Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Not a member yet
    214 research outputs found

    Labelling Antibodi Anti-TPO Menggunakan Alkaline Phosphatase (AP) Untuk Deteksi Autoantibodi TPO Pada Serum Pasien Autoimmune Thyroiditis Disease (AITD) Menggunakan Dot-Blot

    Get PDF
    Autoimmune thyroiditis disease (AITD) is an organ specific autoimmune disorder which commonly found in the world. Presence of Thyroid Peroxidase (TPO) enzyme in AITD patient is often used as biomarker in AITD diseases. The aims of this research is done by labelling a polyclonal antibody against autoantibody TPO using Alkaline Phosphatase that used to detect autoantibody TPO in AITD patient using direct Dot Blot method. The protein of Autoantibody TPO is isolated from human AITD sera and has molecular weight of 51.1 kDa. This has been confirmed by western blot using monoclonal antibody standard for TPO. Autoantibody TPO is used as an antigen to produce polyclonal antibody against autoantibody TPO in rabbbit (Oryctolagus cuniculus).  The result of this research shown that autoantibody TPO is immunogenic that could stimulate immune system to produce polyclonal antibody against autoantibody TPO. The highest titer of polyclonal antibody against autoantibody TPO from rabbit sera has optical density of 1,75 using ELISA method. The result of Dot Blot showed that polyclonal antibody which labelled with Alkaline Phosphatase, is able to recognize autoantibody TPO  in patient sera and have the highest colour intensity on the third bleeding.Key words : AITD, Alkaline Phospahatase, autoantibody TPO, Dot Blot, ELIS

    AKTIVITAS PROTEASE DAN PROFIL PROTEIN PADA HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) PASCA INDUKSI CYLOSPORINE-A

    Get PDF
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/22Cyclosporine-A (CsA) adalah imunosupresan yang disintesis dari jamur Tolypocladium inflatum GamsIII. CsA secara luas digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun. Namun, secara klinis dan eksperimental penggunaan CsA dibatasi oleh beberapa efek, salah satunya hepatotoksisitas.Pada penelitian ini digunakan hewan coba tikus putih jantan dengan pemberian dosis CsA  yaitu 3 mg/kg berat badan tikus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas protease sebesar 40,3%  dengan aktivitas protease berturut-turut 0.163 ± 0.0015 dan 0.273 ± 0.0018 µmol/mL.menit untuk tikus kontrol dan pasca  induksi CsA. Sedangkan untuk hasil profil pita protein didapatkan perbedaan pita protein sebanyak 3 buah dengan adanya 2 pita protein baru pada BM secara berurut-turut sekitar 54.4 dan 99.8 kDa, serta adanya 1 pita protein yang hilang pada 79 kDa.Kata kunci: Cylosporine-A, aktivitas protease, profil protei

    PEMBUATAN KOMPARATOR WARNA GAS NO2 MENGGUNAKAN LARUTAN PENYERAP KI-AMILUM

    Get PDF
    Komparator warna merupakan suatu alat ukur sederhana untuk mengetahui kisaran konsentrasi dari suatu analit. Konsentrasi analit diperoleh berdasarkan perbandingan warna antara larutan analit dengan warna pada komparator. Telah dilakukan pembuatan komparator warna gas NO2 menggunakan larutan penyerap KI-Amilum. Pada penelitian ini dilakukan sintesis gas NO2 yang dihasilkan dari reaksi tembaga dan larutan HNO3 pekat dengan pengenceran udara bebas. Gas NO2 yang terbentuk dialirkan ke dalam impinger yang berisi larutan penyerap KI-Amilum. Proses absorbsi gas NO2 menyebabkan larutan penyerap KI-Amilum berubah warna. Larutan penyerap yang telah berubah warna diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 610 nm. Variabel penelitian ini meliputi variasi konsentrasi gas NO2 yang telah dihitung berdasarkan nilai ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) yaitu 200, 565, 938,1130, 1875, 2260, 3000, dan 3750 µg/L. Komparator warna dibuat dengan cara memfoto warna pada larutan penyerap setelah pemaparan gas NO2 dengan konsentrasi yang berbeda. Dari hasil penelitian diperoleh komparator warna gas NO2 menggunakan larutan penyerap KI-Amilum. Pemaparan gas NO2 dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh pada intensitas warna kompleks yang dibentuk pada larutan penyerap KI-amilum. Konsentrasi gas NO2 yang dipaparkan menghasilkan hubungan yang linier dengan perubahan warna larutan penyerap KI-amilum. Kata kunci: Nitrogen dioksida, KI-amilum, komparator warn

