Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    262 research outputs found

    Pengolahan Motif Menggunakan Teknik Rotation Escher dengan Inspirasi Ragam Hias Batik Garutan

    Full text link
    Penelitian ini berlatar belakang dari adanya potensi pengolahan modul motif non-geometri dengan komposisi teknik tessellation, khususnya penggunaan teknik rotation Escher. Pada penelitian terdahulu telah melakukan pengolahan teknik rotation Escher dengan inspirasi ragam hias nusantara tenun Sumba, namun hasil eksplorasinya belum optimal. Sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam menyempurnakan proses pengolahan motif rotation escher. Pada penelitian ini, objek ragam hias yang dijadikan inspirasi adalah batik Garutan. Batik Garutan memiliki unsur penyusunan non-geometri seperti unsur penyusunan yang terdapat pada teknik tessellation Escher. Tujuan pada penelitian ini adalah menciptakan komposisi motif baru yang lebih bervariasi dengan efek radial. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan data berupa studi pustaka, observasi visual dari objek penelitian yaitu hasil visual rotation escher dan bentuk batik Garutan untuk melengkapi penelitian, serta eksperimen pengolahan motif dilakukan secara digital menggunakan teknik rotation Escher dengan inspirasi ragam hias kain batik Garutan. Hasil eksplorasi pada penelitian ini menghasilkan variasi motif baru dengan komposisi motif berupa efek radial atau menyebar, dengan bentuk modul non-geometri dan komposisi geometri. Motif yang dihasilkan dapat dijadikan rujukan bagi desainer untuk menciptakan ragam kreasi motif dan untuk diterapkan pada produk fashion.

    “Warna Bali” dalam Pewarnaan Lukisan Wayang Kamasan

    Full text link
    Penggunaan cat warna Bali sebagai bahan pelukisan wayang kamasan saat ini dapat terbilang jarang. Hanya ada beberapa koleksi lukisan kuno yang secara keseluruhan masih mempergunakan pewarna alami, selebihnya merupakan kombinasi antara pewarna alami dan pewarna modern. Cat pewarna Bali merupakan sebuah warisan budaya yang menjadi bukti sebuah peradaban perkembangan seni rupa Bali di masa lampau yang patut dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan warna tradisional Bali dalam pewarnaan lukisan wayang kamasan. Analisis meliputi bahan baku pewarna, proses pembuatan warna, proses tahapan dalam pewarnaan lukisan, serta perbedaan lukisan wayang kamasan dengan penggunaan warna tradisional Bali dan warna pabrik/modern. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian mengungkapkan bahan baku pewarna yang digunakan dalam pewarnaan lukisan wayang kamasan adalah batu pere, kencu, daun taum, dan mangsi. Proses pembuatan warna dilakukan dengan mencampur bahan baku dengan menggunakan perekat warna yang terbuat dari lem mutiara, setelah cat pewarna jadi barulah dilakukan proses tahapan pewarnaan sesuai dengan pakem/aturan khusus. Perbedaan lukisan wayang kamasan dengan penggunaan warna tradisional Bali dan warna pabrik/modern meliputi visual warna, masa awet warna, kualitas lukisan, dan tingkat pemeliharaan lukisan

    Studi Komparasi Elemen Formal dalam Psikoedukasi Seksual Anak Usia Dini Berbasis Game Digital

    Full text link
    Seiring meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak, berbagai upaya pencegahan melalui pendidikan seksual dilakukan. Salah satu bentuk media edukasi yang sesuai untuk diberikan kepada anak-anak adalah permainan. Meski game edukasi digital telah banyak dikembangkan, pengembangan game pada topik pendidikan seksual untuk anak usai dini masih sangat terbatas. Pembelajaran seks untuk anak usia dini melalui game memerlukan strategi khusus agar materi dapat tersampaikan dengan baik melalui aktivitas bermain yang dilakukan dalam game. Maka, struktur penyusun game menjadi elemen penting dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan struktur formal game dengan topik pembelajaran seksual untuk anak usia dini dengan genre permainan role play dan quiz-simulasi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan analisis deskriptif pada konten game berdasarkan teori formal elements of game. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kedua genre game memiliki perbedaan cara penyampaian materi melalui penyusunan elemen formal, namun keduanya dapat memberikan pemahaman praktis dalam lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, nyaman, dan aman untuk membahas topik pembelajaran seksual yang sesuai untuk anak usai dini. 

