28611 research outputs found
Sort by
JUMLAH LEUKOSIT DAN TROMBOSIT PADA WHOLE BLOOD PENYIMPANAN 0 DAN 5 HARI DI DALAM BLOOD BANK UDD PMI KOTA PEKALONGAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LAMA RAWAT BERDASARKAN CLINICAL PATHWAY KASUS SECTIO CAESAREA DENGAN CEPHALOPELVIC DISPROPORTION DI RSUD KAJEN
Salah satu pengendalian mutu pelayanan yang diterapkan oleh rumah sakit adalah clinical pathway. RSUD Kajen telah menerapkan beberapa jenis clinical pathway salah satunya adalah clinical pathway kasus sectio caesarea dengan cephalopelvic disproportion. Komponen yang terdapat dalam clinical pathway salah satunya ialah standar lama rawat pasien. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan lama rawat pasien, mengidentifikasi umur pasien, mengidentifikasi diagnosa sekunder, mengidentifikasi komplikasi pasien, menganalisis hubungan umur dan lama rawat, menganalisis hubungan diagnosa sekunder dan lama rawat, serta menganalisis hubungan komplikasi dan lama rawat. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah studi dokumentasi dengan analisis data univariat dan analisis data bivariat melalui uji chi square. Pasien dengan lama rawat sesuai clinical pathway sebanyak 80,6%. Pasien dengan umur berisiko memiliki kesesuaian sebesar 63,2% dan serta umur tidak berisiko dengan kesesuaian 84,8%. Pasien dengan diagnosa sekunder hipertensi memiliki kesesuaian sebesar 0% dan diagnosa sekunder non-hipertensi dengan kesesuaian 82,2%. Pasien dengan komplikasi memiliki kesesuaian 61,2% dan pasien non-komplikasi dengan kesesuaian 89,5%. Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan antara umur (p value: 0,032), diagnosa sekunder (p value: 0,004), komplikasi (p value: 0,001) dengan lama rawat pasien kasus sectio caesarea dengan cephalopelvic disproportion di RSUD Kajen
HUBUNGAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS TERHADAP MUTU REKAM MEDIS DI RSUD BATANG
Berdasarkan hasil rekapitulasi kelengkapan rekam medis bulan Juli hingga September 2022 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang, kelengkapan rekam menunjukkan 62,02% lengkap dan 21,26% rekam medis yang kembali tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelengkapan rekam medis terhadap mutu rekam medis di RSUD Batang. Dengan menggunakan 100 resume medis rawat inap tahun 2022. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan uji chi square pada SPSS 23. Dalam pengumpulan data metode yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi dengan menggunakan checklist. Berdasarkan hasil penelitian, nilai p value setiap indikator kelengkapan rekam medis terhadap mutu rekam medis, yaitu review identifikasi pasien 0,019?0,05, review laporan penting 0,001?0,05, review autentikasi 0,002?0,05, dan review pendokumentasian yang baik 0,698>0,05. Oleh karena itu, kelengkapan rekam medis indikator review identifikasi pasien, review laporan penting, dan review autentikasi terdapat hubungan terhadap mutu rekam di RSUD Batang. Namun, pada review pendokumentasian yang baik tidak terdapat hubungan terhadap mutu rekam medis di RSUD Batang
PERANAN PENGGUNAAN TEKNIK POST PROCESSING MIP (MAXIMUM INTENSITY PROJECTION)PADA PEMERIKSAAN MSCT THORAX UNTUK DETEKSI NODULE PARU
PENGARUH MEDIA EDUKASI KESEHATAN BERBASIS WEBSITE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI SEKS PRANIKAH DI SMKN 2 JIWAN KABUPATEN MADIUN
Pada tahun 2020, Kabupaten Madiun menjadi perhatian media dikarenakan kejadian pernikahan dini selama pandemi covid-19 naik secara signifikan mencapai 100% dan sebagian besar disebabkan oleh perilaku seks pranikah. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut yaitu kurangnya pengetahuan pada remaja. Oleh karena itu edukasi kesehatan dengan media yang efektif sangat diperlukan untuk mempermudah remaja memahami informasi mengenai seks pranikah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media edukasi kesehatan berbasis website terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai seks pranikah di SMKN 2 Jiwan Kabupaten Madiun.Penelitian ini dilakukan di SMKN 2 Jiwan Kabupaten Madiun dengan jenis pre-experimental design dan rancangan one group pretest-posttest design. Populasinya adalah seluruh siswi kelas X sampai XII jurusan multimedia tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple stratified random sampling dengan jumlah sampel 67 responden. Seluruh sampel terpilih diberikan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi kesehatan untuk diteliti tingkat pengetahuannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media edukasi kesehatan berbasis website terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai seks pranikah di SMKN 2 Jiwan Kabupaten Madiun. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value=0,000 (p-valu
