49728 research outputs found
Sort by
Gerakan kedua "Sonata K. 448" Mozart dan penurunan tingkat kecemasan: sebuah analisis musikologi
Penelitian-penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas musik Mozart, terutama “Sonata for Two Pianos in D Mayor (K. 448)”, dalam mengatasi gangguan kecemasan. Namun demikian, kajian-kajian tersebut merupakan bagian dari studi psikologis yang menekankan aspek-aspek klinis dan psikiatri tanpa memperhatikan peran elemen-elemen musikologis secara mendalam. Studi ini mengisi celah penelitian-penelitian tersebut dengan mengungkapkan karakteristik musikologis dari bentuk lagu dan elemen-elemen musik lainnya untuk memahami kontribusinya dalam mengurangi kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis musik pada gerakan kedua “Sonata K. 448” Mozart. Studi ini mengeksplorasi bagaimana kompleksitas, stabilitas, dan keteraturan struktur musik, melodi, dan ritme dapat menimbulkan perasaan relaksasi yang berdampak pada penurunan tingkat kecemasan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana karakteristik struktural musikologis dalam karya Mozart berfungsi sebagai alat terapeutik non-farmakologis yang efektif. Temuan ini juga memperkaya praktik terapi musik dengan bimbingan berbasis musikologi, sehingga membuka peluang pengembangan aplikasi praktis layanan terapi musik dalam membantu mengatasi gejala pasien
“Candu” : Eksplorasi Strategi Komposisi Paduan Suara untuk Menghadirkan Efek Psychedelic
Pengalaman menggunakan obat-obatan psychedelic memiliki efek yang memengaruhi fokus, persepsi ruang waktu, serta kesadaran penggunanya. Efek tersebut dapat diklasifikasi kedalam tiga jenis efek, yaitu dechronization, depersonalization, dan juga dynamization. Ketiga efek ini dijadikan dasar oleh pemusik psychedelic yang dimulai dari era 1960-an sebagai acuan pembuatan musik psychedelic. Upaya dalam mengimitasi ketiga efek tersebut kedalam sebuah musik diperlukan strategi-strategi komposisi tertentu seperti penggunaan efek elektronik, penggunaan timbre non-konvensional, maupun teknik-teknik komposisi yang tidak biasa. Penelitian ini berfokus kepada mengimitasi teknik-teknik komposisi serta pemilihan timbre yang terdapat dalam musik psychedelic untuk sebuah karya paduan suara accapella. Imitasi musik psychedelic ke dalam karya paduan suara diperlukan beberapa observasi dan juga eksperimen, terutama dalam pemilihan timbre yang digunakan serta teknik komposisi yang diperlukan untuk meraih ketiga efek psychedelic. Penuls juga melakukan observasi mengenai sensasi yang dirasakan oleh pendengar dengan memberikan sampel suara dan mewawancarai 5 narasumber mengenai sensasi dan perasaan yang dirasakan. Penelitian ini juga mengukur sejauh mana ketercapaian strategi komposisi mengimitasi efek psychedelic menggunakan teori sensasi yang dibuat oleh Deleuze yang membagi tahap terjadinya sensasi kedalam 4 tahap, yaitu aesthetic comprehension, rhythm, chaos, dan juga force. Melalui hasil analisis, ditemukan bahwa strategi-strategi komposisi yang berbeda menghasilkan efek psychedelic yang berbeda juga terhadap pendengar. Imitasi efek phaser, backward tape, dan delay, serta penggunaan teknik komposisi polyrhythm, metric modulation, serta perubahan sukat membuat efek dechronization dan terjadi di tahap chaos. Imitasi efek echo, delay, backward tape, dan wah-wah, serta penggunaan teknik komposisi klaster nada, microtonal, dan juga recall menyebabkan efek depersonalization yang berada di tahap chaos. Sedangkan imitasi efek wah-wah dan penggunaan timbre non-pitch dengan berbisik memunculkan efek dynamization yang berada di tahap forc
Nariman
Nariman merupakan judul karya tari yang berangkat dari pengalaman empiris tentang penerimaan hati dari seorang anak yang berada dalam keluarga yang terpecah akibat perceraian. Belenggu yang dirasakan dalam hati seorang anak menjadi kegelisahan utama hingga hadirnya karya tari ini sebagai refleksi penerimaan keadaan yang tetap harus dijalani. Tarikan pola nafas dihadirkan dalam karya ini dengan berpegang pada teknik contract and release dari Martha Graham sebagai simbolisasi ketegangan pikiran dan pelepasan rasa dalam keikhlasan. Karya tari Nariman disajikan dalam bentuk koreografi kelompok dengan menghadirkan penari perempuan sebagai medium penyampai cerita. Karya ini dalam penciptaannya menggunakan metode Creatng Through Dance yang disampaikan oleh Alma Hawkins dalam tiga tahapan meliputi eksplorasi, improvisasi, komposisi dan evaluasi. Disusun dengan dramaturgi segmented dan terbagi menjadi tiga segmen meliputi keterbatasan, pelampiasan dan