GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
    236 research outputs found

    PEMISAHAN ZIRKONIUM (Zr) DAN HAFNIUM (Hf) MEMAKAI CAMPURAN SOLVEN TBP-D2EHPA DAN AMBERLITE XAD-16

    Get PDF
    PEMISAHAN ZIRKONIUM (Zr) DAN HAFNIUM (Hf) MEMAKAI CAMPURAN SOLVEN TBP-D2EHPA DAN AMBERLITE XAD-16. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi (perbandingan ekstraktan dan resin) SIR yang efektif untuk pemisahan Zr dan Hf, mengetahui model kesetimbangan adsorpsi Zr dan Hf dengan menggunakan SIR, dan mengetahui hasil adsorpsi yang paling efektif dari perbandingan berat SIR. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode SIR yaitu mengimpregnasikan suatu ekstraktan ke dalam resin. Ekstraktan yang digunakan yaitu campuran TBP dan D2EHPA (1: 3), resin yang digunakan yaitu XAD-16, dan umpan yang digunakan yaitu ZOC. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan komposisi SIR, setelah diperoleh hasil variasi SIR yang efektif. Selanjutnya dilakukan proses adsorpsi umpan ZOC dengan menggunakan SIR. Kemudian disaring, filtrat hasil penyaringan dianalisis dengan XRF. Sedangkan padatan SIR hasil adsorpsi di desorpsi menggunakan asam sulfat. Kemudian hasil desorpsi dianalisis menggunakan spektrometer XRF. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh hasil komposisi SIR yang paling efektif untuk pemisahan Zr-Hf yaitu perbandingan ekstraktan dan resin = 5: 5 untuk metode kering maupun metode basah, persamaan kesetimbangan untuk Zr mendekati model kesetimbangan Langmuir sedangkan persamaan kesetimbangan untuk Hf mendekati model kesetimbangan Freundlich serta hasil adsorpsi yang paling efektif yaitu perbandingan umpan dengan SIR = 10 mL:5 g dengan β = 0,1831 ; η Zr = 26,39% serta η Hf = 66,19% untuk metode kering dan β = 0,1557 ; η Zr = 25,17% serta η Hf = 68,36% untuk metode basah. Hasil yang diperoleh pada proses desorpsi yaitu 2 M H2SO4. Kata kunci: SIR, TBP, D2EHPA, Resn XAD-16, Zr, dan Hf

    PERBANDINGAN HASIL KONSTRUKSI TERHADAP HASIL SIMULASI DARI ISOKRONUS MAGNET SIKLOTRON DECY-13

    Get PDF
    Dalam siklotron, magnet merupakan komponen utama untuk menghasilkan lintasan partikel melingkar dan memfokuskan berkas partikel. Sebuah sistem magnet siklotron dengan kapasitas 13 MeV telah berhasil dibangun. Selanjutnya karakteristiknya dievaluasi dengan membandingkan nilai isokronus magnet yang dibangun terhadap hasil simulasi. Proses tersebut dilakukan melalui tahapan komisioning dan pemetaan medan magnet (untuk mengukur distribusi medan magnet dari setiap hill magnet dengan menggunakan sensor Tesla Meter dalam interval jarak pengambilan data 5 mm selama +9 jam). Dengan menggunakan arus koil maksimum 133 A dan menggunakan 2 (dua) hall probe hasil mapping medan magnet menghasilkan kurva medan rerata di atas medan isokronus dengan rentang kesalahan 0,3%. Akan tetapi, pada jari-jari kurang dari 8 cm medan rerata masih dibawah kurva isokronous. Oleh karena itu, perlu proses shimming dengan menambah ketebalan bump 0,5 mm pada area pusat dan mengurangi medan rerata pada jari-jari lebih dari 8 cm supaya mendekati kurva isokronous

