SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
Not a member yet
    745 research outputs found

    Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Satuan Pendidikan Perguruan Tinggi

    No full text
    The domain of higher education plays a crucial role in cultivating exceptional human resources. The primary emphasis of education reform in Indonesia is the implementation of the Independent Curriculum. This article examines the execution of the Merdeka Curriculum at higher education institutions to evaluate its influence on learning and the attainment of learning objectives. The objective of this study is to determine the most effective methods for implementing the Merdeka Curriculum in higher education, assess the opinions of both lecturers and students regarding the Merdeka Curriculum, and evaluate its influence on the attainment of learning objectives. This study employs a mixed strategy, integrating both qualitative and quantitative methodologies. The qualitative technique entails conducting comprehensive interviews with instructors and analyzing policy papers. Concurrently, the quantitative approach entails conducting surveys among students to gauge their impressions of the Merdeka Curriculum, as well as employing statistical analysis to assess the attainment of learning objectives. The research findings indicate that there are differences in the approaches used to apply the Independent Curriculum, which involve modifications to resources, teaching techniques, and evaluation systems. The lecturers and students had favorable reactions to this strategy, perceiving it as a pioneering measure in enhancing the curriculum\u27s alignment with the demands of the job market. The data analysis indicates that students who participate in the Merdeka Curriculum exhibit a greater degree of pleasure and attain superior learning outcomes in comparison to the control group. In addition, it was mentioned that the introduction of the Independent Curriculum in higher education had a beneficial effect on learning and the attainment of learning objectives. By employing an appropriate methodology, a combination of qualitative and quantitative approaches offers a comprehensive comprehension of the execution of the Merdeka Curriculum and furnishes valuable direction for subsequent curriculum enhancement.Keywords: Independent Curriculum; Education units; CollegeAbstrak:Ranah pendidikan tinggi memegang peranan penting dalam menumbuhkan sumber daya manusia yang unggul. Penekanan utama reformasi pendidikan di Indonesia adalah penerapan Kurikulum Mandiri. Artikel ini mengkaji penerapan Kurikulum Merdeka di perguruan tinggi untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode penerapan Kurikulum Merdeka yang paling efektif di perguruan tinggi, menilai pendapat dosen dan mahasiswa mengenai Kurikulum Merdeka, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan strategi campuran, yang mengintegrasikan metodologi kualitatif dan kuantitatif. Teknik kualitatif mencakup melakukan wawancara komprehensif dengan instruktur dan menganalisis makalah kebijakan. Sementara itu, pendekatan kuantitatif mencakup pelaksanaan survei di kalangan siswa untuk mengukur kesan mereka terhadap Kurikulum Merdeka, serta menggunakan analisis statistik untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendekatan yang digunakan untuk menerapkan Kurikulum Mandiri, yang melibatkan modifikasi sumber daya, teknik pengajaran, dan sistem evaluasi. Para dosen dan mahasiswa mempunyai reaksi positif terhadap strategi ini, dan menganggapnya sebagai langkah perintis dalam meningkatkan keselarasan kurikulum dengan tuntutan pasar kerja. Analisis data menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti Kurikulum Merdeka menunjukkan tingkat kesenangan yang lebih besar dan memperoleh hasil belajar yang lebih unggul dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu disebutkan bahwa pemberlakuan Kurikulum Mandiri pada perguruan tinggi memberikan pengaruh yang menguntungkan terhadap pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan metodologi yang tepat, kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif memberikan pemahaman komprehensif tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan memberikan arahan yang berharga untuk penyempurnaan kurikulum selanjutnya.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Satuan Pendidikan; Perguruan Tingg

    Pengaruh Merger dan Religiusitas Terhadap Perilaku Berpindah (Switching Behaviour) Nasabah BSI

