49728 research outputs found
Sort by
Perancangan kandang kalkun 1 sampai 3 bulan
Perkembangan budidaya kalkun di Indonesia masih sangat sedikit sedangkan banyaknya permintaan pasar, didasari kurangnya pemahaman peternak mengenai tata cara memelihara dan kandang anak kalkun yang tidak tepat menyebabkan tingginya tingkat kematian anak kalkun antara umur 1-3 bulan. Perancangan ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan kalkun 1-3 bulan dan membuat rancangan kandang kalkun yang sesuai. Sampel perancangan ini adalah para peternak kalkun di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Platform Facebook “Komunitas Kalkun Magelang”,”Paguyupan Peternak & Jual Beli Ayam Kalkun Yogyakarta” dan “Kalkun Mania Jogja”. Metode pengumpulan sampel ini dilakukan dengan metode survey melalui kuesioner. Responden perancangan ini terkumpul sebanyak 21 responden yang memenuhi kriteria. Hasil dari perancangan ini menunjukkan bahwa kandang dengan aplikasi pengatur suhu dan pemberi pakan otomatis pada gadget memudahkan peternak untuk memantau perkembangan. Selain itu, kandang yang dibuat menggunakan bahan dasar besi yang dapat dikembangkan dari ukuran kecil menjadi besar untuk bisa memaksimalkan fungsi kandang sehingga dapat meminimalisir kematian anak kalkun
Eksplorasi bentuk monster dalam seni patung
Realita menampilkan banyak visual, seperti manusia tumbuhan,bangunan dll. Adapun pemahaman secara empiris terhadap objek-objek yang ditemui mengantarkan penulis pada pembacaan baru pada makna eksistensi terhadap objek ,lebih seringnya manusia. Hakikat manusia untuk hidup secara social mendorong penulis cenderung memiliki kecondongan berimajinasi dalam bentuk antropomorfik. Kumpulan visual pada memori ingatan penulis, menumpuk dan kadang saling sublime antara satu dengan lainnya, sehingga imajinasi bergerak mengeksplorasi kemungkinan visual baru. Eksplorasi imajinasi penulis menghasilkan figure-figur monster baru. Penulisan ini mencoba menjelaskan terkait proses eksplorasi visual, kebaruan dizaman post modern merupakan sebuah kemustahilan, karena semua sudah pernah dibuat. Maka eksplorasi bentuk monster dalam patung yang berdasar memori penulis diharap menjadi suatu usaha yang autentik. imajinasi tidak terlepas dari gudang ingatan ,maka eksplorasi bentuk monster sepenuhnya didasari oleh imajinasi penulis. Konsep penciptaan karya Eksplorasi Bentuk Monster menekankan seni sebagai media ungkap perasaan dan pemikiran penulis. Karya ini diharapkan menjadi suatu pembacaan baru terhadap empiris penulis
Kesan Garis dalam Genre Musik Melalui Intentional Camera Movement pada Fotografi Panggung
Fotografi panggung berkembang pesat seiring dengan perkembangan musik dan fotografi. Fotografi adalah cara untuk mengabadikan momen pada konser dan festival musik karena dapat menjadi media untuk mengekspresikan seni melalui visual. Setiap genre musik memiliki karakteristik yang berbeda, dan diperlukan eksperimentasi dalam fotografi untuk menangkap esensi berbagai genre musik tersebut. Tujuan penciptaan karya ini untuk menciptakan representasi visual dengan efek gerak supaya dapat menunjukan karakteristik atau ciri khas pada genre musik menggunakan intentional camera movement. Metode yang digunakan adalah observasi terkait penampil, panggung, dan lokasi pemotretan, lalu eksplorasi melakukan brainstorming untuk menghasilkan ide terkait konsep visual, selanjutnya prototyping pada proses eksperimentasi yaitu pembuatan foto menggunakan intentional camera movement dari ide konsep visual yang sudah didapatkan, lalu proses perwujudan mulai melakukan produksi sesuai konsep yang sudah ditentukan. Eksperimentasi penggunaan intentional camera movement menjadi salah satu cara yang menarik dan inovatif untuk menciptakan karya fotografi panggung, karena meningkatkan sisi artistik dan dapat mengkomunikasikan esensi dari berbagai genre musik. Intentional camera movement dapat menunujukan karakter dari genre musik pada penampil, dalam kegiatan konser atau festival musik. Garis cahaya yang terbentuk dari gerakan kamera, dan penggunaan kecepatan rana rendah menghasilkan kesan pada foto. Kesan yang terbentuk dapat merepresentasikan karakter dari berbagai genre musik
