140 research outputs found

    GAMBUS TUNGGAL EDI PULAMPAS DI PEKON BANJAR NEGERI-LAMPUNG

    Full text link
    Gambus Tunggal adalah kesenian tradisional masyarakat Lampung pesisir yang dimainkan oleh satu sampai dua orang. Jika dimainkan oleh satu orang, maka si pemain gambus akan merangkap sebagai vokal. Jika dimainkan oleh dua orang, maka satu sebagai pemain gambus dan satu sebagai vokal, terkadang terjadi duet. Lirik dari lagu gambus tunggal adalah seni sastra Lampung yang berbentuk Bebandung. Bebandung yaitu suatu sastra yang berupa karangan puisi yang disusun seperti pantun dengan pola rumus a b – a b. Isinya dapat berupa cerita dan dibacakan dengan berlagu dengan penuh perasaan dan penghayatan, hingga yang mendengar seperti ikut di dalam cerita tersebut. Lirik yang dibawakan pada umumnya menceritakan seputar kehidupan sehari-hari dan percintaan. Edi Pulampas adalah salah satu tokoh gambus dari Pekon Banjar Negeri, Lampung yang mempopulerkan lima bentuk penyajian gambus, yakni bentuk penyajian gambus tunggal yang dimainkan secara solo, bentukpenyajian lagu gambus yang dipindahkan ke instrumen gitar, bentuk penyajian gambus dengan biola, bentuk penyajian gambus dengan alat musik rebana, accordion, dan gong sebagai iringan tari bedana sampai bentuk penyajian lagu gambus yang didangdutkan hingga menjadi lagu dangdut Lampung yang khas. Kesenian gambus tunggal Edi Pulampas biasanya dimainkan pada acara-acara hajatan, seperti acara pernikahan dan khitanan. Ada dua rumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini, yaitu bagaimana bentuk penyajian gambus tunggal Edi Pulampas dan apa fungsi gambus tunggal Edi Pulampas pada masyarakat pekon Banjar Negeri Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang difokuskan pada gejala-gejala umum yang ada dalam kehidupan manusia dan menggunakan pendekatan etnomusikologis. Pendekatan etnomusikologis yaitu suatu pendekatan yang membahas tentang persoalan musik dalam budaya masyarakat. Berdasarkan pendekatan tersebut, kesenian gambus tunggal Edi Pulampas memiliki beberapa fungsi dalam masyarakat Lampung, dalam konteks acara pernikahan orang Lampung. Pada acara tersebut, kesenian gambus tunggal disajikan secara vokal instrumental. Kesenian ini memiliki fungsi dalam masyarakat Lampung sebagai hiburan pribadi, presentasi estetis, dan sebagai media komunikasi

    Makna Narasi Musik Perkusi Calempong Unggan: Tinjauan Narratology

    Full text link
    Calempong Unggan merupakan musik tradisi Minangkabau dari Nagari Unggan yang mempunyai narasi terbagi menjadi 3 tahapan yaitu intramusikal, ekstramusikal dan perilaku musikal. Ketiga tahapan ini menjadi landasan dalam proses transmisi dan memaknai eksistensinya dalam aktifitas kebudayaan masyarakat. Membicarakan Calempong Unggan maka dalam aktifitas masyarakat sering terkait dengan cerita rakyat yang memberikan nilai sejarah terhadap instrumen perkusi tersebut sehingga hal ini menjadi fokus permasalahan karena posisi cerita rakyat dalam 3 tahapan, yaitu intramusikal, ekstramusikal dan perilaku musikal. Mengadopsi konsep narratology sebagai suatu bidang naratif maka dalam penelitian ini mencoba menggunakan teori dari Rolland Barthes untuk membaca narasi musik tradisi dari rakyat. Narasi-narasi musik calempong ini dibaca sebagai narasi yang naratif, pola-pola narasi untuk pertunjukan calempong yang dipahami dari praktek musik tradisi suatu masyarakat. Untuk pemaknaan maka konsep Nattiez mengenai pemaknaan musik melalui tiga tataran keilmuan untuk menjelaskan pemaknaan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif jenis narasi yang berfungsi untuk memahami narasi musik melalui musisi atau pemainnya. Baik narasi secara musikal dari  komposisi-komposisi calempong yang telah dimainkan maupun narasi non musikal. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan membaca komposisi berdasarkan narasi yang diwakili pada judul, serta narasi dari pengalaman musisi dari komposisi. Kemudian wawancara langsung dengan pemain musik calempong,  dan narasumber yang berkaitan pertunjukan calempong. Sementara data sekunder diperoleh dari berbagai  tulisan, hasil penelitian, foto, dan rekaman audio visual (vcd dan DVD) pertunjukan calempong.Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Unggan mengenal kuanta bunyi yang mempunyai dualisme bunyi sebagai partikel dan gelombang, mempunyai erat dengan filosofi masyarakat tentang sistem kehidupan sehingga mengkontruksi pada sebuah makna keseimbangan dalam kehidupan

