Jurnal Pendidikan Sejarah
Not a member yet
138 research outputs found
Sort by
Dampak Penggunaan Sumber Sejarah Tidak Terverifikasi Terhadap Pemahaman Siswa SMA
Penelitian ini mengkaji dampak penggunaan sumber sejarah yang belum terverifikasi terhadap pemahaman siswa. Bertempat di SMA Negeri 1 Palembang, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan praktik mengajar. Hasil menunjukkan bahwa siswa sering mengandalkan konten digital seperti blog dan media sosial tanpa mengevaluasi kredibilitas sumbernya. Praktik ini menyebabkan distorsi dalam pemahaman sejarah. Guru berperan penting dalam membimbing siswa agar mampu menyeleksi informasi sejarah yang valid dan relevan. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi literasi digital dalam pembelajaran sejarah pada era informasi
Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berfikir Kritis dalam Pembelajaran Sejarah: Sistematic Literature Review
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis berbagai studi yang berfokus pada pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 23 artikel penelitian nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2019 hingga 2025. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan sintesis menggunakan kriteria PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen penilaian berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah dikembangkan menggunakan model Research and Development (R&D), dengan teknik validasi ahli dan uji reliabilitas yang melibatkan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Aspek berpikir kritis yang paling sering diukur meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Selain itu, tren terbaru menunjukkan penggunaan teknologi digital dan asesmen autentik berbasis proyek untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan instrumen penilaian yang kontekstual, valid, dan reliabel agar mampu mendukung pembelajaran sejarah yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21
Masa Depan Historiografi Audio-visual: Studi Kritis Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Audio-visual Perang Kuning di Lasem abad XVIII
Penelitian ini mengkaji integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam praktik historiografi audio-visual melalui studi kasus peristiwa Perang Kuning di Lasem abad XVIII. Transformasi historiografi dari bentuk tekstual ke visual berbasis teknologi mencerminkan dinamika baru dalam produksi pengetahuan sejarah, khususnya melalui visualisasi narasi sejarah yang imersif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan pengembangan media berbasis AI melalui aplikasi Invideo.io. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI mampu menghasilkan media historiografi yang lebih interaktif, kontekstual, dan komunikatif. Namun demikian, potensi bias algoritmik, keterbatasan sumber visual arsip, serta risiko anakronisme menjadi tantangan serius dalam akurasi narasi sejarah. Studi ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif sejarawan dalam validasi konten dan pemaknaan historis agar historiografi visual tidak terjebak dalam estetika yang menyesatkan. Integrasi AI dalam historiografi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menyangkut etika dan epistemologi dalam menyampaikan sejarah. Oleh karena itu, inovasi digital dalam historiografi memerlukan prinsip metodologis yang ketat untuk menjaga keotentikan dan objektivitas rekonstruksi sejarah
PERAN MASYARAKAT SONDAKAN DALAM MENGGALI DAN MENJAGA MEMORI KOLEKTIF K.H. SAMANHUDI MELALUI SEJARAH PUBLIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan memori kolektif mengenai K.H. Samanhudi di Kelurahan Sondakan, praktik sejarah publik mengenai K.H. Samanhudi, dan peran masyarakat dalam menggali dan menjaga memori kolektif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kelurahan Sondakan, sedangkan sampel ditentukan secara purposive, meliputi tokoh masyarakat, pengelola Museum Samanhudi, dan warga yang terlibat dalam kegiatan sejarah publik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, studi dokumen, dan studi pustaka. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang mencakup empat tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sondakan membangun memori kolektif terhadap K.H. Samanhudi melalui empat dimensi utama: sebagai tokoh lokal, politik, ekonomi, dan agama. Memori ini diwujudkan dalam bentuk jejak fisik, narasi sejarah, nilai perjuangan, dan praktik keagamaan. Sejarah publik tentang K.H. Samanhudi termanifestasi dalam Festival Napak Budaya Samanhudi dan pendirian Museum Samanhudi. Masyarakat berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya melalui pengelolaan museum, pertunjukan seni, serta kegiatan komunitas, mencerminkan kesadaran kolektif yang kuat dalam menjaga identitas dan nilai sejarah secara berkelanjutan
History In The Classroom: The Transformation of The History Curriculum In Indonesia: Sejarah dalam Ruang Kelas: Transformasi Kurikulum Sejarah di Indonesia
This article discusses the dynamics of changes in the history curriculum at the senior high school (SMA) level during three periods of Indonesian government: Old Order, New Order, and Reformation. This study uses a library research method by reviewing curriculum documents, textbooks, and relevant academic literature. The results show that changes in the history curriculum cannot be separated from the ideological and political interests of each ruling regime. During the Old Order era, the curriculum focused on the formation of post- independence national identity. In the New Order era, history was used as a tool for legitimizing power and systematically instilling state ideology through a centralized curriculum. Meanwhile, the Reformation era brought the spirit of decentralization, critical approaches, and strengthening historical thinking competencies. Through this analysis, it can be seen that the transformation of the history curriculum reflects the changing orientation of the state in shaping the character and historical awareness of the younger generation