Perancangan Interior Kantor Perusahaan Ritel Fashion PT Sembilan Ohm Sembilan di Jakarta Pusat
PT Sembilan Ohm Sembilan atau yang kerap disebut dengan PT SOS merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri fashion yang mendistribusikan beberapa brand luar negeri ke Indonesia. Brand pakaian yang didistribusikan oleh perusahaan tersebut yakni brand otentik seperti Carhartt, Superga, Fred Perry, Nudie Jeans Co, dan lainnya. Menilik ke dalam interior kantor, PT SOS belum dirasa mampu memenuhi kebutuhan dari aktivitas kantor yang beragam. Lebih lanjut, tampilan interior kantor PT SOS cenderung kurang menarik dan monoton karena tidak mencerminkan image brand yang dinaungi PT SOS. Mengangkat konsep ‘Interactive Installation Art’ dengan pendekatan flexible space pada perancangan interior kantor PT SOS, area kantor diharapkan mampu memberikan experience baru dengan melibatkan pengguna sebagai partisipan aktif dan dapat meningkatkan interaksi kerja antar pegawai maupun pada klien/tamu. Karya desain ini menggunakan metode proses desain yang dikemukakan Rosemary Kilmer, dengan kedelapan tahapannya yang dibagi menjadi dua tahap utama, yakni tahap Analisis dan Sintesis. Pada hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan flexible space dengan konsep ‘Intractive Installation Art’ dapat mengoptimalisasi fungsi ruang, menunjang berbagai aktivitas yang ada di dalam kantor, serta memperkuat citra brand PT SOS
Pengaruh musik relaksasi pada saat wening terhadap kecerdasan emosional siswa kelas VII di SMP Eksperimental Mangunan Yogyakarta
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan dalam mengelola dan mengendalikan emosi, memotivasi diri, empati dan simpati. Banyak orang yang masih sulit dalam mengelola dan mengendalikan emosi. Untuk membangun kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik relaksasi pada saat wening terhadap kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Eksperimental Mangunan Yogyakarta. Pada penelitian ini menggunakan metode ex-post facto dengan jenis penelitian causal comparative research. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 2 subjek yaitu subjek utama dan subjek pembanding. Subjek utama pada penelitian adalah siswa kelas VII SMP Eksperimental Mangunan Yogyakarta, sedangkan subjek pembanding adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sewon. Teknik pengambil sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh yaitu seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 70 siswa,sedangkan di SMP Negeri 3 Sewon menggunakan siswa yang berjumlah 62 siswa, karena mengikuti jumlah penelitian utama. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kecerdasan emosional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Kuesioner ini dibagikan pada siswa kelas VII SMP Eksperimental Mangunan yang berjumlah 70 siswa dan SMP Negeri 3 Sewon yang berjumlah 62 siswa. Teknik analisis data ini menggunakan uji t-test untuk melihat perbedaan dan menentukan hipotesis pada penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa uji t-test memperoleh hasil t hitung 0,713 0,05, maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga hasil hipotesis dalam penelitian ini yang berbunyi “Pengaruh Musik Relaksasi Pada Saat Wening Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Kelas VII di SMP Eksperimental Mangunan” ditolak
Cyber crime debagai sumber penciptaan skenario film pendek "Pitch Bill"
