JURNAL ISTEK
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) BERDASARKAN FAKTOR KELENGKUNGAN BUMI DAN DAERAH FRESNEL DI REGIONAL PROJECT SUMATERA BAGIAN SELATAN
Survei topografi adalah kegiatan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan permukaan bumi pada suatu wilayah yang terdiri dari berbagai variabel topografi, seperti drive test dan tracking, daerah Fresnel, faktor kelengkungan bumi, penentuan tinggi antena BTS dan lain-lain. Makalah ini merupakan resume penelitian yang dilakukan di Jalan Lintas Timur Tulang Bawang. Pada penelitian, terdapat sektor transmisi sinyal. Arah sektor transmisi sinyal pada Sektor A mengarah ke Desa Banjar Margo, Desa Purwa Jaya dan Desa Penawar Rejo, Sektor B mengarah ke Kota Tulang Bawang, Desa Banjar Agung, Polsek Tulang Bawang, Rumah Makan Padang, Sektor C mengarah ke Desa Tunggal Warga dan Komplex Balai Besar Teknologi Pati.Daerah Fresnel untuk kandidat P adalah adalah 1.7129 meter dengan sinyal transmisi 4.0277 meter, untuk kandidat Q adalah 1.7407 meter dengan sinyal transmisi 4.0444 meter sedangkan untuk kandidat R diperoleh daerah Fresnel sejauh 1.8809 meter dengan sinyal transmisi 4.1285 meter. Faktor kelengkungan bumi pada kandidat P, Q dan R berturut-turut adalah 0.0236 meter, 0.025 meter dan 0.0346 meter. Tinggi antena minimal pada kandidat P, Q dan R agar kondisi LoS berdasarkan hasil perhitungan berturut-turut adalah 34.0436 meter,35.063 meter dan 33.1556 meter. Namun berdasarkan hasil perhitungan daerah Fresnel, bisa dikatakan kandidat R merupakan kandidat yang paling cocok dan sesuai dikarenakan memiliki daerah Fresnel yang lebih besar
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELUNTAS ( Pluchea indica (L.) LESS. ) TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT
Tanaman beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia yang pemanfaatannya belum digali secara maksimal. Daun beluntas diketahui dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit karena senyawa fitokimia yang ada di dalamnya. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan sehingga bakteri penyebab jerawat tumbuh didalamnya dan memacu inflamasi. Bakteri tersebut adalah Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun beluntas dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes serta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan berbagai macam konsentrasi dari 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta digunakan tetrasiklin sebagai pembanding dan aquadest sebagai kontrol. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dihasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasilnya diketahui bahwa ekstrak daun beluntas memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes terlihat dengan adanya zona hambat yang dibentuk. Diameter zona hambat pada konsentrasi 1% sebesar 9 mm, konsentrasi 2% sebesar 7,67 mm, konsentrasi 3% sebesar 8,67 mm, konsentrasi 4% sebesar 8,83 mm, dan konsentrasi 5% sebesar 9 mm
HUBUNGAN KEKERABATAN IPOMOEA TRIFIDA (H.B.K.) G. DON ASAL CITATAH JAWA BARAT BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI POLEN
The purpose of this study was to determine the relationship of kindship 30 accessions of Ipomoea trifida origin Citatah West Java based on morphological characters of pollen which includes shape, size, type of aperture, and ornamentation of exine. Preparation of pollen carried out using the Erdtman (1966) method. The result shows that the shape of pollen I.trifida are rounded (oblate spheroideal and prolate spheroideal with the ratio P / E : 7 / 8-8 / 8 & 8 / 8-8 / 7), pollen grain size is medium (25-50 µm), type of aperture is porous and exine ornamentation is echinet with variations blunt end and a pointed tip. Analysis of pollen morphological characters using NTSYSpc program version 2.0 produces dendogram that divide 30 accession I.trifida into two branches. The first branch consisted of 21 accessions are accession no. 69, 151, 166, 178, 94, 179, 108, 132, 111, 145, 147, 168, 214, 215, 158, 199, 201, 216, 212, 170 and 171. The second branch consists of 9 accessions are accession no. 109, 167, 187, 180, 209, 177, 196, 197 and 113
