Jurnal Pustakawan Indonesia
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Sistem Penelusuran Di PT Indosiar Visual Mandiri
Online public access catalog (OPAC), adalah katalog yang berisikan cantuman bibliografi darikoleksi satu atau beberapa perpustakaan, disimpan pada magnetic disk atau media rekamlainnya, dan dibuat tersedia secara online kepada pengguna. Katalog itu dapat ditelusur secaraonline melalui titik akses yang ditentukan. Penggunaan OPAC di berbagai jenis perpustakaan,sudah menjadi keharusan, karena penggunaan OPAC dapat membantu pengguna dalammengakses koleksi yang ada di suatu perpustakaan, dengan mudah, cepat dan tepat
Integrasi Portal Sumberdaya Alam dengan Perpustakaan Agro Berbasis Internet
Perkembangan perpustakan di era digitalsudah saatnya memberikan kontribusisignifikan terhadap pertanian dari hulu kehilir. Bidang pertanian adalah bidang yangfaktanya sangat potensial (Sajad 2005) bagikelangsungan hidup manusia, namun masihmendapatkan perhatian yang belum memadaidari masyarakat modern, khususnya diIndonesia yang justru diakui sebagai negaraagraris. Perpustakaan yang merupakan sentrarepositori, organisasi, dan diseminasiinformasi perlu memainkan peran yang lebihbesar dalam mempromosikan berbagai aspekpertanian (dari hulu sampai ke hilir) yangdapat mengangkat citra pertanian dikalanganakademik, usahawan atau industriawan,pemerintahan, dan masyarakat umum.Paradigma perpustakaan telah berubah darifisik ke maya, dari lokal ke global, darimonomedia ke multimedia, dan dari isolasi kekolaborasi. Perpustakaan dituntut untuk lebihmendayagunakan teknologi informasi untukeksplorasi dan distribusi informasi yang lebihpadat isi dan bermutu (Seminar, 2002 &2004)
Memenuhi Harapan Pengguna tentang Layanan Prima Perpustakaan Melalui Penerapan SOP (Standard Operation Procedure)
Diuraikan tentang fungsi SOP (Standard Operation Procedure) di perpustakaandalam rangka meningkatkan mutu layanan perpustakaan. Dengan adanya SOP,maka standar mutu layanan yang akan dihasilkan oleh suatu pekerjaan dapat diukursebelumnya. Demikian juga mutu layanan yang diharapkan diberikan kepadapengguna dapat ditentukan. Dengan SOP, maka staf perpustakaan akan mudahmelaksanakan pekerjaannya, karena ada pedoman yang diikuti. Kontrol terhadappekerjaan dapat dilakukan dengan mudah berkat adanya SOP. Teknik membuat SOPdijelaskan secara ringkas. Dibahas beberapa trik yang dilakukan perpustakaanuntuk mendongkrak peningkatan mutu layanan perpustakaan. Selain itu diuraikancontoh format SOP baik tercetak maupun format digital interaktif
Peranan Perpustakaan dalam Mendukung pevasive Learning Environment
Makalah ini membahas tentang peranan perpustakaan dalam mendukung Pervasive Learning Environment. Terminologi “Pervasive Lerning Environment” menjadi populer beberapa tahun terakhir ini sejak diperkenalkannya berbagai peralatanelektronik genggam (handheld) yang dapat membantu komunikasi dan komputasi di mana saja dan kapan saja seperti Personal Digital Assisstant (PDA) dan smart phone.Dalam makalah ini dijelaskan tentang implementasi dukungan perpustakaan digital (digital library) dalam mendukung lingkungan belajar yang kaya teknologi berbentuk alat berukuran kecil seperti PDA. Secara ringkas makalah ini juga dijelaskan tentang kemungkinan kedepan maraknya akses ke perpustakaan digital dengan pervasive devices. Disamping itu dalam makalah ini ditampilkan perspektif teknologi baru berupa peralatan elektronik genggam seperti PDA yang dapat mengakses perpustakaan digital yang merupakan pintu yang memberikan kunci untuk memasuki sumber informasi yangtidak gratis. Digital library juga dapat dihubungkan dengan Learning Management System yang sebagian besar mengikuti standar Sharable Courseware Object Reference Model (SCORM). Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan dijita yang mendukung akses nirkabel (wireless) akan sangat membantu civitas academica dalam proses belajar mengajar dan riset
Strategi Pembinaan Pustakawan dalam Pengelolaan Perpustakaan Elektronik
