PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan Dasar
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Kelas yang Ramah Anak di Pendidikan Anak Usia Dini Konsep dan Implementasi: Pengelolaan Kelas yang Ramah Anak di Pendidikan Anak Usia Dini Konsep dan Implementasi
Pengelolaan kelas yang ramah anak merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD). Konsep ini menekankan penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan stimulatif, guna mendukung perkembangan optimal anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi pengelolaan kelas yang ramah anak di PAUD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi di beberapa lembaga PAUD di Kutai Kartanegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai besar lembaga PAUD telah menerapkan prinsip-prinsip kelas ramah anak, meskipun masih terdapat kendaa seperti keterbatasan sarana prasarana dan kapasitas guru. Diperlukan pelatihan berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan implementasi konsep ini.
Kata kunci: Pengelolaan Kelas, Ramah Anak, Pendidikan Anak Usia Dini, Konsep dan Implementasi
Abstract
Child-friendly classroom management is an impotant aspect in improving the quality of early childhood education (PAUD). This concept emphasizes the creation of a safe, comfortable, inclusive, and stimulating learning environment, in order to support optimal child development. This article aims to examine the concept and implementation of child-friendly classroom management in PAUD. This study uses a descriptive qualitative method with observation, interview, and documentation study techniques in several PAUD institutions in Kutai Kartanegara. The result of the study indicate that most PAUD institutions have implemented the principles of child-friendly classes, although there are still obstacles such as limited facilities and infrastructure and teacher capacity. Continuous training and support from various parties are needed to optimize the implementation of this concept.
Keywords: Class Management, Child Friendly, Early Childhood Education, Concept and Implementatio
Optimalisasi Hasil Belajar Shalat dan Zikir melalui Pendekatan Kooperatif Tipe Make A Match pada Siswa Kelas VII SMP PGRI 1 Samboja
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP PGRI 1 Samboja pada materi shalat dan zikir dalam kehidupan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas VII, dengan data dikumpulkan melalui observasi, tes formatif, dan angket respon siswa, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus persentase ketuntasan: P = (F/N) × 100% (Arikunto, 2009). Hasil pra-siklus menunjukkan ketuntasan belajar hanya 15% (3 siswa), dengan rata-rata nilai 79,92. Pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 80% (20 siswa) dengan rata-rata nilai 81,24, dan pada siklus II mencapai 96% (24 siswa) dengan rata-rata nilai 82,04, melampaui KKM 75 dan target penelitian 90%. Peningkatan ini didukung oleh suasana belajar yang menyenangkan, keterlibatan aktif siswa, dan bimbingan tutor sebaya, sejalan dengan temuan Jufri dkk. (2021). Model Make A Match terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
Menggali Peran Shadow Teacher sebagai Mediator Kunci Literasi Peserta Didik Disleksia: Lensa Analitik SEM
Studi ini bertujuan menganalisis peran shadow teacher dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik disleksia di SMP Buleleng dengan memeriksa pengaruh strategi pendampingan dan tantangan yang dialami guru melalui pendekatan kuantitatif. Sebanyak 62 responden dilibatkan melalui metode survei dengan instrumen kuesioner berskala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan model persamaan struktural untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang kuat, dengan nilai R² sebesar 0,56 untuk konstruksi shadow teacher dan 0,63 untuk kemampuan membaca. Strategi shadow teacher terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca (β = 0,42; p < 0,001), sedangkan tantangan tidak menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kemampuan membaca. Selain itu, strategi berpengaruh terhadap kemampuan membaca melalui mediasi parsial shadow teacher (β = 0,17; p = 0,001), sementara tantangan berpengaruh tidak langsung secara negatif melalui mediasi shadow teacher (β = –0,13; p = 0,014). Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pendampingan shadow teacher merupakan faktor krusial yang menjembatani pengaruh strategi dan tantangan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa disleksia. Secara keseluruhan, studi ini menggarisbawahi urgensi penguatan kompetensi shadow teacher untuk mendukung pendidikan inklusif dan meningkatkan hasil literasi peserta didik disleksia di tingkat SMP
Mengembangkan Keterampilan Proses Penyelidikan Dalam Memerangi Penyebaran Hoax Melalui Pembelajaran IPS Abad 21
Artikel ini membahas masalah penyebaran hoax di Indonesia dan peran pembelajaran IPS dalam menanamkan keterampilan penyelidikan untuk memerangi penyebaran hoax di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Artikel ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berlandaskan abad 21, yakni pembelajaran dengan menerapkan kegiatan pembelajaran investigasi dan eksperimen mampu menanamkan keterampilan penyelidikan dalam pembelajaran abad 21. Meningkatnya penggunaan informasi digital maka semakin meningkat pula persebaran Hoax di Indonesia. Persebaran hoax yang dilatarbelakangi dengan minimnya kevaliditasan suatu data, menimbulkan kepercayaan bagi sebagian besar masyarakat. Dengan semakin meningkatnya persebaran Hoax, pembelajaran IPS berlandaskan pada keterampilan abad 21 menanamkan keterampilan penyelidikan dalam mencari kebenaran akan suatu informasi digital. Artikel ini menyimpulkan rendahnya keterampilan penyelidikan dan keterampilan abad 21 pada generasi muda mengakibatkan penyalahgunaan informasi digital sebagai media dalam menyebarkan informasi dan isu-isu negatif yang dapat menimbulkan permasalahan sosial. Pembelajaran IPS abad 21 menyiapkan generasi muda terampil dalam melakukan penyelidikan dalam menyikapi berbagai informasi yang menyebar dan siap untuk memberikan pemecahan masalah sosial di abad 21
Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi Pada Teks Laporan Hasil Observasi di Kelas X SMK Negeri 14 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran terdiferensiasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi Teks Laporan Hasil Observasi di kelas X Pemasaran 1 SMK Negeri 14 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terdiferensiasi mencakup tiga aspek utama yakni diferensiasi konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten dilakukan melalui penyajian materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Diferensiasi proses diterapkan dengan berbagai metode pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis kelompok, proyek, teknologi, serta pendekatan visual dan kinestetik. Sementara itu, pada diferensiasi produk diberikan kebebasan kepada siswa dalam menunjukkan pemahaman mereka melalui berbagai bentuk tugas, seperti laporan tertulis, presentasi video, infografis, dan slide presentasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran terdiferensiasi bisa dikatakan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 14 Samarinda. Pada hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan siswa
Implementasi Perbaikan Berkelanjutan Dalam Prinsip Manajemen Mutu Pendidikan di Sekolah Menegah Atas Negeri 2 Tenggarong
Abstrak
Penelitian ini mengevaluasi penerapan perbaikan berkesinambungan dalam pengelolaan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen manajemen sekolah, dukungan pemerintah daerah, dan partisipasi aktif PTK merupakan faktor pendukung utama, sementara keterbatasan anggaran dan resistensi terhadap perubahan menjadi hambatan. Penerapan perbaikan berkelanjutan terbukti meningkatkan kompetensi PTK, interaksi efektif antara guru dan siswa, serta pengembangan fasilitas pendidikan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi sekolah-sekolah lain dan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih efektif bagi pemerintah daerah
Strategi Meningkatkan Profesionalisme Guru di Era Digital
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan strategi yang efektif untuk meningkatkan profesionalisme guru di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme guru di era digital dapat dicapai melalui beberapa strategi utama: Pelatihan teknologi info, Kolaborasi antara guru, dan Partisipasi dalam diskusi profesional, Dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah, Pengembangan Literasi Digital, Menerapkan model yang efektif untuk Pengembangan Profesional, dan Integrasi Teknologi dalam Praktik Pendidikan. Meningkatkan profesionalisme guru di era digital membutuhkan pendekatan holistik yang menggabungkan sikap teknis, pendidikan dan spiritual
The Role and Challenges of Grammar Teaching in Developing Students' English Writing Skills
Grammar teaching plays a crucial role in developing students' English writing skills, particularly at the university level. Academic writing demands the use of appropriate grammatical structures to convey ideas logically and clearly. However, in practice, grammar teaching faces various challenges, such as lack of student interest, monotonous learning methods, and limited learning time. This study aims to examine the role of grammar teaching and the challenges faced in improving students' writing skills. This study used a descriptive qualitative approach, using observation, interviews, and document analysis as data collection techniques. This study demonstrates that a good understanding of grammar significantly contributes to the quality of students' writing. However, challenges such as negative transfer from the first language (L1), low learning motivation, and a lack of varied pedagogical approaches require attention. These findings suggest the need for innovation in grammar teaching methods to effectively support the improvement of students' writing skills
Kolaborasi Perguruan Tinggi Dengan Dunia Usaha Dan Industri Dalam Pengembangan Ekosistem Wirausaha Mahasiswa
Artikel ini membahas tentang kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan yang berfokus pada kerja sama strategi antara kampus dan sektor industri untuk mentoring, magang wirausaha dan pendanaan usaha mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan menelaah artikel dan laporan penelitian terbitan 2020-2025. Artikel ini mengkaji bentuk kolaborasi program magang wirausaha dan akses pendanaan bagi mahasiswa yang memiliki potensi usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta industri merupakan elemen kunci dalam membangun ekosistem wirausaha mahasiswa yang inovatif dan berkelanjutan serta menekankan pentingnya peran aktif perguruan tinggi dan industri serta mekanisme mentoring dan pendanaan untuk menjaga keberhasilan dan kesinambungan ekosistem kewirausahaan.
 
Persepsi Mahasiswa Teknik Informatika terhadap Perlindungan Keamanan Digital Anak Usia Dini dalam Mewujudkan Digital Citizenship
Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Batam, menganalisis persepsi mahasiswa informatika terhadap tingkat resiko penggunaan media sosial yang digunakan oleh anak usia dini, dan solusi penggunaan media sosial untuk anak usia dini. Teori Keadaban digital digunakan sebagai pisau analisis. Metode kualitatif desain deskriptif eksploratif digunakan dalam penelitian ini. Informan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan waktu digunakan untuk melihat keabsahan data. Hasil penelitian yaitu (1) Persepsi kritis terhadap resiko penggunaan media social oleh anak usia dini (2) Solusi penggunaan media sosial bagi anak usia dini dapat dilakukan melalui pendidikan literasi, pemanfaatan fitur keamanan digital dan keterlibatan aktif lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sosial media harus digunakan secara bijak dan dalam pengawasan orangtua