GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir
Not a member yet
236 research outputs found
Sort by
STUDI PENGUKURAN AKTIVITAS ANAK LURUH U-238, TH-232 DAN K-40 DALAM FILTER PM 10 DAN PM 2,5 DI DAERAH – JATENG II
STUDI PENGUKURAN AKTIVITAS ANAK LURUH U-238, Th-232 DAN K-40 DALAM FILTER PM 10 DAN PM2,5 DI DAERAH – JATENG II. Telah dilakukan studi pengukuran aktivitas anak luruh U-238 dan Th-232 dan K-40 dalam filter PM10 dan PM2,5 didaerah Jateng II. Penelitian ini bertujuan (1) melakukan prediksi jaraksampling dan stabilitas meteorologi dan (2) identifikasi aktivitas radionuklida yang terdapat pada filter udara PM2,5 dan PM 10 di daerah perkotaan. Dengan memakai perangkat lunak “SCREEN3” dan “WRPLOT” samplingudara di daerah sekitar PLTU Jateng II dapat ditentukan pada bulan Juni 2011 dengan jarak sampling diantara1300 m – 1500 m. Hasil prediksi stablitas meteorologi di bulan Juni 2011 yang dibuat dengan pemodelanmemakai “SCREEN3” diperkirakan diantara mempunyai tipe B, B-C , C dan sedikit kearah tipe D. Hasil aktivitasfilter PM 10 dan PM 2,5 di ketiga tempat pengambilan sampling menggunakan spektrometer gamma, ternyataditemukan juga 6 macam radionuklida yaitu Ac-228, Tl-208, Pb-212, Ra-226, Bi-214 dan K-40. Dari hasilperhitungan diperoleh bahwa aktivitas radionuklida tertinggi pada sampel udara PLTU Jateng II untuk PM 2,5dan PM 10 adalah Ra-226 dengan masing-masing aktivitas antara 0,04 -0,06 Bq/m3 udara.Kata kunci : SCREEN3, WRPLOT, PM 2,5 dan PM 10
EVALUATION OF NAA LABORATORY RESULTS IN INTER-COMPARISON ON DETERMINATION OF TRACE ELEMENTS IN FOOD AND ENVIRONMENTAL SAMPLES
Inter-comparison program is a good tool for improving quality and to enhance the accuracy and precision of theanalytical techniques. By participating in this program, laboratories could demonstrate their capability andensuring the quality of analysis results generated by analytical laboratories. The Neutron Activation Analysis(NAA) laboratory at National Nuclear Energy Agency of Indonesia (BATAN), Nuclear Technology Center forMaterials and Radiometry-PTNBR laboratory participated in inter-comparison tests organized by NAA workinggroup. Inter-comparison BATAN 2009 was the third inter-laboratory analysis test within that project. Theparticipating laboratories were asked to analyze for trace elements using neutron activation analysis as theprimary technique. Three materials were distributed to the participants representing foodstuff, and environmentalmaterial samples. Samples were irradiated in rabbit facility of G.A. Siwabessy reactor with neutron flux ~ 1013n.cm-2.s-1, and counted with HPGe detector of gamma spectrometry. Several trace elements in these sampleswere detected. The accuracy and precision evaluation based on International Atomic Energy Agency (IAEA)criteria was applied. In this paper the PTNBR NAA laboratory results is evaluated.Keywords: inter-comparison, neutron activation analysis, trace elements, foodstuff, environmental samples,NAA laborator
INSTALASI DAN EVALUASI GROUNDING UNTUK MBE INDUSTRI LATEKS PTAPB MENGGUNAKAN MULTIPLE ROD
INSTALASI DAN EVALUASI GROUNDING UNTUK MBE INDUSTRI LATEKS PTAPB MENGGUNAKAN MULTIPLE ROD. Telah dilakukan instalasi dan evaluasi grounding pada MBE untuk industri lateks PTAPB menggunakan multiple rod. Instalasi didasarkan pada kebutuhan nilai tahanan pentanahan Rp yang kecil dengan cara pemilihan bentuk, ukuran dan jumlah elektrode serta lokasi penanaman elektrode. Agar diperoleh resistivitas tanah yang rendah, sumur ditimbun tanah liat pada bagian di sekitar elektrode. Instalasi dilakukan dengan menanam elektrode-2 batang tembaga (Cu) pejal diameter 16 mm pada 2 buah sumur, masing-2 berjumlah 4 buah @ 2 meter dan 8 buah @ 1 meter, menembus 2 lapisan tanah. Dengan konfigurasi elektrode yang telah ditentukan, diperoleh Rp