Konstruksia
Not a member yet
341 research outputs found
Sort by
BETON GEOPOLIMER ABU SERABUT KELAPA
: Beton sebagai bahan dasar dalam pembuatan gedung bertingkat dan juga perkuatan pada struktur gedung. Selain itu bahan penyusun beton yang mudah didapatkan yaitu semen, agregat halus dan kasar dan air. Tetapi penggunaan semen sudah menimbulkan masalah karena adanya gas karbon dioksida yang dilepaskan ke udara saat produksi semen. Hal ini menyebabkan pemanasan global. Untuk mengurangi penggunaan semen maka dibuat agregat atau geopolimer yang ramah lingkungan. Akan dilakukan penelitian mengenai geopolimer yang menggunakan abu serabut kelapa. Hasil kuat tekan geopolimer menunjukkan tidak adanya peningkatan mutu yang signifikan antara beton geopolimer dengan beton normal. Dengan penambahan geopolimer bisa meningkatkan kuat tekan beton tetapi jika penambahan abu serabut kelapa berlebihan maka menyebabkan penurunan mutu beton. Korelasi yang terjadi dengan persamaan f’c = -76838.x2 + 1388.x + 228.4Kata Kunci: geopolimer, abu serabut kelapa, beto
SIMULASI NUMERIK & UJI EKSPERIMENTAL PEMBEBANAN PRE-KOMPRESI DAN LATERAL PADA PASANGAN BATA TRIPLET
Kajian ini mencoba menggunakan kapabilitas perangkat lunak elemen hingga untukmelakukan analisis struktur pasangan bata triplet. Diantaranya penggunaan, aplikasi kriteria keruntuhan pada Elemen Concrete (William & Warnke), pada bata merah. Perangkat lunak yang digunakan ANSYS. Parameter mekanik sebagai input, diambil dari test individual terhadap masing-masing material penyusun. Sebagai pembanding adalah test uji pembebanan pasangan bata triplet dengan beban prekompresi dan lateral. Bata merah dipakai jenis bata tradisional dari Cikarang.Kata kunci : Bata Triplet, elemen hingga, kompresi, latera
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA BIAYA PERUSAHAAN INDUSTRI KONSTRUKSI (STUDI KASUS PERUSAHAAN KONSULTAN, KONTRAKTOR DAN SUPLAYER DI PROVINSI BANTEN)
Keberadaan dan peranan teknologi informasi disegala sektor kehidupan pada akhir – akhir ini telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat.Teknologi informasi dalam industri konstruksi berfungsi sebagai sarana utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan juga dijadikan alat untuk bersaing dengan kompetiternya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja biaya pada perusahaan industry konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode non probability purposive sampling, dan metode kuesioner yang disebar di Provinsi Banten pada 30 perusahaan industri konstruksi masing – masing 10 perusahaan Kontaktor, 10 perusahaan konsultan dan 10 perusahaan suplayer material dan alat berat konstruksi. Metode analisis data menggunakanan alisis descriptive menggunakan program SPSS for Windows versi 21. Hasil uji analisis regresi linear Pada kinerja biaya perusahaan industri konstruksi pada kontraktor, konsultan dan suplayer menunjukkan bahwa nilai index investasi pada ketiga perusahaan tersebut berpengaruh terhadap pendapatan pertahun perusahaan. Nilai index investasi terhadap pendapatan per-tahun pada perusahaan suplayer peningkatannya lebih signifikan dibandingkan dengan perusahaan konsultan dan kontraktor. Pada perusahaan konsultan peningkatannya lebih signifikan di bandingkan dengan perusahaan kontraktor.Kata kunci : Teknologi Informasi, Investasi IT, kinerja biaya, Industri konstruksi
KAJIAN DAN EVALUASI PEMILIHAN KONSULTAN DI LINGKUNGAN PENATAAN RUANG, KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