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of mergers and religiosity on switching behaviour of customers BSI users who live in DKI Jakarta Province. This study is quantitative research using Multiple Linear Regression via Microsoft Excel 2010 and SPSS version 26. The population of this research, customers BSI users, was sampled as many as 100 respondents using the Purposive Sampling technique. Data was collected using a questionnaire on google form. The research results show that mergers and religiosity simultaneously have a significant effect on Switching Behaviour. Partially, the merger has a positive and significant effect on Switching Behaviour, so that you have a good opportunity to move now or in the future. Likewise, religiosity has a positive and significant effect on switching behaviour. It is important for management to pay attention to customer switching behavior, because this will affect the target number of customer increases that the bank wants to achieve.  Keywords : Effect of Merger, Influence of Religiosity, Switching Behaviour, Indonesian Bank Syariah (BSI) Customers

    Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Fiqih Siyasah (Studi Kasus di Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu)

    Get PDF
    The Village Head Election aims to elect a leader from the village community. There are winners and losers in this process, but not all defeats can be accepted sincerely, with an open heart, and make the village head election a normal process in every leadership change. Few participants or supporters accepted defeat in the village head election, with various reasons or excuses, including feeling disadvantaged by the results obtained, cheating, or even money politics. The rejection of the results of the village head election must lead to a conflict between supporters that has not been resolved, and even the losing party in the village head election filed an objection or dispute over the results of the village head election according to existing procedures according to laws and regulations. The method used in this study is qualitative with a conceptual approach. The study results show that the mechanism for electing the village head in Sukaslamet Village is voting, and several TPSs receive direct monitoring from the Ministry of Home Affairs, even the deputy governor of West Java. In the process of resolving disputes over the results of the Village Head election in Sukaslamet Village, the provisions according to Law Number 6 of 2014 concerning Villages, Article 37 paragraph (6) are that in the event of a dispute over the results of the Village Head election, the Regent or Mayor is required to resolve the dispute within 30 days from the receipt of the lawsuit report.Keywords: Dispute Resolution; Village Head Election; Fiqh Siyasah AbstrakPemilihan Kepala Desa bertujuan untuk memilih pemimpin yang berasal dari masyarakat desa. Dalam proses ini pun tentu ada yang menang dan ada pula yang kalah, akan tetapi tak semua kekalahan itu bisa diterima dengan ikhlas, dengan hati lapang dada, dan menjadikan pilkades adalah proses yang biasa dalam setiap pergantian kepemimpinan. Tidak sedikit pula peserta atau pendukung yang tidak menerima akan kekalahan dalam pilkades, dengan berbagai sebab atau alasan diantaranya adalah merasa dirugikan dengan hasil yang diperolehnya, ada kecurangan atau bahkan ada politik uang. Ketidakterimaan atas hasil pilkades tersebut harus berujung pada konflik antar pendukung yang tak kunjung selesai, dan bahkan terhadap pihak yang kalah dalam pilkades mengajukan keberatan atau sengketa hasil pilkades sesuai prosedur yang ada menurut peraturan perundang-undangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemilihan Kepala Desa di Desa Sukaslamet adalah dengan pemungutan suara, beberapa TPS mendapat monitoring langsung dari Kemendagri, bahkan juga Wakil Gubernur Jawa Barat.Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa; Pemilihan Kepala Desa; Fiqih Siyasa