Skenario dengan judul “Pitch Bill” merupakan sebuah karya yang berfokus pada isu cyber crime masa kini. Karya ini berangkat dari keresahan yang tumbuh akibat melihat grafik korban penipuan online yang kian naik, serta bentuk empati kepada orang – orang terdekat yang menjadi korban dari kasus penipuan online sekaligus menjadi narasumber wawancara dalam proses pengumpulan data. Penciptaan ini menggunakan teori kriminologi untuk menciptakan latar belakang tokoh-tokoh dengan didukung oleh data dari hasil wawancara, sebelum akhirnya dikemas menjadi sebuah karya fiksi dengan format filmis. Penerapan teori kriminologi, film komedi drama, dan skenario film guna mendukung proses kreatif serta inovatif. Pengumpulan data yang dilakukan setelah terciptanya ide dan konsep cerita bermaksud untuk dijadikan sebagai kriteria dalam proses pencarian data. Hal tersebut guna membantu dalam proses pengembangan untuk dijadikan skenario film yang utuh. “Pitch Bill” menceritakan tentang Kaivan yang membantu Sarah dalam produksi untuk film tugas akhirnya sebagai produser, namun Kaivan menggunakan jasa pinjaman online untuk dijadikan dana produksi film Sara
Peran electronic dance music (EDM) pada aplikasi bigo live
Electronic Dance Music (EDM) kini telah menjadi fenomena global yang populer di berbagai platform digital, termasuk aplikasi Bigo Live. Penggunaannya kerap kali sebagai musik latar ketika sedang live streaming. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran EDM di Bigo Live. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi karya Robert Kozinet. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan di Bigo Live, wawancara mendalam dengan tiga orang streamer aktif di Bigo Live yang sering menggunakan EDM ketika sedang live dan analisis konten media digital yang terkait EDM di Bigo Live. Temuan penelitian menunjukkan bahwa EDM memainkan peran penting dalam interaksi sosial di Bigo Live. Penggunaan Electronic Dance Music (EDM) di Bigo Live memainkan peran yang kompleks dan multidimensi. EDM tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai alat untuk membangun identitas, meningkatkan mood, mengekspresikan diri, membangun sosial antar pengguna, mempengaruhi perilaku seseorang, memperkuat brand pengguna dan dapat menciptakan pengalaman yang menarik dan interaktif bagi pengguna Bigo Live, dan membantu membangun suasana yang enjoy, dan membuat suasana antara streamer dan penonton lebih nyaman, dan dapat sebagai penghubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran EDM dalam konteks media sosial dan interaksi online di Bigo Live. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai tinjauan untuk peneliti selanjutnya dan pengembang platform digital dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan pengalaman pengguna yang lebih inklusif dan positif
Dhadhak Merak pada karya Coffee Bar bahan kulit samak nabati
Penciptaan karya berjudul ”Dhadhak Merak Pada Karya Coffee Bar Bahan Kulit Samak Nabati” adalah penciptaan karya berupa coffee bar yang meliputi kursi, meja, rak , kap lampu, dan tatakan gelas. Karya ini berbahan dasar kulit nabati dan tersamak yang ditunjang dengan bahan kayu, dengan aksen hias ornamen yang bersumber dari Dhadhak Merak menggunakan teknik grafir dan pewarnaan. Dhadhak Merak dijadikan sebagai sumber penciptaan karena adanya rasa kagum pada pertunjukan Reog Ponorogo terutama Dhadhak Merak sebagai peran utamanya. Hal yang melatarbelakangi dalam penciptaan coffee bar, karena mengingat saat ini perkembangan coffee shop di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan menjadi sebuah tren. Dengan tujuan mengangkat sebuah tren yang ada, diciptakanlah karya tersebut. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada umumnya coffee shop dibuat dengan konsep minimalis atau industrial, sehingga penciptaan karya ini memberikan nuansa yang berbeda. Metode pendekatan yang digunakan pada penciptaan karya ini adalah metode pendekatan Estetika oleh Dharsono Sony Kartika. Metode penciptaan yang digunakan menggunakan metode penciptaan SP. Gustami melalui tiga tahapan utama, yaitu Eksplorasi (pencarian sumber ide, konsep, dan landasan penciptaan), Perancangan (rancangan desain karya), dan Pewujudan (pembuatan karya). Teknik pewujudan yang diterapkan dalam penciptaan karya ini yaitu teknik jahit manual dan masinal, teknik grafir, dan teknik pewarnaan pada kulit. Penciptaan karya coffee bar bertujuan agar terwujud karya baru di bidang kulit, karena masih sedikit yang menjadikan Dhadhak Merak sebagai karya lain selain sebagai pertunjukan. Selain itu, penciptaan karya coffee bar memberi andil untuk menjaga dan melestarikan kesenian budaya Indonesia, yakni Dhadhak Merak dalam pertunjukan Reog Ponorogo
