Konstruksia
Not a member yet
341 research outputs found
Sort by
PENGARUH KADAR SILIKA (SiO2) PADA AGREGAT HALUS TERHADAP PERMEABILITAS BETON
Bahan additive Silika (SiO2) merupakan salah satu senyawa yang sangat berpengaruh pada proses hidrasi Beton, sehingga dapat mempengaruhi Kuat Tekan maupun Permeabilitasnya. Campuran Beton yang utama merupakan campuran yang terdiri dari Agregat halus (Pasir)+ Agregat kasar (Split/Kerikil) + Semen + Air + Bahan additive. Umumnya Bahan Silika yang ditambahkan pada Beton berupa bahan additive. Sedangkan Pasir setelah diteliti dari beberapa jenis, ternyata Pasir mengandung Silika dalam jumlah yang bervariasi. Sehingga perlu penelitian, apakah kandungan Silika pada Agregat Halus (Pasir) berpengaruh terhadap Beton, dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian dilakukan pada campuran beton normal, dimana agregat halus (pasir) yang digunakan mengandung unsur Silika (SiO2) sebesar 13,12% (rendah < 20%), 35,09% (sedang 20%-40%) dan 50,40% (tinggi >50%) dan beton telah melalui umur rendaman 28 hari. Penelitian dilakukan dalam hal permeabilitasnya, dengan maksud supaya dapat diketahui kerapatan atau porositas beton pada campuran yang dipengaruhi oleh kandungan Silika pada agregat halusnya. Pengukuran dilakukan pada nilai koefisien permeabilitasnya. Nilai koefisien permeabilitas yang diperoleh adalah 1,55x10-7 cm/det untuk kadar SiO2 = 13,12%, 1,17x10-7 cm/det untuk kadar SiO2 = 35,09% dan 8,11x10-8 cm/det untuk kadar SiO2 = 50,40%. Dari hasil penelitian yang diperoleh, ternyata makin tinggi kandungan Silika pada Pasir, semakin rendah nilai koefisien permeabilitasnya
ANALISA PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN BETON
Produktivitas dikatakan sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai / keluaran (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan / masukkan (input). Bagi pemilik bangunan, output bisa berarti  sebagai biaya persatuan keluaran (output) yang dihasilkan. Untuk kontraktor dapat berarti jumlah atau persentase biaya yang didapatkan dari pemilik berada diatas dari biaya pembangunan. Untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan beton perlu dilakukan pengukuran. Pengukuran produktivitas secara langsung menggunakan analisa kerja dengan mengambil sampel pekerjaan balok beton
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Beton sebagai salah satu bahan yang sangat penting digunakan pada struktur bangunan memiliki beberapa kelebihan yaitu mudah di kerjakan, mudah di bentuk sesuai kebutuhan, perawatan mudah dan murah, ekonomis dalam pembuatannya karena menggunakan bahan – bahan lokal yang mudah diperoleh. Secara struktural beton memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menahan gaya tekan.Beton serat adalah beton yang dicampur dengan material serat,bisa berupa serat alami dan serat sintetis yang digunakan untuk memperbaiki sifat mekanis beton. Pemakaian serat sabut kelapa dalam campuran beton serat memberi kontribusi positif dalam pemanfaatan sumber daya yang melimpah berupa pohon kelapa. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari konsentrasi serat sabut kelapa yang memiliki nilai kuat tekan tertinggi. Benda uji berupa beton silinder dia.15 x 30 cm dengan variasi penambahan serat sabut kelapa sebesar 0.125% , 0.250 % dan 0.50% dari volume beton . Mutu beton yang direncanakan adalah K-225 dengan uji tekan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukan penambahan serat sabut kelapa sebesar 0.125% menghasilkan kuat tekan 244.84 kg/cm2 dan 0.50 % sebesar 272.14 kg/cm2. Terdapat peningkatan kuat tekan sebesar 16.56% dan 29.55% dari beton normal. KATA KUNCI : Beton, Beton Serat, Serat Sabut Kelapa, Kuat Teka
KARAKTERISTIK PASCA ELASTIK DINDING PANEL STYROFOAM DENGAN TULANGAN HORIZONTAL AKIBAT BEBAN BOLAK-BALIK
