JURNAL ISTEK
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
POLA DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG CIREUNDEU KOTA CIMAHI JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi singkong dan produksi rasi sebagai makanan pokok, menganalisis pola diversifikasi konsumsi pangan keluarga, menganalisis tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein serta mencari kemungkinan pengaruh faktor sosial ekonomi dan budaya terhadap tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein keluarga di kampung Cireundeu. Penelitian telah dilakukan pada keluarga dengan makanan pokok rasi (beras singkong) di masyarakat adat kampung Cireundeu Desa Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan 40 keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey explanatori, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur, dengan faktor-faktor sosial ekonomi dan budaya yang diduga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein adalah pendapatan, pengeluaran pangan, besar keluarga, pendidikan ibu, umur ibu dan pengetahuan gizi ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi singkong di Kampung Cireundeu pada tahun 2011 mengalami penurunan yang tajam yaitu sebesar 3 ton per hektar bila dibandingkan dengan produksi tahun 2006 sebesar 10 ton per hektar. Penurunan ini diakibatkan oleh hama kumbang uret atau “kuuk†(Exopholishipoleuca). Produksi rasi sebagai makanan pokok tahun 2011 masih mencukupi yaitu 13,5 ton, sedangkan total kebutuhan konsumsi pada tahun 2011 sebesar 7,2 ton. Jenis pangan yang dominan dikonsumsi oleh keluarga terdiri dari makanan pokok rasi, tempe, tahu, ikan asin dan sayuran. Masyarakat adat Cireundeu masih memiliki motivasi yang tinggi untuk tetap mengkonsumsi rasi sebagai makanan pokok dengan kebiasaan makan tiga kali sehari pada waktu pagi, siang dan sore. Tingkat konsumsi gizi masyarakat adat Cireunde dengan pangan pokok rasi dalam kategori baik, penetapan ini berdasarkan tingkat konsumsi energi 89,5% dan tingkat konsumsi protein 112,3%. Faktor dominan yang mempunyai pengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi energi adalah pengetahuan gizi ibu. Sedangkan faktor pendidikan ibu dan pengetahuan gizi ibu secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi protein
STRUKTUR DAN FUNGSI EKSOPOLISAKARIDA DALAM SIMBIOSIS LEGUM-RHIZOBIUM
Rhizobia memproduksi eksopolisakarida (EPS) untuk pembentukan nodul pemfiksasi nitrogen pada tipe nodul-legum indeterminate. EPS berperan dalam invasi dan perkembangan nodul, pelepasan bakteri dari benang infeksi, perkembangan bakteroid, dan penekanan terhadap respons pertahanan tanaman dan perlindungan terhadap senyawa anti microbial tanaman. Sintesis dikontrol oleh gen-gen exo, exs, exp, atau pss yang terdapat pada megaplasmid rhizobia atau kromosom Eksopolisakarida rhizobia merupakan polimer heteropolisakarida spesifik spesies yang mengandung gula yang dapat disubstitusi dengan sisa non-karbohidrat dan terdiri dari unit ulangan tujuh sampai sembilan sisa heksosa. Succinoglycan (EPS I) dan galactoglucan (EPS II) merupakan EPS rhizobia yang memiliki struktur dan sintesis berbeda. Succinoglycan tersusun dari unit berulang octasaccharida yang berisi satu galaktosa dan sisa tujuh glukosa dan digabungkan oleh ikatan β-1,3, β-1,4 dan β-1, 6 glycosidic dan . Galactoglucan merupakan polimer unit berulang disakarida dengan ikatan α-1,3 dan β-1,3 glycosidic EPS I disintesis pada kondisi normal, sedangkan EPS II disintesis pada saat kekurangan P atau terjadi mutasi pengatur gen mucR atau expR. EPS I dan II disekresikan kedalam fraksi utama dengan dua sub unit polimerisasi berbeda, yaitu : 1) yang memiliki berat molekul tinggi (HMW) dan 2) yang memiliki berat molekul rendah (LMW).
