JURNAL ISTEK
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
PEMUTAKHIRAN KURIKULUM DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
Updating curriculum is a strategic and dynamic activity in order to increase the quality of education in all educational institutions, especially at university. The study is focused on updating curriculum at university as it is as a strategic educational institution and determines the preparation for qualified people in society. Besides, there is a right of owning the autonomy in educational organization. Many ways can be done by colleges when they want to update their curriculums, such as by using system approach. If this way is used, the colleges are able to conduct updating curriculum activity in planned and accountable way. It is in line with the spirit of the organization of higher education nowadays, to have clear and transparent planning, and become accountable. The activity of Updating curriculum is entirely done and divided according to the needs of the colleges. However, the activity of updating curriculum is obviously focused on considering of the substance competence formula and syllabus form, implementation, and evaluation system. By taking into account target, the curriculum can meet its function as the main of educational activity at university
UJI AKTIVITAS DAYA ANTIOKSIDAN BIOPIGMEN PADA FRAKSI ASETON DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris
oai:ojs2.journal.uinsgd.ac.id:article/167Biopigmen merupakan pewarna alami yang dihasilkan dari organisme hidup. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber biopigmen, selain itu mikroalga pada saat ini juga merupakan sumber biopigmen yang potensial. Mikroalga Chlorella vulgaris adalah jenis ganggang hijau atau Chlorophyta yang diketahui sebagai sumber biopigmen, yaitu klorofil yang digunakan pada proses fotosintesis. Peran biopigmen bagi manusia salah satunya adalah sebagai antioksidan. Antioksidan yaitu senyawa yang pada konsentrasi rendah dapat mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan jenis biopigmen serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (diphenilpycrylhydrazil). Ekstraksi biopigmen dari Chlorella vulgaris dilakukan dengan metode maserasi menggunakan aseton. Kemudian dilakukan kromatografi lapis tipis untuk mengidentifikasi keberadaan biopigmen dan spektrofotometer UV-Vis untuk penentuan secara kuantitatif jenis biopigmen yang terdapat pada mikroalga Chlorella vulgaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopigmen yang terkandung dari mikroalga Chlorella vulgaris adalah klorofil. Nilai IC50 vitamin C sebagai pembanding diperoleh sebesar 20.14 ppm sedangkan nilai IC50 dari fraksi aseton sebesar 57,25 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk meredam radikal bebas sebesar 50% membutuhkan konsentrasi antioksidan sebesar 57,25 ppm
EKSPLORASI, IDENTIDFIKASI, DAN PERBANYAKAN TANAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE GENERATIF DAN VEGETATIF
Tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tanaman obat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat dari segi bentuk, manfaat maupun khasiatnya, sehingga tanaman ciplukan di petani belum ada yang membudidayakannya secara komersial. Penelitian perbanyakan tanaman ciplukan menjadi hal penting sebagai awal untuk membudidayakannya secara komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbanyakan tanaman ciplukan secara generatif dan vegetatif. Penelitian pada cara vegetatif ini dilaksanakan di Kebun Jurusan Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak bulan Mei – Juni 2014, pada cara generatif dilakukan di Rajawali Timur Gang Dunguscariang Andir Bandung sejak bulan Juni – Juli 2014. Metode yang digunakan dengan cara eksperimental antara lain Cianjur, Garut, dan Bandung. Metode pertama menggunakan cara generatif yaitu dengan membuat benih sendiri dan uji viabilitas benih, metode kedua menggunakan vegetatif yaitu dengan cara stek runduk. Hasil penelitian menunjukan bahwa cara generatif yaitu warna cangkap benih berpengaruh terhadap persentase kecambah normal. Kecambah normal tertinggi pada cangkap kuning sebanyak 11,42%, agak kuning 6% dan cangkap kering 0%, sedangkan hasil penelitian pada cara vegetatif, tanaman ciplukan dapat diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu dengan cara stek runduk. Tanaman ciplukan dapat diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif
PENGEMBANGAN LAPISAN TIPIS TEMBAGA OKSIDA SEBAGAI BEAM DIVIDER PADA PERANGKAT PRAKTIKUM FISIKA (OPTIKA) DI MADRASAH/SEKOLAH