POTENSI DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn), DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis), DAN DAUN BENALU MANGGA (Dendrophthoe pentandra) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENCEGAH KANKER
Kanker dapat dicegah menggunakan antioksidan, suatu senyawa yang bersifat imunomodulator yang dapat menguatkan sel-sel yang sehat untuk menghadang kanker. Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi sebagai antikanker yang berasal dari tanaman antara lain adalah flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC). Senyawa ini terdapat pada beberapa tanaman misalnya sirsak, binahong, benalu dan lain sebagainya. Sampel segar daun sirsak, binahong dan benalu dihaluskan, dimaserasi dengan metanol. Kemudian ekstrak metanol dipartisi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat sampai menghasilkan ekstrak air. Ekstrak air dipekatkan dan diskrining fitokimia kemudian diuji daya antioksidannya dengan metode DPPH ((1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan larutan kontrol berupa vitamin C. Ketiga ekstrak daun ini memiliki kandungan senyawa flavanoid, polifenol dan saponin. Diperoleh hasil IC50 daun sirsak sebesar 6,23 ppm, daun binahong 3,30 ppm sedangkan pada daun benalu adalah 33,31 ppm. Ketiga daun ini memiliki potensi untuk mencegah kanker
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM PADA PEMISAHAN SERIUM (IV) DARI MINERAL MONASIT MELALUI TEKNIK MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG TUBULAR MEMBRAN
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi optimum pemisahan serium(IV) dari mineral monasit Bangka dengan teknik TSLM menggunakan carrier TOA. Tahapan dari metode pemisahan ini meliputi destruksi mineral monasit menggunakan basa KOH, pengendapan uranium dan thorium, oksidasi Ce(III) menjadi Ce(IV) dengan menggunakan KMnO4, dan pemisahan dalam TSLM. Variasi konsentrasi fasa umpan, fasa pengemban, dan fasa penerima dilakukan untuk mencari hasil yang optimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi asam sulfat dalam fasa umpan 0,2 M persen transpor serium(IV) memberikan hasil yang paling baik. Optimasi konsentrasi TOA, menunjukkan bahwa persen transpor serium(IV) naik dari konsentrasi TOA 1% sampai 4% dan mengalami penurunan setelah konsentrasi TOA 4%. Persen transpor serium(IV) mengalami kenaikan siginifikan dari konsentrasi Na2CO3 0,2 M sampai 0,6 M. Pada konsentrasi analit fasa umpan yang lebih rendah persen transpor yang dihasilkan lebih baik daripada dalam konsentrasi analit dalam fasa umpan lebih tinggi, dan keadaan yang paling baik pada konsentrasi analit 330 ppm
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN INFUSUM CACING TANAH (LUMBRICUS RUBELLUS) DENGAN TAMBAHAN KITOSAN UDANG PADA SALMONELLA THYPI
Pemanfaatan senyawa lumbricin dan bioaktif lainnya dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) untuk obat tradisional, memiliki keterbatasan yaitu mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan, pengolahan dan pada saat penyimpanan. Untuk itu diperlukan bahan pendukung agar senyawa bioaktif (lumbricin) yang terkandung dalam cacing tanah (L. rubellus) yaitu dengan menggunakan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tambahan kitosan terhadap aktivitas antibakteri ekstrak cacing tanah pada S. thypi dengan melakukan pengujian antibakteri dilakukan dengan metode sumur (difusi agar), serta juga dilakukan uji antioksidan dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Hasil penelitian ini yaitu konsentrasi optimum pemberian kitosan pada infusum cacing tanah dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. thypi adalah 1% dengan diameter zona hambat sebesar 1,09 mm. perlakuan kombinasi kitosan dengan infusum cacing tanah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 antara 31,51 – 93,44 ppm
UJI KONSUMSI PAKAN dan AKTIVITAS MAKAN PADA KUKANG (Nycticebus coucang) SECARA Ex situ
