49728 research outputs found
Sort by
Menyuarakan kesadaran akan sampah plastik menggunakan gaya cinema verute pada penyutradaraan film dokumenter "panjang umur sampah"
Begitu banyak medium untuk menyuarakan kesadaran lingkungan khususnya tentang sampah, salah satunya menggunakan film dokumenter. Film dokumenter mampu menceritakan proses, perjalanan, kisah hidup, sejarah bahkan dokumentasi apapun selama ada benang merah cerita dan keberpihakan filmmaker. Isu yang diangkat adalah darurat sampah plastik, disebabkan pengolahan sampah yang tidak efektif di Indonesia. Hal ini yang menjadi latar belakang karya ini dibuat. Sebagai bagian dari masyarakat, sosok seniman inspiratif muncul menyuarakan kesadaran lingkungan. Skripsi karya seni berjudul Menyuarakan Kesadaran Akan Sampah Plastik Menggunakan Gaya Cinema Verite Pada Penyutradaraan Film Dokumenter “Panjang Umur Sampah” berupaya menjadi medium bagi komunitas Wayang Sampah mengkampanyekan peduli lingkungan melalui seni.. Film ini hendak menguji seberapa jauh penerapan gaya Cinéma Vérite diterapkan untuk mencari fakta kejujuran melalui subjek. Melalui film dokumenter potret, proses berkampanye akan lebih ringkas dan solid karena dikemas dengan media Audio Visual yang memuat informasi, usaha-usaha, kritik sosial dan statement berkampanye versi Komunitas Wayang Sampah. Komunitas Wayang Sampah sangat cocok disutradarai menggunakan gaya Cinéma Vérite karena karakteristik pementasan yang menyuguhkan kesenian tradisional kerap dianggap sebagai Gimmick untuk berkampanye anti plastik namun justru dianggap membuat sampah baru dan memperpanjang umur sampah. Potret realita yang tergambar dari sudut pandang filmmaker mengkatalisasi subjek dengan kondisi darurat sampah plastik. Film ini menceritakan bagaimana komunitas wayang sampah menyuarakan kepedulian tentang lingkungan di tengah siklus industrialisasi / kapitalisme yang terus menerus memproduksi kemasan plastik sekali pakai. Kehadiran filmmaker dan subjektivitasnya menjadi penting dalam berjalannya cerita pada film in
Jagawana
Ide penciptaan karya tari Jagawana terinspirasi dari keresahan koreografer terhadap kondisi alam saat ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah penyebab terbesar kerusakan alam. Permasalahan alam ini membuat koreografer teringat pada sebuah kesenian yang berkembang di kawasan utara Kabupaten Kebumen tepatnya di Desa Karanggayam yang biasa dikenal dengan sebutan Tari Cepetan Alas. Menurut koreografer fungsi Tari Cepetan Alas sebagai rasa syukur terhadap alam sekarang kurang fungsional. Koreografer ingin memberikan perspektif baru terhadap tari Cepetan yang semula hanya seni tradisi belaka menjadi sebuah ajakan melakukan tindakan dan cara melindungi alam. Karya tari Jagawana menggunakan tipe tari dramatik dengan menggunakan proses penciptaan tari melalui metode dari Hawkins dalam buku “Mencipta Lewat Tari” yang diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi yaitu, Eksplorasi, Improvisasi, Komposisi, Evaluasi. Karya ini menggunakan rangsang visual berdasarkan pengamatan koreografer terhadap bentuk-bentuk ranting pohon, hewan-hewan di hutan seperti monyet, gajah, macan, serangga. Rangsang ide koreografer mengimajinasikan cepet sebagai makhluk penjaga hutan yang terancam akibat eksploitasi lahan. Karya tari ini digarap menjadi koreografi kelompok yang terdiri dari 9 penari dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian pertama menggambarkan awal mula kehidupan hutan, dan cepetan alas menjadi bagian dari hutan. Bagian 2 menggambarkan keseimbangan alam. Bagian 3 menggambarkan kerusakan alam akibat dari eksploitasi lahan
“Arti kehidupan” komposisi lagu anak berdasarkan pendekatan eksploratif aspek intramusikal ritme dengan format ansambel campuran
Keterbatasan lagu anak dalam menjawab kebutuhan estetika dan edukatif bagi anak generasi alpha menyebabkan kemungkinan miskonsepsi bahwa lagu anak hanya dikembangkan secara ekstramusikal. Komposisi lagu anak “Arti Kehidupan” adalah komposisi yang mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan mengembangkan unsur intramusikal ritme. Penelitian ini menjelaskan secara rinci proses eksplorasi ritme pada penciptaan komposisi lagu anak “Arti Kehidupan” dan pengaruhnya pada transformasi lagu anak “Arti Kehidupan” dengan format ansambel campuran untuk membuktikan bahwa pengembangan unsur intramusikal terkhususnya melalui ritme dapat dilakukan untuk mengembangkan lagu anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian