107747 research outputs found
Sort by
Kajian indeks kepuasan insan ombudsman pengguna layanan perpustakaan terhadap layanan perpustakaan ombudsman republik indonesia kurun waktu 2019-2020
This study discusses the Ombudsman Satisfaction Index for users of library services for the Ombudsman library service for the period of 2019 to 2020. This study will aim to find out and analyze the ombudsman index of satisfaction for library services in the Indonesian Ombudsman library so that the Ombudsman library can create strategies to increase the satisfaction of visitors, especially from the ombudsman.
This study uses a qualitative method approach with measurements using a Likert Scale developed by the Ministry of Administrative Reform and Bureaucratic Reform of the Republic of Indonesia Number 14 of 2017 concerning Guidelines for the Preparation of a Public Satisfaction Survey for Public Service Providers. Questionnaires were distributed in a way that was distributed online (e-survey) to the Ombudsman as users of the Ombudsman library. Determination of the number of respondents was chosen based on the Morgan and Krejcie Sample table contained in the guidelines for the preparation of the public satisfaction survey of public service delivery units No. 14 of 2017 published by Kemenpan RB, so that the total number of visitors from the ombudsman people at their headquarters in Jakarta is as much as an average of 100 people per year, the number of samples obtained is as many as 80 respondents.
In this study, the results of the Ombudsman Community / People Satisfaction Index for library services at the RI Ombudsman library are getting a good category with a value of 3.23 or if converted to 80.63.
In this study, there are two service elements that get the highest value, namely the service cost/tariff element that gets a value of 3.96 or 99.06 and the behavioral element of an officer or librarian who gets a value of 3.46 or 86.56. Whereas the service element that gets the lowest value is the facility and infrastructure element with a value of 2.80 or 70.00 and the product element specification type of service that is with a value of 2.89 or 72.19. From the results of this survey, it is concluded that for the future service program, the Ombudsman library must carry out its service improvement activities to comply with specific library service standards and increase the budget in improving existing facilities and infrastructure so that service quality can run more optimally
Konstruksi teror terhadap penyidik KPK (framing pemberitaan teror terhadap Novel Baswedan di harian Tempo dan harian Republika)
Media massa merupakan sarana yang digunakan oleh seseorang, kelompok maupun organisasi untuk merealisasikan suatu kepentingan. Media membingkai sebuah pemberitaan guna mencapai tujuannya. Peran media massa dalam membingkai kasus teror terhadap Novel Baswedan pada April 2017 menjadi kuat. Novel Baswedan merupakan aparat negara yang bertugas sebagai penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Novel diteror oleh dua orang yang tidak dikenalnya menggunakan air keras yang mengakibatkan matanya rusak pada 11 April 2017 lalu setelah ia melaksanakan salat subuh di dekat rumahnya, hingga saat ini pelaku pun belum terungkap. Novel sudah beberapa kali mendapat tindakan kriminal saat menjalankan tugasnya. Pembingkaian kasus teror terhadap Novel Baswedan dalam Harian Tempo dan Harian Republika terlihat berbeda pandangan. Harian Tempo terlihat membingkai kasus tersebut berkaitan dengan kasus Setya Novanto dan e-KTP. Sedangkan Harian Republika lebih menekankan kronologi kejadian teror terhadap Novel Baswedan di dalam headline berita tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana Harian Tempo dan Harian Republika membingkai pemberitaan teror terhadap Novel Baswedan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, penulis menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Terdapat empat struktur golongan besar, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis Hasil dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa Harian Tempo dan Harian Republika melakukan pembingkaian pada pemberitaan teror terhadap Novel Baswedan. Harian Tempo membingkai kasus teror yang dialami Novel Baswedan berkaitan dengan kasus e-KTP. Sedangkan pada headline Harian Republika, bingkai yang ditonjolkan yaitu kronologi kejadian teror yang dialami Novel Baswedan. Keberpihakan Harian Tempo dan Harian Republika terhadap kasus teror yang dialami Novel Baswedan sangat besar, terlihat dalam penyajian berita dengan menonjolkan isi yang sangat membela Novel Baswedan serta ingin kasus ini segera dituntaskan
Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jakarta Selatan
