JURNAL ISTEK
Not a member yet
    162 research outputs found

    PENGARUH TIGA JENIS INSEKTISIDA KARBAMAT TERHADAP KEMATIAN DAN BOBOT TUBUH CACING Eisenia fetida

    Get PDF
    Penelitian tentang toksikologi lingkungan di daerah tropis masih sedikit yang meneliti tentang pengaruh pestisida terhadap ekosistem dalam tanah. Beberapa organisme dapat dijadikan sebagai indikator tercemarnya suatu lingkungan. Di antara organisme tersebut adalah cacing tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek dari residu pestisida terhadap tingkat mortalitas dan pertumbuhan dari cacing tanah yang umum ditemukan pada sistem pertanian. Penelitian ini menggunakan tiga jenis insektisida berbahan aktif karbamat yang diujikan ke Eisenia fetida, yaitu Karbofuran 3%, Karbosulfan 200, 11 g/l dan BiPhenil Methil Carbamate (BPMC) 500 g/l. Hasil penelitian menunjukkan kematian tertinggi dari cacing tanah E. fetida diperoleh pada konsentrasi 300 mg/kg untuk semua jenis insektisida. Begitu juga dengan bobot tubuhnya, dimana bobot tubuh cacing tanah E. fetida mengalami penurunan yang paling tinggi pada konsentrasi 300 mg/kg untuk semua jenis insektisida. Morfologi yang ditunjukkan akibat keracunan insektisida pada umumnya yaitu kulit menjadi terdegradasi dan pecah, klitelium pecah serta menyusut.Hasil analisa probit menunjukkan LC 50 dari ketiga jenis insektida tersebut menunjukkan nilai yang berbeda-beda. LC 50 untuk insektisida BPMC memiliki toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua jenis insektisida lainnya yaitu sebesar 169,82 mg/kg. Insektisida karbosulfan memiliki nilai LC 50 173,78 mg/kg, sedangkan insektisida karbofuran memiliki nilai LC 50 paling rendah yaitu sebesar 188,21 mg/kg

    METAFORA GANDA PADA KATA MAJEMUK 935 BAHASA INGGRIS

    No full text
    The research on lexeme configurations of English compound in Indonesia has not touched the aspect of figurative language. Therefore, this research has done to fill the gap. Based on the research problem, this research is aimed to study and to describe the figurative language in the lexemes of compound word of English language on the view of: (1) the structure pattern of Adjective + Noun in compound Word (2) the structure pattern of Noun + Noun in compound word, (3) the structure pattern of Noun + Adjective in compound word, (4) the figurative language on modifier lexemes in compound word, (5) the figurative language on lexemes of the head unit in compound word, (6) the figurative language on lexemes both modifier and the head unit in compound word. The theories applied in this research is eclectic. Structural morphology theory used to study the form of structure in compound word. Cognitive semantic theory used to study the lexemes from the aspect of figurative language in modifier unit, in the head unit of compound word, or in both (modifier unit and the head unit of compound word) as the compound word which convey the idiomatic meaning. The research method used in this research is descriptive. The method of study applied is distribution method, substitution, extension and insertion as a base to differentiate between a compound word from noun phrase. The results of research show that compound word in English (1) have the structure pattern as Adjective + Noun, Noun + Noun and Noun + Adjective, (2) compound word in English with figurative language on lexeme of modifier have formula N2 = N1 or N2 is N1 metaphorically, (3) compound word in English with figurative language on lexeme of head unit have the formula as follow; N1 is \u27 navigation\u27 lexeme that becomes a base of changing in a referent (literal meaning) in those compound words or N1 is a \u27navigation\u27 lexeme that becomes a base in creating the form of metaphor which is intended in N2 so that results in the figurative language, (4) compound word in English with lexeme of figurative language in modifier unit or in the head unit will results in the change of meaning, that is a transfer of meaning from literal meaning towards idiomatic meaning. The creation of idiomatic meaning stands from the root of metaphor which represented in each lexemes in the compound words as their constituent

    PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DAIRY LEARNING MENGGUNAKAN DOKEOS