terukur rata-rata 3,99 pada sumur I dan 5,82 pada sumur II atau Rpt = 2,36 jika dirangkai paralel, sedangkan dari pengukuran setelah keduanya dikopel diperoleh nilai rata-rata Rpt = 1,97 . Dari perhitungan secara trial and error dengan memvariasi , diperoleh tahanan tanah bagian atas R1 = 6,53 dan tahanan tanah bagian bawah R2 = 10,41 atau jika diparalel RpI = 4,01 untuk sumur I, sedangkan untuk sumur II diperoleh R1 = 7,72 dan R2 = 23,64 yang jika diparalel diperoleh Rp2 = 5,81 . Bila tahanan pada sumur I dan II diparalel diperoleh Rpt = 2,37 . Perbedaan Rpt antara pengukuran dan perhitungan 0,40 sangat dimungkinkan karena pengukuran Rpt sulit dilakukan dan sangat dipengaruhi oleh inhomogenitas resistivitas tanah antara satu tempat dengan tempat yang lain. Dari evaluasi diketahui bahwa pengaruh panjang dan kedalaman penanaman lebih dominan dibanding dengan jumlah elektrode. Dengan perbedaan kedalaman elektrode 0,55 m dibanding dengan jumlah elektrode 2 kali diperoleh perbedaan tahanan yang sangat besar yaitu 18,47 Ω.Kata kunci : MBE, tahanan pentanah, batang banya
PRODUKSI ARUS ION DARI HEAD SUMBER ION EKSPERIMEN UNTUK SIKLOTRON 13 MeV
PRODUKSI ARUS ION DARI HEAD SUMBER ION EKSPERIMEN UNTUK SIKLOTRON 13 MeV. Untuk membuat desain detil sumber ion yang dapat dibuktikan unjuk kerjanya, telah dilakukan pembuatan head sumber ion eksperimen. Diawali dengan pembuatan model head dengan anoda berongga lurus kemudian dihitung produksi ion H- maksimum. Selanjutnya dibuat head eksperimen dan diukur kemampuannya dalam menghasilkan arus ion H-. Dari hasil perhitungan model tersebut diperoleh arus ion H- maksimum sebesar 26,5 μA sedangkan hasil eksperimen sebesar 14 μA. Perbedaan ini masih dapat diterima dengan mempertimbangkan adanya efisiensi pembentukan plasma dan efisiensi ekstraksi yang tidak sempurna.Kata kunci: sumber ion, head eksperimen, siklotro
VALIDASI PAKET PROGRAM NODAL3 UNTUK KASUS STATIS BENCHMARK TERAS REAKTOR PWR
VALIDASI PAKET PROGRAM NODAL3 UNTUK KASUS STATIS TERAS BENCHMARK REAKTOR PWR. Persamaan difusi neutron dengan metode nodal telah menjadi metode standar dalam perhitungan parameter neutronik teras reaktor daya air ringan, seperti reaktor air bertekanan (PWR) atau air mendidih (BWR), karena waktu komputasi yang cepat dan hasilnya akurat. Paket program NODAL3 telah dikembangkan untuk menyelesaikan persamaan difusi neutron dengan metode nodal polinom (PNM) dalam geometri 3-dimensi (3-D). Validasi hasil perhitungan NODAL3 untuk kasus statis teras benchmark reaktor PWR (Pressurized Water Reactor), seperti IAEA-2D, BIBLIS, KOEBERG dan IAEA-3D, disajikan dalam penelitian ini. Teras benchmark yang dipilih mewakili kasus 2-D dan 3-D dan mempunyai karaktristik yang berbeda, sehingga dapat menentukan keakuratan NODAL3 dari aspek neutronik yang luas. Parameter neutronik statis yang dihitung adalah faktor perlipatan efektif, keff, faktor puncak daya (FPD) dan profil distribusi FPD ke arah aksial. Dibandingkan dengan acuan, hasil perhitungan NODAL3 menunjukkan bahwa untuk nilai keff terdapat perbedaan maksimum sebesar 0,006% (Δk). Sedangkan untuk FPD radial dan FPD aksial maksimum, selisih maksimum dengan acuan masing-masing sebesar -0,006 dan 0,051. Untuk kasus 3-D, hasil perhitungan NODAL3 konsisten dengan hasil perhitungan paket program nodal tervalidasi PARCS dan NESTLE. Riset ini menunjukkan bahwa akurasi paket program NODAL3 dalam menghitung parameter neutronik teras benchmark reaktor PWR, baik kasus 2-D dan 3-D, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Oleh karena itu, paket program NODAL3 siap untuk diaplikasikan dalam analisis neutronik reaktor PWR yang riil.Kata kunci : metode nodal, reaktor PWR, teras benchmark, faktor perlipatan efektif, faktor puncak day
PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH DAN OPERA-3D
PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH dan OPERA-3D. Telah dilakukan perancangan ulang magnet penganalisis pada implantor ion. Agar ion yang diimplantasikan pada suatu target adalah ion tunggal maka diperlukan magnet penganalisis. magnet penganalisis dapat memisahkan ion-ion pengotor dari berkas ion yang dipercepat sehingga dihasilkan ion tunggal. Implantor ion di PTAPB telah dilengkapi dengan magnet penganalisis, tetapi masalahnya adalah data desain detilnya belum ada dan belum berfungsi secara optimal sehingga akan menghambat untuk keperluan perawatan dan pengembangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data teknis magnet penganalisis dan melakukan optimasi desain. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan diawali dengan mencari pustaka yang berhubungan dengan magnet penganalisis, melakukan perhitungan detil dengan mempertimbangkan parameter yang telah ada, simulasi terhadap desain yang telah dibuat, penentuan parameter desain dan optimasi dari desain yang telah ada. Dari kegiatan ini dapat diperoleh dokumen desain detil magnet penganalisis untuk energi partikel 150 keV dengan sudut pembelokan 60o serta kemampuan memisahkan partikel dengan m/z = 8 amu. Sedangkan optimasi dari desain sebelumnya dapat dilakukan dengan mengubah bentuk inti magnet tipe C menjadi tipe H, mengubah bentuk kutub magnet menjadi segi empat dengan posisi berkas yang masuk membentuk sudut positif dan lebih condong ke tepi kutub magnet.Kata kunci : implantor ion, magnet penganalisis, desain detil, optimas
IDENTIFIKASI TENORM DALAM NATRIUM ZIRKONAT (NA2ZrO3) HASIL PROSES PELINDIAN AIR
IDENTIFIKASI TENORM DALAM NATRIUM ZIRKONAT (Na2ZrO3) HASIL PROSES PELINDIAN AIR. Makalahini melaporkan hasil-hasil pengukuran metoda spektrometri gamma dari konsentrasi radionuklida Th-228, Ra-226 dan K-40 serta dengan metoda AAN untuk pengukuran konsentrasi U-238 dan Th-232 dalam contohnatrium zirkonat (Na2ZrO3). Natrium zirkonat merupakan bahan hasil proses pelindian air, mengandung uraniumdan torium, sehingga memiliki potensi kontaminasi dan menaikkan paparan radiasi yang cukup besar. Tiaptahapan proses akan menghasilkan produk yang di dalamnya kemungkinan terdapat TENORM. Instrumen yangdigunakan adalah alat cacah g maestro II EG&G spektrometer γ Ortec dengan detektor Ge(Li). Teknik untukmenentukan konsentrasi radionuklida Th-228 ditentukan melalui anak luruhnya yaitu Pb-212 yang mempunyaienergi 238,6 keV, dan radionuklida Pb-210, Ra-226, K-40 langsung ditentukan dari energi masing-masing 46,5;186,2; 1460,75 keV. U-238 diidentifikasi melalui energi puncak 228,2 keV dari Np-239 dan Th melalui energipuncak 311,8 dari Pa-233. Konsentrasi radionuklida yang tertinggi dalam natrium zirkonat pada berbagai ukuranbutir adalah Ra-226 = 3664,4±95,9 Bq/kg dan radionuklida yang terendah adalah K-40 = 82,37±13,0 Bq/kg. Darimetoda analisis varians model desain acak sempurna untuk pengujian statistik, ditunjukkan bahwa terdapat tidakbeda secara nyata pengaruh ukuran butir umpan (hasil leburan pasir Zr) terhadap konsentrasi radionuklida Pb-210,Ra-226, Th-228 dan K-40, pada pengujian dengan taraf kepercayaan 95 %.Kata kunci : TENORM, pelindian, natrium zirkonat, uji statistik varian
ANALISIS DESAIN DAN UJI KINERJA STT-MBE BASIS TRAFO