The Adaptability in the Reign of Rome
The life they live reflects a godlike resilience, forged in the balance between light and darkness. Having endured the worst, they learned what is best for building a strong and compassionate community in the future. Their once-empty dreams are now fulfilled by the encouragement and cheers of the crowd. In pursuit of the life they once aspired to achieve, they attended a scholarly institution to shape their destiny. Their historical experiences, marked by sorrow, have the power to move people to tears while uplifting those who seek emotional and personal stability. Thus, their cultural background unites every part of their journey, guiding them toward their true purpose. The emotional reunion with loved ones becomes a defining moment—one capable of changing their lives forever
Efektivitas LMS Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Sejarah Kearifan Lokal Megalitik Pasemah di SMA Negeri 10 Palembang
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan produk media pembelajaran berupa Learning Management System yang bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran yang valid dan efektif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Produk Learning Management System ini dikembangkan dengan metode Research & Development (R & D) dengan model ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk ini dikembangkan untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah di kelas XI. Hasil data diperoleh melalui uji validitas media dan materi juga melalui tahap uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji coba lapangan (pretest dan postest). Data penilaian hasil validasi dan uji coba peserta didik mendapatkan perolehan berikut ini (1) ahli media 4,94 (2) ahli materi 4,69 (3) uji coba perorangan 4,63 (4) uji coba kelompok kecil 4,38 (5) pretest 1 lulus KKM dengan nilai rata-rata 46,36, postest 33 lulus KKM dengan nilai rata-rata 91,33. Berdasarkan hasil perolehan data tersebut menunjukkan bahwa produk Learning Management System sebagai media pembelajaran sejarah dengan materi Kearifan Lokal Megalitik Pasemah memenuhi kriteria layak dan valid untuk digunakan di kalangan peserta didik SMA Negeri 10 Palembang
Nilai Karakter Perjuangan Ken Arok Dalam Mendirikan Kerajaan Singasari Pada Tahun 1222
Sri Ranggah Rajasa atau biasa disebut Ken Arok merupakan Raja Dari Kerajaan Singasari. Ken Arok berhasil merebut kekuasaan Akuwu di Tumampel, Akuwu tersebut bernama Tunggul Ametung. Upaya yang dilakukan Ken Arok untuk merebut Kekuasaan merupakan perlawanan terhadap Tunggul Ametung yang dimana ialah Sejarah Indonesia pertama dalam perebutan kekuasaan. Pristiwa ini sampai diangkat dalam Karya Sastra dan dapat kita terapkan maupun teladani, kisah ini juga menjadi sebuah fakta pada abad ke 13. Penelitian yang digunakan penulis merupakan metode kajian pustaka atau studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seorang Ken Arok merupakan seorang yang terlahir dari keluarga sederhana namun ia bisa menaklukan dan mendirikan Kerajaan Singasari. Nilai yang terkandung dalam perjuangan Ken Arok dapat kita pelajari, nilai tersebut mencakup kepemimpinan, keberanian serta pekerja kera
Dinamika Sistem Pemerintahan Marga Pumi Tanjung Sakti di Kota Pagaralam
Penelitian ini meneliti dinamika sistem pemerintahan marga Pumi Tanjung Sakti di Kota Pagaralam, dengan metode sejarah dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, peneliti memanfaatkan sumber-sumber sekunder seperti artikel, jurnal ilmiah, buku, tesis, dan situs internet. Provinsi Sumatera Selatan kaya akan warisan budaya, termasuk sejarah dan adat istiadat leluhur, dengan suku Besemah sebagai kelompok yang mendominasi di Tanjung Sakti. Suku Besemah, bagian dari Proto Melayu dengan budaya Melayu, memiliki tatanan masyarakat yang disebut "Lampik Empat Merdike Due," yang mewakili "Perwujudan Demokrasi Murni." Marga dipimpin oleh seorang pesirah, dibantu oleh Dewan Marga, Juru Tulis, Kamit, Pembarap, Penghulu, Khotib, Kria, Pengawa. Setelah Belanda berkuasa pada tahun 1825, kebijakan kebijakan yang dibuat bertujuan untuk mengubah susunan pemerintahan marga. Pesirah yang telah mengabdi selama sepuluh tahun dan setia serta royal kepada Hindia Belanda mendapatkan gelar pangeran. Namun, Pemerintahan marga digantikan oleh pemerintahan desa pada tahun 1983 melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 142/KPTS/III/1983
Pengaruh Program Revolusi Hijau Terhadap Kualitas Lahan Rawa Pertanian di Desa Sarang Lang Tahun 1972-1973
This research aims to determine the impact of the green revolution development program in Sarang Lang Village on the community, especially in the economic and social fields. Initially, this program wanted to increase the efficiency of community agricultural land by opening swamp land for irrigation so that the productivity of the agricultural sector could increase, but the lack of government management and operations in managing this program had a negative impact on the condition of agricultural land which affected the quality of the harvest. Researchers applied field study methods to determine the background and phenomena that occurred as well as geographical analysis to determine the condition of swamp land in Sarang Lang Village. It is hoped that this research can help provide information to readers regarding the influence that the green revolution development program has had on the community’s economy