eksploratif yang diterapkan kepada empat lagu dalam “Arti Kehidupan” yaitu Pesan Kasih Sayang, Dunia Kecil Kita, Pasukan Pelindung Bumi, dan Kita Anak Kece. Metode tersebut dipakai untuk merumuskan konsep penciptaan, mengobservasi kajian karya, menciptakan dasar eksplorasi, mengeksplorasi lagu berdasarkan teori, menciptakan hasil eksplorasi, membuat sketsa, melakukan perekaman guide serta latihan, dan menggarap karya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa eksplorasi ritme membuat setiap lagu “Arti Kehidupan” kaya akan pengembangan unsur intramusikal. Motif lagu yang divariasikan dalam motif brass section dan diinterpretasikan dalam combo band dan perkusi menyebabkan intramusikal lagu menjadi bervariatif berdasarkan penggunaan tonalitas, dinamika, progresi chord, suasana, struktur, dan variatif iringan yang menyebabkan lagu memiliki tingkat kesulitan lebih daripada lagu anak pada umumnya. “Arti Kehidupan” menjadi tidak terikat dalam suatu genre tertentu, dan menjadi karya eksplorasi yang memadukan berbagai genre musik di dalamnya serta membutuhkan komunikasi yang baik antara komposer dengan instrumentalis supaya lagu bisa dinyanyikan sesuai notasi
Foto Dukumenter Deskriptif Proses Daur Naik Sampah Plastik Menjadi Ubin dan Bata Plastik di Monumen Antroposen
Monumen antroposen hadir sebagai sarana pengelolaan sampah plastik dengan metode daur naik. Metode daur naik yang dilakukan di monumen antoposen ini menaikkan niai fungsi dan estetika dari sampah plastik menjadi ubin dan bata plastik. Daur naik merupakan metode pengolahan sampah yang masih belum umum dikalangan masyarakat, sehingga melalui media fotografi dokumenter dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai proses daur naik ini
Penggunaan warna dan properti dalam pemotretan busana Wayu Officiel
Perkembangan fotografi yang pesat telah membawa banyak inovasi dalam berbagai aspek, termasuk jenis dan teknik fotografi. Fotografi kini menjadi media publikasi yang penting di berbagai bidang, terutama dalam industri fesyen. Salah satu elemen kunci dalam fotografi fesyen adalah warna, yang dapat mengekspresikan suasana, menarik perhatian, dan memperkuat konsep busana. Penggunaan warna analog, seperti biru, hijau-biru, dan hijau, memberikan efek harmonis dan menenangkan, menciptakan visual yang elegan dan seimbang. Penelitian ini menyoroti penggunaan warna dan properti dalam fotografi fesyen untuk mempromosikan rancangan busana dari Wayu Officiel. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana penggunaan warna dan properti bisa menonjolkan bentuk, detail, serta keselarasan terhadap rancangan busana Wayu Officiel sebagai sarana media promosi dalam fotografi fesyen. Objek penciptaan karya fotografi fesyen ini memiliki ide dasar menerapkan warna analog dan penggunaan properti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi visual dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan eksplorasi menggunakan properti dengan bentuk melengkung, karena bisa melakukan eksplorasi setiap bentuk dengan menyesuaikan busana, serta eksplorasi warna untuk memberikan dimensi dan penekanan dari segi detail serta keselarasan terhadap busana agar lebih lebih menonjolkan pada produk busana dari rancangan Wayu Officiel, sehingga memberikan pembeda dengan fotografi fesyen di dalam studio lainnya, yang hanya menggunakan background biasa maupun properti geometris yang wajar lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai strategi visual dalam fotografi fesyen untuk meningkatkan daya tarik dan promosi produk busana
Strategi produksi dan pemasaran merchandise seni Eko Nugroho Tahun 2023
Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan strategi produksi dan pemasaran seni di Kota Yogyakarta dengan menitikberatkan pada kreasi merchandise seni. DGTMB yang merupakan brand merchandise seni milik seniman Eko Nugroho, menjadi topik untuk penelitian. DGTMB merupakan pengembangan konsep dari “Dagingtumbuh” yang awalnya merupakan projek komik. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data melalui wawancara serta observasi. Penelitian ini membahas strategi produksi dan pemasaran yang diterapkan oleh DGTMB melalui analisis internal, eksternal, dan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Setelah memilih strategi yang terpilih, hasil analisis tersebut kemudian disesuaikan dengan penerapan strategi produksi dan pemasaran DGTMB. Penelitian ini menemukan bahwa strategi produksi dan pemasaran yang diterapkan oleh DGTMB berhasil dalam menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan brand. Namun, evaluasi rutin dan penyesuaian strategi pemasaran serta produksi diperlukan untuk menghadapi dinamika pasar dan mengoptimalkan peluang yang ad