Pada mutan defisien EPS pembengkokan rambut akar dan pembentukan benang infeksi dapat terus berjalan dengan bantuan penambahan LMW EPS dan koinokulasi. Keberhasilan koinokulasi bergantung pada kemampuan strain rhizobia dalam menghasilkan EPS identik dan struktur kimia yang sama, serta memiliki jumlah pasangan EPS- Nod+ dan EPS+Nod- sama
CLIQUE MAKSIMAL SEBAGAI KONSEP DASAR PEMBUATAN ALGORITMA CLIQUE-BACK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH N-RATU
Masalah N-ratu adalah suatu masalah penempatan ratu sebanyak N pada papan catur berukuran NxN dengan syarat tidak ada dua ratu yang saling menyerang. Banyak pendekatan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah ini. Pada makalah ini digunakan pendekatan teori graf berdasarkan konsep clique maksimal sebagai metode penyelesaian masalah. Metode ini selanjutnya dijadikan dasar untuk membuat algoritma. Agar solusi lebih cepat diperoleh, maka digunakanlah algoritma backtracking. Penggabungan antara algoritma yang menggunakan konsep clique maksimal dan algoritma backtracking tersebut dinamakan algortima clique-back. Tidak seperti algoritma pada umumnya yang meletakkan satu-per-satu ratu pada kotak papan catur dan memeriksanya agar memenuhi syarat, algoritma ini justru seolah-oleh menempatkan ratu pada setiap kotak, kemudian mengeliminasinya (sesuai syarat) hingga akhirnya diperoleh solusi (jika ada). Proses eliminasi tersebut menyebabkan solusi yang diperoleh lebih cepat
SIFAT-SIFAT RUANG HASIL KALI DALAM-n KOMPLEKS
Inner product is an important concept to learn the properties of geometry in the plane or space. Its can be generalized to n-inner product spaces. This paper will reprove the properties of n-inner product spaces
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENYELEKSI CALON SISWA MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)
Tujuan dari penelitian ini adalah membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam penyeleksian calon siswa menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Model pengembangan sistem yang digunakan adalah Model Sekuensial Linear oleh Roger S Pressman. Hasil penelitian ini adalah sistem yang mampu memberikan dukungan keputusan dalam menyeleksi calon siswa berdasarkan Haisl UAS, Nilai UN, Keahlian, Wawancara, Psikotest dan Tes Phisik
RESPONS TANAMAN PADI ORGANIK (Oryza sativa L.) TERHADAP BAKTERI PELARUT FOSFAT (BPF) DAN MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA)
An experiment was conducted to study growth and yield of organic rice with BPF and MVA. The experiment was carried out at field Sindangreret, Cileunyi , Bandung, from july 2010 up to November 2010. Randomized block design with factorial pattern was used with three replications to study effect complete combinations BPF at three levels (b0 = 0 BPF, b1 = Pseudomonas diminuta, dan b2 = Pseudomonas cerevisiae ) with four levels MVA (m0 = 0 MVA, m2 = 10 t/ha, m3 = 15 t/ha dan m4 = 20 t/ha). Result showed there are no interaction effect between the application of BPF and MVA. Although there is significant effect an main effect of growth and yield. BPF proveed to be the highest effect on plant height, or number vegetative, dry plant weight, weight of dry harvest grain rice NPK absorption, and the mean growth rate. MVA proveed to be the highest effect on plant height, on number vegetative, dry plant weight, proved to be the highest effect an weight of dry harvest grain rice
STUDI DESAIN REAKTOR AIR BERTEKANAN (PWR) BERUKURAN KECIL BERUMUR PANJANG BERBAHAN BAKAR THORIUM
Penelitian desain small long-life PWR berukuran kecil, berumur panjang, berbahan bakar thorium sudah berhasil dilakukan. Riset ini merupakan kelanjutan riset sebelumnya dengan melakukan survei parameter dan optimasi untuk disain teras pada daya sebesar 350 MWt. Teras didisain agar dapat beroperasi secara kritis 10 tahun tanpa pengisian bahan bakar. Reaktor termal kecil dapat beroperasikan dengan waktu yang lama tanpa refueling denga cara memilih bahan bakar dengan internal conversion ratio besar dan ekses reaktivitas rendah selama waktu operasi. Oleh karenanya ada tiga strategi yang akan dilakukan seperti memanfaatkan thorium cycle, memakai konsep tight lattice dan menambahkkan burnable poisson Protactinium-231 dalam bahan bakar. Pada penelitian ini akan dilakukan survei parameter untuk fraksi bahan bakar dari 35% sampai dengan 65%, konsentrasi U-233 dan Pa-231 yang variatif dan optimasi neutronik juga akan dilakukan untuk mereduksi ukuran geometri teras aktifekses reaktivitas seoptimal mungkin dengan distribusi daya yang merata. Perhitungan cell dan difusi multigrup pada penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan kode SRAC-COREBN yang dikembangkan oleh JAERI dengan memanfaatkan data nuklida JENDL-3.2/3.3
