Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

repository.poltekkes-smg.ac.id
Not a member yet
    28611 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN ANGKA KARIES PADA ANAK DI TK BAKTI KAB. PONOROGO

    No full text
    Masalah kesehatan gigi dan mulut di provinsi Jawa Timur menunjukan bahwa persentase karies gigi pada kelompok usia 5 tahun mencapai angka 49,66%, sedangkan persentase karies gigi di Kota Ponorogo adalah 31,05%. Anak usia Taman Kanak-kanak rentan mengalami karies gigi, salah satu faktor penyebab adalah pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut berperan penting pada kesehatan gigi anak. Tujuannya adalah mendiskripsikan hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut dengan angka karies pada anak di TK Bakti Kabupaten Ponorogo.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi anak di TK Bakti Kabupaten Ponorogo beserta ibu. Sampel yang diambil adalah sampel jenuh yaitu sebanyak 25 anak beserta ibu. Metode pengumpulan data menggunaka kuesioner dan lembar pemeriksaan. Hasil penelitian pada 25 anak beserta ibu didapatkan tingkat pengetahuan ibu sebagian besar dengan kategori cukup 17 orang (68%). Angka karies sebagian besar dengan kategori sedang 16 orang (64%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut dengan angka karies pada anak di TK Bakti Kabupaten Ponorogo. Saran penelitian agar ibu lebih memperhatikan kesehatan gigi pada anak dan pihak sekolah mengadakan UKGS yang bekerja sama dengan puskesmas untuk dilakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut

    HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI DESA KARANGSARI KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN DEMAK

    No full text
    Status ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan keluarga. Tingkat ekonomi keluarga akan memberikan pengaruh bagi keberlangsungan hidup. Keluarga dengan status ekonomi tinggi akan memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat mengakses pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan baik, sebaliknya keluarga dengan status ekonomi rendah cenderung lebih mendahulukan kebutuhan pokok terlebih dahulu dibandingkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut di Desa Karangsari Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak.Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan pengambilan data cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan sampel 71 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil data ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi, diagram persentase dan dianalisis menggunakan uji chi square dengan interval kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,005

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI KONSUMSI KOPI HITAM TERHADAP STAIN PADA WARGA DESA SUROKONTO WETAN KECAMATAN PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari dan paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (Pusdatin Kementan) konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54% menjadi 276 ribu ton. Meningkatnya konsumsi kopi ini didukung oleh perilaku masyarakat dalam mengonsumsi kopi. Mengonsumsi kopi adalah perilaku yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya stain. Kafein adalah salah satu kandungan kopi yang dapat menyebabkan stain bila dikonsumsi secara terus-menerus. Stain merupakan pewarnaan gigi yang melekat langsung pada permukaan gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat yang mengonsumsi kopi dengan stain pada Warga Desa Surokonto Wetan Kec Pageruyung Kab Kendal.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional engan jumlah responden 25 orang laki laki yang mengonsumsi kopi hitam. Metode pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner. Variabel pengaruh penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat pengonsumsi kopi hitam dan sedangkan variabel terpengaruhnya stain (pewarnaan gigi). Analisis data dengan mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk tabulasi silang. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat kecenderungan pengetahuan dan kondisi stain, yaitu semakin kurang pengetahuan individu tersebut maka kebersihan gigi dan mulut (stain) akan semakin buruk. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut kriteria buruk dan stain kriteria buruk memiliki presentase yaitu 56% atau 14 responde

    IDENTIFIKASI BORAKS DALAM KETUPAT JANUR DI PASAR RAKYAT BUKATEJA KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2022

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Diploma TigaKarya Tulis Ilmiah, Mei 2022ABSTRAKIlham Danang Sudrajat ([email protected])IDENTIFIKASI BORAKS DALAM KETUPAT JANUR DI PASAR RAKYAT BUKATEJAKECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2022XVII + 67 halaman: tabel, gambar, lampiranLatar Belakang boraks adalah senyawa kimia turunan dari logam berat boron (B) yang merupakan anti septik dan pembunuh kuman yang berguna sebagai bahan anti jamur, pengawet kayu, dan antiseptik pada kosmetik. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 722/ MenKes/Per/IX/88 boraks dinyatakan sebagai bahan berbahaya dan dilarang untuk digunakan dalam pembuatan makanan karena di dalam makanan boraks akan terserap oleh darah dan disimpan dalam hati serta tidak mudah larut dalam air boraks bersifat kumulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya boraks pada ketupat janur yang di jual di Pasar Rakyat Bukateja Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya kadar boraks pada ketupat janur yang dijual di Pasar Rakyat Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data di lapangan dan pemeriksaan di Laboratorium dan di bandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan tambahan Pangan. Hasil penelitian dilakukan di Pasar Rakyat Bukateja Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Jumlah pedagang ketupat janur sebanyak 3 pedagang. Pemeriksaan organoleptik dari segi tekstur sampel P1 memiliki tekstur yang masih kenyal, dalam segi rasa P1 tidak khas ketupat untuk P2 dan P3 khas ketupat, untuk aroma sampel P1 beraroma khas ketupat untuk sampel P2 dan P3 tidak beraroma khas ketupat, penapilan sampel P1 dan P2 mengkilap untuk P3 tidaak mengkilap, daya tahan selama 3 x 24 jam 3 sampel sudah tidak layak dikonsumsi. Pemeriksaan laboratorium 3 sampel negatif. Tingkat pegetahuan pedagang 2 pedagang kriterianya baik 1 pedagang kurang baik. Kesimpulan penelitian ini 100% sampel tersebut bebas dari boraks dan aman untuk di konsumsi. Saran memberikan penyuluhan, pengecekan dan pengawasan kepada pedagang ketupat janur