    Get PDF
    Permintaan susu impor terus semakin meningkat sedangkan produksi susu segar dalam negeri peningkatannya tidak sebanding dengan permintaannya. Ini menunjukkan bahwa terdapat prospek yang cukup cerah terhadap agribisnis sapi perah di Indonesia. Sayangnya prospek ini tidak diimbangi oleh peningkatan kemampuan para peternak sapi perah, sehingga peternakan sapi perah masih sulit untuk berkembang. Pemeliharaan sapi perah merupakan pengetahuan yang paling mendasar untuk menghasilkan susu sapi yang tinggi kualitas dan kuantitasnya sebagai indikator keberhasilan peternakan sapi perah, sehingga akan dibuat sebuah pembelajaran jarak jauh tentang pemeliharaan sapi perah. Penelitian ini menggunakan tinjauan teknologi e-learning menggunakan game dan simulasi untuk pembelajaran bagi para peternak sapi perah yang sudah berpengalaman dengan komputer. Selanjutnya, dilakukan proses analisis, perancangan Learning Management System (LMS), perancangan simulasi, implementasi sistem dan pengujian sistem secara fungsional dan pemodelan sistem menggunakan UML. Setelah dilakukan pengujian terhadap kinerja Dairy Learning ini , ternyata sistem dapat mendukung fungsi pendaftaran pemakai sebagai peserta, guru atau admin. Ketika proses login, sistem dapat mendeteksi setiap pengguna berdasarkan hak aksesnya masing-masing, dapat menampilkan daftar mata pelajaran, materi pelajaran, latihan, tugas, game, forum diskusi dan lain-lain menggunakan web browser. Pada materi pemeliharaan sapi perah, dapat ditampilkan simulasi pemeliharaan sapi perah sehingga peserta bisa mengakses dan mencoba simulasi tersebut dan fungsi – fungsi dalam simulasi pemeliharaan dapat berjalan sesuai skenario awal

    UJI TOKSISITAS EKSTRAK DARI KULIT BATANG Aglaia glabrata DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

    Get PDF
    Tumbuhan Aglaia glabrata adalah spesies dari keluarga Meliaceae. Pada penelitian pertama ini akan dilakukan uji pendahuluan toksisitas terhadap ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol kulit batang A. glabrata menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kulit batang segar dikeringkan dan digerus kemudian ditimbang sebanyak 2,5 kg diekstraksi menggunakan metode maserasi, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol (344 g) dipartisi dengan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol selanjutnya dilakukan uji toksisitas awal. Ekstrak n-heksana (21,7066 g) difraksinasi dengan kromatografi cair vakum (KCV) dengan sistem eluen gradien 10% selanjutnya fraksi-fraksi tersebut dikelompokan berdasarkan hasil KLT. Selanjutnya fraksi C (5,2214 g) difraksinasi kembali menggunakan Kromatografi kolom gravitasi (KKG). Hasil dari fraksinasi n-heksana yaitu fraksi C3 (1,0515 g) diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia yang selanjutnya diuji toksisitas. Data mortalitas Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50). Ekstrak dikatakan toksik apabila nilai LC50 < 1000 ppm. Hasil dari penelitian menunjukan pada ekstrak n-heksana dan hasil fraksinasi dari kulit batang A. glabrata memiliki tingkat toksisitas terhadap A. salina. Nilai toksisitas ekstrak n-heksana yaitu dengan nilai LC50 221,341 ppm, dan hasil fraksinasi C3 (5) dengan nilai LC50 217,948 ppm dengan kendungan kimia yang terdapat pada kulit batang A. glabrata adalah golongan steroid, triterpenoid, dan flavonoid

    NILAI TOTAL KETAKTERATURAN TOTAL DARI DUA COPY GRAF BINTANG

    Get PDF
    Misalkan graf dan adalah suatu bilangan bulat positif. Pelabelan- total pada G adalah suatu pemetaan . Bobot sisi di bawah pemetaan , dinotasikan dengan dan didefinisikan sebagai . Bobot titik di bawah pemetaan , dinotasikan dengan dan didefinisikan sebagai Suatu pelabelan- total pada dikatakan tak teratur sisi atau tak teratur titik, berturut-turut, jika bobot setiap sisi berbeda atau bobot setiap titik berbeda. Nilai total ketakteraturan sisi dari , dinotasikan dengan , adalah nilai terkecil sehingga suatu graf G memiliki pelabelan- total tak teratur sisi. Nilai total ketakteraturan titik dari , dinotasikan dengan , adalah nilai terkecil sehingga suatu graf G memiliki pelabelan- total tak teratur titik. Dua pelabelan tersebut diperkenalkan oleh Ba a, Jendro , Miller, dan Ryan pada tahun 2007. Selanjutnya, Marzuki, Salman, dan Miller mengkombinasikan kedua pelabelan di atas ke dalam suatu pelabelan baru yang dinamai pelabelan- total tak teratur total. Suatu pelabelan- total pada dikatakan tak teratur total, jika bobot setiap sisi berbeda dan bobot setiap titik berbeda. Nilai total ketakteraturan total dari , dinotasikan dengan , adalah nilai terkecil sehingga memiliki pelabelan- total tak teratur total. Pada makalah ini, ditentukan nilai total ketakteraturan total dari dua copy graf bintang