Evaluasi teknis merupakan tahapan yang penting dalam proses pemilihan konsultan, karena hasil dari evaluasi tersebut akan menghasilkan peringkat teknis yang kemudian digunakan dalam menentukan konsultan pemenang. Didasari oleh kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap proses pemilihan jasa konsultansi khususnya pada tahap evaluasi teknis maka dilakukan penelitian guna mengetahui faktor-faktor penilaian berdasarkan peraturan yang berlaku dan juga fakta yang terjadi di lapangan. Disamping itu penelitian ini juga membandingkan antara hasil evaluasi teknis yang telah dilakukan oleh panitia pengadaan dilapangan dengan metode pengambilan keputusan yang berdasar pada pedoman evaluasi yang berlaku. Penelitian ini dilakukan dengan data evaluasi teknis yang telah dilakukan oleh panitia pengadaan khususnya pada direktorat jenderal penataan ruang, kementerian pekerjaan umum. Data tersebut dianalisis dengan metode pengambilan keputusan yaitu AHP (analytical hierarcy process) dan TOPSIS (Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution).Kata kunci : Evaluasi Teknis, Pemilihan Konsultan, Metode Pengambilan Keputusan, AHP, TOPSI
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN EKONOMI TERHADAP PELABUHAN SUMBA TENGAH
Dalam rangka mendukung penerapan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah maka sebagai konsekuensinya dari penerapan peraturan tersebut perlu membagi kewenangan kepada Pemerintah Daerah baik Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. Pembagian kewenangan berupa desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan, kewenangan tersebut juga dimaksud dan agar setiap daerah berusaha mengejar ketertinggalannya dari daerah lain yang lebih maju dan agar dapat berkembang sesuai kemampuannya. Dari perhitungan analisa ekonomi, diperoleh tolok ukur kelayakan ekonomi, yaitu: EIRR (14,14 %); NPV (Rp. 37.115 juta,- pada discount rate 10%) dan BCR (1,59 pada discount rate 10%). Dinyatakan, proyek pembangunan pelabuhan laut Kabupaten Sumba Tengah, dinilai layak secara ekonomis. Dari perhitungan analisa finansial, diperoleh tolok ukur kelayakan finansial, yaitu: FIRR (Tidak Tercapai); NPV (- Rp. 59.672 juta,- pada discount rate 10%); BCR (0,047 pada discount rate 10%) dan Payback Period (tidak terdifinisi). Dinyatakan proyek pengembangan jangka pendek Pelabuhan Kabupaten Sumba Tengah, dinilai tidak layak secara finansial.Kata Kunci: kelayakan ekonomi, kelayakan finansial, Sumba Tengah, pelabuha
ANALISA LENDUTAN DAN DISTRIBUSI GAYA LATERAL AKIBAT GAYA LATERAL MONOTONIK PADA PONDASI TIANG KELOMPOK
Dalam penelitian ini diawali dengan pembahasan tiang tunggal karena merupakan dasar untuk interaksi dua tiang yang akan dikembangkan menjadi analisa pondasi tiang kelompok, dengan menggunakan metode Elastis dan metode Penyederhanaan Perhitungan Gaya Horisontal. Kedua metode ini digunakan untuk beban dan jarak antar tiang yang bervariasi. Kesimpulannya bahwa tiang pada sudut menanggung beban lebih besar dari yang di tengah dan distribusi gaya untuk masing-masing tiang semakin merata serta lendutan yang terjadi makin kecil dengan bertambahnya jarak antar tiang.Kata Kunci: lendutan, monotonik, gaya lateral, pondasi tian
ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR KOLOM BAJA PIPE RACK TINJAUAN DAMPAK STRUKTUR BAWAH
Pada Proyek Oil & Gas Plant biasanya terdapat struktur civil yang berfungsi sebagai penunjang sistem pemipaan, salah satu struktur tersebut yaitu Struktur Baja Pipe Rack.Perhitungan struktur baja Pipe Rack ini menganalisa perubahan struktur kolom baja pada struktur Pipe Rack, yang akhirnya akan berdampak pada struktur bawahnya. Perubahan struktur kolom baja Pipe Rack di modelkan dalam bentuk Model-1, Model-2 & Model-3. Dari analisa didapatkan bahwa perubahan penambahan dan pengurangan allowable stress rasio pada baja Pipe Rack sebesar 1.19%-80% per item Profil Baja, perubahan defleksi Kolom sebesar 1.14%, perubahan defleksi balok sebesar 61.7% dan berat struktur total mengalami perbahan sebesar 1.11%-5.91%.Dari analisa dampak pada tinjauan struktur bawah di dapat rasio tulangan pada kolom pedestal sebesar 1.14% atau masih sama dengan kondisi normal, akan tetapi terjadi penambahan penulangan pada balok tie-beam sebesar 40%, di tinjau dari struktur tiang pancang terjadi perubahan prilaku pada tiang pancang, yaitu terjadi defleksi tanah pada tiang pancang sebesar 1.35cm – 10.5cm. Dari semua analisa model struktur baja Pipe Rack dengan perubahan struktur kolom maka dapat ditinjau bahwa baja Pipe Rack yang di modelkan secara stabilitas strukturnya terhadap beban pipa dan stabilitas struktur terhadap struktur bawahnya.Kata kunci : Struktur Pipe Rack, Baja Pipe Rack, Baja ASD dan LRF