    Musik Religi: Nilai ekstramusikal dalam Perspektif Komunikasi

    Full text link
    Musik pada hakikatnya tidak hanya dipahami dari perspektif psikologi musik untuk menganalisis perilaku manusia; perilaku manusia yang disebabkan oleh aspek musik, yaitu melodi, harmoni, dan ritme, bukanlah satu-satunya cara untuk melihat kekuatan musik untuk mengubah perilaku manusia, di balik itu ada sudut pandang lain, yaitu analisis makna. Melalui kekuatan makna, musik religi dipandang mampu mengubah perilaku manusia berdasarkan teori komunikasi. Perubahan perilaku ini terjadi karena adanya hubungan personal antara manusia dengan yang transenden, bahkan hubungan ini memiliki makna yang lebih dalam dari musik itu sendiri. Perspektif komunikasi menunjukkan bahwa musik hanya sarana dalam tradisi  musik religi

    Kreativitas Gilang Ramadhan : Implementasi pola kendang jaipong pada komposisi rhythm sawah

    Full text link
    Kendang merupakan instrumen perkusi yang mempunyai karakter nada yang sering diadopsi dalam pola permainan instrumen musik barat, seperti drum set. Implementasi ini dapat dilihat dari komposisi irama kendang Jaipong pada drum set sebagai komposisi drum solo yang berjudul Rhythm Sawah karya Gilang Ramadhan. Komposisi ini menarik untuk menjadi kajian karena walaupun kedua instrumen termasuk dalam ranah perkusi, tetapi konsep filosofi mempunya perbedaan yang jauh, sehingga unsur kreatifitas menjadi penentu dalam transformasi bunyinya, hal ini yang terlihat dari kreatifitas Gilang Ramadhan dalam melakukan eksplorasi dan menghasilkan irama yang baru pada drum set. Karya tulis ini bertujuan untuk membahas inovasi Gilang Ramadahan dalam berkreatifitas dibidang seni musik, mengaplikasikan pola permainan alat seni tradisi untuk memperkaya pola ritme yang ada pada drum set serta mengenalkan budaya Indonesia ke dunia. Metode penlitian mempergunakan fenomenologi dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan review video permainan solo drum oleh Gilang Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi “rhythm sawah” merupakan hasil hibrida dari penerapan pola permainan salah satu alat musik tradisi asli Indonesia yang berasal dari Jawa Barat yaitu kendang Jaipong dalam instrumen drum set.