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN BALITA TERINDIKASI STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS TAHUN 2023
Latar belakang : Keadaan malnutrisi atau kekurangan gizi kronis dapat disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi balita dalam waktu yang lama dan menyebabkan balita gagal tumbuh. Terdapat 30 kasus balita terindikasi stunting dengan umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banyumas. Tujuan penelitian mengetahui hubungan sanitasi lingkungan fisik rumah dengan kejadian balita terindikasi stunting di wilayah kerja Puskesmas Banyumas tahun 2023. Metode : Variabel bebas berupa jenis lantai, sumber air bersih, pengolahan air minum, higiene makanan minuman, dan kepemilikan jamban sehat, serta variabel terikat berupa kejadian balita terindikasi stunting. Jenis penelitian observasional, pendekatan case control, jumlah populasi dengan jumlah 30 sampel kontrol dan 30 sampel kasus. Analisis data menggunakan Chi Square dan Regresi Logistik Ganda. Hasil : Variabel yang berhubungan dengan kejadian balita terindikasi stunting adalah sumber air bersih (p = 0,045; OR = 6,000) dan kepemilikan jamban sehat (p = 0,000; OR = 24,750). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian balita terindikasi stunting adalah jenis lantai (p = 0,424; OR = 2,800), pengolahan air minum (p = 1,000; OR = 2,071), dan higiene makanan minuman (p = 0,729; OR = 1,625). Variabel yang memiliki hubungan paling memengaruhi adalah kepemilikan jamban sehat (p = 0,000; OR = 24,750). Simpulan : Faktor yang berhubungan dengan kejadian balita terindikasi stunting adalah sumber air bersih dan kepemilikan jamban sehat. Saran : Masyarakat dihimbau untuk berhenti buang air besar sembarangan, membangun jamban, dan aliran tinja disalurkan ke septic tank tertutup
HUBUNGAN JUMLAH PENGUNJUNG TERHADAP SISA KLOR DI KOLAM RENANG LANGEN TIRTO PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2023
Latar Belakang: Pencemaran air kolam renang dapat ditimbulkan dari pencemaran kimia, fisik serta mikrobiologis. Salah satu upaya untuk membunuh mikroorganisme berbahaya pada air kolam renang berupa kaporit yang mengandung senyawa klor. Kaporit berfungsi untuk mengurangi kadar zat organik, mengoksidasi logam, dan sebagai disinfektan pada air kolam renang. Metode: Variabel bebas yaitu jumlah pengunjung dan variabel terikat yaitu kadar sisa klor air kolam renang. Desain penelitian ini yaitu Observasional dengan analisis inferensial. Pendekatan yang digunakan yaitu Cross Sectional. Pengolahan data Uji linear regression. Hasil: Rerata sisa klor air kolam renang anak sebelum digunakan 0,293 mg/l sedangkan setelah digunakan 0,043 mg/l. Nilai signifikansi dari uji linear regression sisa klor air kolam renang anak-anak 0,597. Rerata sisa klor air kolam renang dewasa sebelum digunakan 0,203 mg/l, sedangkan setelah digunakan 0,047 mg/l. Nilai signifikansi dari uji linear regression sisa klor air kolam renang dewasa yaitu 0,778. Simpulan: Berdasarkan uji linear regression disimpulkan tidak terdapat hubungan antara variabel jumlah pengunjung anak-anak terhadap kadar sisa klor kolam renang anak-anak dengan hasil signifikansi 0,597 serta tidak terdapat hubungan antara variabel jumlah pengunjung orang dewasa terhadap kadar sisa klor kolam renang dewasa dengan hasil signifikansi 0,778. Sisa klor pada air kolam renang dipengaruhi oleh suhu air yang tinggi akibat paparan sinar matahari langsung sehingga mempercepat reaksi senyawa klorin dalam air. Saran: Pengelola kolam renang diharapkan berupaya memenuhi standarisasi konstruksi bangunan dan sarana sanitasi lingkungan kolam renang renang, menggunakan dosis yang tepat pada proses disinfeksi air kolam renang guna menjaga kualitas air kolam renang baik fisik, kimia, maupun mikrobiologi
LATIHAN SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYON KOTA PALANGKA RAYA
