SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
Angkutan Massal Sebagai Alternatif Mengatasi Persoalan Kemacetan Lalu-lintas Kota Surabaya
Penggunaan angkutan pribadi yang cukup tinggi di kota Surabaya merupakan salah satu penyebab kemacetan utama lalu lintas. Jumlah angkutan pribadi yang beroperasi adalah 60,48% mobil pribadi, dan 22,35% sepeda motor serta mobil penumpang umum (MPU) sebesar 2,64%. Rasio perbandingan antara pemakaian angkutan umum (mobil angkutan penumpang umum/MPU dan bus besar) dan mobil angkutan pribadi adalah 1 : 27. Tujuan yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah untuk mengetahui peranan serta pemilihan jenis angkutan massal yang tepat dalam rangka usaha untuk menekan tingkat kemacetan lalu lintas di kota Surabaya. Jenis angkutan umum yang dominan beroperasi di Surabaya adalah Mobil Penumpang Umum (MPU) yaitu mikrolet dan sejenisnya dengan kapasitas tempat duduk 10 –11 orang sebanyak 2,64% kemudian disusul oleh angkutan umum bus besar sebesar 0,36%. Beberapa alternatif angkutan massal yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan angkutan pribadi di dalam usaha menekan tingkat kemacetan lalu lintas antara lain penggunaan pengoperasian Kereta Api Komuter (sementara beroperasi), pembuatan Jalur Bus Khusus (Busway), Monorail
Analisis Antrian pada Terminal Karombasan Kota Manado
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kedatangan, waktu dalam antrian, lama waktu layanan dan waktu keberangkatan guna perencanaan kapasitas terminal. Penelitian ini dilakukan di Terminal Karombasan kota Manado khususnya angkutan umum trayek Manado – Tondano. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode disiplin antrian FIFO. Hasil analisis antrian dapat menunjukkan bahwa layanan tersibuk terjadi pada hari Senin jam 06.00 – 07.00 pagi dengan tingkat pelayanan r = 0,972 < 1 yang berarti bahwa kapasitas layanan terminal tersebut sudah mendekati titik jenu
Pengendalian Jalan Di Lingkungan Permukiman Perkotaan (Studi Kasus: Perumnas Sadang Serang Bandung)
This article discusses the utilizing of street as public space. Starting from the conflict on the street usage and progressively lack of space for public activities due to the motor vehicle domination and also activity on street as public space in rural settlement environment. A normative approach through literature study was conducted to obtain normative control criteria about utilizing street as public space. And also descriptive methodology with existed data collecting technique through field observation and interview had been adopted. Obtained data were in the form of physical and non physical data of study area which were then become reference for further analysis. Result of this study was recommendation in the form of general criteria and guideline that give explanation and instruction of street operation control in the urban settlement environment in Perumnas Sadang Serang
IDENTIFIKASI VARIABEL PENILAIAN PROPERTI PERUMAHAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGHUNI PERUMAHAN
Housing as one of the needs of the community continues to grow along with the economicimprovement of society. Completeness of facilities and infrastructure to support housingoperations and can be used as parameters for the realization of a standard residential andhabitable. So that the identification of variables related to the assessment of residential propertyneeds to be done to determine the variables that need to be considered by the partiesinvolved in property valuation.This study aims to identify the variables that greatly affect thevaluation of residential property based on the perceptions of residents of residential (consumer).Sources of primary data through questionnaires, interviews and surveys, and secondary datafrom the literature associated with research. The sampling system with random sampling of thepopulation with housing target is resident in South Palu. Data processed by descriptive statisticsand using the Likert scale for the percentage of residents perceptions of housing. The resultsshowed that the variables that greatly affect the valuation of residential property in South Palu:Pengawu, Bumi Anggur and Palupi Permai housing residents is based on the perception ofphysical variables and availability of housing facilities
Studi Potensi Energi Angin di Kota Palu Untuk Membangkitkan Energi Listrik
Dalam usaha diversifikasi energi maka salah satu energi terbarukan yang perlu dikembangkan adalah energi angin . Energi angin adalah energi terbarukan yang tidak polutiv dan tersedia sepanjang masa . Di kota Palu energi ini potensial untuk dikaji dan dikembangkan untuk dikonversi kebentuk energi lain seperti energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar potensi energi angin yang dapat membangkitkan tenaga listrik yang ada di Kota Palu . Hasil yang didapatkan bahwa kecepatan angin efektif untuk dapat memutar sudu sudu kincir angin adalah 3 sampai 9,5 m/detik dan didapat kan pada pukul 11.30 sampai pukul 15.00. Selanjutnya energi angin pada kondisi tersebut adalah antara 87 sampai 2.572kwh /m2 dan energi listrik pada kondisi tersebut adalah 3,9 sampai 117 watt / m2 . Jika digunakan kincir angin dengan diameter 5 m maka didapatkan energi listrik 76,5 sampai 2.297 watt dan bila kincir angin diameter 7m maka didapatkan energi listrik 150 watt sampai 4.500 watt
PEMANFAATAN BETON STYROFOAM RINGAN UNTUK FONDASI SUMURAN