An earth quake is natural phenomenon. We can not predict instinctively when it happens and how big the effect will be. The damage after an earth quake on a building in general occurs in the non structural particularly on the wall rather than on its structure sector. The effect of non-structure damage may suffer a financial lost or the worst is to fall victims. The materials such as brick or concrete block are having weakness on their brittle. This research is aimed at finding out the behavior of styrofoam panels wall including the load displacement, crack pattern, drift ratio, stiffness, maximum shear strength, shear modulus, damping ratio and ductility. The research was conducted by using three specimens with the dimension of 300 x 300 x 10 cm3, they were one open frame without the infilled wall (RT), one concrete styrofoam wall without horizontal bar (DBSTT) of 10 cm thick, and one styrofoam panels wall with horizontal bar of f5-250 (DPSDT). The DPSDT used the infilled styrofoam panels with the dimension of 290 x 25 x 7,5 cm3. The test was performed by applying the lateral cyclic load based on the ASTM E 2126-02a. The result is as follow, the additional horizontal bar of f5-250 on styrofoam panels wall (DPSTT) is able to support the maximum structure displacement of 200,137 % from the initial DBSTT. The range of Equivalent Viscous Damping Ratio (EVDR) between DBSTT and DPSDT is not far, but the DPSDT has a structure capability to dissipated external loading up to a significant ductility level (µ > 45). The average load of Pyield on DBSTT is 35,937 kN followed by DPSDT with 18,246 kN initially (based on Equivalent Energy Elastic-Plastic curve). The failure mechanism on DBSTT is shear failure, meanwhile on the DPSDT is sliding failure which occurs along the surface joints between styrofoam panel and mortar. Keywords: Ductility, brittle, cyclic, RT, DBSTT, DPSD
ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN KABUPATEN BANDUNG BARAT MENGGUNAKAN METODE ANALISIS TITIK IMPAS
Kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal semakin meningkat dari tahun ke tahun. Data statistik menyatakan angka backlog (kekurangan rumah) pada tahun 2014 mecapai 15 juta. Salah satu wilayah yang sedang melakukan pengembangan untuk dijadikan daerah permukiman adalah Kabupaten Bandung Barat . Letaknya hanya 30 menit dari kota Bandung melalui akses jalan tol Padalarang . Namun, pendapatan masyarakat kota Bandung yang masih tergolong rendah, membuat pengembang harus menyesuaikan dengan type rumah yang akan dibangun sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mengambil studi kasus dari proyek perumahan yang berlokasi di Jl. Cibatu Kec. Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Pembangunan perumahan ini dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama akan dibangun rumah type 36/72 dengan jumlah 56 unit dan rumah type 40/72 dengan jumlah 77 unit. Berdasarkan hasil analisa, harga jual rumah yang sesuai dengan kurva permintaan untuk type 36/72 yang adalah Rp 236.236.499,32 dan untuk type 40/72 adalah = Rp 244.095.155,64. Dengan asumsi margin 15% maka harga rumah type 36/72 menjadi Rp 271.671.974,00 dan harga rumah type 40/72 menjadi Rp 280.709.428,00. Dari diagram pendapatan rata-rata masyarakat diketahui bahwa pendapatan masyarakat yang berminat membeli rumah yaitu antara tiga juta sampai lima juta per bulan. Sehingga jumlah angsuran per bulan selama lima belas tahun untuk type 36/72 yaitu Rp 1.396.092.00 dan untuk type 40/72 yaitu Rp 1.403.547.00. Maka harga yang telah ditetapkan di atas dinyatakan sesuai dengan pendapatan masyarakat. Kata Kunci: backlog, perumahan, harga, permintaan, pendapata
ANALISA KINERJA BUNDARAN MENGGUNAKAN METODE MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI) (SUDI KASUS : BUNDARAN RADIN INTEN BANDAR LAMPUNG)
