SKRIPSI Jurusan Sastra Inggris - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
1624 research outputs found
Sort by
Improper Syntactic Aspects Found in the English Textbook of VII Graders of Junior High School
ABSTRAK Aini, F.N. 2017. Improper Syntactic Aspects Found in the English Textbook of VII Graders of Junior High School. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes A.Prayogo, M.Pd., M.Ed.; (II) Aulia Apriana , S.S., M.Pd. Kata kunci: buku cetak, aspek sintax yang tidak sesuai, kalimat bermasalah. Di zaman sekarang, Bahasa Inggris sudah menjadi mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Untuk membantu pelajar muda lebih mengerti tentang Bahasa Inggris, m enggunakan buku cetak adalah satu dari banyak cara yang bisa digunakan oleh guru untuk meningkatkan kompetensi pelajar muda dalam berbahasa Inggris. Sayangnya, tidak semua buku cetak dapat dikatakan sebagai buku cetak yang bagus. Materi materi yang ada di dalam buku cetak tidak selalu memenuhi standar di lingkungan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan aspek aspek sintax yang tidak sesuai dan juga menyajikan analisis tentang aspek aspek tersebut. Penemuan dari penelitian ini diambil un tuk menunjukkan para pembaca tentang macam macam analisis sintaksis yang digunakan di buku cetak Bahasa Inggris. Penelitian ini juga diambil untuk menjelaskan bagaimana penemuan penemuan ini diselidiki. Penelitian ini diharapkan agar berguna bagi para guru , penulis buku, penerbit, dan peneliti selanjutnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mengambil data dari buku cetak Bahasa Inggris yang berjudul When English Rings a Bell grade level VII yang diterbitka n oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Data data dari penelitian ini diambil sebagian besar dari menganalisis buku cetak tersebut. Data tersebut terdiri dari data kualitatif dalam bentuk deskripsi, analisis dari struktur kalimat, dan penjelasan tenta ng bagaimana kalimat kalimat tersebut dibenarkan. Instrument utama dari penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan instrument pendukungnya adalah komputer, catatan, dan akses internet. Telah ditemukan lima jenis aspek sintax yang tidak sesuai di dala m buku cetak tersebut: syntactic ambiguity in phrase reference (6 butir), syntactic ambiguity in part of speech (4 butir), missing articles (4 butir), incorrect use of countable and uncountable noun (1 butir), dan syntactic ambiguity in modifier scope (1 b utir). Untuk aspek syntactic ambiguity in phrase reference , frasa pelengkap yang ada dalam kalimat bisa memodifikasi lebih dari satu kata dari kalimat tersebut. Di syntactic ambiguity in part of speech , buku tersebut menggunakan gerund yang bisa diartikan sebagai kata kerja dan kata benda. Buku tersebut juga berisi beberapa kalimat yang kurang artikel di dalam kalimat kalimat tersebut. Di dalam buku tersebut juga ada satu kalimat yang seharusnya menggunakan countable noun daripada uncountable noun yang dika renakan oleh konteks dari kalimat tersebut. Yang terakhir adalah syntactic ambiguity in modifier scope. Dari hanya satu data dari aspek ini, cakupan lingkup dari kata penjelas kalimat tersebut bisa diartikan menjadi lebih dari satu arti. Berdasarkan dari hasil penemuan dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa buku cetak When English Rings a Bell grade level VII yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengandung beberapa kesalahan sintaksis. Karena itu, peneliti memiliki beberapa saran untuk orang orang berikut. Untuk para guru yang ingin menggunakan buku ini sebagai buku mengajar, harap lebih berhati hati dalam menggunakannya. Untuk penulis buku, dia bisa diberi tahu tentang kekurangan dari buku yang ia tulis ini agar segera diperbaiki setela h ia diberi tahu. Disarankan pula kepada penulis penulis buku yang lain agara lebih berhati hati dalam menulis dan lebih memperhatikan tentang aske aspek sintaks yang ada di dalam buku yang mereka tulis. Ini juga diharapkan kepada peneliti peneliti selanju tnya agar hasil dari penelitian ini dapat menginsiprasi mereka untuk lebih memperluas data hasil dan sumber data yang berbagai jenis
Off-task Behavior of Fifth Graders during English Lessons in SDN 04 Wates Blitar