Latar belakang : Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun, berupa kemunduran fungsi biologis tubuh yang tampak sebagai penurunan kondisi fisik. Penurunan lainnya adalah berpikir seperti pikun, disorientasi ruang, tempat, dan waktu serta sulit untuk menerima hal-hal yang baru. Tujuan : Untuk menerapkan senam otak dalam upaya meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon kota Palangka Raya.Metode : Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus, jumlah subjek yang digunakan adalah 3 klien lansia dengan hipertensi dilakukan penerapan selama 3 hari dalam seminggu selama 3 minggu dengan durasi waktu minggu pertama dan kedua 5 menit, kemudian minggu ketiga 10 menit.Hasil Asuhan Keperawatan : Masalah keperawatan yang muncul adalah gangguan memori yang dibuktikan dengan peningkatan tekanan darah akibat proses penuaan mengakibatkan gangguan fungsi kognitif. Tindakan yang dilakukan yaitu stimulasi kognitif yaitu latihan senam otak yang bertujuan untuk meningkatkan daya ingat. Evaluasi yang dilakukan yaitu berdasarkan pada tujuan yang disusun pada tahap perencanaan dengan melihat perubahan fungsi kognitif yang terjadi pada klien kelolaan.Diskusi : Hasil penerapan yang dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 3 minggu pada ketiga klien mengalami peningkatan poin setiap minggunya walaupun tidak signifikan dan masih dalam kategori gangguan kognitif sedang dengan dilakukan evaluasi menggunakan MMSE didapatkan hasil sebelum dan sesudah dilakukan latihan senam otak, kemampuan menyebutkan dari aspek kognitif, segi bahasa, segi aspek registrasi serta mampu mengingat nama-nama benda dengan tepat, kemudian dari segi kalkulasi kemampuan dalam menghitung ketiga klien tergolong masih lambat dan kurang tepat.Rekomendasi : Penerapan latihan senam otak pada klien lansia dengan hipertensi yang mengalami penurunan fungsi kognitif mampu meningkat poin fungsi kognitif setelah melakukan latihan senam otak. Disarankan untuk menerapkan latihan senam otak pada klien lansia dengan hipertensi masalah keperawatan gangguan memori sebagai tindakan mandiri keperawatan di lapangan
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI BENSON UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA MAHASISWA NERS POLTEKKES SEMARANG KELAS KERJASAMA ACEH SELATAN DALAM PENYUSUNAN KIAN
Latar Belakang : Prevalensi gangguan kecemasan di Provinsi Aceh, usia 15 tahun ke atas berjumlah 4% dari jumlah penduduknya. Hampir setiap orang di daur kehidupannya mengalami kecemasan, termasuk mahasiswa Mahasiswa yang sedang dalam penyusunan tugas akhir berisiko mengalami kecemasan. Kecemasan dapat menganggu proses belajar karena mahasiswa mengalami salah dalam pemahaman informasi/distorsi sehingga mengakibatkan mahasiwa mengalami penurunan daya ingat dan perhatiannya.Tujuan : Mengetahui keefektifan dalam penerapan teknik relaksasi Benson untuk mengurangi kecemasan.Metode : Desain Studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi, jumlah responden 3 orang, observasi tingkat kecemasan menggunakan kuesioner HARS, relaksasi Benson dilakukan selama 10-15 menit yang dilakukan sebanyak 1 kali.Hasil : Sebelum dilakukan teknik relaksasi Benson rentang tingkat kecemasan yaitu 22-25 (kecemasan sedang) dan setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi Benson rentang tingkat kecemasan 15-18 (kecemasan ringan) dengan demikian penulis mengambil kesimpulan bahwa teknik relaksasi Benson dapat menurunkan tingkat kecemasan pada mahasiswa ners poltekkes semarang kelas kerjasama aceh. Rekomendasi : penerapan teknik relaksasi Benson efektif dalam menurunkan kecemasan pada mahasiswa dan tidak menimbulkan efek negatif
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI UNTUKMENINGKATKAN HARGA DIRI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANGAN JIWA BLUD DR. H YULIDDIN AWAY TAPAKTUAN
Latar Belakang : Ciri khas dari gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri.Terapi aktivitas sosialisasi adalah terapi yang dilakukan untuk membantu pasienbersosialisasi baik secara interpersonal, teman atau kelompok dengan teknik bermain.Tujuan : Mengetahui keefektifan dalam penerapan terapi aktivitas sosialisasi untukmeningkatkan harga diri rendah.Metode : Desain Studi kasus dengan penelitian deskriptif berdasarkan kriteria inklusi daneklusi, jumlah responden 3 orang, observasi harga diri rendah menggunakan kuesioner,kegiatan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dilakukan selama 20-45 menit yangdilakukan sebanyak 1 kali.Hasil Asuhan Keperawatan : Sebelum dilakukan tindakan intervensi keperawatandilakukan pembagian kuesioner dan dari hasil ketiga kuesioner menunjukkan adanyapenurunan harga diri, dan setelah dilakukan kegiatan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dilakukan pemberian kuesioner kembali dan menunjukkan adanya peningkatan harga diri. Rekomendasi : Penerapan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dalam meningkatkanharga diri pada pasien dan tidak menimbulkan efek negatif.Kata Kunci : Harga diri rendah, terapi aktivitas kelompok sosialisas