28611 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PIJAT BATUK PILEK TERHADAP LAMA HARI BATUK PILEK PADA BALITA
Indonesia dan menjadi alasan tertinggi untuk datang ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Kondisi ini bisa dimulai dari keluhan bukan pneumonia seperti batuk pilek. Salah satu tanda dan gejala pneumonia pada bayi adalah batuk dan pilek. Batuk pilek adalah infeksi primer nasofaring dan hidung yang sering mengenai bayi dan anak. Upaya untukmenyembuhkan batuk dan pilek selain obat adalah dengan terapi pijat batuk pilek. Pijat batuk pilek ini belum pernah dilakukan di Puskesmas Pandanaran.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas pijat batukpilek terhadap lama hari batuk pilek pada balita.Jenis penelitian yang digunakan Kuantitatif, dengan desain quasiexperimental pendekatan non-equivalent control group post-test only design.Jumlah populasi dalam penelitian ini 32 responden. Teknik sampling dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel 30 responden. Responden dipijat mulai haripertama pada saat berobat di puskesmas, dilakukan 1 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Observasi lama hari batuk pilek dalam 6 hari, terhitung dari setelah pasien dilakukan pijat batuk pilek. Dilakukan observasi dengan lembar observasi.Analisis univariat menggunakan median dan analisis bivariat menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil analisis univariat dari 15 responden kelompok intervensi lama hari batuk pilek adalah 3 hari sedangkan 15 responden yang menjadi kelompok kontrollama hari batuk pilek 5 hari. Hasil analisis bivariat hasil p value = 0,005. Hasil kesimpulan dari penelitian ini ada perbedaan lama hari batuk pilek yang diberikan terapi pijat batuk pilek dan terapi farmakologi dibandingkan yang mendapat terapi farmakologi saja. Kelompok intervensi lebih cepat sembuh dibanding kelompok kontrol yangmana selisih 2 hari. Dengan demikian terapi pijat batuk pilek ini dapatmenjadi salah satu pilihan terapi non farmakologi yang aman dan mudah dilakukan dalam penanganan batuk pilek di Puskesmas Pandanaran
PENGELOLAAN KESIAPAN MENINGKATKAN NUTRISI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU POST PARTUM SECTIO CAESAREA
Latar Belakang: Sectio Caesarea menimbulkan luka akibat tindakan pembedahan pada abdomen. Luka tersebut memerlukan nutrisi dalam proses penyembuhan. Pengaruh nutrisi pada ibu bersalin terutama pada ibu dengan post partum Sectio Caesarea harus lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin A dan C, karbohidrat, lemak, serta mineral yang sangat berperan dalam pembentukan jaringan baru pada proses penyembuhan luka.Metoda: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan dua responden post partum Sectio Caesarea yang mengalami defisit nutrisi.Hasil: Hasil penelitian ini membuktikan bahwa masalah tingkat pengetahuan mengenai nutrisi teratasi dengan indikator evaluasi mampu menjelaskan diet yang dianjurkan, mampu menyebutkan makanan yang diperbolehkan dalam diet, mampu menyebutkan makanan yang tidak diperbolehkan dalam diet, dan mampu menjelaskan perencanaan menu berdasarkan diet yang dianjurkan.Simpulan: Simpulan membuktikan bahwa pemberian pendidikan kesehatan mengenai peningkatan nutrisi pada ibu post partum Sectio Caesarea meningkatkan pengetahuan klien mengenai pengelolaan kesiapan meningkatkan nutrisi terhadap proses penyembuhan luka pada ibu post partum Sectio Caesarea
PENGARUH EKSTRAK TIMUN SURI (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KADAR NITRIT OKSIDA IBU HIPERTENSI POSTPARTUM
PENGARUH EKSTRAK TIMUN SURI (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KADAR NITRIT OKSIDA IBU HIPERTENSI POSTPARTUMMay Frinsiska Siahaan1, Sri Sumarni2, Sudirman2 (1)Magister Terapan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang(2)Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesiaemail : [email protected] Belakang: Hipertensi Postpartum merupakan peningkatan tekanan darah ? 