    KISMAMARTA : INTERPRETASI SEJARAH DAN KONFLIK DI KAMPUNG SAYIDAN YOGYAKARTA

    Full text link
    Keberadaan tanah di Kampung Sayidan Daerah Istimewa Yogyakarta sampai sekarang masih berstatus quo, hal itu membuat masyarakat tidak tenang dan gelisah. Masyarakat sebenarnya hanya ingin tahu tentang kepastian hak milik tanah di kampung tersebut yang selama ini sudah mereka tempati berpuluh-puluh tahun. Belum lama ini, terjadi hal yang semakin meresahkan masyarakat. Adanya oknum dari luar masyarakat yang membeli tanah di Sayidan, namun setelah dibeli rumah tersebut dibongkar dan tidak dipakai. Penyusunan karya ini mengangkat objek tentang Kampung Sayidan yang berjudul Kismamarta. Karya tersebut menginterpretasikan sejarah, konflik, dan sosial masyarakat di Kampung Sayidan. Penggarapan karya musik ini disusun dengan format musik ansambel. Karya komposisi ini disusun menggunakan perpaduan antara alat musik dengan alat-alat musik nonkonvensional sebagai sumber bunyi. Karya dalam Kismamarta mempunyai bentuk eksplorasi. Bentuk eksplorasi karya ini dituangkan ke dalam empat bagian karya. Keempat bagian karya tersebut menginterpretasikan tentang sejarah Sayidan, sosial masyarakat, konflik tanah, dan perenungan

    Peran Musik Sebagai Media Intervensi Dalam Proses Pembuatan Tato

    Full text link
    Musik merupakan salah satu media yang mampu mengintervensi pendengar dalam kehidupan sehari-hari. Peran musik dalam berbagai aktivitas mampu memberi efek positif bagi pendengar, bahkan musik sudah lama digunakan dalam dunia medis sebagai media terapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penggunaan metode ini dengan alasan bahwa fokus dalam penelitian ini adalah untuk mendalami pengalaman seseorang atau individu terhadap intervensi musik dalam proses pembuatan tato. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, musik memiliki peran emosional yang mampu mengalihkan perhatian seseorang ketika di tato. Pemilihan lagu ketika ditato dianggap cukup penting dan tato artis perlu konsultasi perihal playlist lagu kepada klien. Secara garis besar, menurut hasil analisa data, klaien lebih suka mendengarkan musik yang memiliki lirik serta berkaitan dengan prilaku musikal individu

    MUSIK SAKEPENG DALAM UPACARA PANGANTEN HAGUET SUKU DAYAK NGAJU DI KOTA PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH

    Full text link
    Ansambel sakepeng dalam upacara panganten haguet merupakan sebuah prosesi upacara yang sangat penting untuk dilaksanakan, selain bertujuan untuk mengikat kedua calon pengantin menuju kejenjang pernikahan, dilaksanakannya upacara tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan identitas dari persebaran masyarakat Dayak Ngaju. Adapun masyarakat yang masih belum mengetahui apa fungsi ansambel sakepeng dalam upacara panganten haguet dan bagaimana bentuk dan penyajiannya. Maka dari itu penulis bertujuan mencari tahu dan menjawab permasalahan yang terjadi dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis. Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat pengembangan musik sakepeng dengan penambahan beberapa instrumen di dalam ansambel tersebut

    “Gångså Aksårå” : Ekspresi Musikal Dalam Makna Aksara Jawa

    Full text link
    “Gångså Aksårå” adalah pertunjukan komposisi musik yang mengekspresikan aksara Jawa ke dalam sebuah musik. Terciptanya karya “Gångså Aksårå” dilatarbelakangi oleh keberadaan aksara Jawa yang sekarang sudah tidak eksis lagi, kehadirannya hanya sebatas pengertian yang dangkal dalam pembelajaran. Aksara Jawa memiliki banyak makna yang terkandung di dalamnya. Tujuan penyusunan karya “Gangsa Aksara” adalah menyampaikan pesan atau makna yang terkandung di dalam aksara Jawa dan menggambarkan secara musikal substansi aksara Jawa tersebut. Hasil dari pengamatan secara mendalam terhadap aksara Jawa, dapat ditangkap bahwa inti dari aksara Jawa terdapat empat makna, (1) utusan, (2) tidak membantah, (3) adu kekuatan, dan (4) kematian. Setiap makna yang terkandung memiliki karakter yang berbeda-beda. Utusan memiliki karakter agung dan gagah, adu kekuatan memiliki karakter atau sifat nafsu dan amarah, sedangkan kematian dalam adat Jawa memiliki karakter kesedihan. Tiga karakter tersebut diimplementasikan ke dalam sebuah musikal yang menjadi satu kesatuan karya “Gångså Aksårå”. Penyusunan karya “Gångså Aksårå” menggunakan tiga tahapan, yaitu: persiapan, observasi, dan tafsir garap. Tahapan dalam persiapan meliputi pengumpulan data-data tentang aksara Jawa. Pada tahap observasi meliputi observasi ide gagasan dan observasi materi musikal. Pada tahap tafsir garap meliputi konsepsi dan eksplorasi. Pada eksplorasi meliputi eksplorasi bunyi, eksplorasi teknik, eksplorasi instrumen, eksplorasi pola permainan, pencarian melodi melalui eksplorasi, penyusunan bagian komposisi, penyusunan sambung rapet, pengolahan volume dan tempo, dan evaluasi. Hasil dari penyusunan karya dan tesis karya seni “Gångså Aksårå” diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif rujukan untuk menyusun karya musik baru bagi mahasiswa penciptaan musik, khususnya mahasiswa karawitan