    EKSTRAKSI Y, DY, GD DARI KONSENTRAT ITRIUM DENGAN SOLVEN TBP, D2EHPA

    Get PDF
    EKSTRAKSI Y, Dy, Gd DARI KONSENTRAT ITRIUM DENGAN SOLVEN TBP DAN D2EHPA. Telah dilakukan pemisahan Y, Dy, dan Gd dari konsentrat itrium hasil olah pasir senotim dengan cara ekstrasi cair - cair. Pasir senotim adalah sumber logam tanah jarang dengan kandungan utama itrium. Solven yang akan digunakan untuk proses ekstraksi yaitu TBP dan D2EHPA dalam pengencer kerosen. Umpan ekstraksi adalah konsentrat itrium yang dilarutkan dalam suasana asam nitrat. Penentuan kadar itrium Y, Dy, dan Gd di analisis menggunakan alat pendar sinar - X. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemisahan itrium yang relatif murni. Pada proses ekstraksi pemisahan Y, Dy, dan Gd variabel yang berpengaruh antara lain : konsentrasi asam nitrat dalam larutan umpan, waktu ekstraksi, perbandingan umpan dan fasa organik dan konsentrasi solven dalam fasa organik. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi terbaik adalah keasaman umpan 0,5 M, waktu ekstraksi 15 menit, kecepatan pengadukan 250 rpm, solven 15 % D2EHPA dengan pengencer Kerosin, perbandingan FA : FO = 1 : 1. Pada kondisi ini diperoleh harga faktor pisah Y-Dy = 22,576 dan Y-Gd = 59,2

    SUMBER ELEKTRON TIGA ELEKTRODA MENGGUNAKAN TABUNG PEMERCEPAT NEC UNTUK MBE-LATEKS 300kV/20 mA

    Get PDF
    SUMBER ELEKTRON TIGA ELEKTRODA MENGGUNAKAN TABUNG AKSELERATOR NEC UNTUK MBE-LATEKS 300kV/20 mA. Pada makalah ini dilaporkan hasil disain, konstruksi, dan karakterisasi sumber elektron (SE) tiga elektroda untuk mesin berkas elektron (MBE) lateks dengan memanfaatkan tabung pemercepat buatan NEC (National Electric Coorporation) sebagai ruang dan elektroda sumber elektron. Metode yang digunakan dengan mendisain flange untuk menempatkan filamen, katoda Pierce, dan anoda pemfokus yang terisolasi dengan katoda, kemudian flange ini dimuatkan pada tabung pemercepat yang telah dilepas 2 elektrodanya sehingga terbentuk struktur sumber elektron 3 elektroda jenis Pierce. Bentuk lintasan berkas elektron pada tabung pemercepat disimulasi menggunakan program OPERA-3D untuk variasi parameter posisi filamen relatif terhadap ujung lubang katoda Pierce 3; 1,5; -1,5; dan -2,5 mm menggunakan 1 tabung pemercepat. Dilanjutkan simulasi untuk beda tegangan katoda dan anoda pemfokus 5, 10, dan 15 kV menggunakan 2 tabung pemercepat. Selanjutnya dilakukan konstruksi dan karakterisasi profil dan arus berkas elektron keluarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada posisi filamen -2,5 mm menghasilkan lintasan berkas elektron paling sedikit divergen dan merambat sejajar pada sumbu aksial 2 tabung pemercepat pada beda tegangan katoda dan anoda pemfokus 15 kV.  Profil  berkas elektron sangat ditentukan oleh tegangan anoda pemfokus. Besarnya keluaran arus berkas elektron sangat ditentukan oleh tegangan anoda ekstraksi dengan hasil terbesar 50 mA. SE yang dibuat ini memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan untuk MBE lateks

    THERMODYNAMICS ANALYSES ON REGENERATIVE STEAM CYCLE WITH TWO TANKS FOR HTGR-10 CONCEPT

    Get PDF
    In this work, steam cycle from a nuclear power plant is explored in order to increase efficiency and electric power output. A thermal source in the form of a HTGR-10 concept is considered. The power conversion unit of HTGR-10 consists of steam generator, turbine, condenser, pump, and connecting pipes. Helium is used as the core coolant and the working fluid for power conversion unit is water/steam. The proposed thermodynamic process modification has been evaluated for regenerative steam power cycle of this reactor. The scope of study covered regenerative steam cycle with two tanks including feed water tank and intermediate feed water tank. The evaluation analyzes the effect of pressure, efficiencies of turbine and pumps, and tanks against thermal efficiency. The Cycle-Tempo software is used to simulate and optimized this effect on steam cycle based on HTGR-10. The results indicate improvements of as much as 2.65 % in thermal efficiency and 0.271 MWe in electric power.THERMODYNAMICS ANALYSES ON REGENERATIVE STEAM CYCLE WITH TWO TANKS FOR HTGR-10 CONCEPT. In this work, steam cycle from a nuclear power plant is explored in order to increase electric power efficiency and output. A thermal source in the form of a HTGR-10 concept is considered. The power conversion unit of HTGR-10 consists of steam generators, turbines, condensers, pumps , and connecting pipes. Helium is used as the core coolant and the working fluid for power conversion unit is water/steam. The proposed thermodynamic process modification has been evaluated for regenerative steam power cycle of this reactor. The scope of study covered regenerative steam cycle with two tanks including feed water tank and intermediate feed water tank. The evaluation analyzes the effect of pressure, efficiencies of turbine and pumps, and tanks against thermal efficiency. The Cycle-Tempo software is used to simulate and optimize those effects on steam cycle based on HTGR-10. The results indicate improvements of as much as 2.65 % in thermal efficiency and 0.271 MWe in electric power

