13948 research outputs found
Sort by
Telaah bahasa kritis : Ideologi kesantunan status sosial dan kekuasaan di era digital tahun 2024
Buku ini mengeksplorasi bagaimana bahasa digunakan dalam dunia digital sebagai cerminan dan pembentuk ideologi, kesantunan, status sosial dan kekuasaan. Melalui pendekatan sosiolinguistik, wacana kritis, dan tata bahasa sistemik-fungsional, penulis menggali peran bahasa dalam membangun, mempertahankan, atau menantang struktur sosial. Fenomena seperti penggunaan bahasa gaul, akronim, dan norma komunikasi digital dianalisis untuk menunjukkan bagaimana interaksi di ruang maya dapat mereproduksi atau menggeser relasi kekuasaan dan status.Dalam era yang penuh dengan dinamika digital, buku ini juga membahas bagaimana kesantunan dan ideologi termanifestasi dalam percakapan sehari-hari, baik melalui media sosial maupun platform komunikasi lainnya. Penulis menekankan pentingnya memahami hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dominasi dan menciptakan ruang komunikasi yang lebih inklusif dan adil.Ditujukan bagi akadernisi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tertarik pada studi linguistik dan komunikasi digital, buku ini memberikan wawasan yang relevan dengan perubahan sosial di era modern.xi, 134 hlm, 25,1 x 17,8 c
This study aims to examine the depiction of identity crisis in the movie He's AllThat. The problem of identity crisis in the movie will be the object of discussionin this paper. This study uses a qualitative research method with a descriptivedesign. The theory used to assist this study is Erik Erikson's Psychosocial theory.The findings of the study indicate that identity crisis is a major topic in He's AllThat, as evidenced by the actions of Padgett Sawyer as the main character. Themovie depicts an identity crisis that occurs in Padgett, the process of herconfusion in finding her role in society and how the roles of the people around herinfluence the discovery of a teenager's identity, the role of parents and theenvironment. This study reveals examples of identity crisis behavior throughPadgett Sawyer's actions and language in the movie, that she experiences anidentity crisis at stage 5 in Erikson's theory, namely the "Identity vs Roleconfusion" stage, where she is confused about finding her role in society due tothe loss of the role of her father in her family, incomplete parents and parentingerrors by her parents. This study also shows a depiction of the impact of theidentity crisis that occurs and is experienced by the main character. Starting fromthe negative impact, how she feels losing her self-confidence to the positiveimpact, she finds her identity and the good people around her. This study helpsdeepen our understanding of how movies can reflect issues of identity crisis inadolescents. By analyzing the identity crisis in the movie He's All That, this studyhighlights how movies can reinforce established beliefs about social identitycrises
Analisis Kualitas Terjemahan Mahasiswa Program StudiTarjamah dalam Menerjemahkan Teks Bahasa Arab
UUD 1945 amandemen : dilengkapi kabinet merah putih (prabowo - gibran ) periode 2024 - 2029 tahun 2024
bangsa indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketakwaanya terhadap tuhan yang maha esa. manusia indonesia juga percaya dan takwa. terhadap tuhan yang maha esa. sesuai agama dan kepercayaan masing - masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. mengembangkan sikap hormat menghormati dan berkerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaanya. yang berbeda beda terhadap tuhan yang maha esa.,vi, 160 hlm, 18,5 x 12,9 c
Gerakan anti-cina di kota sukabumi tahun 1963-1967
Penelitian ini mengkaji sebuah peristiwa gerakan anti-Cina di kotaSukabumi yang terjadi pada tahun 1963-1967. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menjelaskan kronologi peristiwa rasialis tersebut denganmenggunakan teori identitas sosial dari Henri Tajfel dan John Turner, danmenggunakan pendekatan sosiologi politik. Penelitian ini menyorotikompleksitas politik dan identitas etnis Tionghoa dalam konflik etnis yangterjadi di kota Sukabumi. Penelitian ini juga mengamati hubungan politiksosial etnis Tionghoa dan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinyaGerakan anti-Cina di kota Sukabumi ini terhadap identitas etnis Tionghoa.Metode yang digunakan adalah metode Sejarah dengan empat tahapan:heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitianmenunjukan bahwa Gerakan anti-Cina di kota Sukabumi yang melibatkanbeberapa faktor dan adanya pengaruh politik kontra-revolusionermempengaruhi Identitas etnis Tionghoa terhadap kewarganegaraannya,identitas sosialnya dan juga kebudayaannya. Etnis Tionghoa pada tahun1966-1967 mengubah Namanya menjadi nama-nama Indonesia
Kebutuhan dan Perilaku Pencarian Informasi Pengguna Transjakarta dalam Berwisata
Skripsi ini bertujuan untuk menggali lebih dalambagaimana kebutuhan dan perilaku pencarian informasipengguna angkutan umum Transjakarta dalam kegiatanberwisata. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalahpenelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studikasus. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukanpeneliti adalah wawancara, observasi, dan kajian pustaka.Informan dalam penelitian ini adalah empat orang yangmerupakan pengguna angkutan umum Transjakarta yangsedang melakukan perjalanan wisata. Penelitian inimenggunakan analisis teori perilaku pencarian informasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kebutuhan informasi penggunaTransjakarta berupa informasi rute perjalanan, informasipembayaran, informasi kedatangan bus, informasi terkaittempat wisata dan informasi perubahan layanan. Serta perilakupencarian informasi pengguna Transjakarta terbagi menjaditiga bagian utama, yakni perilaku pencarian informasi sebelum,saat, dan sesudah melakukan perjalanan. Dan perilakupencarian informasi pengguna angkutan umum Transjakartasejalan dengan model Wilson, David Ellis, Kuhlthau,Marchionini, dan Dervin, yang mana kelima model ini salingmelengkapi. Pencarian informasi sebelum melakukanperjalanan sangat ditekankan karena tahapan dalam kelimamodel paling banyak dijabarkan pada bagian ini
Filantropi dalam komunitas penggemar k-pop di indonesia (2016-2022)
K-Pop telah menjadi salah satu fenomena yang yang cukup besar di Indonesia, begitupula dengan praktik filantropi yang telah menjadi bagian dari budaya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini membahas tentang praktik filantropi yang dilakukan dalam komunitas penggemar K-Pop di Indonesia, dalam rentang tahun 2016 sampai 2022. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer menggunakan website filantropi, media sosial fanbase, wawancara terhadap penyelenggara dan donatur dari penggemar K-Pop, kemudian dianalisis melalui teori interaksi simbolis oleh Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas filantropi di dalam komunitas penggemar KPop yang dilandasi oleh beberapa faktor yaitu pengaruh prilaku positif dan rasa sayang kepada idola serta rasa kepedulian terhadap sesama manusia. Terdapat perubahan filantropi sebelum dan sesudah COVID-19, dimana terjadi penambahan pola dalam penggalangan berupa kolaborasi antar beberapa fanbase dalam satu project, terjadi peningkatan aksi penggalangan dana dan penggemar K-Pop yang turut serta menjadi donatur. Penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi dalam kajian filantropi digital di Indonesia melalui perspektif sejarah, yang menunjukkan bagaimana komunitas penggemar K-Pop memanfaatkan kemajuan teknologi dan solidaritas komunitas dalam mengelola donasi untuk tujuan kemanusiaan