Ikon Kota Sidoarjo sebagai sumber ide motif penciptaan batik lukis kontemporer
Imajinasi akan suatu hal menjadi sebuah dorongan bagi para seniman untuk berkarya. Sebuah inspirasi yang biasa datang darimana saja dan dengan media apa saja. Penciptaan ini membuat konsep karya batik lukis yang mengambil inspirasi dari simbol budaya Kota Sidoarjo udang dan bandeng, penulis tertarik ikut berinisiatif menciptakan karya dari motif Ikon kota Sidoarjo ke dalam karya batik lukis kontemporer yang dimana teknik warna dari batik itu mentolerir pencampuran warna yang terlihat tidak seirama atau bertabrakan (eksplorasi yang bebas tidak mengacu pada pakem atau warna aslinya). Pada penciptaan ini penulis menggunakan pendekatan estetika. Estetika merupakan cabang filsafat yang membahas seputar keindahan. Menurut AAM Djelantik dalam bukunya yang berjudul Estetika: Suatu Pengantar menjelaskan bahwa estetika merupakan suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan dan mempelajari semua aspek keindahan. Suatu karya seni pada dasarnya akan menarik apabila ketika memiliki sisi estetik yang menarik maka akan mampu membuat penikmatnya kagum akan karya tersebut. Adapun secara maknawi, definisi estetika sebagai kajian tentang proses yang terjadi antara subjek, objek dan nilai terkait dengan pengalaman, parameter dan property atas keindahan maupun kejelakan, atau secara luas atas ketertarikan maupun ketidaktertarikan. Hasil karya yang penulis ciptakan ini berbentuk 2 dimensi dengan ciri menggunakan teknik canting tulis dan kuas lukis sebagai alat utama, dan juga kain sanforiz untuk bahan utama batik lukis serta pewarnaan remasol, indigosol dan napthol, begitu juga motif yang dikerjakan merupakan pengembangan dari beragam motif yang sudah ada sebelumnya. pengembangan motif dan warna pada tulisan ini adalah motif batik tulis yang sudah ada dan dipindahkan ke dalam batik lukis dengan cara distilasi serta pewarnaan yang bebas atau tidak mengacu pada bentuk dan warna aslinya. Penciptaan karya batik lukis ini berfokus pada sebuah ikon kota sidoarjo yaitu udang dan bandeng. Alasan penulis memilih konsep ini karena ketertarikan penulis terhadap keindahan dan maknanya bisa dinikmati. Batik Lukis pun dipilih sebagai media tersebut. Selain itu, penulis juga ingin memperkenalkan udang dan bandeng yang menjadi lambang kota agar lebih dikenal dan populer karena kota ini memiliki aura menghidupi.Pada tugas akhir ini penulis membuat 5 (Lima) karya yang memiliki makna yang saling berkesinambungan
Penciptaan naskah drama "Turang" terinspirasi dari fenomena cinta semarga di Tanah Karo
Turang adalah judul naskah yang terinspirasi dari cinta semarga di tanah karo. Penciptaan naskah drama Turang ini menggunakan teori penulisan Lajos Egri. Penciptaan naskah drama bertujuan memiliki karya baru yang terinspirasi dari fenomena cinta semarga di tanah karo. Penulis menggunakan metode Graham Wallas yang dimulai dengan mencari data-data serta informasi terkait fenomena cinta semarga, pengolahan ide, membuat sinopsis, treatment, penulisan naskah drama, kemudian tahap pengujian dramatic reading sampai tahap penyempurnaan naskah. Melalui tahap-tahap tersebut hasilnya berupa naskah drama Turang , yang mengisahkan tentang sepasang kekasih yang cintanya terhalang oleh adat istiadat yang tidak memperbolehkan mereka untuk bersama karena semarga atau dianggap saudara, yang konon katanya bila menikah semarga akan membawa kepada kehidupan yang tidak baik