SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEBUTUHAN UDARA PEMBAKARAN UNTUK MEMBAKAR BERBAGAI JEN IS BATU BARA
Kajian ilmiah ini ditujukan untuk mengetahui kebutuhan udara pembakaran untuk berbagai jenisbatubara yaitu batubara antracite, batubara bituminous, batubara subbituminous, danbatubara lignite, serta hubungan antara kandungan unsur kimia di dalam batubara dengankebutuhan udara pembakaran.Hasil dari analisis ini adalah kebutuhan udara pembakaran untuk masing-masing batubara yaitu:batubara antracite 10,4233 lb udara/lb batubara , batubara bituminous 12,819 lb udara/lbbatubara , batubara subbituminous 9,0977 lb udara/lb batubara dan 6,423 lb udara/lb batubara, disamping itu juga ditemukan tren kenaikan kebutuhan udara pembakaran akibatmeningkatnya kandungan carbon didalam batubara dan sebaliknya kebutuhan udarapembakaran menurun akibat kenaikan kandungan oksigen di dalam batubara
Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang dengan Styrofoam Sebagai Pengganti Agregat Kasar
Requirement of concrete for structure in civil works increase in recent years, that is need more concrete technology. Mixing aggregate with Styrofoam, will produce lightweight concrete which is mixed with aggregate, concrete light in weight. With low density of concrete, the weight of structure can be reduced which will reduce the basic seismic force of the structure; the such sophisticate will minimized the effect of earthquake’s damage. Result from tests of concrete give average value of compression strength of concrete cylinder (fc’) = 1.6 MPa, modulus of elasticity (Ec) = 443 MPa, and specific gravity = 727. The average yield stress (fy) of the16 mm deformed steel bar and the 8 mm non deformed steel bars were 512 MPa and 370 MPa, respectively. The analizys shows that nominal moment capacity (Mn) of the beams is not increased along with the addition of tension reinforcement since the failure of the beam was caused by bond failure between shear reinforcement bars and the surrounding concrete. The existing crack contour is the shear crack is focusing at the areas that have an initial crack. This crack becomes wide along increasing loading up to failure of the beam
PEMANFAATAN HASIL PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
Adanya keterbatasan lahan yang dapat dipergunakan sebagai TPA karena semakin sulitnyamemperoleh ruang yang pantas dan jaraknya semakin jauh dari pusat kota, serta diperlukannyadana yang besar untuk pembebasan lahan TPA, merupakan faktor eksternal yang turutmempengaruhi permasalahan persampahan tersebut. Kondisi di atas mendorong upayapengelolaan sampah yang lebih baik dan sebanyak mungkin dapat mendayagunakan kembalisampah.Teknis Pengumpulan Data dilakukan melalui kunjungan lapangan dan studi kepustakaan.Kunjungan lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer. Studi pustaka dilakukan melaluipenelusuran informasi dari laporan, buku-buku literatur yang berhubungan erat dengan obyekpenelitian, selain itu laporan hasil penelitian penelitian yang pernah dilakukan khususnya padaLaboratorium Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Teknikanalisa dengan mempelajari tahap aspek teknis yaitu Reduce, Reuse dan Recycle (3R).Hasil pengelolaan sampah, seperti sampah styrofoam, sekam padi, kertas, plastik dan serbukkayu dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bangunan, dan telah teruji kelebihannya, baiksecara fisik maupun mekanik
Reduksi Beban Aliran Drainase Permukaan Menggunakan Sumur Resapan
Perubahan fungsi lahan sebagai akibat pembangunan pemukiman dan industri - industri menjadikan berkurangnya luas daerah resapan air hujan sehingga air tersebut banyak menjadi limpasan permukaan dan mempersingkat waktu berkumpulnya air ( time of concentration). Hal ini menjadikan akumulasi air hujan yang terkumpul bisa melampaui kapasitas drainase yang ada dan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah. Salah satu sistem drainase berwawasan lingkungan untuk pengendalian air, baik mengatasi genangan dan kekeringan adalah melalui sumur resapan. Sumur resapan merupakan upaya memperbesar resapan air hujan ke dalam tanah dan memperkecil aliran permukaan sebagai penyebab banji
Evaluasi Pemanfaatan Ruang dan Struktur Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tolitoli
Kecenderungan penyimpangan terhadap tata ruang yang telah ditetapkan dapat disebabkan oleh berbgai faktor baik produk tata ruang maupun pada tahapan implementasi. Pemantauan dan evaluasi terhadap produk rencana tata ruang yang telah ada sangat diperlukan untuk melihat apakah produk rencana tata ruang tersebut berjalan sesuai dengan pemanfaatannya atau telah terjadi penyimpangan. Melalui metode survey dan pemetaan data dihimpun, diolah, dan dianalisis untuk memantau besarnya penyimpangan yang terjadi antara kondisi realitas dan rencana yang telah disusun pada produk RTRW pada lokasi pemantauan. Pemantauan dititkberatkan pada pemanfaatan ruang dan struktur ruang. Hasil pemantauan dan evaluasi menunjukkan adanya penyimpangan yang signifikan sehingga produk RTRW Kabupaten Tolitoli yang ada perlu direvis
METODE ELEMEN HINGGA DENGAN PROGRAM MATLAB DAN APLIKASI SAP 2000 UNTUK ANALISIS STRUKTUR CANGKANG
