Journal of Indonesian Economy and Business
Not a member yet
679 research outputs found
Sort by
POTENSI PERTANIAN PEDESAAN DAN SWASEMBADA PANGAN
Prioritas pembangunan sejak awal Pelita I tampak terlalu banyak menekankan pada pencapaian tujuan akhir yaitu produksi nasional yang tinggi atau pada orientasi target, tapi kurang memperhatikan keikutsertaan pelaku ekonomi dalam proses tersebut. Prioritas yang kurang memberi perhatian pada pelaku ekonominya ternyata tidak sepenuhnya memberikan hasil seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dari kurang siapnya pelaku ekonomi untuk tanggap terhadap keadaan yang "normal" karena keikutsertaan mereka dalam pembangunan relatif kecil. Kekurangsiapan ini merupakan kendala bagi proses pembangunan, khususnya di sektor pertanian.Sehingga, bila sektor pertanian diharapkan untuk tetap mempunyai peranan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, jelas akan memerlukan waktu dalam pembenahannya. Namun demikian, pembenahan ini akan mampu menjaga momentum pembangunan dan memanfaatkan keberhasilan pembangunan nasional yang telah dicapai hingga saat ini
INVESTIGASI PENYIMPANGAN BIAYA DENGAN EFISIEN
Dewasa ini kita sering mendengar istilah pengawasan, penyimpangan, dan efisiensi disuarakan oleh para pemimpin pemerintahan dan para manajer bisnis. Istilah-istilah tersebut sering terdengar karena kita dihadapkan pada kenyataan semakin terbatasnya dana pembangunan. Sebenamya masih ada satu istilah lagi yang penting tetapi kurang gemanya di masyarakat, yaitu istilah efektivitas. Sudahkah kita memahami istilah-istilah yang kedengaran merdu tersebut? Sudahkah kita menghayati budaya pengawasan, investigasi penyimpangan, sertapenilaian efisiensi dan efektivitas? Tulisan ini bertujuan untuk membahas pengertian istilah-istilah tersebut, serta berbagai metode investigasi penyimpangan yang efisien
METATEORI DALAM PERILAKU KONSUMEN SUATU KOMPARASIPERSPEKTIF
Penerapan teori perilaku oleh para praktisi, sebagian besar, masih agak kabur dan kurang sistematis. Demikian pula dari para teori-tisi pemasaran yang semakin memusatkan perhatian untuk menyusun teori-teori yang struktural tentang perilaku konsumen.(Seth, 1984) Pendapat Jagdish Seth tersebut didasarkan pada pengamatannya terhadappara praktisi maupun teoritisi yang berkepentingan dengan perilaku konsumen
PERANAN MANAJEMEN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Beberapa masalah yang menantang pembentukan manajemen berdasar Pancasila danUUD 1945, dapat dikemukakan beberapa segi empiris sebagai berikut: produk perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengawasan, masalah orientasi manajemen, masalah efisiensi, permasalahan teknologi, dan permasalahan sikap mental
EFFEKTIFITAS PENGAWASAN INVESTASI DALAM PERUSAHAAN
Pengawasan sebagai salah satu aspek manajemen, baik pada tingkat mikromaupun makro, Mni menjadi semakin penting peranannya. Pada tingkat makropengawasan terhadap operasi atau pelaksanaan pembangunan nasional hakekatnyaadalah untuk menjaga agar program-program pembangunan dengan investasi tertentudapat terlaksana dengan aman serta dapat mencapai tujuannya. Pada tingkat mikro,khususnya pada operasi perusahaan, pengawasan terhadap investasi dimaksudkanuntuk menjaga agar investasi tertentu dilaksanakan dengan semestinya dan dapatmencapai tujuannya dengan aman guna memperoleh laba atau nilai tambah sumbersumberekonomi tertentu yang diusahakan. Sedemikian pentingnya perananpengawasan pada tingkat mikro maupun makro tersebut, Pemerintah sendiri telahmengambil kebijaksanaan agar fungsi pengawasan pembangunan dan usaha-usahanegara diserahkan tanggung jawabnya kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.Demikian pula khusus untuk pengawasan intern yang dilakukan pada Badan-badanUsaha Milik Negara (BUMN), telah dikeluarkan PP 3/1983 tentang Pembinaan,Pengendalian dan Pengawasan BUMN dan BUMD.Dalam rangka menghadapi situasi investasi modal dalam perusahaan yangdewasa ini kelihatan lesu, maka di sini penulis ingin mengangkat masalah pentingnyaperanan pengawasan ini serta sampai sejauh mana effektivitas pengawasan yang bisadilakukan, baik oleh pihak intern maupun pihak extern, serta bagaimanahubungannya dalam konteks peranan profesi akuntansi baik di tingkat nasionalmaupun pada tingkat internasional
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURS DOLLAR DI INDONESIA 1979 -1984, SUATU PENDEKATAN MONETER
Ketika devaluasi rupiah pada tanggal 15 Nopember 1978 sebesar 50%diumumkan, banyak yang bertanya-tanya tentang dasar perhitungan yang digunakanPeraerintah dalam menetapkan besarnya devaluasi tersebut. Pemerintah sengajamerahasiakan dasar perhitungan ini agar perhitungan tersebut tidak dijadikanpedoman berspekulasi.1) Akan tetapi banyak ahli ekonomi yang menduga bahwadasar perhitungan yang digunakan adalah teori Purchasing Power Parity (PPP)
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA JANGKA PANJANG
No abstract was detected.Sudibyo, Bambang. (1986). Analisis Biaya-Volume-Laba Jangka Panjang. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia [Journal of Indonesian Economy and Business], 1. 21-40
FUNGSI BIAYA PABRIK GULA DI JAWA
This article deals with the cost function on sugar industry operated in Jawa Island. The results indicate that management on production rate becomes uncontrollabe after the TRI system is implemented. Besides, increasing returns to scale effect occurs implying that small sugar industries need development policy. Finally, synergy between small industries suggests an important mean to reach efficiency rate on the studied field
MASALAH AKUNTANSI TERHADAP BEBAN BUNGA KHUSUSNYA BUNGA SELAMA PERIODE KONSTRUKSI
Dewasa ini masalah perlakuan akuntansi terhadap beban bunga, khususnyabunga selama periode konstruksi, memperoleh perhatian yang besar dari profesiakuntansi. Di Amerika Serikat, mulai tahun 1970 banyak perusahaan yang mengubahmetode akuntansi terhadap kebijaksanaan kapitalisasi bunga, sehingga timbul reaksidari the Securities and Exchange Commition (SEC) dalam tahun 1974 melaluiAccounting Series Release No. 163 (Welsch, halaman 511 dan 512 serta Smithhalaman 297). Badan-badan lain juga mengeluarkan opini atau statemen yangberhubungan dengan perlakuan beban bunga, mi-salnya APB Opinion no. 21 tahun1971 tentang Interest on Receivables and Payables, FASB No. 34 bulan Oktober1979 tentang Capitalization of Interest Cost, dan no. 58 tahun 1982 tentangCapitalization of Interest Cost in Financial Statement that Include InvesmentsAccounted for By Equity Method. Dalam FASB Accounting Standarsds Current Textbulan Juni 1983 Section 167 dibahas pula tentang Capitalization of Interest Cost