Jurnal Akuntansi Bisnis
Not a member yet
    186 research outputs found

    Analisis Minat Penggunaan E-filing Menggunakan Theory of Planned Behavior

    Full text link
    AbstractE-filing is the submission of Annual SPT which can be done online via the internet on the website of the Directorate General of Taxes. This study was conducted with the aim of empirically testing people's attitudes toward the use of e-filing, subjective norms, and behavioral control influencing public interest (especially non-employees) in using e-filing. The difference with previous studies is that the focus of this research is more on testing the interest of taxpayers in using e-filing at KPP Pratama Purwakarta. The research model that the researcher uses for this test is The Theory Planned Behavior (TPB). The research data was collected from 100 people who answered the questionnaire from the researcher, 100 people were also non-employee taxpayers at KPP Pratama Purwakarta. For processing research data, researchers used Partial Least Square of Structural Equation Modeling (PLS SEM). In this study, the researcher found that behavioral attitudes using e-filing, and perceived behavioral control significantly affect behavioral interest in using e-filing, but Subjective Norms yielded insignificant results on interest in e-filing.Abstrak E-filing adalah penyampaian SPT Tahunan yang dapat dilakukan secara online melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji secara empiris sikap masyarakat terhadap penggunaan e-filing, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang mempengaruhi minat masyarakat (khususnya non-karyawan) dalam menggunakan e-filing. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah fokus penelitian ini lebih pada pengujian minat Wajib Pajak dalam menggunakan e-filing di KPP Pratama Purwakarta. Model penelitian yang peneliti gunakan untuk pengujian ini adalah Theory Planned Behavior (TPB). Data penelitian dikumpulkan dari 100 orang yang menjawab kuisioner dari peneliti, 100 orang juga merupakan wajib pajak bukan pegawai di KPP Pratama Purwakarta. Untuk pengolahan data penelitian, peneliti menggunakan Partial Least Square of Structural Equation Modeling (PLS SEM). Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa sikap perilaku menggunakan e-filing, dan kontrol perilaku yang dirasakan secara signifikan mempengaruhi minat perilaku dalam menggunakan e-filing, tetapi Norma Subjektif menghasilkan hasil yang tidak signifikan pada minat dalam e-filing

    Challenges, Opportunities, and Strategies of Audit Engagement in the Time of Crisis

    Full text link
    The audit process during the Covid-19 pandemic has changed due to various government regulations regarding social restrictions.  These changes impact the audit process, especially related to audit procedures due to social and mobility restrictions. Despite various challenges, auditors must maintain the audit quality. This study aims to investigate the challenges, opportunities, and strategies of audit engagement during the Covid-19 pandemic. This study conducts interviews with auditors from Big Four and Non-Big Four to investigate the challenges, opportunities, and strategies during audit engagement related to audit evidence, auditor independence, going concern opinion, and auditor-client relationships. This study applies institutional logic to generate an understanding pertaining to challenges, opportunities, and strategies during audit engagement in a time of crisis. Auditors make various efforts to adjust to the pandemic situation by carrying out various alternative procedures. Institutional logic embedded in public accounting firms has changed due to routines, relationship systems, and artifacts that are depicted in how auditors think and work because they have to adjust to the Covid-19 pandemi

    Reaksi Pasar Modal Terhadap Penetapan Bencana Skala Nasional Wabah COVID-19

    Full text link
    AbstractThe COVID-19 outbreak in the city of Wuhan, China began at the end of 2019 and spread to several countries in 2020 indicating a state of emergency not only for health but also for the global economy. The purpose of this study is to test whether the official determination of the COVID-19 disaster nationally can affect the capital market in Indonesia. The research method used is quantitative research using an event study approach. Samples were taken from companies listed on the Indonesian Capital Market belonging to the LQ45. The event period for calculating abnormal return and trading volume activity is 7 days (3 days before and 3 days after, including event date), with abnormal return and trading volume activity as a measure of market reaction. The results showed that there were differences in the average abnormal return (AAR) and trading volume activity (ATVA) on the 3 days before and after the determination. This finding shows that the official designation of Covid 19 as a national disaster by the Indonesian government is seen as bad news for capital market players in Indonesia.AbstrakWabah COVID-19 di kota Wuhan, China yang dimulai pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke beberapa negara pada tahun 2020 menandakan keadaan darurat tidak hanya bagi kesehatan tetapi juga bagi perekonomian global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah penetapan resmi bencana COVID-19 secara nasional dapat mempengaruhi pasar modal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan event study. Sampel diambil dari perusahaan yang terdaftar di Pasar Modal Indonesia yang tergabung dalam LQ45. Periode peristiwa untuk menghitung aktivitas abnormal return dan volume perdagangan adalah 7 hari (3 hari sebelum dan 3 hari setelah, termasuk tanggal peristiwa), dengan aktivitas abnormal return dan volume perdagangan sebagai ukuran reaksi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata abnormal return (AAR) dan trading volume activity (ATVA) pada 3 hari sebelum dan sesudah penetapan. Temuan ini menunjukkan bahwa penetapan resmi Covid 19 sebagai bencana nasional oleh pemerintah Indonesia dipandang sebagai kabar buruk bagi pelaku pasar modal di Indonesia.