ABSTRAK Small class is frequently assumed as a guarantee of good students’ engagement. However, the fifth graders in a small class in SDN 04 Wates, Blitar exhibited the opposite situation. Therefore, considering this situation, it was important to conduct a study aimed to know and describe the fifth graders’ activities indicating off-task behavior during English lessons, the number of students being off-task, the factors causing off-task behaviors, the teacher’s reactions, and students’ responses towards teacher’ reactions.A descriptive qualitative design was used to answer all the research questions. It involved the English teacher and all fifth graders as the subjects of study. The researcher was the main instrument in collecting data. Questionnaire, interview and observation technique were used to ease the data collection. In analyzing the data, the researcher did familiarizing, coding/reducing, and summarizing or interpreting.Based on the results of data analysis, the researcher concluded that the number of the fifth graders being off task in SDN 04 Wates, Blitar was quite high. It was caused by some factors namely the students’ disinterest towards English, classroom factors related to English schedule and uninteresting teaching methods and media, the teacher’s classroom management skill, gender and young learners’ characteristics. In addition, it was also caused by low parental involvement towards education and students’ friendship or peers. The teacher’s reactions did not always work perfectly because of students’ characteristic, circumstances and students’ strong sense of the absence of the teacher’s withitness. Based on the conclusions, the researcher suggest that English teachers should select interesting methods and media suitable for young learners’ characteristics especially those that encourage students’ imagination and active interaction or physical activity with their friends and environment. Teachers should also be prepared for classroom management, and be aware of both positive and negative students’ behaviors. In addition, teachers should invite students in the rule making process, so they will be responsible for everything happening in the class. For further research, the researcher suggest that the next researchers do more research on good classroom management in a small class or do some action research aimed to overcome students’ off-task behaviors
Developing a Module on Writing Descriptive Texts for Eighth Grade Students at SMPN 12 Malang
This study aims at developing a module, namely Descripthemes, focusing on writing descriptive texts for eighth graders at SMPN 12 Malang. There are two basic competences of Curriculum 2013 (K-13) syllabus that are elaborated in producing the module, which are 3.10 and 4.12. The basic competence 3.10 requires students to be able to apply proper structure and language features to perform the social function of descriptive texts by stating and asking about the description of people, animals, and things. The basic competence 4.12 requires students to be able to describe people, animals, and things in both spoken and written works with the proper social functions, text structures, and language features. The topic of places is added to enrich the students’ knowledge and practices on writing descriptive texts. The research design of this study adapts the design of Educational Research and Development by Borg and Gall (1989). This study consists of seven stages, which are: needs analysis, product development, expert validation and first revision, try-out and second revision, and finalization of the product. The needs analysis data were collected from the students’ questionnaires, the students’ writing skill, and the English teacher’s interview. The module was based on the results of needs analysis. The module, then, was validated by an expert by focusing on three aspects; design and layout, content, and language. The feedback gained from the expert showed that the content and language aspects became the main focus of the first revision. It included the writing exercises, the instructions, and the answer key. After being revised, the module was tried out to 27 eighth grade students and an English teacher at SMPN 12 Malang. The instruments used were two set of questionnaires to get both the students and the English teacher’s feedback as the users of the module. Some students commented that they were confused on the vocabulary items “nail” and “claw”, and some others commented on the instructions of the activities in the module. These comments resulted in the revision of the vocabulary items and simplifying the instructions. Nevertheless, most of the students (70%) agree that the module can help them to write descriptive texts better. Also, many of them (63%) agree that the module is easy to use. The teacher labeled most of the indicators written in the questionnaire with excellent. As a conclusion, the Descripthemes module is appropriate for the eighth grade students in practicing to write descriptive texts since all the feedback considered during the process of developing the module made it appropriate for what the students need. Future research needs to be conducted to develop other supplementary materials for other skills and other topics since this module limits its focus to writing descriptive texts only.
