28611 research outputs found
Sort by
ANALISA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO HIPERVOLEMI DENGAN PEMBERIAN KULUMAN ES BATU (KULET) DI RUANG HD RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Latar belakang: Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat disembuhkan kembali, dan harus menjalani hemodialisa dimana pasien membatasi diet cairan untuk mencegah kelebihan cairan yang dapat menyebabkan produksi saliva menurun, sehingga munculnya rasa haus. Berdasarkan Hasil Riskesdas menunjukkan Provinsi Aceh proporsi hemodialisis pada penderita gagal ginjal kronik sebanyak 14,09%.Tujuan: Mendeskripsikan Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Hemodialisa Dengan Masalah Keperawatan Resiko Hipervolemi Dengan Pemberian Kuluman Es Batu (Kulet) di Ruang HD RSUD dr. Zainoel Abidin. Metode: Studi kasus dengan analisis deskriptif dengan jumlah responden 3 pasien. Instrument yang digunakan yaitu Visual Analog Scale (VAS), monitoring keseimbangan cairan. Intervensi mengulum es batu 30 ml diberikan selama 5-10 menit sebanyak 1 kali. Hasil asuhan keperawatan: Masalah keperawatan yang ditemukan yaitu resiko hipervolemi yang berhubungan dengan rasa haus, dengan intervensi manajemen cairan, mengulum es batu serta pengukuran tingkat rasa haus menggunakan VAS. Rekomendasi: Intervensi mengulum es batu efektif dalam menurunkan tingkat rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, serta dapat memberikan dampak positif dalam resiko hipervolemia
PENERAPAN RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST APENDIKTOMIDIRSUD DR. ZAINOEL ABIDIN ACEH
Latar belakang: Terdapat peningkatan prevalensi appendicitis akut dengan jumlah 24,9 . Masalah utama yang dialami pasien adalah gangguan rasa nyaman nyeri pada abdomen, permasalahan tersebut bisa diatasi terapi komplementer yaitu teknik relaksasi benson.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadapat nyeri pasien post operasi AppendiktomiMetode: Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah responden 3 pasien, observasi tingkat nyeri menggunakan (numerical rating scales-NRS). Relaksasi Benson dilakukan selama 3 hari dengan waktu 10-15 menit sebanyak 1 kali. Hasil : hasil penerapan menunjukan terjadi penurunan Skala nyeri pada pasien post operasi apendiktomi dengan rata-rata nyeri ringan 2-3 (Numerical Rating Scales-NRS).Rekomendasi: penerapan relaksasi Benson efektif dalam menurunkan tingkat rasa nyeri pada pasien post operasi apendiktomi, serta tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya
PENERAPAN MEDITASI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH
Latar Belakang : Meditasi merupakan salah satu terapi non-farmakologi dimana seseorang memfokuskan pikirannya untuk mengendalikan panca indra dan seluruh tubuhnya. Meditasi digunakan pada penderita tekanan darah tinggi karena dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan mengontrol penyempitan dan relaksasi pembuluh darah di pusat vasomotor sumsum tulang belakang.Tujuan : Untuk mengetahui penerapan teknik meditasi dzikir terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang melibatkan 3 lansia dengan diagnose hipertensi.Instrumen yang digunakan berupa Lembar pengkajian asuhan keperawatan, alat pengukur tekanan darah, SOP teknik meditasi dzikir dan lembar observasi tekanan darah yang dilakukan selama 3 x dalam 1 minggu dengan durasi 20 menit.Hasil Analisi Asuhan Keperawatan : Masalah Keperawatan pada ke tiga responden adalah hipertensi setelah dilakukan intervensi meditasi dzikir selama 6 hari dalam kurun waktu 3 hari masalah keperawatan teratasi dengan diperoleh hasil terdapat penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.Diskusi : Hasil penulisan ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian terapi relaksasi dzikir terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Rekomendasi : Karya ilmiah akhir ners ini dapat menjadi referensi intervensi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat khususnya penderita hipertensi untuk dapat menerapkan teknik meditasi dzikir ini untuk menurunkan tekanan darah
PENERAPAN TERAPI PIJAT KAKI PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PENINGKATAN TEKANAN DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPULO PROVINSI ACEH
Latar belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai the silent killer (pembunuh diam diam) karena penderita Hipertensi tidak tahu bahwa dirinya menderita Hipertensi. Hipertensi dalam profil kesehatan provinsi Aceh tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi Hipertensi berdasarkan hasil kependudukan pada umur ? 18 tahun di kabupaten/ kota Banda Aceh sebesar 23,32 %.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh tindakan terapi pijat kaki dapat mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah pada lansia yang menderita Hipertensi.Metode : Desain studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi, jumlah 3 responden, observasi tekanan darah pada lansia menggunakan Sphymomanometer Digital dan lembar observasi, Teknik relaksasi pijat kaki dilakukan selama 30 menit sebanyak 1 kali dalam 3 hari berturut-turut.Hasil Asuhan Keperawatan : Pemberian pijat kaki selama 3 hari berturut-turut efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mandiri yang aman.Rekomendasi : Puskesmas dapat menerapkan terapi pijat kaki ini karena tidak memberikan dampak negatif dalam penerapannya.kata kunci : Hipertensi;pijat kak
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN TB PARU DENGAN PENERAPAN BATUK EFEKTIF DAN FISIOTERAPI DADA DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