PREDIKSI NILAI KEKAKUAN LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG
Makalah ini menyajikan sebuah metode sederhana untuk prediksi sifat kekakuan lentur dukungan sederhana balok dengan tulangan beton di bawah anggota pendek waktu pembukaan. The lentur kekakuan anggota struktural biasanya dianggap sebagai produk dari modulus elastisitas E, yang merupakan properti dari bahan dibuat, dan momen inersia I yang merupakan tergantung pada anggota bentuk fisik properti. Dalam banyak penelitian menunjukkan bahwa kekakuan lentur dari anggota beton bertulang dapat mendapatkan bentuk dua komponen di atas yang dihitung secara terpisah, dan metode ini telah diadopsi oleh ACI 318 dan SNI 03-2847 kode. Dalam metode ini telah dikembangkan dan disempurnakan untuk mencapai kedua kesederhanaan dalam penggunaan dan representasi perilaku aktual yang serealistis mungkin. Hasil dari metode ini adalah lebih konservatif daripada ACI 318 dan SNI 03-2847.Kata kunci: kekakuan lenturnya, pembebanan seketika, modulus elastisitas Dan momen inersia
KINERJA BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL II DALAM PENGELOLAAN JALAN DI SUMATERA BARAT
Parameter keberhasilan suatu instansi pemerintah adalah dengan tercapainya produk-produk yang dihasilkan oleh instansi tersebut. Kinerja instansi pemerintah merupakan prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau hasil kerja yang dilakukan oleh instansi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Peningkatan kinerja merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh suatu organisasi dalam upaya peningkatan produksi atau hasil yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk menganalisis gambaran kinerja yang diterapkan di BBPJN II dalam pengelolaan jalan di Sumatera Barat; menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja BBPJN II; dan menganalisis tingkat kepuasaan masyarakat terhadap kinerja BBPJN II dalam pengelolaan jalan di Sumatera Barat. Data yang dianalisis berasal dari penyebaran kuesioner kepada pegawai BBPJN II dan masyarakat yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja BBPJN II dalam pengelolaan jalan di Sumatera Barat sudah memiliki tingkat kinerja yang tinggi sebesar 75,38%; dan untuk keempat aspek faktor yang mempengaruhi kinerja BBPJN II yaitu aspek substansi kebijakan, aspek implementasi kebijakan, aspek lingkungan internal, dan aspek lingkungan eksternal, semuanya memiliki nilai pengaruh yang tinggi; sedangkan untuk tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja BBPJN II dalam pengelolaan jalan di Sumatera Barat berada pada interval sedang, yaitu sebesar 62,60%.Kata kunci : instansi pemerintah, kinerja, jalan, sumatera barat, bbpjn I
PRODUKTIVITAS ALAT PANCANG TERHADAP ANALISA WAKTU PADA PEKERJAAN BANJIR KANAL TIMUR
ABSTRAK: Pembangunan fisik perkotaan dan pemukiman yang pesat menyebabkan semakin banyak permukaan tanahyang dilapisi perkerasan kedap air (aspal, beton, dll) dapat mengakibatkan: Semakin berkurangnya daerah yang dapatmeresapkan air ke dalam tanah, Semakin besarnya limpasan permukaan (run-off). Hal ini bisa menyebabkan: Semakinbesar dimensi saluran drainase sehingga biaya konstruksi semakin mahal, Memperbesar kemungkinan banjir di daerahhilir. Untuk penanggulangan banjir di wilayah timur Pemda DKI membangun Banjir Kanal Timur (BKT) yangmenggunakan tiang pancang. Analisa kinerja alat pancang pada pelaksanaan antara satu unit alat dengan unit lainnya,digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas alat pancang yang dipakai pada pekerjaan BKT terhadap hasil akhiryang di capai dengan menggunakan metode analisa satuan waktu.Kata Kunci: BKT, Pancang, produktifita