140/90 mmHg dengan atau tidak disertai proteinuria atau oedema pada postpartum. penanganan hipertensi postpartum selama ini dilakukan dengan pemberian terapi farmakologis namun dapat menimbulkan efek samping. terapi nonfarmakologi saat ini sering digunakan sebagai obat alternatif maupun sebagai terapi pendamping untuk meminimalisir efek samping. ekstrak timun suri merupakan terapi nonfarmakologi yang mengandung kalium dan flavanoid yang dapat menurunkan tek anan darah ibu hipertensi postpartum.Tujuan: Menganalisis potensi ekstrak timun suri (cucumis sativus) sebagai pendamping obat antihipertensi terhadap perubahan tekanan darah dan kadar nitrit oksida ibu hipertensi postpartum.Metode:Jenis penelitian ini adalah True Eksperiment dengan pre and post test control group design melalui 15 orang kelompok intervensi diberi ekstrak timun suri 1x1 400 mg dan nifedipin 10 mg dan 15 orang kelompok kontrol diberi obat nifedipin 10 mg selama 7 hari. Kadar nitrit oksida diukur pada saat sebelum dan sesudah intervensi dengan metode ELISA. Hasil: Tekanan darah sistolik kelompok intervensi turun sebesar 20,33 mmHg dan kelompok kontrol turun sebesar 9,86 mmHg deng an nilai p-value 0,000 < 0,05. Tekanan darah diastolik kelompok intervensi turun sebesar 10,33 mmHg dan kelompok kontrol 5,60 mmHg dengan nilai p-value 0,001. Kadar nitrit oksida kelompok intervensi meningkat 14,872 ?mol/L dengan nilai p-value 0,029 sedangkan kelompok kontrol menurun 2,4 ?mol/L dengan nilai p-value 0,567.Kesimpulan: Ekstrak timun suri (Cucumis Sativus) berpotensi sebagai terapi pendamping untuk menurunkan tekanan darah pada ibu postpartum hipertensi.Kata Kunci: Ekstrak timun suri, , Postpartum, Hipertens
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI HYSTEROSALPINGPGRAPHY (HSG) PADA KASUS INFERTILITAS PRIMER DI RSU ISLAM KLATEN
Prosedur pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) pada kasus Infertilitas Primer di RSU Islam Klaten hanya menggunakan proyeksi AP polos pelvis dan AP post kontras. Injeksi media kontrasnya menggunakan kateter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG). Tujuan kedua untuk mengetahui mengapa hanya menggunakan dua proyeksi dan bagaimana informasi diagnostik yang didapat. Terakhir untuk mengetahui mengapa menggunaan kateter untuk injeksi media kontras.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Proses analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian diketahui prosedur pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) pada kasus Infertilitas Primer di RSU Islam Klaten dilaksanakan pada hari ke-10 setelah HPHT. Ketika persiapan pemeriksaan pasien diminta menunda intercourse hingga hari pelaksanaan pemeriksaan. Pada hari pemeriksaan disarankan membawa pembalut wanita. Persiapan alat dan bahan meliputi steril dan non-steril. Proyeksi yang digunakan AP polos pelvis dan AP post kontras. Media kontras water soluble diinjeksikan menggunakan kateter secara bertahap. Dari hasil wawancara diketahui alasan hanya menggunakan poyeksi AP polos pelvis dan AP post kontras karena informasi diagnosanya sudah cukup serta mempertimbangkan paparan radiasi pasien. Injeksi media kontras menggunakan kateter karena fleksibel, efektif, efisien serta meminimalisir perdarahan dan infeksi pada serviks.Kesimpulannya prosedur pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG) pada kasus Infertilitas Primer di RSU Islam Klaten hanya menggunakan proyeksi AP polos pelvis dan AP post kontras karena informasi diagnosanya sudah cukup serta mempertimbangkan paparan radiasi pasien. Injeksi media kontras menggunakan kateter karena fleksibel, efektif, efisien serta meminimalisir perdarahan dan infeksi pada serviks
PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOGRAFI KNEE JOINT DENGAN KLINIS OSTEOARTHRITIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSU ISLAM KLATEN
Teknik pemeriksaan radiografi knee joint dengan klinis osteoarthritis di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten dilakukan dengan proyeksi AP supine, dan proyeksi lateral dengan arah sinar tegak lurus yang membuat penyempitan pada celah patellofemoral joint dan femorotibial joint terlihat kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi knee joint dengan klinis osteoarthritis dan alasan menggunakan arah sinar tegak lurus.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan pengambilan data pada bulan April hingga Juni 2022 di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten dengan metode observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diolah dan selanjutnya dianalisis dengan koding terbuka kemudian disajikan dengan kuotasi selanjutnya ditarik kesimpulan.Hasil penelitian prosedur pemeriksaan radiografi knee joint dengan klinis osteoarthritis di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten saat persiapan pemeriksaan pasien diminta untuk melepas benda logam yang menempel pada area lutut pasien. Proyeksi yang digunakan adalah proyeksi AP supine, lateral, dan skyline view. Informasi diagnostik yang dihasilkan dari proyeksi AP adalah melihat celah sendi tibiofemoral joint, sedangkan proyeksi lateral adalah ada atau tidaknya osteofit dan permukaan patellofemoral joint dan skyline view untuk menyempurnakannya. Pada proyeksi lateral menggunakan arah sinar tegak lurus karena dinilai sudah mampu memberikan informasi diagnosa yang cukup yaitu dengan menampilkan penyempitan pada celah patellofemoral joint dan femorotibial joint untuk menegakkan klinis osteoarthritis dan sesuai dengan SOP yang ad