TEOREMA TITIK TETAP BANACH
Ruang Banach menjamin setiap barisan akan konvergen ke vektor di ruang tersebut. Barisan iterasi yang kontraktif menjamin bahwa barisan tersebut akan konvergen ke suatu titik. Kedua hal di atas yang menjamin keberadaan titik tetap pada operator kontraktif di ruang Banach. Selain menunjukkan titik tetap pada ruang Banach, akan diberikan juga beberapa aplikasi titik teta
STUDI KARAKTERISTIK SILIKA GEL HASIL SINTESIS DARI ABU AMPAS TEBU DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASAM KLORIDA
Abu ampas tebu merupakan limbah sisa pembakaran ampas tebu, apabila tidak dimanfaatkan dapat mencemari lingkungan sekitar. Kandungan silika yang cukup tinggi pada abu ampas tebu berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan silika gel. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis dan karakterisasi silika gel dari abu ampas tebu menggunakan metode sol−gel. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis silika gel dari abu ampas tebu dan mempelajari karakteristiknya. Penelitian ini diawali dengan pengabuan arang ampas tebu, dilanjutkan dengan pencucian abu ampas tebu dengan larutan asam klorida, dan pembuatan larutan natrium silikat dengan melarutkan abu ampas tebu ke dalam larutan natrium hidroksida dengan pengadukan dan pemanasan selama 1 jam. Filtrat natrium silikat yang terbentuk ditambahkan tetes demi tetes larutan asam klorida dengan variasi konsentrasi asam klorida hingga campuran mencapai pH 7. Gel yang terbentuk didiamkan selama 18 jam, ditambahkan akuades, disaring dan dicuci kembali dengan akuades, serta dikeringkan dalam oven dengan suhu 80 °C selama 12 jam. Gel yang telah kering digerus dengan mortar. Karakterisasi silika gel dilakukan dengan penentuan kadar air total dan kapasitas adsorpsi air. Identifikasi gugus fungsi dan struktur masing-masing diidentifikasi dengan menggunakan spektroskopi infra merah (FTIR) dan difraksi sinar-X (XRD). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa karakteristik berdasarkan kadar air total dan kapasitas adsorpsi air pada silika gel hasil sintesis yang paling mirip dengan kiesel gel 60G adalah silika gel hasil sintesis dengan asam klorida pada konsentrasi 0,8M (SG08). Hasil karakteristik menunjukkan bahwa silika gel hasil sintesis tersebut mempunyai kadar air total dan kapasitas adsorpsi air sebesar 11,5490% dan 0,0918 gH2O/g. Hasil karakterisasi gugus fungsi dengan spektroskopi inframerah menunjukkan bahwa silika gel hasil sintesis mempunyai kemiripan dengan kiesel gel 60G dan memiliki struktur amorf
ANALISIS DINAMIKA SIRKUIT CHAOS 3-D AUTONOMOUS SERTA APLIKASINYA UNTUK NAVIGASI MOBILE ROBOT
Makalah ini menyajikan sebuah sistem 3-D autonomous baru dengan istilah empat kuadrat. Sistem dengan lima titik ekuilibrium memiliki perilaku dinamika chaos kompleks. Hal ini dapat menghasilkan banyak attractor chaos tunggal yang berbeda dan attractor chaos ganda dengan mengubah parameter kontrol pembangkit sinyal chaos. Perilaku dinamis yang kompleks dari sistem yang diteliti lebih lanjut dengan cara menganalsis diagram fase, spektrum Lyapunov eksponen, sistem dissipative, diagram bifurkasi dan peta Poincaré. Rangkaian fisik hasil pendekatan eksperimen menggunakan MultiSIM 10.0 dari attractor chaos menunjukkan hasil yang sama dengan simulasi numerik menggunakan MATLAB 2010. Yang lebih penting orbit chaos yang padat dihasilkan oleh sirkuit ini akan memberikan sebuah fitur lintasan robot patroli yang tidak terduga, yang dimanfaatkan dalam pengontrolan fasilitas militer. Hal ini mendorong bagi kami untuk mengembangkan sistem robot cerdas. Pada sistem mobile robot patrol ini, sinyal chaos digunakan untuk mengontrol pergerakan arah robot dan diaplikasikan untuk robot patroli dalam bidang militer. Kelebihan robot bernavigasi chaos ini adalah karena robot ini merupakan robot autonomous digital, sehingga sistem program yang dibuat menggunakan mikrokontroler sebagai kendali geraknya. Selain itu, kami telah mengembangkam model matematika dari kinematika robot dan pendekatan validasi menggunakan MATLAB 2010