13948 research outputs found
Sort by
Otodidak Kuasai Bahasa Korea: Super Lengkap, Mudah, dan Cepat Kuasai Tata Bahasa Korea dari Nol untuk Pemula
Buku ini ditujukan bagi pemula yang ingin mempelajari bahasa Korea secara otodidak248 hlm.; 13x19c
Linguistik Forensik di Era Digital
Buku ini membahas peran ilmu linguistik dalam mendukung kajian forensik, khususnya pada ranah hukum dan investigasi di tengah perkembangan teknologi informasi. Penulis menyoroti bagaimana bahasa dapat dijadikan alat bukti dalam proses peradilan, baik melalui analisis teks, ujaran, maupun komunikasi digital seperti media sosial, pesan singkat, dan dokumen elektronikv, 240hlm.; 23c
Step By Step Skripsimu
Buku ini merupakan panduan praktis bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi secara sistematis dan terarah. Penulis menyajikan langkah-langkah penting mulai dari pemilihan topik, penyusunan proposal, pengumpulan data, analisis, hingga penulisan laporan penelitian akhir. Buku ini juga menekankan pentingnya manajemen waktu, teknik pencarian referensi yang efektif, serta etika akademik dalam penulisan ilmiahiii + 268 hlm.; 14 x 20 c
Naar De Republiek Indonesia: Kelahiran Suatu Pikiran Sering Menyamai Kelahiran Seorang Anak
Buku ini menjadi tonggak awal gagasan tentang kemerdekaan Indonesia yang dirumuskan secara jelas dan tegas sebelum Proklamasi 1945. Dalam karyanya, Tan Malaka menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri sebagai sebuah republik merdeka, bebas dari belenggu kolonialisme Belanda. Ia mengkritik keras sistem feodalisme dan kapitalisme kolonial yang menindas rakyat, serta menolak kompromi dengan bentuk negara lain selain republik. Melalui gaya penulisan yang tajam, Tan Malaka menempatkan kemerdekaan sebagai cita-cita utama bangsa yang harus diperjuangkan dengan kesadaran politik, persatuan rakyat, dan perjuangan terorganisir100 hlm.; 20 c
Ironi Dalam Drama: telaah wacana drama inggris dengan ancangan pragmatik
Penelitian ini mengkaji implikatur berironi dalam tindak tutur tak langsung yang muncul dalam delapan teks drama karya Oscar Wilde dan George Bernard Shaw. Tujuannya adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis ironi yang digunakan, seperti sarkasme, litotes, hiperbol, sindiran, dan satire. Analisis dilakukan dengan pendekatan pragmatik menggunakan teori Searle, Grice, dan Leech, serta metode studi kasus kualitatif berbasis riset kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa ironi dalam drama Inggris akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 dihasilkan melalui pelanggaran prinsip kerja sama dan kesantunan, menciptakan efek komunikasi yang kompleks dan bermakna secara sosialxvii, 75 hlm., 17.5 x 25 c
SPSS Untuk Penelitian
Buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi peneliti, mahasiswa, dan pembaca umum dalam mengolah data statistik menggunakan perangkat lunak SPSS. Dengan pendekatan yang sistematis dan mudah dipahami, penulis menjelaskan langkah-langkah mulai dari input data, pemilihan metode analisis, hingga interpretasi hasil statistik. Setiap metode dilengkapi dengan contoh kasus nyata agar pembaca dapat langsung menerapkannya dalam penelitian kuantitatif. Berdasarkan pengalaman mendampingi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir, buku ini hadir untuk menjembatani kesulitan teknis dan teoritis dalam pengolahan data, sehingga menjadi referensi penting dalam dunia akademik dan riset terapanviii + 254 hlm., 15 x 23 c
Visualisasi gaya hidup elit dalam iklan rokok ardath (1976-1986)
Penelitian ini mengkaji visualisasi gaya hidup elit dalam iklan rokok Ardath pada periode 1976-1986. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tren konsumsi dan iklan produk-produk mewah yang mencerminkan status sosial dan prestise, terutama di kalangan elit selama era Orde Baru di Indonesia. Iklan rokok Ardath secara konsisten menampilkan citra kehidupan mewah dan elit sebagai daya tarik utama bagi konsumen. Penelitian ini menggunakan metode historis meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan semiotika visual, berdasarkan teori Roland Barthes, untuk memahami bagaimana iklan tersebut membangun narasi kehidupan elit dan prestise. Temuan dari penelitian ini antara lain: Pertama, visualisasi gaya hidup elit muncul di Indonesia pada era Orde Baru, saat konsumsi produk mewah menjadi tren di kalangan kelas menengah atas. Gaya hidup modern dan prestisius dipromosikan melalui iklan untuk mencerminkan kesuksesan yang diidamkan oleh masyarakat. Kedua, visualisasi elit dalam iklan Ardath mengangkat rokok sebagai simbol status sosial. Melalui gambaran kehidupan mewah, rokok dikaitkan dengan kesuksesan dan prestise, sehingga memposisikan produk ini sebagai penanda identitas sosial bagi kalangan elit. Ketiga, Penggunaan simbol-simbol kehidupan elit, seperti kapal pesiar dan aktivitas eksklusif, menciptakan asosiasi rokok dengan prestise dan eksklusivitas. Iklan Ardath menjadikan rokok sebagai bagian dari gaya hidup mewah, yang memperkuat daya tariknya di kalangan konsumen yang ingin menampilkan kesuksesan sosial