penerimaan. Dengan diiringi musik MIDI yang dikolaborasikan dengan instrumen live berupa gender dan rebab untuk memerkuat suasana ketakutan , ketegangan, mencekam, kemarahan, pemberontakan, dan ketenangan. Pengalaman empiris yang menjadi modal utama dalam koreografi kelompok ini menghadirkan suasana menegangkan tentang pelampiasan rasa sakit terhadap traumatik yang rasakan seorang anak perempuan. Dengan menggunakan konsep Dance Movement Therapy karya ini diharapkan mampu menjadi obat positif bagi penata untuk merelease emosi negatif yang selama ini tertanam dalam diri penata. Sehingga sebagai sebuah ungkapan yang ini disampaikan penata khususnya kepada orang tua yang sulit disampaikan dengan kata-kata, juga harapan bagi orang lain yang memiliki permasalahan yang sama untuk mampu mengungkapkan isi hatiny
Album born pink dari Blackpink sebagai inspirasi penciptaan seni lukis
Seni rupa merupakan bentuk ungkapan ekspresi diri yang dihasilkan melalui karya seni. Tugas akhir ini terinspirasi dari album Born Pink dari Blackpink, sebuah karya musik K-pop yang menyampaikan tema kepercayaan diri, kekuatan, dan keberanian. Proses interpretasi album Born Pink ke dalam karya seni lukis diwujudkan melalui figur wanita dan karakter kartun seperti Hello Kitty. Pada penggunaan warna turut memperkuat konsep grup, warna hitam menggambarkan nuansa berani dan tegas, sedangkan warna merah muda menghadirkan kelembutan. Gagasan yang disampaikan seniman melalui album Born Pink dari Blackpink sebagai ide penciptaan karya seni lukis mencakup menyuarakan pesan kepercayaan diri, keberanian, dan kekuatan perempuan. Album musik yang divisualisasikan seniman ke dalam karya lukis dengan menghadirkan interpretasi dari makna lagu album Born Pink. Karya divisualisasikan dalam gaya surrealistik, yang menggabungkan bentuk visual dengan makna mendalam pada album Born Pink. Dalam penciptaan karya, penulis menggunakan kuas, cat akrilik dengan teknik sapuan kuas sebagai alat dalam berkarya di atas bidang kanvas. Karya Tugas Akhir ini disajikan dalam 15 lukisan
Implementasi teknik chop pada biola dalam lagu "Just the Two os Us" karya Bill Withers
Penelitian ini bertujuan untuk mengulas teknik chop pada biola. Teknik chop merupakan teknik perkusif dalam instrumen string atau gesek, penerapannya dengan menghantamkan penggesek (bow) ke dawai sehingga menghasilkan suara unik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis, objek penelitian menggunakan lagu Just the Two of Us aransemen oleh Echae Kang lalu dipadukan dengan beberapa eksperimen variasi chop. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik chop pada biola dapat menambah variasi ritme dan mengganti peran instrumen perkusi dalam menciptakan ritme. Implementasi teknik chop pada biola memiliki kesulitan pada penggunaan penggesek (bow) ketika memainkan melodi dan ritme secara bergantian, hal ini disebabkan ketika memainkan dua nada harmoni dan chop pada dua senar yang berbeda sehingga dibutuhkan latihan khusus pada kontrol penggesek (bow). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknik chop dapat mengubah groove dan bahkan mengubah karakteristik dari permainan lagu tersebut
Visualisasi ornamen pepatran Bali dalam busana semi couture
Pepatran merupakan ornamen khas Bali yang bersumber ide dari flora dan fauna. Salah satunya merupakan ornamen patra punggel. Patra punggel adalah ornamen Bali yang sering diterapkan untuk dekorasi. Ornamen ini memiliki bentuk yang khas seperti liking paku (daun pakis) yang melengkung, kuping guling (telinga babi guling), ampas nangka (bagian yang membungkus daging nangka), batun poh (biji mangga), util (bagian ujung dari daun pakis muda), kepitan (pelepah yang terdapat pada kuncup tanaman), dan jengger siap (jengger ayam) yang menjadi ciri khas dari ornamen ini. Melambangkan keseimbangan dan keeleganan, patra punggel sering digunakan dalam seni hias Bali. Ornamen ini akan diadaptasi lalu diterapkan ke dalam desain busana semi couture dalam motif batik sebagai bentuk dari pelestarian nilai budaya lokal sekaligus menciptakan sebuah inovasi baru dalam dunia fashion. Metode pendekatan yang digunakan adalah teori estetika menurut A.A.M Djelantik, teori ergonomi menurut Goet Poespo, dan teori ornamen menurut Alois Riegl. Selain itu, menggunakan 10 tahapan dari Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana sebagai metode penciptaan pada karya ini. Proses pembuatan karya ini menggunakan teknik batik tulis dan cracking dengan pewarnaan tekstil colet dan celup remasol. Langkah-langkah yang dilakukan selama proses pembuatan karya ini merupakan pembuatan pola, penjiplak motif, pencantingan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, menjahit, finishing akhir, dan menghias. Karya yang dihasilkan dalam penciptaan Tugas Akhir ini berupa lima karya busana semi couture yang pengerjaannya dilakukan secara manual hingga akhir. Tugas Akhir ini menghasilkan karya-karya busana yang akan menampilkan hasil dari visualisasi ornamen pepatran dalam motif batik ke dalam busana semi couture