    STUDI AWAL TENTANG PENUMBUHAN KRISTAL TUNGGAL KROMIUM(III)-DISIANAMIDA DALAM GEL METASILIKAT

    Get PDF
    ABSTRAK Pengaruh rasio mol dan pH dalam reaksi senyawa kompleks seringkali mempengaruhi komposisi dan sifat dari senyawa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio mol dan pH pada sintesis Cr(III)-disianamida (dca) dalam gel metasilikat dengan metoda tabung gelas tunggal dan karakterisasi senyawa hasil sintesis. Natrium metasilikat digunakan sebagai bahan gel metasilikat dan sintesis dilakukan pada variasi pH 5, 6, dan 7, sedangkan rasio mol Cr(III):dca yang digunakan yaitu 1:3 dan 1:4. Sintesis dilakukan pada suhu kamar selama 5 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mol Cr(III):dca dan pH gel berpengaruh pada massa padatan Cr(III)-dca. Massa padatan Cr(III)-dca terbesar dihasilkan pada pH 6 pada setiap rasio. Pada rasio 1:4 diperoleh massa 0,0118 g > pH 7 dengan massa 0,0099 g > pH 5 dengan massa 0,013 g, sedangkan pada rasio 1: 3 diperoleh massa 0,0118 g > pH 7 dengan massa 0,0040 g > pH 5 dengan massa 0,0060 g. ukuran kristal yang diperoleh relatif kecil. Hasil analisa IR menunjukkan dca terikat pada sistem kristal, yaitu pada atom N di ujung dca (N≡C–N-–C≡N) dengan ditunjukan adanya pergeseran pada bilangan gelombang di sekitar 2200 – 2300 cm-1. Kata kunci: Cr (III), dca, Gel metasilikat, Inframera

    PENGARUH PENAMBAHAN NO3- TERHADAP DEGRADASI METHYL ORANGE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2-BENTONIT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan anion NO3-terhadap degradasi methyl orange menggunakan fotokatalis TiO2-bentonit. Larutan methyl orange 10 mg/L pH 4 sebanyak 25 mL ditambah 50 mg TiO2-bentonit dan 5 mL larutan NO3-0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 M disinari dengan UV selama 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh jumlah fotokatalis, 25 mL larutan methyl orange 10 mg/L pH 4 ditambah 5mL akuades dan 12,5; 25; 50; 75 mg TiO2-bentonit disinari dengan UV selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NO3- pada semua konsentrasi menurunkan konstanta laju fotodegradasi methyl orange. Konstanta laju tertinggi tejadi pada konsentrasi NO3- 0 mg/L. Semakin lama penyinaran dan semakin banyak jumlah fotokatalis dapat meningkatkan degradasi methyl orange.Kata kunci: fotokatalis; konstanta laju; methyl orange; nitra

    STUDI PENGARUH KONSENTRASI ION PERSULFAT TERHADAP DEGRADASI METHYL ORANGE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2–BENTONIT

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan anion persulfat terhadap degradasi zat warna methyl orange menggunakan fotokatalis TiO2-bentonit. Larutan methyl orange 10 mg/L pH 4 sebanyak 25 mL ditambah 50 mg TiO2-bentonit dan 5 mL larutan S2O82- 0; 1.500; 3.000; 6.000; 12.000 mg/L disinari lampu UV selama 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Untuk mengetahui pengaruh jumlah fotokatalis TiO2-bentonit, larutan methyl orange 10 mg/L pH 4 sebanyak 25 mL ditambah 5 mL S2O82- dan 13; 25; 50; 75 mg fotokatalis disinari sinar UV selama 60 menit. Konsentrasi methyl orange setelah fotodegradasi ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion persulfat, lama penyinaran, dan jumlah TiO2-bentonit berpengaruh terhadap fotodegradasi methyl orange. Ion persulfat mempengaruhi laju fotodegradasi methyl orange, dengan konstanta laju degradasi tertinggi terjadi pada konsentrasi persulfat       3000 mg/L. Fotodegradasi methyl orange meningkat seiring dengan bertambahnya waktu penyinaran dan jumlah TiO2-bentoni

    PENGARUH VOLUME MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS

    No full text
    Aktivitas antiradikal minyak kenanga telah diteliti pada penelitian ini. Minyak kenanga diperoleh dari isolasi bunga kenanga (Cananga odorata) dengan distilasi uap pada tekanan 1,39 atm, selama 8 jam dan dilakukan analisis komponennya menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM). Aktivitas antiradikal dilakukan terhadap radikal bebas dalam minyak jagung yang diradiasi sinar UV panjang gelombang (λ) = 254 nm, selama 40 menit. Aktivitas antiradikal ditentukan dengan Electron Spin Resonance (ESR) pada penambahan volume minyak kenanga sebanyak 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 μL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume minyak kenanga mempengaruhi aktivitasnya sebagai antiradikal dalam minyak jagung. Aktivitas optimal antiradikal minyak kenanga terhadap radikal hidroksil (80,5%), alkil (50%), dan peroksil (42,8%) diperoleh pada penambahan 7 μL minyak kenanga. Senyawa yang diduga berkontribusi pada aktivitas antiradikal adalah benzil benzoat dan p-metilanisol. Kata kunci: antiradikal, Electron Spin Resonance, minyak kenanga.Â