Nycticebus coucang termasuk ke dalam salah satu spesies primata dari genus Nycticebus. Populasi Nycticebus coucang di alam saat ini diperkirakan menurun hal ini disebabkan oleh kerusakan habitat dan aktivitas manusia. Penangkaran secara ex situ maupun secara in situ merupakan salah satu metode konservasi untuk mempertahankan populasi Nycticebus coucang yang terancam punah. Informasi mengenai pemeliharaan Nycticebus coucang khususnya pemberian pakan di penangkaran masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi dan penggunaan pakan yang lebih disukai oleh Nycticebus coucang, serta mengetahui aktivitas yang berhubungan dengan makan pada Nycticebus coucang di penangkaran. Bahan yang digunakan adalah 4 ekor Nycticebus coucang, terdiri dari 2 ekor Nycticebus coucang jantan dewasa dan 2 ekor Nycticebus coucang betina dewasa. Jenis pakan yang digunakan adalah pisang, pepaya, bubur bayi promina dan jangkrik. Yang diamati dalam penelitian ini adalah preferensi pakan, palatabilitas pakan, aktivitas yang berhubungan langsung dengan makan, serta pertambahan berat badan. Metode yang digunakan metode experimental dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil pengamatan yang diperoleh untuk preferensi pakan urutan pemilihan pakan dimulai dengan jangkrik, kedua adalah pisang dan papaya terakhir bubur bayi.Terkecuali pada jantan 1 yang lebih memilih bubur bayi, lalu pepaya, kemudian pisang dan terakhir jangkrik, karena jantan 1 tidak memiliki gigi. Pakan yang mempunyai palatabilitas tinggi pada Nycticebus coucang adalah pisang kemudian pepaya lalu bubur bayi dan terakhir adalah jangkrik. Aktivitas makan pada Nycticebus coucang terjadi sepanjang malam karena Nycticebus coucang tidak mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang banyak, sedangkan aktivitas minum jarang sekali dilakukan, dan aktivitas urinasi dan defekasi hampir selalu dilakukan secara bersamaan
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PUPUK ORGANIK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) KULTIVAR WILIS
An experiment was conducted to study growth and yield of soybean with bokashi at various dosages and frequency soil tillage. Result showed there are interaction effect between the application of Bokashi and frequency soil tillage to dry plant weight soybean on optimum combination b2 p2 (bokashi 10 t ha-1 and twice soil tillage). Bokashi dosage level b2 (10 t ha-1) effect to the plant height and wilt of dry grain. Bokashi dosage level b3 (15 t ha-1) effect to effective nodule, leaf area, and yield of dry grain. Frequency level at once soil tillage (p1) effect to the plant height, effective nodule, and leaf area
PENDETEKSIAN OUTLIER PADA CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) MENGGUNAKAN LEAST TRIMMED SQUARES (LTS)
An outlier in the Capital Asset Pricing Model (CAPM) is detected using Least Trimmed Squares (LTS), in order to obtain a robust estimation against outliers without discarding existing data, so it can be considered by investors to make informed decisions in determining the allocation of capital and investment in a company. To detect outlier on the Capital Asset Pricing Model (CAPM) using the Least Trimmed Squares (LTS), Capital Asset Pricing Model (CAPM) to be transformed into a simple linear regression equation
RESPONS BERBAGAI JENIS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP METODE SRI (System of Rice Intensification) DI LAHAN DARAT
An experiment was conducted to study growth and yield two cultivars of rice with organic fertilizer bokashi and farmyard manure on SRI (System of Rice Intensification). Result showed there are no interaction effect between the application of organic fertilizer and cultivars. Although there is significant effect an main effect of growth and yield. Soil+bokashi proveed to be the highest effect on plant height, or number vegetative, dry plant weight, weight of dry harvest grain rice NPK absorption, and the mean growth rate. Soil+ farmyard manure proved to be the highest effect an weight of dry harvest grain rice. Cv. Ciherang proveed to be the highest effect on plant height, on number vegetative, dry plant weight, and the mean growth rate