Jurnal Visi Ilmu Pendidikan
Not a member yet
264 research outputs found
Sort by
Kurikulum Berbasis Kompetensi KBK) Implementasinya dalam Pengembangan Materi dan Aktivitas Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMA
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Prinsip-prinsip dasar dari KTSP dan beberapa konsep yang mendasarinya menjadi dasar dalam rencana pengembangan pembelajaran bahasa Inggris terutama dalam pengembangan materi ajar serta penentuan strategi pembelajaran yang relevan untuk mencapai kompetensi komunikatif dalam bahasa Inggris. Kata kunci: Standat Nasional Pendidikan, KTSP, Kompetensi komunikas
Futurologi dan Phenomenologi Nilai Spritual ( Hubungan Allah, Manusia dan Alam)
Sesungguhnya Yang Maha Kuasa dalam kehidupan ini hanyalah Allah Subhanahuwataala. Dialah yang menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini dengan asbab, tanpa asbab, dan bertentangan dengan asbab. Makhluk yang terbaik yang telah diciptakanNya adalah manusia, dan akan dimuliakan di tempat yang menyenangkan dalam surga untuk selama-lamanya, kecuali yang berdosa. Alam semesta ini diciptakan oleh Allah untuk manusia agar manusia mudah mewujudkan tujuan menciptakannya yaitu untuk beribadah, menjadi khalifatullah, dan berdawah. Kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat apabila taat perintah Allah, menjauhi larangannya, ikut Sunnah Rasulullah Saw, dan mengamalkan agama Islam secara kaffah. Apabila hubungan manusia dengan Allah baik, maka alam ini akan diperintahkan olehNya untuk berkhidmad (melayani) eksistensi manusia dengan sebaik-baiknya, tetapi jika hubungan manusia dengan Allah tidak baik, maka alam ini tidak akan bersahabat kepada manusia, akhirnya timbullah berbagai macam bencana. Kata kunci: Hubungan Allah, manusia dan ala
Pengembangan Profesi Konseling di Indonesia
Pengembangan profesi konseling di Indonesia sedang mengalami suatu kondisi yang ambigu. Di satu pihak terdapat keinginan yang kuat, bahkan dikokohkan dengan Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebutan bagi petugas profesi ini disebut konselor. Sebutan konselor mencerminkan suatu keahlian, yang sesungguhnya berbeda dengan keahlian yang lainnya seperti guru, tutor, pamong belajar, dan lain-lain. Namun, dalam perkembangan akhir-akhir ini implementasi di lapangan menunjukkan kecenderungan lain. Fungsi guru bimbingan dan konseling yang umum (bimbingan) yang dimiliki oleh semua pendidik menguat sedangkan fungsi konselor sebagai pembimbing yang khusus (konseling) melemah. Hal ini terjadi tidak terlepas dari iklim yang tercipta di lapangan. Oleh karena itu, pengembangan profesi ini ke depan perlu penyempurnaan yang intinya adalah perlu adanya konsistensi dalam berbagai level pembinaan, baik pada level lembaga penghasil tenaga konselor, level peraturan dan perundang-undangan yang mengikat, maupun pada level implementasi di lapangan. Kata Kunci: Profesi konseling, konselor sekolah, konselor profesiona
Supervisi Klinis bagi Calon Guru dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Usaha untuk memberikan bantuan berupa bimbingan kepada mahasisawa calon guru dalam PPL merupakan sesuatu yang mutlak yang harus dilakukan oleh pembimbing (dosen pembimbing dan guru pamong). Salah satu komponen penting dalam roses bimbingan tersebut adalah Supervisi Klinis.Hal ini sangat penting dilakukan mengingat calon gurumerupakan orang yang harus dipersiapkan untuk menjadi guru, dimana guru harus menguasai empat kopetensi guru. Dalam pelaksanaannya supervisi klinis memberikan bantuan bimbingan kepada calon guru sesuai dengan kebutuhan calon guru yang bersangkutan sehingga pada akhirnya calon guru mampu menemukan sendirikelemahan yang ada pada dirinya dan akhirnya dia mampu untuk meningkatkan dirinya melalui analisis bersama dalam kegiatan supervisi klinis. Kata Kunci: Supervisi Klinis, Calon Gur