Using Problem-based Teaching Strategy with Picture Puzzles to Enhance the 7th Graders’ Ability in Writing Descriptive Text at SMPN 9 Malang
This Classroom Action Research was conducted to solve classroom problems experienced by the teacher and the students of class VII-C, SMPN 9 Malang. Based on the result of the preliminary study, it was found that the students of VII-C class had problem in writing, especially in writing descriptive texts. Students have problem in organizing ideas, developing their ideas, and using grammar and vocabulary. The researcher also found that the students had never been taught using media, especially picture puzzles. Thus, the researcher conducted this research by implementing the use of picture puzzles as the media to overcome students’problem in writing descriptive texts. Picture puzzles are jumbled pictures which had to be arranged into complete set. By using picture puzzles, students could make description based on the picture that they have arranged. These media were used to lead the students’ visualization of object in the pictureThis Classroom Action Research was conducted in one cycle that consisted of four meetings. This research consisted of four steps: planning the action, implementing the action, observing the action, and reflecting the action. The subjects of this study were VII-C class students of SMPN 9 Malang who were in the second semester of 2015/2016 academic year. There were 32 students involved in this study. The research instruments used in this research were interview guides, field notes, observation checklist, questionnaire, and writing task. The English teacher and the researcher’s colleague took role as the observers. The researcher’s colleague was taking role both, as the observer and the rater. The reason why the researcher needed the rater since the researcher wanted to minimize bias in assessing the students’ work. In the end of the cycle, the researcher found that the research has already achieved the criteria of success. The steps in implementing the strategy is as follows: (1) Asking the students to arrange pictures puzzles on a paper into a right arrangement. (2) Asking the students to find vocabulary which might be used to describe the picture and (3) Asking the students to write based on the picture. This study proposes a solution for teacher who have the same or similar problems related to the students’ poor writing ability. The researcher gave suggestion for English teacher to use picture puzzle as media for improving students’ ability in writing descriptive texts. For the further researcher, the researcher gave suggestion to consider the number of the picture puzzle used with the time allotment. This research can also be used as reference for the further researcher
. Unraveling Rhetorical Strategies of Political Propaganda of The Islamic State
ABSTRACT Pradana, I.M.P. 2016. Unraveling Rhetorical Strategies of Political Propaganda of The Islamic State. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (1) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D.; (2) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. Keywords: Political Propaganda, Systemic Functional Grammar, Rhetorical Strategies, Dabiq, The Islamic State, Critical Discourse Analysis The international attention of the terrorism nowadays has extended to focus on the biggest threat from The Islamic State or IS. This issue is not only attracting international society and governments regarding security issues but also attracting several scholars from various fields including linguistics. The reason is that The Islamic State makes their political ideology by employing some linguistic devices through their online publication entitled Dabiq to propagate and dogmatize their ideology. The researcher was intrigued at this point since media exposes the idea in a very communicative and practical way to influence the readers' minds to construct particular ideas. In analyzing the propaganda, the researcher used the theories of systemic functional grammar proposed by Halliday and Matthiessien (2004) and rhetorical criticism by Hart (1990). By using a descriptive qualitative design, the researcher used those two theories in analyzing the data. The data of the research were collected from the Dabiq, with ten articles chosen. Dabiq is an online magazine issued by The Islamic State. The magazine provides the readers battlefield report, administrative report, and religious commentary that the contents are underlying a basic set of Islamic religious concept. After the data had been obtained, the researcher converted the data to make the data readable to the concordance tool. The data were processed in the concordance tool to obtain frequencies of the words. The researcher found that the most frequent type of modality is epistemic modality, with frequency (81.21%). While in transitivity process, the most frequent type is material process (65.32). Regarding rhetorical strategies, the researcher found that the most common type of ideas is evaluative ideas; optative and adjudicative (66%). Further, the dimension of competence is the most frequent type of verbal dimensions of credibility (50%). This result showed that the editors of Dabiq employed a ‘grey' propaganda to spread their ideology. It is indicated by the presented information using high epistemic modality along with disinformation strategy to deflect the readers. Moreover, upon examining the transitivity process, the editors represent The Islamic State as a goal-directed institution in which their aim is to establish a legitimate state. Also, upon analyzing the rhetorical strategies, the researcher argues that the editors seek to establish the desirability of The Islamic State. It is indicated by using evaluative ideas and the dimension of credibility. The researcher also expected students from Linguistics to use this study as a reference of applying the theory of Systemic Functional Grammar in analyzing linguistics phenomena in the daily life or any other kind of media. Lastly, future researchers of Political Propaganda are expected to get inspired and broaden the focus into other strategies of propaganda and consider the visual representation and also other forms of systemic functional grammar. ABSTRAK Pradana, I.M.P. 2016. Mengurai Strategi Retoris Propaganda Politik The Islamic State. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. A. Effendi Kadarisman, MA, Ph.D .; (2) Prof. Dr. Yazid Basthomi, MA. Kata kunci: Propaganda Politik, Tata Bahasa Sistemik Fungsional, Strategi Retoris, Dabiq, The Islamic State, Analisis Wacana Kritis Saat ini masyarakat internasional memustakan sebagian besar perhatian mereka pada ancaman terbesar terorisme dari The Islamic State atau IS. Masalah ini tidak hanya menarik masyarakat internasional dan pemerintah mengenai masalah keamanan, tetapi juga menarik beberapa cendekiawan dari berbagai bidang termasuk linguistik. Hal ini dikarenakan bahwa The Islamic State mengemas ideologi politik mereka dengan menggunakan beberapa perangkat lingureistik melalui publikasi online mereka yang berjudul Dabiq untuk menyebarkan dogmatika ideologi mereka. Peneliti tertarik pada poin ini dikarenakan media tersebut menampilkan pemikiran mereka dengan cara yang sangat komunikatif dan praktis untuk mempengaruhi pikiran pembaca guna mengonstruksi ide-ide tertentu. Dalam menganalisis propaganda, peneliti menggunakan teori tata bahasa sistemik fungsional yang diusulkan oleh Halliday dan Matthiessien (2004) dan kritik retoris oleh Hart (1990). Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif, peneliti menggunakan dua teori tersebut dalam menganalisis data. Data penelitian dikumpulkan dari Dabiq, dengan sepuluh artikel yang dipilih. Dabiq adalah sebuah majalah online yang dikeluarkan oleh The Islamic State. Majalah ini memberikan laporan pembaca mengenai medan perang, laporan administrasi, dan komentar keagamaan yang isinya berdasarkan satu set dasar konsep agama Islam. Setelah data telah diperoleh, peneliti mengkonversi data untuk membuat data dapat dibaca ke perangkat konkordansi. Data diolah pada perangkat konkordansi untuk mendapatkan frekuensi kata-kata yang diperlukan. Peneliti menemukan bahwa modalitas yang paling sering muncul adalah modalitas epistemik, dengan frekuensi (81,21%). Sementara untuk proses transitivitas, jenis yang paling sering adalah proses material (65,32). Mengenai strategi retoris, peneliti menemukan bahwa jenis yang paling sering digunakan adalah ide evaluatif; optative dan adjudikatif (66%). Selanjutnya, dimensi kompetensi yang paling sering digunakan adalan dimensi lisan kredibilitas (50%). Hasil ini menunjukkan bahwa editor Dabiq menerapkan propaganda abu-abu untuk menyebarkan ideologi mereka. Hal ini ditunjukkan dengan informasi yang disajikan menggunakan modalitas epistemik yang tinggi bersamaan dengan strategi disinformasi untuk membelokkan pesrpektif pembaca. Selain itu, setelah menganalisis proses transitivitas, editor yang merepresentasikan The Islamic State sebagai sebuah organisasi yang mengedepankan pada tujuan di mana tujuan mereka adalah untuk mendirikan sebuah negara yang sah. Selanjutnya, setelah menganalisis strategi retoris, peneliti berpendapat bahwa editor berusaha untuk membangun keinginan pembaca untuk bergabung dengan The Islamic State. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan ide-ide evaluatif dan dimensi kredibilitas. Peneliti juga mengharapkan mahasiswa Linguistik menggunakan penelitian ini sebagai acuan penerapan teori tata bahasa sistemik fungsional dalam menganalisis fenomena linguistik dalam kehidupan sehari-hari atau jenis media lainnya. Untuk peneliti Propaganda Politik selanjutnya diharapkan untuk memperluas fokus ke strategi lain dari propaganda dan mempertimbangkan representasi visual dan juga bentuk lain dari tata bahasa sistemik fungsional.