    PENGAWASAN LEGISLASI DAERAH OLEH DPD: TANTANGAN ERA DISRUPSI HUKUM

    Get PDF
    Control authority of the DPD in Article 22D of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia has expanded to include regional law products, both draft regional regulations, and regional regulations. Control referred to in Article 249 paragraph 1 letter j of Law No. 2 of 2018 is not a legislative review or cancellation of regional regulations. Monitoring and evaluation of draft regional regulations and regional regulations by the DPD is a broad interpretation of the legislative function, control function, and representation function. Monitoring and evaluation of regional regulations and regional regulations will ultimately carry out the function of regional representation. Regions in the context of a unitary state have representatives at the center to fight for their aspirations which are outlined in the form of national policies. Such a position makes the DPD have a major role in carrying out its representation as external control of draft regional regulations and regional regulations. The era of legal disruption demands a more responsive and innovative role for the DPD in carrying out various regional aspirations. The control practices carried out should not use the old method which is actually considered to hinder the implementation of the authority it has. The research method used is normative juridical by using library research.Keywords: Control; Draft Regional Regulations; Regional Regulations; Legal Disruption AbstrakKewenangan pengawasan DPD pada pasal 22D UUD NRI 1945 berkembang luas hingga pada produk hukum daerah baik ranperda dan perda. Pengawasan yang dimaksud pada pasal 249 ayat 1 huruf j UU No.2 Tahun 2018 bukanlah legislative review atau pembatalan peraturan daerah. Pemantauan dan evaluasi atas rancangan peraturan daerah dan peraturan daerah oleh DPD merupakan intrepretasi luas dari fungsi legislasi, fungsi pengawasan, dan fungsi representasi. Pemantauan dan evaluasi ranperda dan perda pada akhirnya melaksanakan fungsi keterwakilan daerah. Daerah dalam konteks negara kesatuan memiliki perwakilan di pusat guna memperjuangkan aspirasinya yang dituangkan dalam bentuk kebijakan nasional. Posisi demikian membuat DPD memiliki peran besar dalam menjalankan keterwakilannya sebagai pengawas eksternal terhadap ranperda dan perda. Era disrupsi hukum menuntut peran DPD lebih responsif dan inovatif  dalam menjalankan aspirasi daerah yang beragam. Praktik pengawasan yang dilakukan jangan sampai menggunakan cara lama yang justru dianggap menghambat pelaksanaan kewenangan yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif dengan menggunakan studi kepustakaan.Keyword: Pengawasan; Ranperda; Perda; Disrupsi Huku

    Proteksi Hukum Bagi Pemegang Polis Asuransi Terhadap Pailitnya Perusahaan Asuransi

    Get PDF
    This study analyses the legal protection for insurance policy holders against the bankruptcy of insurance companies.  The legal relationship between the insurance company and the policy holder occurs because of a contract from the insurance company and the policy holder to approve the engagement.  The parties have their respective rights and obligations in the agreement which must be adhered to and apply as law for insurance companies and policy holders.  If the insurance company goes into bankruptcy, the position of the policyholder is regulated in Law No. 40 of 2014 concerning Insurance (UUP).  According to Law No. 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Payment of Debt Obligations (UUK-PKPU) creditors are divided into three namely separatist creditors, preferred creditors and concurrent creditors.  The policy holder here becomes the preferred creditor, this creditor has special privileges that must take precedence and has a higher position than other creditors because of the engagement with the insurance company.  Insurance company bankruptcy here can only be filed by the Financial Services Authority to the Commercial Court.  After the company goes into bankruptcy, the insurance company\u27s bankrupt bill will be divided by the curator to creditors including policy holders. This study uses a normative juridical method, namely by examining the legal norms that exist in the legislation, legal theories and jurisprudence related to the issues discussed.  By using a problem approach method in the form of a Statue Approach, an approach that is carried out by examining laws and regulations related to the legal issues raised.  The purpose of this study is to find out and analyse the legal protection for insurance policy holders against the bankruptcy of insurance companies.Keywords: Insurance Company, Bankruptcy, Insurance Policy, Insurance Law AbstrakPenelitian ini menganalisis tentang perlindungan hukum bagi pemegang polis asuransi terhadap pailitnya perusahaan asuransi. Hubungan hukum perusahaan asuransi dengan pemegang polis terjadi karena adanya kontrak dari perusahaan asuransi dan pemegang polis untuk menyutujui perikatan tersebut. Para pihak memiliki hak dan kewajibannya masing-masing dalam perikatan tersebut yang harus ditepati dan berlaku sebagai Undang-Undang bagi perusahaan asuransi dan pemegang polis. Jika perusahaan asuransi mengalami kepailitan maka kedudukan pemegang polis diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian (UUP). Menurut Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (UUK-PKPU) kreditor terbagi menjadi tiga yaitu kreditor separatis, kreditor preferen dan kreditor konkuren. Pemegang polis disini menjadi kreditor preferen, kreditor ini memiliki hak istimewa yang harus didahulukan dan memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada kreditor lain karena perikatan dengan perusahaan asuransi tersebut. Kepailitan perusahaan asuransi disini hanya bisa diajukan oleh Otoritas Jasa Keuangan kepada Pengadilan Niaga. Setelah perusahaan mengalami kepailitan maka boedel pailit perusahaan asuransi akan dibagi oleh kurator kepada para kreditor termasuk pemegang polis.  Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu dengan mengkaji pada norma-norma hukum yang ada dalam peraturan perundang-undangan, teori-teori hukum dan yurisprudensi yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas. Dengan menggunakan metode pendekatan masalah berupa Statue Approach yaitu suatu pendekatan yang dilakukan dengan cara menelaah undang-undang dan peraturan terkait dengan isu hukum yang diangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa mengenai perlindungan hukum bagi pemegang polis asuransi terhadap pailitnya perusahaan asuransi.Kata Kunci: Perusahaan Asuransi; Pailit; Polis Asuransi; Undang-Undang Ansurans