    PERBANDINGAN HASIL ANALISIS DUA LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE YANG BERBEDA

    Get PDF
    PERBANDINGAN HASIL ANALISIS DUA LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE YANG BERBEDA. Telah dilakukan perbandingan hasil analisis suatu sampel abu vulkanik pada dua laboratorium dengan metode analisis yang berbeda. Pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu suatu laborotorium pengujian serta menjalin kerjasama dengan laboratorium pengujian dari Negara lain. Sampel diuji di laboratorium AAN – PSTA menggunakan metode AAN, sedangkan pada Universitas Texas menggunakan ICP-MS dan ENAA. Dari target 12 unsur, laboratorium AAN – PSTA mampu menyajikan data analisis 11 unsur. Berdasarkan hasil perbandingan diketahui bahwa analisis unsur K, Mn, Ti dan Fe dari kedua laboratorium mempunyai perbandingan yang sangat baik dan saling berdekatan. Hal ini diketahui dari nilai RSD dan koefisien korelasi hasil analisis kedua laboratorium. Sedangkan dilihat dari perbedaan hasil diketahui bahwa hasil analisis unsur Al, Na, K, Fe, V, Mn, Ti, Cr dan As dari kedua laboratorium tidak beda signifikan. Dari 11 unsur yang dilaporkan, hanya unsur Zn yang mempunyai nilai berbeda signifikan untuk dua laboratorium

    PENGARUH AKTIVITAS 99Mo TERHADAP PROFIL RENDEMEN 99mTc PADA GENERATOR 99Mo/99mTc DENGAN KOLOM MATERIAL BERBASIS ZIRKONIUM (MBZ)

    Get PDF
    Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN telah mengembangkan Material Berbasis Zirkonium (MBZ) dengan kapasitas serap terhadap Molibdenum-99 (99Mo) lebih dari 150 mg Molibdenum/gram. Material ini masih perlu dikembangkan, salah satunya adalah kemampuannya untuk melepaskan Teknesium-99m (99mTc) pada saat proses elusi. Pada penelitian ini, dilakukan studi pengaruh aktivitas 99Mo terhadap profil rendemen 99mTc. Variasi aktivitas 99Mo yakni diserapkan ke dalam MBZ, kemudian 99mTc dielusi setiap hari sampai hari keenam dengan menggunakan larutan NaCl 0,9%. Berdasarkan analisis ANOVA two-factor without replication dengan taraf signifikansi 5%, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada profil rendemen 99mTc dengan variasi aktivitas 99Mo (P-value=0,017631), perbedaan juga ditemukan pada pola garis regresinya. Semakin besar aktivitas 99Mo yang diserapkan ke MBZ, semakin rendah persentase hasil elusi 99mTc yang diperoleh pada hari pertama dan cenderung meningkat pada elusi berikutnya