    Analysis of Enterprise Resource Planning (ERP) Implementation: Institutional Work and Institutional Logics Perspectives

    Full text link
    AbstractThis study aims to analyse the role of the ERP system in supporting the management decision-making process by using institutional logics and institutional work perspectives. This study uses primary data through semi-structured interviews and applies NVivo software for coding management. It applies purposive sampling method and generate 2 key participants. Researchers used a qualitative method based on the concept of institutional logics and institutional work to analyse the suitability of the logics embedded in the ERP system with the institutional logics applied in XYZ. Identity of the company has been disguised to avoid unintended consequences. This study finds that organisation needs to synchronise its habits and culture with the system innovation, and vice versa. Moreover, this study finds that the works of actors are important in making successful ERP implementation. Organisation actors play significant roles through political, cultural, and technical works. This study contributes to current literature on how institutional works used to explain the works of actors in the implementation of innovation. Moreover, this study supports the argument about the importance of adjustment between system innovation and organisation logics during innovation implementation.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem ERP dalam mendukung proses pengambilan keputusan manajemen menggunakan logika institusional dan perspektif kerja institusional. Penelitian ini menggunakan data primer melalui wawancara semi terstruktur dan menggunakan software NVivo untuk coding management. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dan menghasilkan 2 partisipan kunci. Peneliti menggunakan metode kualitatif berdasarkan konsep logika institusional dan kerja institusional untuk menganalisis kesesuaian logika yang tertanam dalam sistem ERP dengan logika institusional yang diterapkan di XYZ. Identitas perusahaan telah disamarkan untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan. Studi ini menemukan bahwa organisasi perlu menyelaraskan kebiasaan dan budaya mereka dengan inovasi sistem, dan sebaliknya. Selain itu, studi ini menemukan bahwa kerja aktor penting dalam membuat implementasi ERP berhasil. Aktor organisasi memainkan peran penting melalui kerja politik, budaya dan teknis. Studi ini berkontribusi pada literatur terkini tentang bagaimana kerja institusional digunakan untuk menjelaskan kerja aktor dalam implementasi inovasi. Selain itu, penelitian ini mendukung argumen tentang pentingnya penyesuaian antara inovasi sistem dan logika organisasi selama implementasi inovasi

    Determinants of Debt Maturity Structure: Evidence from Indonesian Companies

    Full text link
    AbstractThis study examines the effect of earnings management, firm size, asset maturity, and leverage on the debt maturity structure. The debt maturity structure refers to the proportion of long-term debt to total debt. The choice between long-term and short-term debt has its own consequences. Long-term debt bears higher debt costs but the payback period is long enough to make it easier for companies to pay debt installments. Samples were taken from public companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2020 that met the sample criteria. The final observations that meet the sample criteria during the research period are 2,229 company years. Hypotheses were tested using multiple linear regression and the results showed that earnings management had a negative effect on the debt maturity structure. These results indicate that the company prefers short-term debt rather than long-term debt. In addition, firm size and asset maturity have a positive effect on the structure of debt maturity and leverage has no effect on the structure of debt maturity.AbstrakPenelitian ini menguji pengaruh manajemen laba, ukuran perusahaan, maturitas aset, dan leverage terhadap struktur maturitas utang. Struktur jatuh tempo utang mengacu pada proporsi utang jangka panjang terhadap total utang. Pilihan antara utang jangka panjang dan jangka pendek memiliki konsekuensi tersendiri. Utang jangka panjang menanggung biaya utang yang lebih tinggi namun payback periodnya cukup lama sehingga memudahkan perusahaan dalam membayar cicilan utang. Sampel diambil dari perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020 yang memenuhi kriteria sampel. Observasi akhir yang memenuhi kriteria sampel selama periode penelitian adalah 2.229 tahun perusahaan. Pengujian hipotesis menggunakan regresi linier berganda dan hasilnya menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif terhadap struktur jatuh tempo utang. Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih menyukai utang jangka pendek daripada utang jangka panjang. Selain itu, ukuran perusahaan dan jatuh tempo aset berpengaruh positif terhadap struktur jatuh tempo utang dan leverage tidak berpengaruh terhadap struktur jatuh tempo utang