    Kepastian Hukum Terhadap Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Terkait Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Dari Debitur Pemberi Hak

    Get PDF
    The implementation of the mortgage execution auction based on article 6 UUHT which is carried out in accordance with the procedure and fulfills formal legality according to Article 25 PMK No 213/PMK.06/2020, the auction cannot be canceled, so if there is a lawsuit to cancel the auction that has been carried out, it must be decided to refuse lawsuit. The research method used in this study is normative-empirical with a Judicial Case Study approach. The results showed that the judge\u27s decision stating that the auction was canceled resulted in a guarantee of legal certainty over the implementation of the auction based on Article 6 of the UUHT to be ignored, and the decision that declared the auction canceled because the debtor was declared in bad faith had committed an unlawful act causing losses. For auction buyers, due to the responsibility of the debtor who intentionally commits an unlawful act and the creditor who is declared negligent in accepting the object of mortgage, it is not stated concretely in the judge\u27s decision.Keywords: Legal Certainty; Execution Auction; Mortgage right; Lawsuit for Unlawful Acts; Debtor Abstrak:Pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan berdasarkan pasal 6 UUHT yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan memenuhi legalitas formal menurut Pasal 25 PMK No 213/PMK.06/2020, lelang tidak dapat dibatalkan, sehingga apabila ada gugatan untuk membatalkan lelang yang sudah dilaksanakan maka harus diputuskan menolak gugatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif-empiris dengan pendekatan Judicial Case Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, putusan Hakim yang yang menyatakan lelang dibatalkan berakibat jaminan kepastian hukum atas pelaksanaan lelang berdasarkan Pasal 6 UUHT menjadi terabaikan, dan putusan yang menyatakan pelelangan batal karena debitur dinyatakan beritikad buruk telah melakukan perbuatan melawan hukum menimbulkan kerugian. Bagi pembeli lelang karena tanggung jawab debitur yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum dan kreditur yang dinyatakan lalai menerima objek hak tanggungan tidak disebutkan secara konkrit dalam putusan hakim.Kata Kunci: Kepastian Hukum; Lelang Eksekusi; Hak Tanggungan; Gugatan Perbuatan Melawan Hukum; Debitu

    Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Desa Wisata Pertanian Berbasis Kecakapan Hidup dan Pendidikan Kewirausahaan