Teaching Techniques Using Songs for Elementary School Students
Answar. 2016. Tehknik mengajar menggunakan lagu. Jurusan bahasa inggris. Program studi S-1 pendidikan bahasa inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. Gunadi H Sulistyo, M.A.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pengajaran menggunakan lagu. Review peneliti teknik menggunakan lagu dalam proses belajar mengajar mengajar.Desain dari penelitian ini adalah penelitian pustaka. Oleh karena itu, peneliti memilih dan dianalisis setiap jenis informasi tentang keuntungan, dan kesesuaian dalam teknik pengajaran menggunakan lagu. Informasi itu ditinjau dari penelitian terdahulu, buku teks dan artikel. Temuan menunjukkan bahwa banyak teori dan penelitian terdahulu yang telah membuktikan teknik pengajaran menggunakan lagu untuk siswa sekolah dasar, cocok dalam proses belajar mengajar. Lagu yang baik untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan tidak membuat siswa merasa bosan di kelas
USING THEMATIC-MAP OF GRAPHIC ORGANIZER TO IMPROVE THE WRITING ABILITY ON DESCRIPTIVE TEXT OF THE TENTH GRADERS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL 4 MALANG
ABSTRAK This study aims to enhance the writing ability of the tenth grader of SMKN 4 Malang by using graphic organizer. This study was different with the previous study since it only focused on the descriptive text and only utilized one type of graphic organizer that is thematic map. The study used Classroom Action Research that was adapted from Kemmis and McTaggart’s concept. The results of this study indicated that the use of thematic map improve the students’ writing ability
Difficulties in Writing Recount Texts of the 10TH Grade Students of SMKN 2 Probolinggo
ABSTRAK Writing is considered as adifficult skill to master, especially for ESL/EFL students. Writing is a complex skill that requires students to have ability in mastering text structure, grammar, vocabulary, and mechanics. Writing recount texts is challenging for students. Many students faced difficulties when starting to write recount texts.The difficulties came from text structure, grammar, vocabulary, and mechanics. This study is addressed to investigate and describe students’ difficulties in writing recount texts.This study used a descriptive qualitative design which focused on analyzing and knowing the difficulties faced by the students in writing recount text. The data were taken from students’ written production. The subjects of this study were 30 students in grade ten of Teknik Instalasi Tenaga ListrikDepartment in SMKN 2 Probolinggo. This study used writing prompts as the instrument to get the data from students’ ability in writing. The prompts were given to the students as a guide for them in composing recount texts. Another research instrument wasa questionnaire for students. The questionnaire was to find the most difficulties faced by the students in writing recount texts.The result of this research showed that there were four major problems faced by students in composing recount text. The first problem came from text structure which was the lowest among the other three problems. Out of 30 students, it was found that 87% wrote orientation, 77% wrote complete sequence of events, and 93% wrote re-orientation. From another 3 problems, there were 450 errors found in total. As much as 62% or 281 errors in grammatical sentences which was the highest among the others, 12% or 52 errors in using correct mechanics, and 26% or 117 errors in selecting vocabulary. Errors were represent difficulties that the students had in writing. It is suggested that the teacher should provide the studentsa lot of activities, such as writing a diary or journal for helping the students to improve their writing skills in recount texts. For future researchers with the same interest topic, it is also expected to investigate the difficulties faced by students in other text types, such as descriptive, narrative, report, announcement, and others
