PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan Dasar
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
ANALISIS GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI SDN 015 SUNGAI PINANG TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan kendala dalam penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 015 Sungai Pinang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 015 Sungai Pinang dari bulan februari 2023 sampai bulan Mei 2023. Dalam penelitian ini digunakan uji keabsahan yakni triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) khususnya literasi baca tulis dapat meningkatkan minat baca tulis siswa. Dalam penelitian ini ada delapan indikator yaitu rutin membaca, diskusi buku, perpustakaan kelas, penghargaan baca buku, rajin menulis, pemanfaatan teknologi, fasilitas dan kegiatan proses belajar mengajar. Ditemukan adanya dua indikator yang belum maksimal dalam pelaksanaannya yaitu perpustakaan kelas dan pemanfaatan teknologi karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut belum terlaksana dengan baik. Selebihnya indikator tersebut sudah mendukung kegiatan gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 015 Sungai Pinang. Dalam Kegiatan pembelajaran minat siswa terhadap baca tulis sudah baik. Kendala dalam penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 015 Sungai Pinang yakni fasilitas perpustakaan sekolah kurang lengkap , kurangnya buku bacaan yang mnarik bagi para siswa dan teknologi yang ada belum dimanfaatkan dengan baik dalam proses pembelajaran agar menarik minat baca tulis siswa. Keterbatasan yang ada tidak menjadi kendala bagi para guru yakni guru mengajar siswa dengan baik dan menyenangkan di dalam kelas
PENGARUH POLA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-6 TAHUN
Language development is an indicator of a child's cognitive development, and delays in this have an impact on various functions in their life. Communication between parents and children will be an important stimulus in children's language development. Communication patterns in the family describe the family's tendency to develop fairly consistent and predictable ways of communicating with each other. This patterns have two dimensions, which is conversation orientation and conformity orientation. Errors in parental communication can have an impact on the achievement and quality of development of children's language skills. Children may reach language benchmarks and construct sentences at appropriate levels, but unable or less able to discuss things with other children or with adults. The purpose of this research is to determine the influence of family communication patterns on the language development of children aged 4-6 years. The research was conducted with 50 respondents using the Language Development Scale instrument adapted from the Denver Developmental Screening Test II to measure children's language development, and using the Revised Family Communication Patterns Parent's Version to measure family communication patterns. The research results showed that there was an influence of family communication patterns on the language development of children aged 4-6 years (p=0.000) of 23.4% (R Square=0.234)
KEEFEKTIFAN MEDIA MAGIC BOX PADA PENALARAN MATEMATIS OPERASI HITUNG PERKALIAN KOMUTATIF SISWA KELAS 3 SDN 1 KRASAK
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa kelas III dalam pelajaran matematika materi operasi hitung perkalian komutatif dengan media magic box. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 01 Krasak Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD N 01 Krasak tahun pelajaran 2023/2024 subjek yang digunakan dalam penelitian berjumlah 30 orang diantaranya 20 laki-laki dan 10 perempuan, penelitian ini berlangsung selama 2 kali pertemuan. Hasil observasi menunjukan bahwa terdapat peningkatan nilai pada mata pelajaran matematika operasi hitung perkalian komutatif setelah diberikan perlakuan magic box pada siswa kelas III SDN 01 Krasak. Dari data hasil pre-test dan post-test didapati rata-rata nilai pretest siswa sebesar 56,90 dan nilai posttest sebesar 80,63 dan berdasarkan uji t-test didapatkan nilai hasil signifikasi <0,005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil nilai baik sebelum maupun sesudah diberikan perlakuan magic box