    Eksplorasi Kain Poleng dan Pengaplikasian Teknik Hias Prada pada Busana Pesta Malam

    Full text link
    Kain poleng oleh masyarakat Bali digunakan sebagai penutup patung. Namun, hal ini menjadikan kain poleng tidak memiliki nilai guna yang lebih dari sekedar benda dekoratif. Tujuan penelitian ini yaitu: menciptakan produk busana pesta malam dari kain poleng dan teknik menghias prada, memproduksi busana pesta malam dari kain poleng dan teknik menghias prada, menganalisis daya jual terhadap produk, dan menganalisis keunggulan dan kelemahan produk. Proses penciptaan karya ini meliputi: merancang desain, merancang prosedur dan teknik pembuatan, serta merancang bisnis plan. Hasil akhirnya berupa terciptanya produk inovasi dari kain poleng dan teknik menghias prada; proses produksi produk inovasi meliputi penentuan bahan, pengambilan ukuran, pembuatan pola, penjahitan, hingga menghias prada. Teknik jahit yang digunakan adalah teknik demi couture; daya jual produk ini didukung oleh penggunaan bahan yang berkualitas dan hasilnya yang berkualitas. Pembuatan busana pesta yang disesuaikan dengan tren saat ini menjadikan peluang penerimaan pasar menjadi lebih besar; dan keunggulan produk busana pesta ini dapat dilihat dari penggunaan bahan kain poleng yang belum pernah digunakan sebagai bahan untuk pembuatan busana pesta. Produk ini memiliki kekurangan dari segi harga. Harganya yang mahal dapat menjadi pertimbangan berat bagi konsumen untuk membeli

    Desain Interior Solo Creative Center dengan Konsep Minimalis

    Full text link
    Solo Creative Center merupakan sebuah wadah bagi para pelaku industri kreatif yang ada di Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta memprioritaskan pengembangan 4 subsektor dari 15 subsektor industri kreatif yang digarap Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang sekarang sudah tergabung dengan KEMENPAREKRAF guna meningkatkan UKM kreatif di daerah. Ke empat subsektor tersebut merupakan kuliner, tekstil, kriya, dan seni pertunjukan.  Perancangan desain interior pada Solo Creative Center dalam tahapannya menggunakan sebuah metode desain programing, skematik, pengembangan desain, dan presentasi sebagai cara seorang desainer mengembangkan ide desainnya. Minimalis diterapkan sebagai sebuah konsep di dalam Desain interior Solo Crative Center. Minimalis dalam rancangan desain interior Solo Creative Center menggunakan sudut pandang arsitektur minimalis yang di mana terdapat ajaran dan gaya di dalamnya Ornament and crime, “less is more”, zen, arsitektur dan tradisi Jepang, shaker, stoicism, dan Cistercian

    Representasi Mooi Indie dalam Lukisan Jelekong

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis representasi Mooi Indie dalam lukisan Jelekong yang dihasilkan pada tahun 2019 dan 2020 menggunakan tiga tingkatan dalam teori psikologi kognitif dalam proses pemahaman lukisan, yakni warna, komposisi dan teknik melukis di tingkatan pertama, objek gambar di tingkatan kedua dan interpretasi di tingkatan ketiga. Dari hasil analisis, lukisan Jelekong yang dihasilkan pada tahun 2019 dan 2020 seringkali menggunakan warna-warna alam, komposisi yang sama dengan penempatan sawah dan pohon di sisi kanan dan kiri, gunung dan sungai di tengah, lalu teknik melukis cokrok dan pisau palet yang seringkali digunakan, objek gambar sawah, gunung dan pohon yang merupakan ciri khas lukisan Mooi Indie dan hasil lukisan imajiner. Representasi Mooi Indie dalam lukisan Jelekong dapat terlihat dari objek gambar sawah, gunung dan pohon yang sering dilukiskan, serta lukisan imajiner yang kemungkinan pelukis membayangkan alam di luar Kampung Jelekong atau sering melihat lukisan pemandangan Barat yang kemudian dituangkan dalam lukisan Jelekong

    Limbah Kertas Pembungkus Rokok sebagai Material Pembuatan Canting Cap Motif Khas Desa Kedungbanteng

    Full text link
    Limbah pembungkus kertas rokok adalah limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Limbah ini belum banyak diolah kembali oleh masyarakat menjadi benda seni seperti canting cap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motif khas dari Desa Kedungbanteng serta menciptakan canting cap dengan motif tersebut menggunakan limbah kertas rokok. Desa Kedungbanteng dipilih karena memiliki ciri khas yang berpotensi menjadi identitas untuk divisualisasikan menjadi motif batik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode milik SP Gustami yang meliputi tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kedungbanteng memiliki ciri khas sebagai penghasil batok kelapa yang dibuat menjadi souvenir serta peralatan makan dan minum. Ditemukan juga adanya tumbuhan teratai dan hewan bajing yang dapat dijadikan sebagai motif canting cap. Dihasilkan juga 7 canting cap dengan motif bajing 1, bajing 2, teratai, rumput, biji-bijian, gelas batok kelapa, dan teko batok kelapa. Diharapkan canting cap ini dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Kedungbanteng sehingga memberi manfaat dalam pengembangan kreativitas dan perekonomian masyarakat. 