Metode Elemen Hingga merupakan metode numeris yang sangat populer dalam penyelesaian masalah – masalah mekanika kontinum, tegangan – regangan, gaya – gaya dalam serta perpindahan pada struktur yang linear maupun non linear. Kepoluleran Metode Elemen Hingga ini karena kemudahan formulasinya terutama dengan meningkatnya pengetahuan dan teknologi komputerisasi. Dalam kajian ini, ditinjau analisa struktur cangkang dengan formulasi Elemen Hingga dibuat dalam program MATLAB dan aplikasi Software SAP 2000. Pada program MATLAB, Formulasi perilaku cangkang diidealisasi dengan pendekatan pelat datar sebagai bentuk superposisi perilaku lentur dan membran serta kontribusi geser. Berkaitan dengan Matriks Kekakuan maka dibuat dalam bentuk perumusan isoparametrik dengan integrasi numeris Gauss – Legendre. Untuk aplikasi Software SAP 2000 digunakan elemen cangkang tipis. Hasil analisis untuk lendutan maksimum menggunakan program MATLAB dengan tingkat akurasi 5,25% pada 16 elemen, serta Software SAP 2000 dengan tingkat kesalahan 0,52% pada 36 elemen
Evaluasi Sistem Distribusi dan Rencana Peningkatan Pelayanan Air Bersih PDAM Kota Gorontalo
Penyediaan air bersih oleh PDAM Kota Gorontalo masih dihadapkan pada berbagai masalah antara lain yaitu : cakupan pelayanan air bersih di kota ini baru mencapai 54% dari jumlah penduduk di wilayah Kota, tingkat kehilangan airnya sebesar 26,17% dari total produksi. Dalam tulisan ini dilakukan evaluasi terhadap aspek teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian menggunakan studi kasus kondisi sistem jaringan distribusi PDAM Kota Gorontalo. Data dianalisis dengan menggunakan perangkat analisis pemodelan jaringan distribusi. Dari hasil evaluasi teknis diketahui bahwa penyebab kekurangan aliran air adalah kurang tekanan pada sistem
SISTEM PENGATURAN MESIN PEMOTONG KENTANG BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
PLC (Programmable Logic Controller) merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi, dan memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat, dengan dasar data yang bisa diprogram dalam sistem berbasis mikroprosesor integral. PLC menerima masukan dan menghasilkan keluaran sinyal sinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem. Dalam dunia industri, PLC banyak digunakan untuk mengendalikan berbagai mesin produksi dan proses produksi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan.Sistem pengaturan mesin pemotong kentang yang dikendalikan oleh PLC dapat diterapkan pada proses industri secara otomatis untuk menggantikan tenaga manusia dalam pekerjaan yang menuntut kecepatan dan ketepatan secara efisien sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan jumlah produksi. Sistem yang dirancang ini mampu menangani input dengan cepat dan menghasilkan output dengan akurat, dimana input pada sistem ini berupa sensor dan limit switch. Sedangkan outputnya berupa motor DC dan tampilan (display) dengan menggunakan seven segment yang memberi informasi kepada penggun
KINERJA DURABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL DITINJAU DARI FAKTOR VARIASI SUHU PEMADATAN DAN LAMA PERENDAMAN
Durabilitas campuran beton aspal mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan umur layanan suatu jalan. Durabilitas yang tinggi memberikan indikasi bahwa jalan tersebut lebih awet dan mempunyai ketahanan dari pengaruh cuaca dan air.Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kinerja durabilitas campuran beton aspal dengan melakukan modifikasi rendaman Marshall dan variasi suhu pemadatan. Modifikasi rendaman Marshall yang dilakukan adalah 1, 2, 4, 6 dan 8 hari serta variasi suhu pemadatan dimulaidari 90oC, 100oC, 110oC, 120 oC dan 130oC. Untuk melihat kinerja durabilitas campuran beton aspal digunakan indikator Indeks Kekuatan Sisa (IKS), Indeks Penurunan Stabilitas, yaitu Indeks Durabilitas Pertama (IDP) dan Indeks Durabilitas Kedua (IDK). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Transportasi dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Tadulako.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa durabilitas campuran beton aspal masih memenuhi persyaratan bina marga yaitu nilai IKS lebih besar 75%. Durabilitas tertinggi dicapai pada suhu pemadatan 120 oC dengan lama rendaman satu hari. Nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) menurun dengan meningkatnya durasi rendaman. Indeks Durabilitas Pertama (IDP) umumnya mengalami kehilangan kekuatan, kecuali pada rendaman 4 hari mengalami peingkatan kekuatan. Indeks Penururnan Stabilitas tertinggi terjadi pada suhu pemadatan 120oC. Indeks Durabilitas Kedua (IDK) pada berbagai suhu pemadatan dan variasi rendaman umumnya mengalami kehilangan kekuatan kecuali pada variasi redaman 4 hari justru terjadi penambahan kekuatan sebesar 3.4% atau naik sekitar 56,57 K
JALUR HIJAU (GREEN BELT) SEBAGAI KONTROL POLUSI UDARA HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS HIDUP DI PERKOTAAN
Kawasan perkotaan sebagai tempat hidup manusia mulai menunjukkan penurunan dayadukung lingkungan. Hal ini dapat dilihat dengan tingginya tingkat polusi yang dihasilkan suatudaerah perkotaan. Salah satu solusi alternatif permasalahan ini adalah pengembangan areajalur hijau (green belt area). Green belt adalah pemisah fisik daerah perkotaan dan pedesaanyang berupa zona bebas bangunan atau ruang terbuka hijau yang berada di sekeliling luardaerah perkotaan. Penulisan ini dilakukan pada Juni-Juli 2008 adalah studi literatur yangmembahas mengenai bagaimana area jalur hijau (green belt area) dapat menjadi kontrolpolusi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan, analisa penyebab kurangnyaarea jalur hijau (green belt area) di perkotaan, bagaimana pengembangannya guna menekanpolusi udara sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan dari sudutpandang lingkunga