    Get PDF
    An important part of reviving rural economies is Community Economic Empowerment (CEE). Due to a lack of school financing and other economic constraints, rural residents tend to have poor incomes and a lack of a formal education. Rural areas, on the other hand, have a lot of potential in terms of family ties. An empirical methodology is combined with a qualitative research method in this study. In addition to consulting the literature, data were gathered through on-the-ground interviews. An independent village\u27s development must be supported by the willingness of its residents to advance, so that village products and works of high economic worth can be generated so that they can meet the demands of their population. People in Cibitung Tengah\u27s village of Saikhwan were given empowerment training. If developed as an agricultural tourism town, this community\u27s location in the sectors of food security and rice self-sufficiency lends itself to a unique and distinctive character when it is visited as the village producing rice granaries.Keywords: Empowerment; Tourism Village; Entrepreneurship Education AbstrakPemberdayaan Ekonomi Masyarakat merupakan langkah strategis dalam penguatan dan pemulihan ekonomi masyarakat desa. Kecenderungan masyarakat desa memiliki mata pencaharian yang rendah, latar belakang pendidikan formal yang kurang karena keterbatasan biaya untuk pendidikan dan keterbatasan ekonomi. Namun Masyarakat desa memiliki potensi yang kuat dalam hal kekerabatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Data didapatkan dengan melakukan wawancara di lapangan selain dengan merujuk pada literature. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembangunan desa yang mandiri harus diiringi dengan kemauan warga desa untuk maju, sehingga dihasilkan produk dan karya desa yang membanggakan dan bernilai ekonomi tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan warganya sehari-hari. Program pemberdayaan dilaksanakan di desa Saikhwan Cibitung Tengah. Dikarenakan desa ini memiliki potensi SDA yang baik jika dikembangkan sebagai desa wisata pertanian, desa dengan locus bidang ketahanan pangan dan swasembada beras memiliki keunikan dan kekhasan jika dikunjungi sebagai desa penghasil lumbung padi.Kata Kunci: Pemberdayaan; Desa Wisata; Pendidikan Kewirausahaa

    Tanggung Jawab Hukum Perbankan Terhadap Nasabah Kartu Kredit Macet Akibat Kurang Menerapkan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Penerbitan Kartu Kepada Nasabah

    Get PDF
    The application of the principle of customer protection against bad credit cards due to not applying the precautionary principle causes financial losses to customers so that there is a need for legal rules to protect customers in the event of a bad credit dispute. The author uses a descriptive qualitative method, the results of the research in this paper are where the legal protection of banking for bad credit card customers is due to not applying the precautionary principle in issuing cards to customers. The results of the study stated that bad credit card disputes often occur for various reasons, where all credit card issuers should have implemented the regulations as stated in the PBI (Bank Indonesia Regulations). Settlement in the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) and complaints to OJK as regulated in OJK Regulation No. 1/POJK.07/2013 concerning Consumer Protection in the financial services sector which contains efforts that can be taken by customers as a form of customer protection. If the customer is unable to pay the Bank\u27s arrears, the Bank usually reports to the Bank Indonesia Debtor Information System which results in the recipient of the credit card bill being included in the bad credit blacklist of Bank Indonesia, resulting in the recipient of the credit card bill not being able to apply for capital credit to various financial institutions.Keywords: Banking Law; Bad credit card; Banking Customers AbstrakPenerapan prinsip perlindungan nasabah terhadap kartu kredit macet akibat kurang menerapkan prinsip kehati-hatian menimbulkan kerugian financial terhadap nasabah sehingga perlunya aturan hukum untuk melindungi nasabah apabila terjadi sengketa kredit macet. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian pada tulisan ini adalah dimana perlindungan hukum perbankan terhadap nasabah kartu kredit macet akibat kurang menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan kartu kepada nasabah. Hasil penelitian menyatakan bahwa seringnya terjadi sengketa kartu kredit macet dengan beragam alasan, dimana seharusnya seluruh penerbit kartu kredit sudah menjalankan peraturan sesuai yang tercamtum dalam PBI (Peraturan Bank Indonesia). Penyelesaian dalam Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan pengaduan kepada OJK yang diatur dalam Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen sektor jasa keuangan yang memuat upaya-upaya yang dapat ditempuh oleh nasabah sebagai bentuk perlindungan nasabah. Jika nasabah tidak mampu membayar tunggakan tangihan Bank, Bank biasanya melakukan pelaporan kepada Sistem Informasi Debitur Bank Indoesia yang mengakibatkan penerima tagihan kartu kredit masuk dalam daftar blacklist kredit macet Bank Indonesia sehingga mengakibatkan penerima surat tagihan kartu kredit tidak bisa mengajukan kredit modal ke berbagai lembaga keuangan.Kata Kunci: Hukum Perbankan; Kartu kredit Macet; Nasabah Perbanka