Radin Inten roundabout is one of the important roundabout in the city of Bandar Lampung , which serves traffic from different directions , namely the traffic flow coming from Soekarno Hatta street and Jl . Z.A Pagar Alam . The high volume of traffic that passes through the roundabout causing congestion or meeting a pretty solid vehicles from different directions, either from the direction of Jl . Soekarno Hatta and Jl . ZA Pagar Alam. When rush hour ( Peak hour ) congestion often occurs as a result of the convergence of traffic coming from Jl . Soekarno - Hatta towards Jl . Z.A Pagar Alam and vice versa . This is due to the large flow of traffic as a primary arterial road . Roundabouts generally have a better survival rate than other types of intersection control . The purpose of this study was to determine the Level of Service ( LoS ) , to evaluate the performance and the capacity to determine the feasibility of a roundabout. This type of research used in this study is a survey method . Because this study is an activity probe to obtain the facts - the facts of the symptoms that are known , seeking factual information and collect data to be evaluated by comparison. From the research value of the service level ( level of service ) tangle AB ( from Bakauheni to Tanjung Karang vice versa)is A, tangle BC (from Tanjung Karang to Kotabumi vice versa) is B , while the fabric of CA (from Kotabumi to Bakauheni vice versa) is E. greatest congestion on the fabric of CA ( from North to East and vice versa ) due to the tangle of capacity can not serve existing traffic volumes . Radin Inten countless roundabouts conditions worse because at the fabric of the value CA LOS ( level of service ) is E with a value of 0.9471 ratio ( 0.80 < V / C < 0.90 ) Keywords : levels of service , capacity of the roundabout , degree of saturatio
NON-DESTRUCTIVE TEST TERHADAP SEMI DESTRUCTIVE TEST PADA SHEAR WALL BETON BERTULANG
Estimasi sifat mekanik beton dapat dilakukan dengan beberapa metode; Non-destructive Test (NDT), Semi Destructive Test (SDT) maupun Destructive Test (DT). Uji tekan beton merupakan hal yang umum untuk menentukan kekuatan beton, dalam hal ini dikategorikan sebagai SDT. Sementara itu uji Rebound concrete Hammer (CH) dan perangkat ultrasonic pulse velocity (UPV) yang digunakan dalam menguji kekuatan beton dalam hal ini dikategorikan NDT. Dalam tulisan ini, diambil 20 sample beton dengan menggunakan core drill dari shear wall Apartemen Kaya Mas, Kota Tangerang Selatan. Pada lokasi pengambilan sample tersebut, sebelum dilakukan core drill, dilakukan NDT menggunakan CH dan UPV. Dimana UPV yang dilakukan menggunakan direct methods dan juga indirect methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil hammer test dan UPV indirect method memiliki korelasi linier yang lebih besar dengan r2=0.535, hal ini karena pada UPV indirect method seperti halnya CH hanya mengindikasikan mutu beton pada lapisan permukaan, dimana pada UPV indirect method kedua tranducer terletak di permukaan beton yang sama, sehingga rambatan gelombang akan bergerak dari tranducer transmitter ke receiver melalui jarak terpendek yaitu permukaan beton. Hasil UPV direct lebih memiliki akurasi yang lebih tinggi dan korelasi yang lebih kuat terhadap hasil uji tekan, dibandingkan hasil UPV indirect dan CH. Hubungan cepat rambat gelombang dengan mutu beton pada shear wall apartemen Kayamas adalah dengan r2=0.77. KATA KUNCI : NDT, SDT, concrete, hammer test, ultrasonic pulse velocity, core dril
PERILAKU BANGUNAN STRUKTUR BAJA TERHADAP BEBAN GEMPA MENGGUNAKAN DATA TANAH DARI HASIL UJI CPT