Penggunaan Strategi Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Komprehensif Siswa Kelas 10 di SMAN 1 Kepanjen
Membaca adalah salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Pengajaran membaca bahasa asing di Indonesia termasuk pengajaran membaca komprehensif karena tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami makna sebuah teks bacaan (Cahyono & Widiati, 2006). Beberapa siswa kelas X MIA 3 di SMAN 1 Kepanjen mengalami kesulitan dalam memahami sebuah teks bacaan dikarenakan mereka tidak mengetahui kosakata baru, struktur kalimat, dan tata bahasa yang digunakan didalam teks bacaan. Sehingga membaca menjadi hal yang sulit bagi mereka. Guru sebagai fasilitator seharusnya mengikutsertakan siswa dalam memahami sebuah teks bacaan dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah strategi Think-Pair-Share (TPS). Strategi ini memiliki tiga tahap yang harus dilalui oleh para siswa: berpikir, berpasangan, berdiskusi. Pada tahap berpikir, para siswa secara individu membaca sebuah teks recount dan kemudian menjawab satu pertanyaan komprehensif. Pada tahap berpasangan, para siswa bekerja secara berpasangan untuk membandingkan jawaban/ide/pendapat mereka. Kemudian mereka harus menentukan jawaban terbaik mereka. Pada tahap berdiskusi, para siswa mendiskusikan jawaban mereka dengan seluruh siswa di kelas. Selanjutnya, mereka harus menyatakan jawaban akhir mereka secara individu. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan membaca komprehensif dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 30 siswa kelas X MIA 3 di SMAN 1 Kepanjen. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrumen penelitian: tes membaca komprehensif, lembar kerja siswa, dan lembar observasi. Penelitian ini berlangsung selama satu siklus yang terdiri atas empat pertemuan. Kriteria kesuksesan dari penelitian ini adalah adanya kenaikan pada membaca komprehensif siswa dan partisipasi aktif mereka di dalam kelas. Kenaikan dapat dilihat dari nilai tes membaca komprehensif siswa. Sedangkan partisipasi aktif siswa dapat diidentifikasi dari hasil lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca komprehensif siswa telah meningkat. Rata-rata skor tes awal dan tes akhir meningkat dari 75.8 menjadi 80.5 dengan nilai siknifikan 0,026. Dalam penelitian ini, proses belajar mengajar berlangsung dengan baik dan interaktif. Selain itu, para siswa aktif selama proses belajar. Strategi TPS telah menigkatkan kemampuan membaca komprehensif siswa kelas X di SMAN 1 Kepanjen. Bagi para guru Bahasa Inggris, strategi ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengajar membaca komprehensif atau untuk keterampilan-keterampilan dalam Bahasa Inggris yang lain. Alokasi waktu perlu diatur dengan baik dalam menerapkan strategi ini. Lalu, para guru sebaiknya bisa membuat semua siswa aktif di setiap fase strategi TPS. Bagi para peneliti selanjutnya, saya menyarankan untuk menggunakan strategi ini untuk meningkatkan kemampuan membaca komprehensif siswa pada jenis teks bacaan yang berbeda, keterampilan Bahasa Inggris yang berbeda, tempat dan peserta yang berbeda pula. ABSTRAK Membaca adalah salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Pengajaran membaca bahasa asing di Indonesia termasuk pengajaran membaca komprehensif karena tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami makna sebuah teks bacaan (Cahyono & Widiati, 2006). Beberapa siswa kelas X MIA 3 di SMAN 1 Kepanjen mengalami kesulitan dalam memahami sebuah teks bacaan dikarenakan mereka tidak mengetahui kosakata baru, struktur kalimat, dan tata bahasa yang