13948 research outputs found
Sort by
Max havelaar: Menguak sisi gelap kolnialisme di tanah hindia belanda dan mengkritik kebijakan yang menyengsarakan
membongkar korupsi dan eksploitasi yang dilakukan pejabat kolonial serta penguasa lokal, memicu reformasi politik, dan menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadila
This study examines Joe Biden's speech delivered during his visit to aSteamfitters training facility in Virginia by using Critical Discourse Analysis (CDA). Thisresearch aims to analyze the substance of Biden's speech in the economic sector byexamining the text and sociocultural context, using qualitative research methodology byapplying Norman Fairclough's framework of critical discourse analysis. Fairclough'sCritical Discourse Analysis (CDA) comprises three fundamental components: texts,discourse practices, and sociocultural practices. By using this theory, it is clear thatBiden's diction includes specific word categorization through modality, repetition, and theuse of first-person singular pronouns to show his full authority and power and to criticizeCongressional Republicans. In addition, Biden's speech also served as a political speechand strategic means to rally citizens' support in the United States
Analisis pandangan Majalah Pembela Islam terkait Nasionalisme tahun 1931-1932
Penelitian ini membahas mengenai nasionalisme dari sudut pandang pada majalah pembela islam. Majalah pembela islam merupakan salah satu majalah yang ditulis oleh orangorang dari organisasi Persatuan Islam (Persis) dan di majalah ini orang-orang Persis menuangkan pandangannya terkait islam dan nasionalisme. Adapun metode yang penulis gunakan adalah metode historis yang melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interprestasi serta historiografi. Hasil penelitian mengungkapkan Majalah Pembela Islam mengusung semangat nasionalisme dari perspektif Islam. Tokoh-tokoh Persis seperti A. Hassan dan Natsir menentang nasionalisme sekuler yang dianggap mengarah pada ashabiyyah dan berpotensi memutuskan hubungan antarMuslim di berbagai negara. Mereka menekankan bahwa nasionalisme harus berlandaskan teologi Islam dan berakar pada nilai-nilai Islam universal yang menghargai persatuan umat dan prinsip-prinsip keagamaan dalam perjuangan kemerdekaan. Pandangan Persis tentang nasionalisme menolak fanatisme sempit dan mendorong persatuan serta solidaritas di antara masyarakat Indonesia tanpa memandang suku atau agama. Islam dipandang sebagai elemen krusial dalam pembentukan nasionalisme Indonesia, dengan nilai-nilai persaudaraan dan persatuan yang diusung oleh gerakan Islam. Majalah Pembela Islam menjadi platform penting untuk mengkritik nasionalisme sekuler dan mempromosikan visi nasionalisme yang berakar pada nilai-nilai Islam. Sikap tegas terhadap penjajah Barat juga menjadi tema sentral dalam narasi majalah ini. Pemerintah kolonial dianggap sebagai pemerintahan kafir yang tidak sah di mata Islam, dan penjajah Barat harus diusir dari tanah air Indonesia. Majalah Pembela Islam menyajikan tulisan-tulisan yang mencerminkan solidaritas keislaman sebagai pilar utama dalam membentuk nasionalisme Indonesia pada masa kolonial, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat keagamaan dan kebangsaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Persis sebagai organisasi Islam memiliki pandangan yang unik tentang nasionalisme, yang disampaikan melalui Majalah Pembela Islam. Pandangan ini menggabungkan semangat kebangsaan dengan nilai-nilai keislaman, menjadikan Persis sebagai salah satu suara penting dalam pembentukan kesadaran nasional di kalangan umat Islam pada masa kolonial.xiv, 63 hl
Jago kuasai Bahasa prancis : kosakata dan tata bahasa lengkap dan kumpulan percakapan sehari - hari tahun 2024
buku ini tentang grammar dalam bahasa prancis, dialog dalam kehidupan sehari -hari dan cara pengucapan, sehingga bisa langsung mempraktikkan.vi, 250 hlm, 15 cm X 23 c
Kualitas penerjemahan auto translation dalam Fitur Closed Captions (CC) pada Video di Kanal Youtube HuMedia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas keterpahaman penerjemahan auto translation dalam fitur Closed Caption (CC) video di kanal Youtube HuMedia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pengumpulan korpus dan dilengkapi dengan data terhadap hasil terjemahan langsung (auto translation) video yang dipilih dari kanal Youtube HuMedia. Hasil penelitian ini berdasarkan teori nababan menunjukkan bahwa pada kualitas keterpahaman penerjemahan auto translation dalam fitur closed caption video di kanal Youtube HuMedia memiliki tingkat keterpahaman sedang dengan presentase 58% dari 14 data. Hal ini menunjukkan fitur closed caption meskipun dapat membantu dalam memfasilitasi terjemahan otomatis, namun masih diperlukan sikap kritis penerjemah untuk memepertahankan kualitas penerjemahan yang lebih baik. Karenannya peningkatan akurasi terjemahan, penyesuaian konteks bahasa, dan peningkatan kemampuan dalam menerjemahkan istilah teknis atau spesifik perlu dilakukan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya perbaikan dan pengembangan teknologi penerjemahan otomatis untuk meningkatkan keterpahaman terjemahan dalam konteks closed caption pada platform media sosial seperti Youtube.xvi, 71 hl
The Influence of Social Context on Language Style in Barbie (2023) Film
This research aims to investigate the types of language styles used in Barbie film and investigate more deeply social context contributions to the language style choice in Barbie film. The method of the research uses qualitative descriptive analysis. The data collection techniques of this research are watching, understanding, collecting, and sorting. The data analysis techniques used are classifying, interpreting, and concluding the results. In this study, the researcher used the theory of five language styles proposed by Martin Joos, including frozen, formal, consultative, casual, and intimate. Furthermore, the researcher also employs Janet Holmes' social factors concept namely participant, setting, topic, and function. The result of this study is there are four language styles used in the Barbie film, which are formal, consultative, casual, and intimate. Meanwhile, the frozen-style feature is not used in the Barbie film. Moreover, the social factors that influence the use of language styles do not work individually but work together, sometimes one of the social factors is not too influential on the use of language styles. In addition, the gender factor also affects the production of the participant's language style. The researcher concludes that social factors have a strong influence on someone's language style in conveying a message that works simultaneously and intertwines with each other. Additionally, the inherent gender of the participant affects women tend to use intimate styles in their communication to show intimacy and men tend to use formal or casual styles to show their status.ix, 41 hl
UUD 1945 negera republik indonesia untuk pelajar dan umum tahun 2024
buku ini lengkap dengan uud 45 sebelum diamandemen, proses amandemen, bagian - bagian293 hlm, 17 cm X 11 c