FORMULASI TEPUNG KACANG MERAH DAN BUAH STROBERI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN ES KRIM UNTUK IBU HAMIL DAN REMAJA PUTRI ANEMIA
Latar Belakang : Es krim merupakan makanan semi padat dengan cara pembekuan, biasanya tinggi kalori, tinggi lemak dan rendah zat besi. Prevalensi ibu hamil dan remaja putri anemia di Indonesia mengalami peningkatan 37,1% dan 26,4% tahun 2013 menjadi 48,9% dan 32% tahun 2018. Tepung kacang merah mengandung tinggi zat besi (Fe) sekitar 10,3 mg/100g. Stroberi mengandung vitamin C yang berfungsi meningkatkan absorbsi zat besi.Tujuan : Menganalisis kadar Fe dan kadar vitamin C serta mendeskripsikan daya leleh, overrun, dan karakteristik sensorik pada berbagai formulasi es krim tepung kacang merah dan buah stroberi.Metode : Penelitian ekperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu formulasi tepung kacang merah dan buah stroberi pada pembuatan es krim dengan 3 taraf perlakuan diantaranya Kacang Merah 10%, 20%,30% dan buah stroberi 90 g. Analisis kadar Fe dan vitamin C diuji menggunakan One Way ANOVA, Daya leleh diukur mengunakan stopwatch, overrun dihitung menggunakan rumus persentase overrun, serta data karakteristik sensori dideskripsikan menggunakan grafik radar.Hasil : Terdapat pengaruh es krim tepung kacang merah dan buah stroberi terhadap kadar Fe dan vitamin C. Daya leleh pada setiap formuasi sudah memenuhi standar, yang paling tahan dalam suhu ruang yaitu formulasi C 23 menit 45 detik. Overrun yang sudah memenuhi standar produk terbaik yaitu formulasi A dengan nilai 86,67%. Hasil karakteristik sensori formulasi A merupakan formulasi yang mendekati kontrol.Kesimpulan : Ada perbedaan kadar Fe dan vitamin C terhadap Formulasi es krim tepung kacang merah dan buah stroberi. Es krim yang disarankan sebagai alternative snack ibu hamil anemia adalah formulasi C.Kata kunci : Es Krim, tepung kacang merah, buah stroberi, daya leleh, overrun, Kadar Fe, Kadar Vitamin, karakteristik sensoriDaftar Pustaka : (2012-2021
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D UMUR 20 TAHUN DI PUSKESMAS KEMBARAN 1 KABUPATEN BANYUMAS
Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan masa nifas yang dicatat satu tahun per100.000 Kelahiran Hidup (KH). Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1.000 KH. Bidan berperan untuk mengurangi AKI dan AKB yaitu dengan cara pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas dengan asuhan secara berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC). Diharapkan penulis mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. D Umur 20 Tahun di Puskesmas Kembaran 1.Metode: Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan kebidanan 7 langkah varney dan catatan perkembangan dalam bentuk SOAP. Hasil studi kasus ini diperoleh diagnose G1P0A0 usia kehamilan 39+? minggu fisiologis, proses persalinan fisiologis yang diikuti masa nifas fisiologis tanpa keluhan, dan bayi baru lahir fisiologis.Hasil: Pada asuhan kebidanan kehamilan ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik yaitu pada usia kehamilan 39-40 minggu TFU 37,7 cm, namun pada praktiknya TFU Ny. D yaitu 33 cm. Pada asuhan persalinan ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik yaitu pada kala II penolong tidak menggunakan APD lengkap. Pada nifas tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Asuhan kebidanan nenonatus tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan praktik.Kesimpulan: Dari hasil studi kasus ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan komprehensif terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan praktik di lahan. Saran bagi bidan untuk tetap melaksanakan asuhan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
