagian umum Dinas Perhubungan hanya dapat mengimplementasikan 4 hal yaitu get (mendapatkan informasi), learn (belajar dari pengetahuan), contribute (berbagi pengetahuan), assess (penilaian pengetahuan).Xiii, 109 hlm, ilu

    0

    full texts

    13,948

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.fah.uinjkt.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