Pendekatan unsur karawitan dalam Cangkem Garden "Kancil Merawat Timun" karya Pardiman Djoyonegoro
Skripsi dengan judul “Pendekatan Unsur Karawitan dalam Cangkem Garden Kancil Merawat Timun Karya Pardiman Djoyonegoro” bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kreatif Pardiman dalam menggunakan dan mengolah unsur-unsur karawitan menjadi sebuah karya drama musikal Cangkem Garden Kancil Merawat Timun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pelestarian budaya yang dibuat dengan konsep yang menyenangkan, serta kritik sosial dengan narasi cerita rakyat yang sering dimaknai negatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan diskografi. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan penelitian berdasarkan data-data hasil dari wawancara. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) proses penciptaan karya “Kancil Merawat Timun” melewati beberapa tahapan, yaitu Ide diangkat melalui proses moco roso, roco rogo, dan moco kahanan. Serta direalisasikan melalui praktik, evaluasi dan revisi; (2) bentuk dan struktur penyajian yang dibuat menyenangkan dengan menyesuaikan kemampuan anak-anak; (3) kolaborasi antara gamelan dan non gamelan digunakan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Alur pertunjukan yang dibuat membangun suasana yang komunikatif yang menyenangkan dengan cerita dan motif-motif garapan yang dibuat. Karya ini merupakan contoh pelestarian nilai-nilai lokal melalui pendekatan yang relevan dan beradaptasi dengan berkembangnya zaman
Pengalaman Filosofis Melalui Tumbuhan Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung
Pengalaman Filosofis Melalui Tumbuhan merupakan pengalaman pribadi penulis dalam menemukan makna hidup dan nasehat-nasehat dalam pertemuan yang didapat dari tumbuhan kemudian memberikan kebermanfaatan kepada hidup penulis. Selain memiliki nilai filosofis tumbuhan juga memiliki visual yang indah yang menjadi inspirasi berkarya. Melalui perenungan dan observasi yang mendalam, tugas akhir Pengalaman Filosofis Melalui Tumbuhan sebagai Ide Penciptaan Seni Patung akan diwujudkan dalam bentuk patung tumbuhan yang telah di abstraksi. Karya tugas akhir ini tidak secara langsung mengikuti bentuk tumbuhan namun juga merespon filosofi makna yang didapat dari pengalaman terhadap tumbuhan dan diolah lagi sesuai dengan kreativitas penulis
Konflik batin personal sebagai ide penciptaan seni lukis
Gagasan yang diangkat penulis dalam penciptaan Tugas akhirnya adalah konflik batin personal atas pengalaman pribadi yang penulis alami. Kesulitan dalam menyampaikan perasaan secara verbal menjadi motivasi untuk memilih seni lukis sebagai medium alternatif ekspresi. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini dijadikan kesempatan untuk menciptakan karya-karya sebagai bentuk representasi peristiwa konflik batin yang dialami. Objek utama dalam karya berupa figur perempuan representasi diri penulis sendiri, dengan elemen pendukung menggunakan idiom, dan pemilihan warna merah yang mendominasi berfungsi sebagai simbol dari kompleksitas emosi jiwa sebagai bentuk komunikasi non-verbal
Aktivitas domestik dalam era milenial sebagai ide penciptaan seni lukis
Aktivitas domestik selalu dikaitkan dengan perempuan. Peran perempuan dianggap hanya sebatas mengurus rumuh tangga sehingga kemudian muncul stigma “sumur, dapur, kasur” yang memiliki konotasi negatif dan masih menjadi tuntutan hingga saat ini. Sudah seharusnya stigma tersebut memiliki artian positif seperti, “sumur” menjadi persoalan perempuan yang harus cantik dan sehat, “dapur” menjadi kegiatan mengelola keuangan dan menyiapkan kebutuhan, dan “kasur” sebagai tanggung jawab dalam memiliki keturunan, merawat diri dan ruang privasi untuk mengembangkan diri. Dalam era milenial ini, keterbukaan informasi membuat cara pandang kita lebih terbuka yang mana dapat mengubah perilaku manusia dan membangun pandangan positif pada perempuan. Dalam Penciptaan Tugas Akhir ini, karya yang divisualkan berupa figur perempuan di ranah domestik dengan realis dan beberapa objek pendukung. Konsep yang diperoleh dari pengamatan, diskusi dan literasi diwujudkan dalam sebuah karya seni. Diharapkan dengan karya ini dapat menjadi pengingat bahwa peran perempuan sangat penting dalam kehidupan