FKUB merupakan forum yang dibentuk masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dengan tujuan memberdayakan dan menyejahterakan umat beragama. Dengan keragaman suku, etnis, agama di Indonesia khususnya Kota Jakarta Selatan, ada tiga agama besar di Jakarta Selatan yaitu Islam, Kristen dan Katolik yang pada tahun 2017 dan 2018 sempat bersinggungan antar sesama umat, strategi apakah yang dimiliki FKUB? Bagaimana kondisi kerukunan antarumat beragama di Jakarta selatan? Bagaimana strategi komunikasi FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jakarta Selatan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Adapun teori strategi komunikasi yang dikemukakan oleh Onong Uchjana, Hafied Cangara dan Alo Liliweri yang peneliti simpulkan bahwa teori ini meliputi rencana, manajemen dan tindakan konkret komunikasi untuk mengubah perilaku manusia. Selain itu, penelitian ini menggunakan tiga konsep kerukunan antarumat beragama yaitu persaudaraan, kesetaraan dan kebersamaan sebagai pendukung dalam menganalisa penelitian. Hasil penelitian dan analisis dilakukan menggunakan strategi komunikasi dari pengurus FKUB, yaitu menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat yang disampaikan ke gubernur dan merekomendasikan pendirian rumah ibadah. Selain itu, kondisi kerukunan antarumat beragama di Jakarta Selatan cukup aman dengan saling menghargai, saling menolong, saling mendukung kegiatan agama lain dalam konteks kegiatan sosial seperti bersilaturrahmi, menghargai umat lain yang sedang beribadah, saling mengundang tokoh lintas agama lain dalam acara kegiatan sosial. Dilihat dari strategi komunikasi FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jakarta Selatan, diterapkannya tiga strategi yaitu melakukan dialog, menerima aspirasi dan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Dari penelitian ini ditemukan bahwa strategi komunikasi FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Jakarta Selatan cukup baik dengan catatan untuk terus berkomunikasi yang baik dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dan mendapat dukungan yang lebih baik dari pemerintah
Hukum pidana : suatu pengantar
Buku ini mengantarkan pembaca mengenal hukum pidana dari dasar-dasarnya, jenis-jenisnya atau pembagiannya, serta fungsinya. Buku ini mengupas secara mendalam apa hubungan antara ilmu hukum pidana dan ilmu lainnya (seperti Kriminologi, penologi, forensik dan viktimologi). Buku ini juga membahas hukum pidana sebagai ultimum remedium secara menarik, pengertian pidana dan falsafah pemidanaan. Penulis telah membahas sumber-sumber hukum pidana di Indonesia (baik KUHP, Perundang-undangan pidana khusus di luar KUHP dan perundang-undang bukan pidana yang memuat ketentuan pidana) serta membahas mendalam tentang sejarah perkembangan hukum pidana di Indonesia. Akhirnya buku ini mengupas tentang asas legalitas dalam hukum pidana dan metode-metode penafsiran dalam hukum pidana
Makna simbolik tradisi Rokat dalam masyarakat masalima kecamatan Masalembu Sumenep, Madura
Penelitian ini membahas tentang tradisi Rokat yang dilakukan oleh masyarakat desa Masalima kecamatan Masalembu. Rokat, sama halnya dengan tradisi Sedekah Laut, yaitu tradisi yang dilakukan oleh sekelompok nelayan yang bertujuan untuk mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesejahteraan Bersama. Tradisi Rokat ini penulis angkat dikarenakan memiliki banyak sekali hal unik yang sehingga layak untuk dibahas, dibedah dan di publikasikan, terutama yang terdapat dalam simbol sebagai objek penting dalam ritual ini. Simbolik dibalik ritual Rokat ini sangat menjawab tentang seberapa berartinya kebudayaan ini untuk di pertahankan, karena dengan simbol mereka dapat memahami apa arti yang sesuangguhnya dibalik perayaan ritual ini. Semisal didalamnya terdapat Perahu, Jajanan, Ketupat, Jajanan pasar, Janur dll. Perahu (parao) yang dimaknai sebagai perjalanan, kita harus jelas akan berlayar kemana, Jajanan yang diamkani (jek jenjen) jangan ragu-ragu, Ketupat (pateppak) arahakan kepada tujuan yang ingin di capai, Jajanan pasar (matak ka sasar) biar tidak tersesat di jalan, Janur (Jalla Jalalu Wahuwa Nur), jadi; kita harus jelas akan berlayar kemana, jangan ragu-ragu, arahakan kepada tujuan yang ingin di capai, biar tidak tersesat di jalan, apa yang dituju? Yaitu Janur ?Jalla Jalalu Wahuwa Nur? Tuhan sejati, Tuhan yang berupa cahaya. Tujuannya apa? Yaitu, semoga segala permohonan atau doa yang berbentuk simbol dapat diterima oleh Allah, yang didalamnya terdapat permohonan keselamatan, kesejahteraan, rizki dan lain sebagainya. Disamping itu Adanya perpaduan antara dua unsur budaya yang juga menjadi perhatian penting dan salah satu alasan mengapa tradisi ini begitu menarik. Hadirnya budaya Islam yang berbaur dengan budaya lokal masyarakat setempat menjadi bukti bahwa sebenarnya harmonisasi antar budaya sesungguhnya ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif. Sumber data dan informasi penulis dapatkan dari proses wawancara langsung maupun dari buku, jurnal dan artikel yang sesuai dengan judul dan tema yang di bahas. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah antropologi dan sosiologis. Metode antropologi digunakan lantaran untuk membedah makna yang terkandung dari tradisi Rokat ini serta kaitannya dengan masyarakat. Hubungan antara makna dibalik tradisi Rokat atau tradisi Rokat secara keseluruhan dengan keyakinan masyarakat bahwa ada sesuatu yang menjadi pegangan teguh masyarakat dalam tradisi ini. Metode sosiologis digunakan karena dalam praktik tradisinya melibatkan banyak unsur masyarakat baik mereka yang terlibat secara langsung dalam tradisi maupun tida