digunakan didalam teks bacaan. Sehingga membaca menjadi hal yang sulit bagi mereka.Guru sebagai fasilitator seharusnya mengikutsertakan siswa dalam memahami sebuah teks bacaan dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah strategi Think-Pair-Share (TPS). Strategi ini memiliki tiga tahap yang harus dilalui oleh para siswa: berpikir, berpasangan, berdiskusi. Pada tahap berpikir, para siswa secara individu membaca sebuah teks recount dan kemudian menjawab satu pertanyaan komprehensif. Pada tahap berpasangan, para siswa bekerja secara berpasangan untuk membandingkan jawaban/ide/pendapat mereka. Kemudian mereka harus menentukan jawaban terbaik mereka. Pada tahap berdiskusi, para siswa mendiskusikan jawaban mereka dengan seluruh siswa di kelas. Selanjutnya, mereka harus menyatakan jawaban akhir mereka secara individu. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan membaca komprehensif dan partisipasi aktif siswa.Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 30 siswa kelas X MIA 3 di SMAN 1 Kepanjen. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrumen penelitian: tes membaca komprehensif, lembar kerja siswa, dan lembar observasi. Penelitian ini berlangsung selama satu siklus yang terdiri atas empat pertemuan. Kriteria kesuksesan dari penelitian ini adalah adanya kenaikan pada membaca komprehensif siswa dan partisipasi aktif mereka di dalam kelas. Kenaikan dapat dilihat dari nilai tes membaca komprehensif siswa. Sedangkan partisipasi aktif siswa dapat diidentifikasi dari hasil lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca komprehensif siswa telah meningkat. Rata-rata skor tes awal dan tes akhir meningkat dari 75.8 menjadi 80.5 dengan nilai siknifikan 0,026. Dalam penelitian ini, proses belajar mengajar berlangsung dengan baik dan interaktif. Selain itu, para siswa aktif selama proses belajar. Strategi TPS telah menigkatkan kemampuan membaca komprehensif siswa kelas X di SMAN 1 Kepanjen. Bagi para guru Bahasa Inggris, strategi ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengajar membaca komprehensif atau untuk keterampilan-keterampilan dalam Bahasa Inggris yang lain. Alokasi waktu perlu diatur dengan baik dalam menerapkan strategi ini. Lalu, para guru sebaiknya bisa membuat semua siswa aktif di setiap fase strategi TPS. Bagi para peneliti selanjutnya, saya menyarankan untuk menggunakan strategi ini untuk meningkatkan kemampuan membaca komprehensif siswa pada jenis teks bacaan yang berbeda, keterampilan Bahasa Inggris yang berbeda, tempat dan peserta yang berbeda pula
Translation Techniques in The Novel Of Memoirs
ABSTRAK Penelitianinimengfokuskandiripadapengkajianteknik-teknikpenerjemahan yang diterapkanpada novel berjudul“Memoirs of a Geisha” oleh Arthur Golden yang diterjemahkanmenjadi “MemoarSeorang Geisha”olehListianaSrisanti. Penelitianinimembahasduahal, yaituteknik- teknik yang diterapkandalammenerjemahkan novel sertakesetaraandalamterjemahan. Data yang telahterkumpuldiambildarikedua novel BahasaInggrisdanBahasa Indonesia, “Memoirs of a Geisha” olehArthur Golden yang diterbitkanoleh Knopf Doubleday Publishing (disusunoleh Alfred A. Knopf padatahun 1997) dan“ MemoarSeorang Geisha” diterjemahkanolehListianaSrisantiyang diterbitkanolehPT GramediaPustakaUtamayang diterjemahkanpadatahun2002, dimana novel yang digunakanmerupakanedisikedelapan yang diterbitkanpadatahun 2006.Penelitianinimenggunakanteknikdeskriptif yang menyajikan 486 kalimat yang menggunakanteknik-teknikterjemahan yang diterapkanolehpenerjemahBahasa Indonesia.Di dalam novel yang sudahditerjemahkanditemukanhasilteknik-teknik yang digunakan, yaituAdaptation (17.3%), Borrowing (40.5%), Communicative Translation (10.1%), Addition (7.0%), Omission (16.5%), Globalization (1.4%), Localization (4.3%), danCompensation (2.9%)