PENTINGNYA PENGGUNAAN ICE BREAKING TERHADAP FOKUS BELAJAR SISWA KELAS VD DI SDN 012 SAMARINDA ULU TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peentingnya penggunaan Ice Breakin terhadap fokus belajar siswa di kelas VD di SDN 012 Samarinda Ulu. Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan subjeknya yakni guru kelas VD serta siswa kelas VD. Teknik pengumpulan data yang dipakai ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menguji keabsahan data memakai model Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian serta penarikan kesimpulan. Sebelum menggunakan Ice Breaking, siswa kurang fokus dan kurang antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas sehingga mengurangi efektifitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebagai seorang guru memerlukan adanya penggunaan Ice Breaking dalam proses pembelajaran karena berperan penting untuk membantu siswa agar dapat kembali fokus dalam belajar serta dapat membangun kembali suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan selama proses pembelajaran. Ice Breaking yang dipakai ialah berbasis menyanyi dan tepuk tangan. Tepuk tangan terbagi menjadi beberapa bagian yakni tepuk fokus, tepuk semangat, tepuk konsentrasi, tepuk 1, 2, 3 dan tepuk delman
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 02 KUPU BREBES
The background of this research is learning the arithmetic operations of multiplication and division in class IV. It can be seen that most students complain when the teacher invites students to study mathematics. Students seemed less or less enthusiastic, lazing around, some even talked to their friends and didn't pay attention to the teacher's explanation. Learning outcomes in class IV of SD Negeri 02 Kupu Brebes are still relatively low or do not meet the minimum completeness criteria (KKM). This research aims to determine the types of difficulties in learning the arithmetic operations of multiplication and division as well as the inhibiting factors in learning the arithmetic operations of multiplication and division experienced by fourth grade students at SD Negeri 02 Kupu Brebes. The type of research used is qualitative research. The subjects of this research were the class teacher and 4 class IV students due to the teacher's confession during the pre-interview and the teacher was more involved during teaching and learning activities and discussions. The items taken are the types of difficulties in learning the arithmetic operations of multiplication and division, as well as factors that hinder the learning of arithmetic, multiplication and distribution operations. Data collection techniques include interviews and documentation. The results of the research carried out were the types of difficulties in learning multiplication and division arithmetic operations experienced by students, namely difficulties in distinguishing symbols, difficulties in solving problems of multiplication and division arithmetic operations, weaknesses in understanding the concept of numbers, difficulty distinguishing the relationship between the concepts of multiplication arithmetic operations. and division numbers, as well as factors in learning the multiplication and division arithmetic operations experienced by students, namely the student's physical condition, the spiritual condition within the student, the parents' attitude towards the student, the student's home or family environment, the teacher's attitude at school.
Keywords: Learning Difficulties, multiplication, division, elementary schoo
UPAYA GURU SD DALAM MENGATASI LEARNING LOSS DI MASA NORMAL MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STEM
Learning loss merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut terjadinya kemunduran proses akademik yang disebabkan oleh Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kondisi belajar pasca pembelajaran daring dan upaya yang dilakukan guru kelas VI dalam mengatasi learning loss menggunakan model pembelajaran STEM. Jenis penelitian ini dirancang dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat persoalan yang ditemukan pasca pembelajaran daring seperti menurunnya keterampilan akademis literasi dan numerasi, dan kemunduran akademik yang ditandai dengan menurunnya semangat belajar peserta didik. Upaya yang dilakukan guru mengajar menggunakan model pembelajaran STEM berhasil mengatasi learning loss. Hal ini dilihat dari langkah-langkah pembelajaran STEM yang dapat melatih peserta didik berkomunikasi, berkolaborasi, berfikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta melatih kreativitas dan inovasi peserta didik. Selain itu model pembelajaran STEM juga dapat meningkatkan literasi sains dan literasi digital peserta didik
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MODEL PENDEKATAN HUMANISTIK, SUBJEK AKADEMIK DAN REKONSTRUKSI SOSIAL