    Perancangan Produk Rak Dinding Berbasis Material Bonggol Jagung pada Elemen Dinding Interior

    Full text link
    Penelitian ini merupakan perancangan rak dinding dengan menerapkan bentuk geometris Penelitian dilakukan melalui pendekatan identifikasi karakteristik material, eksploasi bentuk, penerapan konsep. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah menghasilkan desain rak dinding yang menggunakan material bonggol jagung Hasil penelitian ini adalah produk berupa prototipe rak dinding berbasis material bonggol jagung pada elemen dinding interior yang menggunakan bentuk heksagonal dengan memasukkan kebaruan berupa penggabungan material bonggol jagung dan kayu kamper dengan memasukan unsur modern di dalamnya, dan menawarkan nilai kebaruan berupa desain yang dihasilkan memiliki nilai kebaruan yang ditawarkan yaitu penggunaan material pada rak dinding yang dihasilkan, serta perpaduan material bonggol jagung dan kayu kamper yang dapat memunculkan karakter modern yang memadukan elemen garis lurus dan bentuk geometris

    Perancangan Produk Desk Organizer Set Berbahan Semen dan Kayu Balsa

    Full text link
    Penelitian dilakukan bersama dengan UMKM Betonhaus. UMKM tersebut terletak di Surabaya dan menjual produk home decor berbahan semen. Produk yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan UMKM dan juga memberi ide-ide desain untuk produk-produk mereka ke depannya.  Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan eksperimen. Hasil yang didapat pada akhir penelitian berupa produk fisik desk organizer set yang terbuat dari bahan semen dan kayu balsa.Penelitian dilakukan bersama dengan umkm Betonhaus. Umkm tersebut terletak di Surabaya dan menjual produk home decor berbahan semen. Produk yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan umkm dan juga memberi ide-ide desain untuk produk-produk mereka kedepannya.  Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan eksperimen. Hasil yang didapat pada akhir penelitian berupa produk fisik desk organizer set yang terbuat dari bahan semen dan kayu balsa.Penelitian dilakukan bersama dengan umkm Betonhaus. Umkm tersebut terletak di Surabaya dan menjual produk home decor berbahan semen. Produk yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan umkm dan juga memberi ide-ide desain untuk produk-produk mereka kedepannya.  Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan eksperimen. Hasil yang didapat pada akhir penelitian berupa produk fisik desk organizer set yang terbuat dari bahan semen dan kayu balsa.Penelitian dilakukan bersama dengan umkm Betonhaus. Umkm tersebut terletak di Surabaya dan menjual produk home decor berbahan semen. Produk yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan umkm dan juga memberi ide-ide desain untuk produk-produk mereka kedepannya.  Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan eksperimen. Hasil yang didapat pada akhir penelitian berupa produk fisik desk organizer setyang terbuat dari bahan semen dan kayu balsa.Penelitian dilakukan bersama dengan umkm Betonhaus. Umkm tersebut terletak di Surabaya dan menjual produk home decor berbahan semen. Produk yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan umkm dan juga memberi ide-ide desain untuk produk-produk mereka kedepannya.  Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan eksperimen. Hasil yang didapat pada akhir penelitian berupa produk fisik desk organizer setyang terbuat dari bahan semen dan kayu balsa. Penelitian dilakukan bersama dengan umkm Betonhaus. Umkm tersebut terletak di Surabaya dan menjual produk home decor berbahan semen. Produk yang dirancang diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan umkm dan juga memberi ide-ide desain untuk produk-produk mereka kedepannya.  Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan eksperimen. Hasil yang didapat pada akhir penelitian berupa produk fisik desk organizer set yang terbuat dari bahan semen dan kayu balsa.  

    Meraih Desain Lokal Berkelanjutan

    Full text link
    Pada saat ini permasalahan lingkungan hidup menjadi semakin kritis. Banyak upaya yang telah dilakukan namun hasilnya belum memuaskan, justru situasi menjadi kian buruk. Partisipasi banyak pihak masih dibutuhkan khususnya bidang desain. Riset ini menawarkan gagasan desain local berkelanjutan yang dapat ditumbuhkan dengan sinergi antara ekoliterasi dan kearifan local. Diyakini bahwa gagasan ini dapat menghasilkan desain yang ramah lingkungan dan beridentitas local yang kuat, serta mampu mensejahterakan masyarakat. Riset ini bersifat kwalitatif dan focus pada studi pustaka, mendialogkan konsep dan variable yang ditemukan, selanjutnya menyusunya ke dalam konstruk pemikiran. Temuan riset ini mengatakan bahwa gagasan desain local berkelanjutan dapat terwujud bila literasi ekologi dan kearifan local dapat dinternalisasikan dalam mode keterhubungan dengan alam dan lingkungan sekitar dan kemudian dipraktikan secara nyata oleh para penggubah dunia buatan manusia

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