Gading Gajah Lampung sebagai motif cap batik kertas pada busana ready to wear
Gajah merupakan hewan mamalia besar yang keberadaanya sudah hampir punah. Lampung menjadi salah satu tempat penangkaran gajah yang ada di sumatra. Perluasan pemukiman dan faktor alam menjadikan populasi gajah semakin berkurang. Tidak hanya itu berkurangnya populasi gajah ini juga disebabkan perburuan gading gajah secara ilegal sehingga menyebabkan gajah banyak yang mati begitu saja. Perburuan gading gajah biasanya dilakukan untuk dijual dipasar ilegal. Meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur tentang ini tetapi besarnya permintaan pasar dan harga jual yang cukup mahal sehingga pemburu tidak jera. Rasa prihatin akan banyaknya perburuan gading gajah ilegal ini menjadi inspirasi karya tugas akhir dengan menjadikan gading gajah sebagai motif cap batik kertas yang selanjutnya akan di jadukan busana ready to wear. Metode pendekatan mengacu pada pendapat palgunandi, 2008:71-73 Pada dasarnya ergonomi diterapkan dan dipertimbangkan dalam proses perencanaan sebagai upaya untuk mendapatkan hubungan yang serasi dan optimal antara pengguna dengan produk yang digunakan. Sedangkan metode penciptan yang digunakan yaitu metode practice-led research ICS-USI-USA (idea, concept, shaper-user, solution, innovation- utility, significance and aesthetic). Teknik yang digunakan dalam karya ini yaitu batik cap dan pola cutting zero waste, serta pewarnaan colet. Hasil karya yang diciptakan berupa busana ready to wear dengan gading gajah sebagai motif cap kertas yang akan digunakan untuk membuat batiknya. Karya ini merupakan karya fungsional yang bisa menjadi karya yang berkelanjutan atau bisa diperbanyak dan dijual. Karya ini menjadi bentuk penghormatan bagi gajah yang telah diambil gadingnya menyebabkan kematian pada gajah menjadikan gajah terancam punah
Perancangan Buku Saku Edukasi Panduan Penanganan Ular Berbisa
Indonesia memiliki banyak jenis ular yang beragam. Ada sekitar 360 spesies yang hidup di berbagai wilayah di Indonesia dari yang tidak berbisa hingga berbisa mematikan. Ular merupakan hewan yang seing dijumpai oleh masyarakat Indonesia di lingkungan pertanian pedesaan atau pemukiman di perkotaan. Konfllik antara ular dan manusia di Indonesia sudah menjadi hal yang umum yang masih menjadi permasalahan serius
Penerapan Konsep Hallyu Mixed-Combo pada Desain Interor Pusat Kebudayaan Korea Selatan di Jakarta
Budaya populer merujuk pada budaya yang dikenal dan digemari banyak orang, yang dalam era globalisasi in mencakup beragam budaya dari berbagai negara. Salah satu contoh yang menonjol adalah fenoena Hallyu atau demam Korea Selatan yang semakin digemari, terutama oeh kalangan remaja. Untuk mendukung pemahaman dan penyebaran budaya KOrea, Pusat Kebudayaan Korea Selatan (Korean Cultural Center Indoonesian / KCCI) didirikan di Jakarta sebagai sarana informasi dan edukasi kebudayaan serta wadah pertukaran budaya antar negara
Perancangan boardgame balok Malin Kundang untuk anak usia 5-6 tahun
Perkembangan teknologi gawai, terutama smartphone, memberikan akses kepada anak-anak untuk menggunakan aplikasi edukatif dan permainan interaktif, namun penggunaan berlebihan dapat menghambat pembelajaran dan mempengaruhi per-ilaku sosial. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan penggunaan gawai pada anak usia dini di Indonesia. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, penelitian ini merancang permainan edukatif berbasis balok dan puzzle dengan tema cerita rakyat Malin Kundang untuk anak usia 5-6 tahun, bertujuan untuk mengurangi intensitas penggunaan gawai dan memperkenalkan budaya Indonesia. Data dianalisis menggunakan pendekatan teori kualitatif, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa boardgame dengan tema Malin Kundang efektif sebagai media edukatif berbasis budaya, yang dapat melestarikan budaya, mengajarkan nilai moral, dan mengembangkan keterampilan sosial secara interaktif dan menyenangkan. Perancangan permainan ini bertujuan untuk mengurangi intensitas penggunaan gawai, bukan untuk menggantikan gawai, dengan tetap memerlukan pengawasan orang tua