    KOMBINASI PEMBERIAN HAND MASSAGE DAN RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG RAJAWALI 2A RSUP DR. KARIADI KOTA SEMARANG

    No full text
    Latar Belakang: Pembedahan akan menimbulkan trauma fisik dan resiko kematian yang akan menimbulkan kecemasan sebelum operasi. Kecemasan dapat mempengaruhi psikologis dan kesehatan fisik seseorang. Kecemasan pre operasi dapat menimbulkan sulitnya akses vena, kekakuan rahang dalam induksi anestesi, ketidakstabilan otonom dan hemodinamik, serta dapat membutuhkan dosis anestesi yang lebih tinggi. Hand massage merupakan salah satu teknik non farmakologi yang telah diteliti dapat mengurangi nyeri, kecemasan, dan stress. Selain hand massage, terdapat satu teknik non farmakologi untuk mengurangi kecemasan pasien pre operasi, yaitu dengan relaksasi Benson. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan program inovasi hand massage dan relaksasi Benson terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Metode: Rancangan yang akan dilakukan adalah studi kasus deskriptif. Subjek dalam studi kasus ini adalah pasien yang mengalami kecemasan sebelum menjalani operasi di ruang rajawali 2A RSUP. Dr. Kariadi. Hasil: Pengkajian dilakukan kepada 3 klien yang dirawat inap di ruang Rajawali 2A, Ketiga klien tersebut akan melakukan operasi laparatomi. Masalah keperawatan yang muncul adalah ansietas. Implementasi yang diberikan adalah penerapan evidence based nursing practice hand massage dan relaksasi Benson yang diterapkan secara bersamaan kepada klien + 2 jam sebelum melakukan operasi selama 3 kali dalam waktu + 15 menit. Ketiga klien mengalami penurunan skor, yakni dari tingkat kecemasan sedang mendadi rendah. Saran: Diharapkan bagi klien dapat melakukan teknik hand massage dan relaksasi Benson secara mandiri dalam menurunkan kecemasan

    No full text

    STUDI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI PUSKESMAS BENDAN KOTA PEKALONGAN TAHUN 2022

    No full text
    Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangJurusan Kesehatan Lingkungan PurwokertoProgram Studi Sanitasi Program Dipolma TigaKarya Tulis ilmiah, Mei 2022AbstrakIffah Khairrunnisa ([email protected])STUDI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI PUSKESMAS BENDAN KOTAPEKALONGANxvi + 59 halaman,gambar,tabel,lampiranLatar belakang Puskesmas menghasilkan aktivitas operasional berupa airlimbah yang harus diolah menggunakan Instalasi Pengolahan Limbah cair (IPAL).Oleh karena air limbah diolah agar memenuhi baku mutu Peraturan Daerah No 5Tahun 2012 agar tidak mencemari lingkungan. Tujuan penelitian prosespengolahan limbah cair di Puskesmas Bendan Kota Pekalonga. Metode penelitianjenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengamati kondisipengolahan limbah cair dan proses instalasi pembuangan airlimbah.Pengumpulan data diperoleh observasi, wawancara,uji laboratorium. Hasilpenelitian Sumber pengolahan limbah berasal dari pelayanan medis dan nonmedis. Sistem penyaluran sumber air limbah disalurkan melalui sistem perpipaansecara tertutup.Pengolahan Instalasi Pengolahan Limbah Cair dengan prosespengumpulan sumber limbah ,proses sedimentsi, proses aersi, proses klrorinasitahap ini terkadang tidak dilakukan pengolahan sebab terjadi kemacetan salurandan tahap akhir penampungan. Hasil pemeriksaan sampel limbah outlet suhu29oC, TSS 0 ?g/l, pH 7,9 BOD5hr 22 mg/l, NH3- N 0,003 mg/l. Kesesuaianpemreriksaan menunjukan angka memenuhi baku mutu Peraturan Daerah No 5Tahun 2012. Simpulan bahwa pengolahan sumber air limbah berasl dari ruangpelayanan Kesehatan dan pemeriksaan sumber air limbah pada InstalsiPengolahan Air Limbah memenuhi baku mutu air limbah Peneliti menyarankanuntuk melakukan upaya pematauan pengolahan limbah cair yang terjadi kendala.Kepustakaan : 13 (2011 -2021)Kata Kunci : Limbah cair, Pengolahan IPAL, Baku Mutu, Puskesm

    4

    full texts

    28,611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    repository.poltekkes-smg.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