Latar belakang : TB Paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Ketika paru-paru terinfeksi akan terjadi inflamasi atau peradangan di paru-paru yang mengakibatkan terjadinya sekret/eksudat yang lama kelamaan akan menumpuk sehingga produksinya berlebih. Masalah keperawatan yang muncul pada pasien TB paru adalah bersihan jalan napas tidak efektif dengan dilakukan fisioterapi dada dan memotivasi klien dalam mengeluarkan secret dengan cara batuk efektif.Tujuan : Untuk menerapkan Asuhan Keperawatan dengan teknik batuk efektif dan fisioterapi dada pada pasien TB Paru dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif.Metode : Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus, jumlah subjek yang digunakan adalah 3 pasien dilakukan penerapan selama 3 hari berturut-turut selama 10-15 menit.Hasil Asuhan Keperawatan : Masalah keperawatan yang muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Tindakan yang dilakukan yaitu mengobservasi frekuensi napas, mengobservasi kemampuan batuk dalam mengeluarkan sputum, mangauskultasi adanya bunyi napas tambahan pada paru-paru, memberikan fisoterapi dada dan mengajarkan batuk efektif. Evaluasi yang dilakukan yaitu berdasarkan pada tujuan dan kriteria hasil yang disusun pada tahap perencanaan dengan melihat perubahan yang terjadi pada pasien kelolaan.Diskusi : Hasil penerapan yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut pada ketiga pasien setelah dilakukan fisioterapi dada dan batuk efektif terlihat mengalami perbaikan setiap harinya dengan dilakukan evaluasi menggunakan lembar observasi keefektifan jalan napas didapatkan hasil sebelum dan sesudah dilakukan fisioterapi dada dan batuk efektif mengalami peningkatan keefektifan jalan nafas pada pasien dengan sesak napas berkurang, kemampuan batuk meningkat, adanya pengeluaran sputum, saturasi meningkat dan respirasi rate mengalami perubahan. Sehingga dapat dikatakan setelah penerapan masalah bersihan jalan napas tidak efektif dapat teratasi.Rekomendasi : Penerapan batuk efektif dan fisioterapi dada pada pasien TB paru yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafas mampu meningkatkan pengeluaran sekret. Disarankan untuk menerapkan latihan batuk efektif dan fisioterapi dada bagi pasien TB Paru dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas sebagai tindakan mandiri keperawatan di lapangan
PEMANFAATAN PEMBERIAN NANOPARTIKEL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PERBAIKAN STATUS ANEMIA PADA IBU HAMIL ANEMIA: KAJIAN KADAR HEMOGLOBIN, HEMATOKRIT, FERRITIN DAN JUMLAH ERITROSIT
Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu penyumbang kematian ibu dan bayi. Pada ibu hamil yang mengalami anemia diberikan suplementasi zat besi namun belum memberikan hasil yang maksimal sehingga perlu dilakukan alternatif lain yaitu penelitian pemberian nanopartikel daun kelor (300 mg) sebagai pendamping suplementasi zat besi.Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian nanopartikel daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap peningkatan kadar ferritin, jumlah eritrosit, kadar hematokrit dan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia yang mendapatkan tablet Fe. Metode : Penelitian quasy experiment dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Teknik Sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil yang mengalami anemia. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Paired T-Test dan Independent T-Test pada variabel kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit sedangkan kadar ferritin menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney.Hasil: Pemberian nanopartikel daun kelor (Moringa Oleifera) berpengaruh meningkatkan kadar ferritin (p-value 0,019), jumah eritrosit (p-value 0,000), kadar hematokrit (p-value 0,007) dan kadar hemoglobin (p-value 0,000).Kesimpulan: Pemberian nanopartikel daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai salah satu alternatif dalam pencegahan anemia untuk meningkatkan kadar hemoglobin, hematokrit, ferritin dan jumlah eritrosit pada ibu hamil
HUBUNGAN KUNJUNGAN ANTENATAL K6 DAN PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GROBOGAN
Pada tahun 2021, Kabupaten Grobogan mengalami kenaikan kasus BBLR sebanyak 1.112 kasus. Kenaikan ini dikarenakan kurangnya informasi terbaru yang didapatkan ibu di tengahnya era pandemi covid-19. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR yaitu kunjungan antenatal K6 dan peningkatan berat badan selama kehamilan dengan pengukuran IMT. Hal ini dapat diantisipasi dengan memberikan KIE pada ibu tentang pentingnya melakukan kunjungan antenatal minimal 6 kali dan monitoring peningkatan berat badan selama kehamilan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kunjungan antenatal K6 dan peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Grobogan. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Grobogan dengan jenis penelitian Analitik Observasional dan rancangan desain kasus kontrol (retrospektif). Populasinya adalah ibu bersalin normal bulan Januari-Agustus 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan simple random sampling dengan jumlah sampel 76 responden. Seluruh sampel yang masuk dalam kriteria inklusi diperoleh dari data buku KIA, kohort bayi, kohort ibu hamil, dan data persalinan yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kunjungan antenatal K6 dan peningkatan berat badan selama kehamilan dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Grobogan. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square pada kunjungan antenatal K6 menunjukkan nilai p-value=0,019 (p-valu