    ANALISIS EFISIENSI TRAFO FREKUENSI TINGGI PADA SUMBER TEGANGAN TINGGI COCKCROFT WALTON MBE LATEKS

    Get PDF
    ABSTRAK Analisis EFISIENSI TRAFO FREKUENSI TINGGI PADA SUMBER TEGANGAN TINGGI COCKCROFT WALTON MBE LATEK.. Trafo frekuensi tinggi (TFT) 1 fasa, 15 kW, 7/17,5 kV, 40 kHz yang dibuat telah dioperasikan pada MBE namun belum diketahui karakteristiknya. Efisiensi merupakan karakteristik TFT yang penting untuk dianalisis dalam rangka mengetahui kemampuannya dalam mencatu daya STT-MBE pada  berbagai arus berkas elektron. Analisis dilakukan dengan menghitung rugi-rugi inti dan rugi-rugi lilitan dimana rugi inti tergantung pada bahannya, sedangkan rugi lilitan tergantung pada arus dan tahanannya dengan memperhatikan kenaikan suhu yang terjadi saat dioperasikan. Pada induksi magnet maksimum Bm 0,15 T dan frekuensi operasi 40 kHz, diketahui rugi daya inti  611,78 W sedangkan rugi daya lilitan total 9,85 W pada beban penuh 1,07 A sehingga efisiensi trafo pada beban penuh 96,02 %.  Efisiensi  trafo dihitung dengan variasi arus beban atau arus berkas elektron Ibe dimana rugi daya lilitan berbanding kuadrat terhadap arus beban.  Efisiensi maksimum (hm) TFT di bawah beban penuh adalah sebesar 95,71 % terjadi pada Ibe 11 mA atau 92,4 % beban penuh.  Pada Ibe yang lebih besar misalnya 12 mA, TFT mengalami kondisi beban lebih sebesar 9,34 %.  Jika dibandingkan dengan trafo tenaga yang mempunyai efisiensi maksimum sekitar 80 % beban penuh, maka TFT yang dibuat mempunyai efisiensi maksimum pada persen beban yang lebih besar. Efisiensi TFT juga mempunyai kecenderungan sama dengan jenis trafo tenaga yaitu semakin besar bila bebannya semakin besar.

    PEMETAAN LAJU DOSIS GAMMA DI GREEN HOUSE DENGAN METODE MONTE CARLO PROGRAM PHITS

    Get PDF
    Pemetaan laju dosis gamma di green house dilakukan dalam rangka proteksi dan keselamatan radiasi personil. Laju dosis gamma dihasilkan dari adanya penggunaan radionuklida 134Cs dan 60Co dalam kegiatan penelitian faktor transfer dan remediasi. Di dalam ruang green house terdapat 12 buah kotak ukuran 1 x 1 x 0,5 m3 yang diisi tanah andosol dengan tebal tanah 20 cm dan 2 buah bak oval panjang 1,7 m, lebar 0,5 m dan tinggi 0,5 m yang diisi air. Dari 12 kotak tersebut 6 kotak diisi tanah yang dikontaminasi radionuklida, sedangkan dari 2 bak oval 1 bak diisi air yang dikontaminasi. Radionuklida kontaminan yang digunakan pada penelitian pertama adalah 134Cs dan pada penelitian kedua adalah 60Co dengan aktivitas masing-masing 2 MBq. Dengan menggunakan program komputer PHITS yang berbasis perhitungan Monte Carlo laju dosis gamma di dalam dan di luar ruang green house dihitung. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh laju dosis gamma adalah 0,1 µSv/jam – 1 µSv/jam baik untuk sumber 134Cs ataupun 60Co. Nilai laju dosis gamma tersebut terkategori aman karena masih di bawah nilai batas yang diijinkan untuk pekerja maupun publik

    KARAKTERISTIK BERKAS PADA BEAM PORT TEMBUS DAN SINGGUNG REAKTOR KARTINI

    Get PDF
    ABSTRAK KARAKTERISTIK BERKAS PADA BEAM PORT TEMBUS DAN SINGGUNG REAKTOR KARTINI. Telah dilakukan serangkaian perhitungan untuk mempelajari karakterisitk berkas neutron dan foton gamma pada beam port tembus dan singgung menggunakan program MCNPX.  Kegiatan ini terkait dengan rencana perancangan dan penyediaan fasilitas eksperimen PGNAA (Prompt Gamma Neutron Activation Analysis) menggunakan sumber neutron dari salah satu beam port pada reaktor Kartini yang masih belum dimanfaatkan. Hasil dari simulasi ini akan digunakan sebagai dasar dalam pemilihan beam port yang dipandang paling sesuai untuk digunakan, berdasarkan beberapa persyaratan yang ditetapkan, seperti karakteristik spektrum neutron pada bagian keluaran beam port, dsb. Hasil evaluasi menunjukkan beam port singgung memberikan karakteristik spektrum neutron yang lebih baik dibanding beam port tembus sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. Dalam hal ini nilai rasio fluks neutron termal dan epitermal terhadap fluks neutron cepat pada bagian keluaran beam port masing-masing ϕth/ϕf = 3,086 dan ϕepi/ϕf = 2,733 yang lebih tinggi dibanding untuk  beam port tembus yang nilainya ϕth/ϕf = 0,803 dan ϕepi/ϕf = 0,625

    221

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