    Fraud Triangle dan Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Model Beneish M-Score

    Full text link
    AbstractThe purpose of this study is to provide empirical evidence of the effect of risk factors on the detection of fraudulent financial reporting using the fraud triangle theory. The risk of fraudulent financial reporting is reflected in financial targets, financial stability, the nature of the industry, and auditor turnover as suggested by the Beneish M-Score model. The sample was selected from companies belonging to the consumer goods industry listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2020 period. By using a purposive sampling method, as many as 99 firm observations are available for further examination. Multiple linear regression analysis is used to test the hypotheses. The results show that financial stability and the nature of the industry have a positive and significant effect on financial statement fraud. However, financial targets and auditor turnover have no effect on fraudulent financial reporting. The results of this study are useful for stakeholders, such as potential investors, investors, creditors, auditors, or other parties, in detecting financial statements that contain fraud, especially those triggered by financial stability and the nature of the industry.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris pengaruh risiko terhadap pendeteksian kecurangan pelaporan keuangan menggunakan teori segitiga kecurangan. Risiko kecurangan pelaporan keuangan tercermin dalam target keuangan, stabilitas keuangan, sifat industri, dan pergantian auditor seperti yang disarankan oleh model Beneish M-Score. Sampel dipilih dari perusahaan yang termasuk dalam industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020. Sebanyak 99 observasi perusahaan tersedia untuk pengujian hipotesis. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa stabilitas keuangan dan sifat industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Namun, target keuangan dan pergantian auditor tidak berpengaruh pada pelaporan keuangan yang curang. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pemangku kepentingan, seperti calon investor, investor, kreditur, auditor, atau pihak lain, dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan, terutama yang dipicu oleh stabilitas keuangan dan sifat industri

    The Institutional Work of IFRS Adoption in Telco Company: Transformation from US GAAP to IFRS

    Full text link
    AbstractThe literature on the IFRS adoption process to date has mainly focused on the macro level. This paper draws on an in-depth longitudinal analysis of the Indonesian company PT Telekomunikasi Indonesia Tbk to understand the role of institutional work in the transformation of organization from US GAAP to IFRS. The paper examines the work of actors to disrupt, create, and maintain the institution during the transition to IFRS. The study has revealed that the IFRS adoption at the company is beyond a shallow compliance of financial reporting standards but has significant impact on the company’s transformation as a whole. The IFRS adoption has transformed the business process and the organization culture. The study has also revealed that there are different types of institutional works during the four stages of institutional transformation of the company: Stability, Conflict, Change and Implementation. The tone of the top management board in the organization is crucial to the key actors to stay committed to the long transformation process. This paper contributes to the literature of the IFRS adoption process by providing a framework of the IFRS adoption at the micro level. The case study may assist other companies in their real transformation through embracing the IFRS.   AbstrakLiteratur tentang proses adopsi IFRS sampai saat ini terutama berfokus pada tingkat makro. Makalah ini mengacu pada analisis longitudinal mendalam dari perusahaan Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia Tbk untuk memahami peran kerja institusional dalam transformasi organisasi dari US GAAP ke IFRS. Makalah ini mengkaji pekerjaan para aktor untuk mengganggu, menciptakan, dan memelihara institusi selama transisi ke IFRS. Studi tersebut telah mengungkapkan bahwa adopsi IFRS di perusahaan berada di luar kepatuhan standar pelaporan keuangan yang dangkal tetapi memiliki dampak signifikan pada transformasi perusahaan secara keseluruhan. Adopsi IFRS telah mengubah proses bisnis dan budaya organisasi. Studi ini juga mengungkapkan bahwa ada berbagai jenis pekerjaan institusional selama empat tahap transformasi institusional perusahaan: Stabilitas, Konflik, Perubahan dan Implementasi. Nada dewan manajemen puncak dalam organisasi sangat penting bagi para aktor kunci untuk tetap berkomitmen pada proses transformasi yang panjang. Makalah ini berkontribusi pada literatur proses adopsi IFRS dengan menyediakan kerangka kerja adopsi IFRS di tingkat mikro. Studi kasus dapat membantu perusahaan lain dalam transformasi nyata mereka dengan merangkul IFRS