    Sampek Sebagai Pengiring Tari Pampaga Suku Dayak Kenyah Dalam Sajian Wisata Di Desa Pampang Samarinda Kalimantan Timur

    Full text link
    Musik Sampek di Desa Pampang, Samarinda, Kalimatan Timur biasanya dipertunjukkan sebagai pengiring tari-tarian yang bersifat hiburan seperti: Lembada Lasan, Nyelamasakai, Pepatay, Enggang Terbang, Hudoq, Ajai Piling, Anyam Tali, Pampaga dan Leleng. Diantara beberapa pertunjukan musik sampek sebagai pengiring tari-tarian penulis lebih tertarik kepada musik sampek sebagai pengiring Tari Pampaga karena selain terdapat pertunjukan musik sampek sebagai pengiring tari terdapat pula permainan tradisional bilah-bilah bambu yang menghasilkan bunyi-bunyian seperti hentakan irama yang tidak ditemukan pada pertunjukan musik sampek yang lain. Permainan musik sampek sebagai pengiring tari Pampaga saat ini dipertunjukkan secara rutin setiap hari Minggu sebagai sajian wisata. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui struktur musik sampek dan fungsi Musik Sampek sebagai pengiring Tari Pampaga serta musik sampek sebagai pengiring Tari Pampaga dalam sajian wisata. Metode penulisan adalah kualitatif, dengan pendekatan Etnomusikologis. Adapun teori yang digunakan yakni fungsi musik dalam tarian menggunakan teori Oha Graha, struktur musik menggunakan teori Jamalus dan fungsi musik sampek sebagai pengiring tari pampaga sebagai sajian wisata menggunakan teori R.M. Soedarsono

    GRUP ORKES GAMBUS DIAN UTAMA DI PEKON PADANG DALOM, KECAMATAN BALIK BUKIT, KABUPATEN LAMPUNG BARAT

    Full text link
    Grup Orkes Gambus Dian Utama adalah grup yang didirikan pada tahun 1980-an, grup ini sempat tenggelam pada kurun Tahun 1990-an akhir hingga 2017. Pada tahun 2017 Peratin atau Kepala Desa memanfaatkan anggaran Desa yang digelontorkan kepada Pekon Padang Dalom untuk membeli seperangkat alat musik Orkes Gambus beserta sound system.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penyajian serta melihat apakah kesenian orkes gambus khususnya Grup orkes Gambus Dian Utama yang sempat tenggelam karena tergerus kemajuan zaman masih memiliki fungsi dan nilai yang relevan terhadap kehidupan masyarakat Pekon Padang Dalom pada masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan empat aspek penelitian yaitu, objek penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnomusikologis. Penelitian ini akhirnya menemukan bahwa Grup Orkes Gambus Dian Utama adalah jenis musik ansambel yang memainkan lagu Sakheh dalam bentuk lagu dua bagian. Adapun fungsi Grup Orkes Gambus Dian Utama yang relevan dengan masyarakat Pekon Padang Dalom pada masa sekarang adalah sebagai media pengungkapan emosional, media hiburan, kesinambungan budaya, pengintegrasian masyarakat, Presentasi estetis, dan Respon Fisik

    129

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELONDING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