    ISOLASI MINYAK ATSIRI KENANGA (Cananga odorata) MENGGUNAKAN METODE DISTILASI UAP TERMODIFIKASI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi minyak kenanga dari bunga kenanga (Cananga odorata) dengan menggunakan distilasi uap termodifikasi selama 8 jam, mengkarakterisasi sifat fisik dan menganalisa komponen penyusun minyak kenanga menggunakan kromatografi gas spektroskopi massa (KG-SM). Analisa komponen penyusun minyak kenanga hasil distilasi uap dibandingkan dengan metode distilasi uap dan air, distilasi air dan ekstraksi superkritis fluida. Minyak kenanga yang dihasilkan berwarna kuning muda dengan sebesar 1,066 %, indeks bias 1,4943 (25 oC) dan berat jenis 0,9154 g/mL (20 oC). Hasil analisa komponen penyusun minyak kenanga menggunakan KG-SM menunjukkan bahwa terdapat 24 komponen teridentifikasi dan komponen utama dalam minyak kenanga yaitu β-kariofilen (19,39 %), germakren-D (13,36 %), linalool (11,28 %) dan α-humulen (9,46 %). Senyawa linalool, sebagai penentu kualitas minyak kenanga, pada penelitian ini memiliki persentase yang relatif lebih besar dibandingkan dengan metode isolasi lain. Kata kunci: distilasi uap, minyak kenanga, Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa, linaloo

    PENGARUH ION ASING TERHADAP KINERJA ELEKTRODA SELEKTIF ION (ESI) Cd(II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS D2EHPA SERTA APLIKASINYA PADA PENENTUAN KADAR KADMIUM DALAM AIR SUNGAI

    Get PDF
    Elektroda Selektif Ion (ESI) Cd(II) tipe kawat terlapis dibuat menggunakan bahan aktif D2EHPA, campuran polivinilklorida (PVC) sebagai bahan pendukung, Dibutylphthalate (DBP) sebagai bahan pemlastis, dengan perbandingan D2EHPA : PVC : DBP = 16 : 28 : 56 dalam pelarut tetrahidrofuran (THF) (1:3 b/v). ESI Cd(II) tipe kawat terlapis berbasis D2EHPA menunjukkan harga faktor Nernst 27,26 mV/dekade konsentrasi Cd(II) pada rentang konsentrasi 1x10-5 – 1x10-1 M, limit deteksi 6,61x10-6 M atau setara dengan 0,317 ppm kadmium dengan waktu respon 40 detik dan usia pemakaian 42 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ion asing terhadap kinerja ESI Cd(II) tipe kawat terlapis berbasis D2EHPA serta diaplikasikan pada penentuan kadar kadmium dalam air sungai. Pengaruh ion asing dilakukan dengan menentukan koefisien selektivitas (Ki,j) menggunakan metode larutan tercampur. Larutan yang diukur mengandung ion utama Cd2+dengan rentang konsentrasi 1x10-5 – 1x10-1 M dan ion asing Hg2+dan Cu2+dengan konsentrasi tetap 1x10-3 M. Aplikasi pada penentuan kadar kadmium secara potensiometri menggunakan ESI Cd(II) tipe kawat terlapis berbasis D2EHPA hasilnya dibandingkan dengan metode standar Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)  menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan ion asing Hg2+ dan Cu2+ tidak mempengaruhi kinerja ESI Cd(II). Urutan selektivitas ESI Cd(II) tipe kawat terlapis berbasis D2EHPA yaitu Cd2+ > Hg2+ > Cu2+, Berdasarkan hasil uji t pengukuran Cd(II) menggunakan metode potensiometri dengan ESI Cd(II)tipe kawat terlapis berbasis D2EHPA tidak berbeda secara bermakna dengan hasil pengukuran menggunakan metoda SSA sehingga dapat digunakan sebagai metoda alternatif untuk  pengukuran kadar kadmium dalam air sungai. Kata kunci: D2EHPA, elektroda selektif ion tipe kawat terlapis, membran, potensiometri, sensor potensiometri kadmium

    KARAKTERISASI ELEKTRODA SELEKTIF ION (ESI) KADMIUM TIPE KAWAT TERLAPIS BERMEMBRAN D2EHPA

    Get PDF
    ABStract Determination of the basic characters of coated wire cadmium ion selective electrode (Cd CWE) which have performed include Nernst factor, linear concentration range, limit of detection, response time and life time. Potensial measurements were performed using optimum membrane composition comprising active ingredients of Di(2-Ethyl Hexyl)Phosporic Acid (D2EHPA) : Polyvinylchloride (PVC) : Di-butyl Pthalate (DBP) with % w/w ratio 16:28:56 dissolved in tetrahydrofuran (THF) at ratio of 1:3 (w / v) in the test solution of CdCl2 1x10-8 - 1x10-1 M at pH 5 and optimum soaking time of 20 minutes. The result showed that Cd(II) CWE is being made demonstrated Nernstian with Nernts factor of 27.7±0.267  mV / decade of cadmium(II) at linear concentration range from 1x10-5 to 1x10-1 M or 1.46 to 14600 ppm, detection limit of 6.607 x10-6 M or 0.317 ppm, response time of 40 seconds and life time of 42 days. Reproducibility production of 3 Cd(II) CWE is well shown by the price of a standard deviation (SD) and coefficient of variation (CV) were respectively 0.264 and 0.953%.   Key words: characterization, D2EHPA, ESI cadmium, membrane coated wir

    205

    full texts

    214

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