Di daerah tanah lunak dengan letak muka air tinggi diperlukan ukuran luasan fondasi cukupbesar (fondasi telapak, pelat) atau digunakan fondasi tiang. Apabila jenis fondasi tiang, fondasilangsung (telapak) atau fondasi pelat digunakan pada bangunan ringan berakibat mahalnyabiaya konstruksi. Untuk itu, dicari alternative lain yaitu fondasi beton ringan guna mengurangivolume pemanfaatan material semen, dan menekan biaya konstruksi fondasi. Dalam penelitianini, pemanfaatan beton ringan merupakan salah satu alternative untuk menyelesaikan masalahtersebut dengan memanfaatkan styrofoam. Penelitian ini menitikberatkan pada pengaruhpemanfaatan beton styrofoam ringan untuk fondasi sumuran pada tanah lempung lunakdengan dua kondisi muka iar tanah yaitu di atas dasar fondasi dan di bawah dasar fondasi.Beton styrofoam ringan dimodelkan dalam kotak uji di laboratorium, bahan yang digunakanberupa semen Portland tipe I, styrofoam dengan diameter 2-3 mm, pasir dan air, dimanakomposisi air proporsional dengan campurannya. Perbandingan volume bahan dengan 6 variasicampuran berupa campuran styrofoam 100 % dan pasir 0 %, styrofoam 80 % dan pasir 20 %,styrofoam 60 % dan pasir 40 %, styrofoam 40 % dan pasir 60 %, styrofoam 20 % dan pasir 80 % sertastyrofoam 0 % dan pasir 100 %. Model fondasi dengan ukuran diameter 44 cm dan panjang 50cm dan tertanam 45 cm. Kapasitas dukung ultimit yang terbesar terjadi pada kandunganstyrofoam 0 % baik untuk muka air tanah di atas dasar fondasi maupun muka air tanah di bawahdasar fondasi
PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PEMBANGUNAN PROYEK INFRASTRUKTUR PERDESAAN DI INDONESIA
Pembangunan infrastruktur perdesaan dengan menggunakan program partisipatif melalui pelibatan masyarakat setempat sejak awal program. Pelibatan tersebut, diharapkan terjadinya penguatan kembali modal-modal sosial yang ada pada masyarakat, menciptakan rasa memiliki demi keberlangsungan operasional dan pemeliharaan infrastruktur sebagai sarana aksesibilitas untuk menunjang kegiatan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.Program dengan pendekatan partisipatif untuk masa yang akan datang dibutuhkan beberapa kegiatan awal dan berkelanjutan, antara lain: (1) penguatan kelembagaan di tingkat masyarakat, (2) mendorong penguatan modal-modal sosial yang ada pada masyarakat, dan (3) sosialisasi program dengan menggunakan berbagai media, serta (4) pemberian reward/penghargaan untuk daerah sasaran program yang dianggap berhasil, seperti: alokasi program dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable), dan dapat dijadikan pilot projec
MANAJEMEN RiSIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI
Risiko adalah variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara alami atau kemungkinanterjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan ancaman terhadap properti dankeuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. Manajemen risiko merupakan Pendekatanyang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasirisiko suatu proyek.Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui tentang manajemen risiko padaproyek konstruksi.Metode yang digunakan adalah studi literatur tentang manajemen risiko pada proyek konstruksidengan mengacu kepada teori-teori yang relevan.Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen risiko sangat penting dilakukan bagi setiap proyekkonstruksi untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal penyelesaian proyek.Melakukan tindakan penanganan yang dilakukan terhadap risiko yang mungkin terjadi (responrisiko) dengan cara : menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction),mengalihkan risiko (risk transfer), menghindari risiko (risk avoidance)
KONSEP PENGAMANAN PANTAI TALISE KOTA PALU PROPINSI SULAWESI TENGAH
Pantai Talise Palu merupakan pantai dipesisir kota Palu dimana disepanjang pantai terdapat pemukiman nelayan dan jalan akses menuju pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Erosi pantai telah menjadi ancaman bagi pemukiman dan bangunan-bangunan lain yang berdekatan dengan garis pantai. Selain itu pantai Talise Palu yang berpasir putih menjadi tempat wisata dalam kota yang cukup potensial dan dengan konsep kota Palu sebagai transit city, pantai Talise telah ditetapkan sebagai view rencana kota Palu.Dari hasil analisa ditentukan titik rawan erosi dan disusun suatu konsep penanggulangannya dengan beberapa alternatif bangunan pengaman pantai seperti groin, beakwater, revement serta rekomendasi yang diperlukan untuk memperlakukan pantai Talise secara komprehensif
ANALISIS PERUBAHAN KADAR AIR DAN KUAT GESER TANAH GAMBUT LALOMBI AKIBAT PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PEMANASAN
Tanah gambut adalah tanah dengan karakteristik yang khusus, salah satunya adalah memilikikadar air yang cukup tinggi sampai 400%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristiktanah gambut dan kuat geser pada tanah gambut desa Lalombi akibat pengaruh temperaturdan waktu pemanasan.Pemeriksaan fisik tanah gambut meliputi pemeriksaan uji kadar air asli dengan tingkatpemanasan dan waktu pemanasan yang berbeda, uji kadar abu dan organik, uji berat isi, ujibatas-batas Atterberg, uji berat jenis, uji penyerapan tanah dan uji kuat geser tanah dengan alatVane Shear Test.Proses pemanasan tanah gambut dengan temperatur dan waktu pemanasan yang berbedadapat mempengaruhi kadar air yang hilang dan kadar air yang tersisa di dalam rongga tanahgambut. Semakin tinggi temperatur dan lama waktu pemanasan, maka kadar air yang hilangsemakin besar. Kadar air maksimum yang hilang mencapai 125,682% dan kadar air yang tersisa didalam tanah gambut mencapai 0.231%. Nilai kuat geser tanah gambut desa Lalombi km. 65meningkat seiring bertambahnya suhu pemanasan dan lama waktu pemanasan, nilai kuat gesermaksimum tanah gambut adalah mencapai 38 kPa pada temperatur 100oC dan lama waktupemanasan 72 jam