ANALISIS DESAIN DAN UJI KINERJA STT-MBE BASIS TRAFO. Telah dilakukan analisis desain dan uji kinerja STT-MBE berbasis transformator (trafo) 3 fase untuk menentukan penyebab spesifikasi teknis tidak dicapai pada uji kinerja. Metode analisis dilakukan dari tiga aspek. Pertama analisis dokumen desain dan konstruksi menggunakan standar IEC/SNI dan handbook trafo ABB untuk mengetahui kesesuaian komponen desain. Kedua, simulasi desain trafo menggunakan program VIZIMAG untuk mengetahui kebenaran perhitungan analitik desain. Ketiga, melakukan uji tegangan dadal komponen konstruksi padat dan insulasi oli untuk mengetahui desain keamanan tata letak komponen tegangan tinggi STT. Berdasarkan analisis pertama ternyata hampir 30% bahan komponen STT tidak memenuhi standar trafo. Dari analisis kedua ternyata perhitungan analitik desain trafo sudah benar. Berdasarkan analisis ketiga ternyata tegangan dadal oli terukur 3 kali lebih kecil dari asumsi desain keamanan, sedangkan struktur fleksiglas bisa digunakan karena mempunyai tegangan dadal 45 kV/mm dan flashover 60 kV pada jarak 1 cm. Dari hasil review dokumen desain, hasil analisis eksperimen tegangan dadal dan flashover serta dari simulasi analisis desain trafo terungkap bahwa penyebab utama spesifikasi STT-MBE tidak dicapai, karena asumsi angka keamanan desain tata letak komponen STT sebesar 2 kali tegangan dadal oli trafo adalah aman. Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan bahwa trafo tidak dapat dioperasikan sesuai spesifikasi teknis, namun dengan perbaikan tata letak komponen STT di dalam bejana oli diharapkan dapat dioperasikan sampai 260 kV.Kata kunci : trafo, STT, analisis desain, kinerja, MBE
THE USE OF DIGITAL IMAGE PROCESSING IN ANALYSIS OF BORON, CADMIUM IN THORIUM OXIDE WITHOUT CARRIER DISTILATION WITH EMISSION SPECTROGRAPH METHOD
THE USE OF DIGITAL IMAGE PROCESSING IN ANALYSIS OF BORON, CADMIUM IN THORIUM OXIDEWITHOUT CARRIER DISTILLATION EMISSION SPECTROGRAPH METHOD. The use of digital imageprocessing in direct determination elements of highly absorption cross-section of thermal neutron such as B andCd in nuclear fuel ThO2 without carrier distillation was described. Working and counter electrode should bemodified because volume of the sample was larger than the traditional one. Firstly, analysis of B and Cd in ThO2was recorded by X-ray film for thorax and then was proceeded by mini digital camera. All files in mini digitalcamera were transferred to computer and read by digital image processing of Matlab software. It was found thatall line spectra became Gaussian shape. Since couple of camera position and lightening system had not beendone successfully yet, therefore, quantitative analysis could not been done yet, meanwhile qualitative analysishad already been done by analysis spectra after image processing. It is easier to analysis B and Cd qualitativelyuse of image processing than densitometer instrument.Keywords : Thorium Oxide, Carrier Distillation, Image Processing, Digital Camer
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR (VITIS VINIFERA L.)
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR(Vitis vinifera L.). Telah dilakukan penelitian secara simulasi untuk mengetahui kandungan insektisida klorpirifos di dalambuah anggur akibat diiradiasi dengan sinar gamma. Buah anggur direndam dengan insektisida klorpirifos dengan kadar yangbesar yaitu 100 ppm; 200 ppm dan 300 ppm selama 3 menit. Perlakuan yang dilakukan adalah diekstraksi langsung setelahperendaman, penyimpanan selama satu minggu setelah direndam lalu diekstrak, iradiasi setelah penyimpanan pada dosis0,5; 1,0; dan 1,5 kGy lalu diekstraksi. Pada penentuan kandungan, ekstraksi dilakukan dengan pelarut etil asetat dannatrium sulfat, lalu injeksikan pada gas kromatografi. Hasil perhitungan menyatakan bahwa terjadi penurunan residuklorpirifos dari masing-masing perendaman akibat penyimpanan selama tujuh hari sebesar berturut-turut 7,55; 8,42; dan18,88 %, sedangkan akibat iradiasi sinar gamma pada dosis 0,5 kGy akan menurunkan kandungannya berturut-turut 13,90;19,16; dan 52,79%, dan pada iradiasi dosis 1,0 kGy akan menurunkan kandungan klorpirifos berturut-turut 14,69; 30,58; dan57,73%, dan pada 1,5 kGy akan menurunkan kandungannya berturut-turut 34,45; 36,15; dan 49,79%.Kata kunci: iradiasi sinar gamma, insektisida, klorpirifos, anggur, gas kromatograf