Artikel ini membahas tentang strategi pembinaan pustakawan dalam pengelolaan perpustakaanelektronik. Sesuai dengan fungsinya bahwa perpustakaan merupakan agen informasi yang bertugasmengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarkan informasi kepadapenggunanya, maka kehadiran teknologi informasi sangat diperlukan agar layanan prima dapatdiwujudkan. Artikel ini membuka pemahaman dan wawasan pustakawan bahwa ketika teknologiinformasi diimplementasikan di perpustakaan maka ia berpotensi secara berangsur-angsurmenggeser paradigma mengenai perpustakaan sebagai pemilik menjadi penyedia akses koleksi bahanpustaka tanpa dibatasi ruang dan waktu. Untuk menghadapi perubahan paradigma tersebutpustakawan perlu strategi yang harus dilakukan, yaitu pertama, meningkatkan kompetensiprofesional dan kompetensi personal yang dapat diperoleh dari pendidikan dan pelatihan. Kedua,melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan praktisi teknologi informasi dan pengguna melaluiorganisasi profesi atau antar lembaga. Ketiga menempatkan pustakawan sesuai dengankompetensinya
Perpustakaan Sultan Abdul Samad "Gapura Ilmu Merentas Dunia, Gateway to Knowledge Across the World"
Perpustakaan Sultan Abdul Samad (PSAS) terletak di lingkar kampus Universiti Putra Malaysia (UPM). Ruangan yang megah, berdiri kokoh dan merupakan gedung kembar dengan luas lantai sekitar 17,762 meter persegi mampu menyediakan tempat duduk untuk 2000 orang pengguna. Pada tahun 1971perpustakaan ini bernama Perpustakaan University Pertanian Malaysia, lalu berganti nama pada tahun 1997 menjadi Perpustakaan Universiti Putra Malaysia. Pada tanggal 23 Mei 2002 perpustakaan ini berganti nama menjadi Perpustakaan Sultan Abdul Samad (PSAS). Lokasinya yang strategis, dikelilingi oleh berbagai fakultas, membuat PSAS mudah diakses oleh sivitasakademika UPM
Pengadaan Bahan Pustaka di Perguruan Tinggi : Suatu Pengalaman di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor
Pengadaan bahan pustaka adalah salah satu dari kegiatan pelayanan teknis pada suatu perpustakaandalam usaha untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pemustaka secara up to date.Melalui kegiatan kerja pengadaan, perpustakaan berusaha menghimpun bahan pustaka yang akandijadikan koleksi perpustakaan. Kegiatan pengadaan dimulai dari pemilihan, pemesanan, sampaipada tahap pemeriksaan dan inventarisasi. Dua sistem pengadaan yang bersumber dari AnggaranPembangunan dan Belanja Negara (APBN) adalah sistem lelang dan sistem swakelola. Masingmasingsistem mempunyai kelebihan dan kekurangan, kedua sistem tersebut telah dilakukan olehPerpustakaan IPB dalam proses pengadaan buku dan jurnal. Pengalaman dalam menjalankan sistempengadaan baik lelang maupun swakelola akan menjadi bahan evaluasi dalam memberikan masukanuntuk kebijakan pengadaan yang akan datang
Mengenal Sosok
Kerja keras dan pantang menyerah adalah prinsip hidup yang Pak Salmubi terapkan dalam meniti kehidupan dan kariernya sebagai pustakawan. Pak Sal (begitu biasa beliau akrab disapa) rekan dan koleganya. Beliau lahir di sebuah kampung, di pesisir Danau Tempe Kab. Wajo, Sulawesi Selatan, 01 November 1969 silam. Suami dari Tenriampa, SS. M. Hum. ini telah dikaruniai tiga putra-putri, yaitu, Rafidah Mu’adzhah Salmubi, Rabiatul Adawiah Salmubi, dan Abdurrasyiq Habibie Salmubi
Perpustakaan Digital: Kesinambungan dan Dinamika
Banyak kasus yang menunjukkan bahwa perpustakaan digital seolah-olah bukan urusan pustakawan, tetapi urusan ahli komputer. Padahal jika dilihat dari istilah “Perpustakaan Digital” maka pengertian istilah tersebut adalah “Perpustakaan”. Perpustakaan ini merupakan jawaban dari sebuah pertanyaan “apakah sebetulnya perpustakaan digital tersebut?”. Katadigital yang mengikuti kata perpustakaan merupakan kata yang menerangkan bahwa bentuk Perpustakaan tersebut adalah Digital. Bukan perpustakaan yang lain
Garuda Garba Rujukan Digital
GARUDA merupakan salah satu portal yang memuat referensi ilmiah Indonesia dan memberikan akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti Indonesia. Semula bernama RII (Referensi Ilmiah Indonesia). Portal yang telah diluncurkan secara resmi pada 2 Mei 2010 olah DEPDIKNAS ini, dikembangkan menggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi atas prakarsa para pengelola jejaring informasi P2M-DIKTI dengan melibatkan PDII-LIPI dan berbagai perguruan tinggi sebagai penyedia konten, juga sekaligus pengguna. Paling tidak ada dua alasan kuat yang mendasari dibuatnya portal GARUDA yakni, pemanfaatan informasi ilmiah di Indonesia belum optimal karena letak sumber informasi dan lokasi pengelola tersebar luas dimanamana, dan belum ada kesepakatan dalam pengelolaan informasi di Indonesia, terutama informasi dalam format digital yang berakibatsulitnya aksesabilitas informasi