Perubahan kurikulum dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran, maka sangat penting dapat memahami dasar-dasar pengembangan kurikulum supaya dapat dijadikan pedoman pembelajaran pengajaran agama Islam sehingga perlu me-redesign kurikulum ke dalam struktur yang harmonis. Penelitian ini memanfaatkan studi kepustakaan, yang berarti mengumpulkan data dengan menekuni teori dari bermacam literatur terkait. Model Pendekatan kurikulum subjek akademik menggunakan pendekatan kurikulum yang lebih menitik beratkan terhadap aspek-aspek tertentu dari mata pelajaran atau materi. Sedangkan model konsep kurikulum humanistik lebih mencermati aspek manusia. Model Konsep kurikulum rekonstruksi sosial berfokus pada memecahkan kasus sosial di warga. Implementasi pendekatan subjek akademik, humanistik, dan rekonstruksi sosial dalam kemajuan serta pengembangan mutu Pendidikan Agama Islam bertujuan agar tercapainya pemahaman pendidikan agama Islam yang ideal dan secara komprehensif dalam mengembangkan bakat dan minat bagi siswa
STUDENTS' ANXIETY LEVEL IN PUBLIC SPEAKING AND THEIR INVOLVEMENT IN ORGANIZATION
Public Speaking is one of skill that should be possessed by a pre-service teacher, especially English teacher. In IAIN Samarinda, the students get two semesters of this Public Speaking class, which are semester 3 and semester 4. KKI class in one of special class in IAIN Samarinda which the class are as level as international class. This study tried to reveal the level of students’ anxiety level in public speaking and students’ involvement in organization, and whether they are affecting to each other. This study used qualitative as the method and it used students interview and also students’ score in doing public speaking activities as instruments. The result showed that students who join organization tend to have better confidence and students who do not join any organization tend to have more level of anxiety. Despite of that some students from this group manage to do better performance in public speaking. It then revealed that even they do not join any organization, many aspects affect the good performance as well.
 
Analisis Kesulitan Guru Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Di SD Kota Batusangkar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan kusulitan yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka di sekolah dasar khususnya pada kelas IV. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas IV sekolah dasar . Instrument kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, namun peneliti juga menggunakan alat bantu berupa kamera dan juga instrument wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermen yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa kesulitan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka salah satunya yaitu tidak pahamnya guru terhadap cara penerapan kurikulum merdeka, selain itu guru kesulitan dalam menyusun penilaian dan juga guru kesulitan dalam memetakan kemampuan siswa
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTs) KELAS IV C DI SDN 012 SAMARINDA ULU
Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui deskripsi keahlian penyelesaian soal matematika dalam menuntaskan soal HOTs pada peserta didik kelas IVC di SD Negeri 012 Samarinda Ulu. Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian deskriftif berbasis pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil subjek peserta didik kelas IVC di SD Negeri 012 Samarinda yang totalnya 6 peserta didik, meliputi 2 peserta didik yang memiliki keahlian tinggi, 2 peserta didik yang meliki keahlian sedang serta 2 peserta didik yang memiliki keahlian rendah. Penelitian memakai penilaian akhir ujian soal HOTs serta pendataan dari wawancara guna menguatkan respon subjek terhadap hasil ujian soal sebelumnya. Kemudian data yang diperoleh, dilakukan analisis berprinsipkan pada 4 aktivitas pemecahan dari persoalan pada langkah polya. Penelitian ini menghasilkan sebagai berikut: (1) Subjek yang berkeahlian tinggi dapat menuntaskan ujian soal HOTs di seluruh aktivitas pada penyelesaian persoalan berlandaskan langkah polya. (2) Subjek yang berkeahlian sedang dapat menuntaskan aktivitas pemahaman soal, merencanakan rancangan, serta melakukan rancangannya dalam menuntaskan ujian soal HOTs, tetapi kurang pada aktivitas memeriksa ulang. (3) subjek berkeahlian rendah dapat menuntaskan aktivitas pemahaman soal, tetapi kurang kurang saat aktivitas merencanakan rancangan, melakukan rancangannya serta memeriksa ulang.
Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematika, Soal HOTs, Langkah Polya