Beam divider (alat optik) adalah salah satu perangkat yang umum digunakan dalam pecobaan optika, misalkan interferometer Michelson-Morley. Beam divider berfungsi dalam membagi satu sinar laser menjadi dua sinar koheren, masing-masing sebesar 50% untuk refleksi dan transmisinya. Secara umum beam divider terbuat dari lapisan tipis logam pada permukaan kaca sehingga memiliki nilai reflektansi dan transmitansi yang baik dan dapat diatur. Penelitian ini ditujukan untuk mensintesis dan mengembangkan beam divider berbasis lapisan tipis tembaga oksida. Lapisan tipis tembaga disintesis menggunakan metoda spray pyrolysis pada beberapa variasi parameter seperti suhu, jarak spray terhadap substrat, konsentrasi larutan tembaga dan waktu sintesis. Parameter tersebut berpengaruh terhadap ketebalan lapisan dan nilai rasio transmisi dan refleksinya. Keberhasilan pembuatan lapisan tipis oksida tembaga ditandai dengan terbentuknya lapisan tipis berwarna kecoklatan yang tembus cahaya pada substrat kaca. Lapisan tipis tembaga oksida akan digunakan sebagai beam divider pada percobaan fisika (optika) di madrasah/sekolah, seperti percobaan interferometer Michelson-Morley
MEMBUMIKAN ETIKA LINGKUNGAN BAGI UPAYA MEMBUDAYAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB
Masalah lingkungan adalah masalah yang sangat penting saat ini. Sikap merendahkan kualitas lingkungan adalah langkah menuju kehancuran masa depan manusia. Kemudian alam harus diperlakukan secara manusiawi dengan rasa tanggung jawab bersama. Masalah ini memang tanggung jawab kolektif yang melibatkan setiap individu, keluarga, masyarakat dan bangsa. Sebagai budaya, semua tindakan manusia idealnya harus didasarkan pada nilai-nilai etika dan moral, dan ideal ini termasuk cara memperlakukan lingkungan. Untuk menumbuhkan manajemen lingkungan yang bertanggung jawab sehingga harus menjadi penting. Di sini kita menemukan nilai dasar etika lingkungan dalam menciptakan hubungan yang berbudaya antara manusia dengan lingkunganny
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA LEDAKAN KASUS MALARIA DI KECAMATAN CINEAM, KABUPATEN TASIKMALAYA PADA TAHUN 1998
Pada tahun 1998, kecamatan Cineam di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria dengan jumlah kasus mencapai 800 kasus sehingga Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) kecamatan Cineam berada pada stratifikasi High Case Incidence (HCI). Kondisi berbeda terjadi pada tahun 2009 dan 2010 dimana jumlah kasus yang terjadi adalah 15 dan 6 kasus, secara berurutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang menyebabkan KLB malaria tahun 1998. Metoda pengambilan data dengan (1) pencuplikan nyamuk Anopheles menggunakan CO2 Trap di 5 dari 10 desa pada kecamatan Cineam untuk mengetahui populasi nisbi dari nyamuk vektor malaria dan (2) wawancara dengan petugas pemberantasan penyakit menular (P2M) yang bertugas pada PUSKESMAS kecamatan Cineam saat KLB pada tahun 1998. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, dari 320 individu nyamuk Anopheles yang ditangkap, terdapat empat jenis nyamuk Anopheles dengan tingkat dominansi, Anopheles vagus (33,13%), Anopheles aconitus (28,75%), Anopheles barbirostris (23,75%), dan Anopheles kochi (14,38%) dimana hanya An. aconitus dan An. barbirostris yang merupakan vektor malaria. Keberadaan nyamuk Anopheles ini didukung oleh faktor klimat serta keadaan lingkungan setempat yang menyediakan feeding place, resting place, dan breeding site bagi nyamuk Anopheles. Walaupun demikian, keberadaan populasi nyamuk Anopheles bukan merupakan faktor utama penyebab KLB malaria, melainkan rendahnya pemahaman masyarakat pada penyakit ini. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya tingkat prevalensi malaria yang sangat rendah (Low Case Incidence) yaitu pada tahun 2009 dan 2010 (sebesar 0,44‰ dan 0,18‰ secara berurutan) setelah dilakukan penanggulangan penyebaran malaria dalam bentuk penyuluhan pada warga sejak KLB pada tahun 1998
APLIKASI MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN MEMBACA, MENULIS, BERHITUNG (CALISTUNG)