Hubungan karakteristik demografi dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap pencegahan covid-19 pada pasien rawat jalan correlation between the demographic characteristics and knowledge, attitude, behavior on covid-19 prevention outpatient
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang sehingga meningkatkan sikap dan perilaku manusia menjadi lebih baik. Pengetahuan masyarakat mengenai covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar pencegahan Covid-19 dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan denagn pengetahuan, sikap dan perilaku pasien terhadap pencegahan covid-19. Penelitian ini bersifat diskriptif analitik yang dilakukan pada pasien usia 18 ? 66 tahun di instalasi rawat jalan merpati RSUP Dr. Kariadi bulan juni 2020 dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 186. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Analisis data dengan uji Chi Square. Batas kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian di dapatkan 186 responden umur terendah 15 tahun dan tertinggi 66 tahun. Didapatkan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan pengetahuan (p=0,397) maupun sikap(p=0,148). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku (p=0,003). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku terhadap pencegahan penularan Covid?19 dengan nilai p=0,025. Perilaku berhubungan dengan sikap terhadap pencegahan penularan Covid?19 (p<0,001)
Gambaran tingkat latihan fisik jemaah haji sebelum keberangkatan di kabupaten lumajang, provinsi jawa timur, tahun 2017 an overview of the physical exercise level of hajj pilgrims before departure in lumajang district, east java province, 2017
Adequate health condition urgently required by pilgrims because pilgrimage process involves a very heavy physical activity. Hajj pilgrims with good physical fitness classified as pilgrims who fulfill health istiţā'ah. Participation of pilgrims in a fitness improvement program could be observed through physical exercise behaviour. This study aimed to describe the level of pilgrims?physical exercise in Lumajang District and analyse the relationship between the characteristics, knowledge, and attitudes of the pilgrims with physical exercise. This research used a quantitative method with a cross sectional design. Primary data collected through a survey from 185 respondents. Data analysis was performed using a statistical test of multiple logistic regression. The results showed that most of the pilgrims (61.8%) had high knowledge of physical exercise. More than 86 % of pilgrims have a supportive attitude towards physical exercise. In conclusion, this study found there was no significant relationship between knowledge and attitudes with physical exercise (p>0.05). Participation in physical exercise of pilgrims showed that 12,9% of pilgrims have a good and very good level of physical exercise. Physical exercise behavior provides an indication of the active participation of pilgrims in hajj health improvement program before departure. It was recommended that the the measurement of the level of physical exercise that took into account the factors of frequency, duration and intensity could be part of the policy on hajj health management in Indonesia
Arsitektur & Sosial Budaya Sumatera Utara
Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaan yang beraneka ragam, sejalan dengan itu, bangunan-bangunan terutama rumah adat yang bersifat tradisional sangat beraneka ragam pula, mulai dari bentuk yang sederhana hingga yang berbentuk unik, baik berdiri sendiri maupun yang berkelompok, masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Dalam arsitektur tradisional, tercermin kepribadian masyarakat tradisional, artinya bahwa arsitektur tradisional tersebut terpadu dalam wujud ideal, sosial, material dan kebudayaan. Di Sumatera Utara terdapat beberapa bentuk arsitektur tradisional diantaranya: Batak Toba, Batak Karo, Pak-pak Dairi, Batak Simalungun, Mandailing, Melayu dan Nias. Satu dengan lainnya terdapat perbedaan, hal ini di sebabkan oleh pengaruh lingkungan kebudayaan dan pola kehidupan masyarakat masing-masing daerah. Sejalan dengan pelestarian adat istiadat dan kebudayaan suatu daerah, maka bersamaan dengan kegiatan tersebut, pelestarian dan perawatan juga dilakukan terhadap bangunan-bangunan tradisionalnya terutama rumah-rumah adatnya. Menyadari bahwa sisa-sisa arsitektur tradisional dikhawatirkan akan mengalami kepunahan maka perlu dilakukan suatu pendataan atau inventarisasi untuk dapat membuat suatu rekaman dari bangunan-bangunan sekaligus melakukan usaha pelestarian dan perawatan terhadap bangunan-bangunan tradisional tersebut. Arsitektur tradisional adalah merupakan cerminan sosial dan kehidupan masyarakat suatu daerah. Arsitektur tradisional disini juga meliputi arsitektur yang tumbuh dari masyarakat suatu komunitas tertentu. Selanjutnya tentu saja nilai sosial dan kehidupan masyarakat akan sangat ditekankan sebagai kajian yang mendasar. Hal ini merupakan gambaran bagaimana karya arsitektur sebagai produk budaya erat sekali dengan keadaan (pola) kehidupan sosialnya