Proses dalam perencanaan struktur baja tahan gempa sangat dipengaruhi oleh lokasi serta kondisi tanah. Berdasarkan SNI Gempa 1726-2012 pasal 5.3 tabel 3, ada beberapa jenis pembagian tanah yaitu batuan keras, batuan, tanah keras, tanah sedang, tanah lunak dan tanah khusus. Salah satu cara menganalisis gaya gempa yang terjadi pada suatu struktur adalah dengan Analisis Statik Ekuivalen. Beban gempa hasil analisis ini terjadi pada kolom pinggir arah sumbu X dan Y yang besarnya dibagi dengan jumlah kolom pada tiap sisi sumbu X dan Y. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terjadi perbedaan gaya dalam dan simpangan yang terjadi apabila bangunan terletak pada tanah dengan kelas situs sedang (SD) dan lunak (SE). Yang mana pada kelas situs lunak (SE) mempunyai nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan tanah kelas situs sedang (SD).Kata Kunci: gempa, struktur baja, kelas situs tanah, analisis statik ekuivalen
ANALISA PENGARUH ABU VULKANIK GUNUNG KELUD PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG
Pada konstruksi jalan, karakteristik tanah asli sebagai tanah dasar (subgrade) sangat menentukan kekuatan jalan. Tanah dasar yang dipilih sebaiknya adalah tanah yang mempunyai karakteristik yang baik. Namun banyak tanah dasar yang merupakan material alam termasuk tanah yang mempunyai karakteristik kurang baik jika digunakan sebagai tanah dasar (subgrade), contohnya tanah lempung. Stabilitas tanah adalah usaha yang dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat teknis tanah yang kurang baik menjadi lebih baik. Pada penelitian ini, digunakan bahan aditif abu vulkanik Gunung Kelud sebagai bahan tambah untuk meningkatkan daya dukung tanah lempung. Kadar abu vulkanik Gunung Kelud yang digunakan adalah 3%, 6%, dan 9%. Pengujian laboratorium yang dilakukan adalah kuat tekan bebas dan California Bearing Ratio (CBR). Berdasarkan pengujian batas Atterberg, tanah asli yang digunakan sebagai sampel pengujian termasuk dalam kelompok A-7-5 atau tanah berlempung menurut klasifikasi AASHTO. Hasil pengujian kuat tekan bebas dan CBR menunjukkan peningkatan pada setiap penambahan kadar abu vulkanik Gunung Kelud. Peningkatan secara signifikan terjadi pada penambahan abu vulkanik Gunung Kelud sebesar 9 %, dimana nilai kuat tekan meningkat sebesar 36,6 % dan nilai CBR meningkat sebesar 6,15 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan abu vulkanik Gunung Kelud dapat meningkatkan daya dukung tanah lempung. Kata kunci: Tanah lempung, stabilisasi tanah, batas Atterberg, kuat tekan bebas, CB
RE-USE AIR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) GUNA MENGURANGI DAYA RUSAK AIR DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP AJIBATA SUMATERA UTARA
UPT Puskesmas Rawat Inap Ajibata Sumatera Utara adalah salah satu PUSKESMAS pemerintah yang ada di Provinsi Sumatera Utara, didirikan sebagai Puskesmas dan memiliki ruang rawat inap sebanyak 10 tempat tidur. Seiring tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu, Puskesmas Rawat Inap Ajibata Sumatera Utara yang semula bertype D ingin meningkatkan akreditasi menjadi Puskesmas Rawat Inap Ajibata Type C dengan kapasitas rawat inap mencapai 20 tempat tidur. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Penyehatan lingkungan Rumah Sakit dari pencemaran limbah yang dihasilkannya maka Puskesmas harus mempunyai fasilitas pengelolaan limbah sendiri. Pengolahan limbah itu sendiri diperlukan untuk menghindari pencemaran air tanah yang dikhawatirkan akan berdampak pada tidak dapat digunakannya air tanah untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih. Untuk mewujudkan hal ini dapat dilakukan dengan Menggunakan teknologi pemanfaatan kembali air limbah dengan teknologi Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan dilanjutkan dengan teknologi peningkatan kualitas air dengan filter multi media, filter ultra filtrasi atau dengan teknologi reverse osmosis dan sesuai baku mutu. Kata Kunci : Air limbah, filter multi media, teknologi reverse osmosi