    Kepastian Hukum Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak Atas Surat Keterangan Batal Demi Hukum

    Get PDF
    The importance of taxes for the survival of the state makes the government must continuously strive to increase public participation, namely paying taxes by increasing awareness and tax compliance. In Indonesia, there are three types of tax collection systems, the first is the Self Assessment System in which taxpayers are given the trust to calculate, deposit and report their own tax payable; the second is the Official Assessment System where the government is given the authority to determine the amount of tax owed by the taxpayer and while the Withholding Assessment System is the amount of tax calculated by a third party who is not a taxpayer and is not a tax officer/fiscus. In this paper the authors use descriptive qualitative methods, the results of the research in this paper are where the Government gives confidence to the self-assessment system taxpayers to calculate their own taxes payable and regarding the legal certainty of the taxpayer\u27s voluntary disclosure program on affidavits null and void in Indonesia.Keywords: Taxpayer; Legal certainty; Letter of Statement AbstrakPentingnya pajak bagi kelangsungan negara membuat pemerintah harus terus menerus berupaya meningkatkan peran serta masyarakat yaitu membayar pajak dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perpajakannya. Di Indonesia berlaku tiga jenis sistem pemungutan pajak yang pertama adalah Self Assessment System yang dimana wajib pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri pajak terutangnya; kedua adalah Official Assessment System dimana pemerintah diberikan wewenang untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak dan sementara Withholding Assessment System adalah besarnya pajak dihitung oleh pihak ketiga yang bukan wajib pajak dan bukan juga aparat pajak/fiskus. Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian pada tulisan ini adalah dimana Pemerintah memberikan kepercayaan kepada wajib pajak Self Assessment System untuk menghitung sendiri pajak terhutang dan mengenai kepastian hukum program pengungkapan sukarela wajib pajak atas surat keterangan batal demi hukum di Indonesia.Kata Kunci: Wajib Pajak; Kepastian Hukum; Surat Keteranga

    Strategi Komunikasi Dalam Pembinaan Karakter Anak Binaan Yayasan Indonesia Sejahtera

    No full text
    Persoalan yang dihadapi sekarang adalah penerapan strategi komunikasi terhadap anak yang belum tepat, baik secara internal maupun eksternal. Persoalan itu muncul dari keluarga dan lingkungan sekitarnya yang semakin transparan dalam bentuk gaya bicara dan bahasa anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi komunikasi dan hambatan dalam pembinaan karakter anak binaan Yayasan Indonesia Sejahtera Amanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian mengenai strategi komunikasi dalam pembinaan karakter anak binaan Yayasan Indonesia Sejahtera Amanah yaitu: strategi merangkul, strategi hukuman, strategi mengenal, dan strategi pembiasaan. Hambatan komunikasi dalam pembinaan karakter pada anak binaan Yayasan Indonesia Sejahtera Amanah: Kepribadian serta latar belakang anak asuh dan kurangnya kesadaran pada diri anak asuh.Kata kunci: Strategi Komunikasi Pembinaan Karakter Ana

    651

    full texts

    745

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