The future of information technology will involve a lots of using advance information technology and high speeds of communication technology within global network. With the basic of multimedia technology and supporting by advance high speeds computer system, the service information system may be published into more interest and real form within multimedia information form, also easy to manage and use for personal computer. Method of Development of peripheral of application multimedia use the Luther (Sutopo, 2003) method that is process used to assist the software developer in forming model from software which must be made. In this application making, using force in the form of aid of application of processor media draw the, animation, and also authoring consisted of by the Adobe photoshop, Adobe Director, Adobe Flash, and processor application voice the Sony Vegas. Interactive learner multimedia which helped by computer can help students to learn and understand how to read, write, and calculate. One of those interactive multimedia has been made to helps children in learning read, write, and calculate. Those multimedia program made by compound some animation, picture, film, and games which connected to material for reading, writing, and calculating. The virtual picture is used for children to understand and learn from the material by comparing with a real things in our life. This interactive learner multimedia was packed in compact disc form, which can operated with computer. Those interactive multimedia program built for children in PAUD grade especially in TK Kencana Sukabumi. With existing of this application hoped can give plus point for child and also for the other media in learner
EFEKTIVITAS SARI KEDELAI HITAM (Glycine soja sieb) SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL
EFFECTIVENESS OF THE BLACK SOYBEAN EXTRACTS AS A FUNCTIONAL FOOD. Black soybean (Glycine soja sieb) has potential as functional food. This is because it have carbohydrates as a source of nutrition (prebiotic) for lactic acid bacteria (probiotic). This research was to determine the effectiveness of the black soybeans extracts as a medium for the growth of lactic acid bacteria, namely Lactobacillus lactis. Sampling is done on fermentation at the 0, 24, 48 and 72 for analysis of total acid, glucose levels and the number of bacteria. Analysis of the levels of lactic acid by qualitative and quantitative methods tertitrasi while total acid, glucose levels by methods Luff Schoorl and the number of bacteria using UV-Vis spectrophotometer. Fermentation extracts black soybeans by Lactobacillus lactis for 72 hours of earned value increased lactic acid levels. Reducing sugar content of both the substrate decreases. The number of bacteria Lactobacillus lactis increased to 72 hours. From the data obtained is known that black soybean extract is effective as a functional food
MODEL EOQ FUZZY DENGAN FUNGSI TRAPESIUM DAN SEGITIGA MENGGUNAKAN BACKORDER PARSIAL
Masalah umum setiap perusahaan adalah sistem pengendalian persediaan, oleh karena itu untuk mengatasi pengendalian persediaan metode yang digunakan adalah metode EOQ. Sedangkan pada setiap masalah sistem persediaan terkadang ada kekurangan informasi mengenai biaya-biaya yang sudah ada, maka untuk hal ini cara tepat yang akan digunakan yaitu model EOQ menggunakan fuzzy dimana model EOQ fuzzy dapat memperkirakan biaya-biaya dengan fungsi keanggotaan fuzzy trapesium dan segitiga. Fungsi keanggotaan trapesium dan segitiga memiliki beberapa titik nilai keanggotaan untuk memperkirakan biaya-biaya. Pemodelan EOQ yang akan disederhanakan yaitu model EOQ backorder parsial. Model EOQ backorder parsial merupakan bagian model EOQ deterministik dimana setiap kali kekurangan persediaan dapat diketahui sebelumnya. Hasil nilai EOQ fuzzy dengan menggunakan fungsi keanggotaan trapesium dan segitiga menggunakan backorder parsial akan lebih tinggi dibandingkan nilai EOQ tanpa menggunakan fuzzy. Hal ini terjadi akibat penggunaan fungsi keanggotaan dalam fuzzy yang memiliki beberapa titik nilai untuk memperkirakan biaya-biaya
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KNOWLEDGE MANAGEMENT UNTUK MEMBENTUK SHARING CULTURE PADA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SGD BANDUNG
Currently existing information systems at the Faculty of Science and Technology UIN SGD Bandung focused on academic information systems only. While the use of academic information outside together in order to support service to consumers and sharing knowledge are still rare. Application service is an information management system and a web-based desktop dedicated to the educational institutions to simplify the complexity of the administrative process and take advantage of efficiencies in education-related activities. Application service is a customized software provided with many modules integrated automaton cycle of student life, academic systems, financial management systems and staff. It is very suitable for various educational institutions including universities