    STUDI TENTANG PEMODELAN ARUS LALU LINTAS

    Get PDF
    Permasalahan transportasi saat ini masih menjadi pemasalahan utama pada setiap negara, khususnya negara berkembang. Masalah transportasi dihadapkan pada fenomena kemacetan, banyaknya polusi yang dihasilkan oleh kendaraan, sampai kepada masih tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas tiap tahunnya. Hal ini, bukan saja disebabkan oleh perilaku pengemudi jalan raya saja, akan tetapi perencanaan arus lalu lintas pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya. Salah satu alternatif penyelesaian untuk dapat mengatur dan memanajemen arus lalu lintas adalah dengan memodelkan arus lalu lintas serta mensimulasikannya dalam komputer sehingga dapat diperoleh prediksi-prediksi yang akan terjadi pada simulasi tersebut. Studi literatur mengenai pemodelan dan simulasi arus lalu lintas terus berkembang sejak setengah abad yang lalu dalam upaya memperoleh sebuah pemodelan yang akurat dan mewakili fenomena yang terjadi sebenarnya. Pemodelan arus lalu lintas berbasis komputer dapat dibagi menjadi tiga skala utama, yaitu: mikroskopik, mesoskopik dan makroskopik. Pada skala mikroskopik, pemodelan arus lalu lintas digambarkan sedetail mungkin yang mencakup perilaku setiap kendaraan dan interaksinya. Pada paper ini dilakukan survey terhadap penelitian terdahulu yang membahas mengenai pemodelan arus lalu lintas pada skala mikroskopik. Pada bagian pertama akan dijelaskan gambaran dan pemahaman mengenai pemodelan arus lalu lintas, pemahaman mengenai model mikroskopik arus dan beberapa penelitian mengenai model yang sudah dikembangkan untuk simulasi mikroskopik beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, dilakukan pembahasan mengenai pemodelan arus mikroskopik dihubungkan dengan permasalahan transportasi yang ada di Indonesia. Pada paper ini juga memberikan kemungkinan pengembangan penelitian lebih lanjut untuk model mikroskopik lalu lintas

    KONSEP TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN SERVICE QUALITY DALAM PENGEMBANGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM (Sebuah konsep Pengembangan TQM dan SQ untuk Fakultas Sains dan teknologi)

    Get PDF
    Quality is at the top of most agenda and improving quality is probably the most important task facing any situation. Of course, we all know quality when we experience it, but describing and explaining it is a more difficult task. In our everyday life, we usully take quality for granted, especially when it is regularly provided. The best organizations, whether public or private, understanding quality and know its secret. While, service quality characteristics especially education, are more difficuli to define than those for physical products. This because the in¬clude many important subjective elements. For purposes of analysing quality it is more appropriate to view education as a service industry than as a production process. In TQM, staff members are known as internal customers and students or learners are primary external customesr or clients. This article describes Total Quality Management and Service Quality for improving higher education organization. Two cases in Total Quality Management, and Service Quality are discussed and analyzed to show a little example of higher education organization in Indonesia that has not been performed Total Quality Management and Service Quality yet. The Result of the analysis proves this. Then, authors also show how Total Quality Management as the philosophy can be achieved in higher education organization.quality culture

    STUDI POPULASI DAN DISTRIBUSI KUKANG JAWA (Nycticebus javanicus, E. Geoffroy, 1812) DI TALUN DESA SINDULANG KECAMATAN CIMANGGUNG SUMEDANG JAWA BARAT

    Get PDF
    Kukang jawa (Nycticebus javanicus) adalah primata yang termasuk famili Lorisidae. Saat ini kukang dikategorikan sebagai satwa langka dan terancam punah. Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan populasi dan distribusi kukang jawa yaitu adanya penebangan pohon atau penyeragaman tanaman. Talun merupakan salah satu tempat yang dijadikan kukang jawa sebagai habitat hidupnya. Lokasi yang memiliki kawasan talun yang cukup luas yaitu Desa Sindula Kecamatan Cimanggung Sumedang Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui populasi dan distribusi kukang jawa yang terdapat di Talun Desa Sindula Kecamatan Cimanggung Sumedang Pengumpulan data distribusi dilakukan dengan memetakan koordinat lokasi-lokasi ditemukannya kukang jawa. Densitas dan kepadatan populasi kukang jawa dihitung dari total individu dibagi dengan luas lokasi penelitian. Luas daerah yang dihitung adalah luas perkiraan area yang dijadikan lokasi penelitian yang diduga terdapat kukang jawa. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan terdapat 21 individu kukang jawa di Desa Sindulang yang tersebar di blok Jamuaer dan blok Leuwiliang, sedangkan pada blok Cigumentong, blok Ciseupan,dan blok Sindulang tidak ditemukan kukang jawa. Kepadatan populasi kukang jawa di Talun Desa Sindulang adalah 0.41 individu/ha

    DESKRIPSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BERUSAHATANI PADI PANDAN WANGI (Oryza sativa L) DI KALANGAN PETANI (Studi Kasus pada Petani Lapisan Atas dan Lapisan Bawah Berdasarkan Luas Lahan di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur )

    Get PDF
    This research aim to know the farmer base for in Pandan Wangi Paddy rice farming, farming acceptance and also its earnings. The analysis unit is rice field farmer Pandan Wangi Paddy at season plant 2012. Farmer of sample selected at random high rice modestly (Stratified Random Sampling) and size measure of sample farmer to eachevery strata used high rice random modestly with allocation of sample which is proportional (Proportionate Stratified Random Sampling). Matter which base on farmer in laboring paddy Screw pine Fragrant farming relate to situation of place and environment owning excellence, beside apropos of domicile economic aspect which concerning price, domiciling technical aspect which concerning domination of technique of Paddy farming Screw pine Fragrant and follow fomentation of PPL or government, and also pushed by farmer characteristic and family which concerning make-up of the quality of family life, availability of labor, and also follow will desire owner of farm. Evaluated from wide of the ownership of farm, of farmer of flake and also farmer of substratum, economic aspect represent dominant matter which base on farmer in laboring Paddy Screw pine Fragrant farming. Farmer of flake, situations of very compatible local nature represent the basis for strong also. however at farmer of substratum, domination of technique of farming represent the basis for strong also in laboring Paddy Screw pine fragrant farming. Acceptance of Paddy Screw pine fragrant concerning is ready of production facilities and basic facilities, production process, handling of result and also marketing. Availability of agriculture facilities and basic facilities obtained from capital alone and capital from outside. Input allocations in course of production have as according to fomentation, however in the case of manure and seed not yet as according to fomentation. Most farmers not yet used seed from result of purification and also usage of manure dose and type which not yet according to fomentation. Level of storey; level earnings of farmer of flake range from Rp 5.709.312 up to Rp 17.336.436. while farmer of substratum have earnings storey; level ranging from Rp 571.634 up to 6.771.342

    PENGARUH CO2 TERHADAP PERTUMBUHAN STAURASTRUM sp

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi CO2 terhadap pertumbuhan sel mikroalga air tawar Staurastrum sp. Kultur dilakukan dalam skala laboratorium pada tabung Erlenmeyer yang telah berisi Medium Basal Bold (MBB). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 3 taraf : induksi karbondioksida (CO2), induksi udara, dan kontrol (tanpa perlakuan). Pertumbuhan sel Staurastrum sp pada perlakuan induksi udara mencapai puncak yang sama dengan kontrol pada hari ke-11, dengan kepadatan selnya 1.063.166 sel.ml-1 dan pada kontrol 385.833 sel.ml-1. Pada perlakuan induksi CO2 puncak pertumbuhan ada dua yaitu hari ke-9 dengan kepadatan sel 772.793 sel.ml-1 dan pada hari ke-13 sebesar 436.888 sel.ml-1. Laju pertumbuhan kultur sel Staurastrum sp maksimal pada perlakuan induksi CO2 yaitu 1,59 pembelahan sel.hari-1 pada hari ke-6,87, pada perlakuan induksi udara yaitu 1,49 pembelahan sel.hari-1 pada hari ke-7,69, dan pada kontrol yaitu 1,05 pembelahan sel.hari-1 pada hari ke-3,96. Pada akhir pengamatan, pH medium kultur dengan perlakuan induksi CO2 mencapai angka 9,1 pada perlakuan induksi udara 8,3 dan pada kontrol 7,6. Biomassa tertinggi sel Staurastrum sp pada perlakuan induksi CO2 2,4 g.l-1 diikuti perlakuan induksi udara 2,1 g.l-1 dan kontrol 1,6 g.l-1. Kadar klorofil tertinggi dari sel Staurastrum sp pada perlakuan induksi CO2 10,70 mg.l-1 diikuti pada perlakuan induksi udara 10,57 mg.l-1 dan kontrol 7,84 mg.l-1

    157

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ISTEK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