    Pengaruh Total Pajak Penghasilan, Independensi Dewan Komisaris, Struktur Kepemilikan, dan Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba

    Full text link
    Perusahaan telah lama diduga melakukan praktik manajemen laba yang mengaburkan realitas ekonomi suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pajak penghasilan, independensi Dewan Komisaris, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kualitas audit terhadap manajemen laba. Sementara pajak penghasilan diperkirakan berpengaruh positif terhadap manajemen laba, independensi Dewan Komisaris, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kualitas audit diperkirakan diprediksi berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Selain itu, ukuran, profitabilitas, dan leverage dimasukkan dalam model untuk mengontrol perbedaan karakteristik perusahaan. Sampel diambil dari Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Analisis regresi linier diterapkan untuk uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak penghasilan berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Kualitas audit berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Sebaliknya, dewan komisaris, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap independensi manajemen laba. Untuk variabel kontrol, hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Profitabilitas dan leverage berpengaruh terhadap manajemen lab

    Faktor-Faktor Penentu Kinerja UMKM Di Kelurahan Lagoa: Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Variabel Moderating

    Full text link
    AbstractThis study examines the effect of venture capital, the application of accounting information systems and ecommerce on the performance of MSMEs with environmental uncertainty as a moderating variable. The research method used is quantitative with data collection techniques through questionnaires. A total of 97 respondents were collected from various MSMEs in Lagoa District, Jakarta. Hypotheses were tested using the Smart PLS software application. The results show that venture capital have a positive effect on the performance of MSMEs. Accounting information systems have a negative effect on the performance of SMEs. Ecommerce has a positive effect on the performance of MSMEs. Environmental uncertainty has a positive effect on the performance of MSMEs. Environmental uncertainty cannot moderate the effect of venture capital on MSME performance. Environmental uncertainty can moderate the effect of accounting information systems on MSME performance. Environmental uncertainty cannot moderate the influence of the environment on the performance of MSMEs.AbstrakPenelitian ini menguji pengaruh modal ventura, penerapan sistem informasi akuntansi dan ecommerce terhadap kinerja UMKM dengan ketidakpastian lingkungan sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sebanyak 97 responden dikumpulkan dari berbagai UMKM di Kecamatan Lagoa, Jakarta. Pengujian hipotesis menggunakan aplikasi software Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal ventura berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Sistem informasi akuntansi berpengaruh negatif terhadap kinerja UKM. Ecommerce berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Ketidakpastian lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja UKM. Ketidakpastian lingkungan tidak dapat memoderasi pengaruh modal ventura terhadap kinerja UMKM. Ketidakpastian lingkungan dapat memoderasi pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kinerja UMKM. Ketidakpastian lingkungan tidak dapat memoderasi pengaruh lingkungan terhadap kinerja UMKM

    Determinan dan Konsekuensi Pengungkapan Integrated Reporting

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan dan konsekuensi pengungkapan integrated reporting. Sampel diambil dari 103 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2017-2019 (n=309). Penelitian ini terdiri dari dua model, di mana model pertama menguji determinan-determinan yang memengaruhi sebuah perusahaan untuk mengungkapkan elemen-elemen integrated reporting pada pelaporan perusahaan, kemudian model kedua menguji konsekuensi dari pengungkapan elemen-elemen integrated reporting tersebut, spesifiknya pada nilai perusahaan yang diukur dengan rasio price-to-book value. Pengungkapan sesuai kerangka integrated reporting dilakukan dengan mencantumkan delapan elemen integrated reporting yang diterbitkan oleh International Integrated Reporting Council pada annual report. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan integrated reporting, dan variabel integrated reporting berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan variabel leverage, komisaris independen, dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap pengungkapan integrated reportin

    176

    full texts

    186

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Akuntansi Bisnis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