PERBEDAAN PENGGUNAAN KAYU SIWAK DAN SIKAT GIGI TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA SISWA-SISWI KELAS VIII SMP NEGERI 6 KISARAN KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Kesehatan gigi dan mulut bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara umum, Riskesdas (2018) menyatakan prevalensi nasional masalah kesehatan gigi dan mulut 57,6% sedangkan yang mendapatkan pelayanan hanya 10,2%. Kesadaran menyikat gigi cukup tinggi 94,7%, namun hanya 2,8% yang menyikat gigi dengan benar. Menyikat gigi adalah cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan berbagai kotoran yang melekat pada permukaan gigi dan gusi, penggunaan sikat gigi sangat diperlukan dalam membersihkan plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi. Tujuan pada penelitian ini adalah perbedaan penggunaan kayu siwak dan sikat gigi terhadap penurunan indeks plak pada siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 6 Kisaran Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara.Jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperiment dan menggunakan rancangan pretest posttest group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 siswa dengan jumlah sampel 30 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur perlakuan adalah lembar observasi dan indeks plak dengan alat diagnostik. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat, uji Wilcoxon untuk mengetahuan perbedaan antara variabel bebas dan variabel terikat.Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan antara penggunaan kayu siwak dan sikat gigi terhadap penurunan indeks plak pada siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 6 Kisaran dengan nilai p-value = 0,000. Terdapat pengaruh indeks plak antara sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan menggunakan kayu siwak dan sikat gigi dengan nilai p-value antara keduanya adalah 0,000. Perlu selalu menjaga kesehatan gigi dan mulutnya demi mencapai kesehatan secara optimal
PROSEDUR PEMERIKSAAN COLLUMNA VERTEBRAE LUMBOSACRAL PADA KLINIS HERNIA NUKLEUS PULPOSA (HNP) DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
Prosedur pemeriksaan Radiografi Vertebrae Lumbosacral Klinis HNP di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta berbeda dengan teori menurut Long, dkk., 2019, yang menggunakan Proyeksi AP, Lateral, Lateral Flexi, dan Lateral Ekstensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Radiografi Vertebrae Lumbosacral Klinis Hernia Nukleus Pulposa (HNP) di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan mengetahui alasan teknik dinamik Lumbosacral dilakukan dengan berdiri. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan bulan Desember 2021 sampai Juni 2022. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Responden terdiri dari dua radiografer, satu dokter radiolog yang membaca hasil radiografi, dan satu dokter pengirim. Analisis data dilakukan dengan model interaktif menurut Miles dan Huberman. Posedur pemeriksaan radiografi vertebrae Lumbosacral pada klinis Hernia Nucleus Pulposa (HNP) dimulai dengan persiapan alat berupa pesawat sinar-X, detector plate, dan digital radiografi unit, pasien memasuki ruang pemeriksaan dan mengganti baju dengan baju pasien yang telah disediakan. Pasien diposisikan berdiri didepan bucky stand. 4 proyeksi yang digunakan yaitu Anteroposterior (AP), lateral, teknik dinemik berupa lateral flexi, dan lateral extensi. Alasan dilakukan proyeksi tambahan berupa teknik dinamik Lumbosacral yaitu lateral flexi dan extensi karena pada saat berdiri tulang belakang mendapatkan tekanan dari berat tubuh sehingga vertebrae dalam satu garis lurus dan hasil gambar radiograf memperlihatkan pergeseran corpus lumbal dan penyempitan pada diskus intervertebralnya
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN ANGKA KARIES PADA SISWA SD N 2 NGADIROJO GLADAGSARI BOYOLALI
Karies gigi merupakan penyakit yang mudah ditemukan pada anak usia sekolah dasar. Melihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini masih sangat tinggi yaitu sekitar 93%. Sebagian besar karies gigi pada anak usiasekolah dasar adalah berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik, semakin sering seseorang mengonsumsi makanan kariogenik maka semakin tinggi pula resiko timbul karies gigi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan angka karies pada siswa SD N 2 Ngadirojo, Gladagsari Boyolali.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SD N 2 Ngadirojo dengan sampel sebanyak 48 siswa kelas IV dan V menggunakan teknik total sampling. Dilakukan pemeriksaan secara langsung untuk memperoleh data karies, dan survey dengan kuisioner untuk mendapatkan data tentang frekuensi konsumsi makanan kariogenik. Pengolahan data menggunakan teknik analisa data secara deskriptif kuantitatif dengan tabel, diagram dan tabulasi silang.Hasil penelitian menunjukkan paling banyak responden mempunyai frekuensi konsumsi makanan kariogenik dalam kategori kadang-kadang yaitu sebanyak 33 responden dengan persentase 69%. Paling banyak responden mempunyai angka karies dalam kategori rendah sebanyak 19 responden dengan persentase 40%. Terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan angka karies pada siswa SD N 2 Ngadirojo, Gladagsari Boyolali