JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
    255 research outputs found

    PERENCANAAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE CONTINUOUS REVIEW (S,S) DAN METODE HYBRID SISTEM UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA PERSEDIAAN STUDI KASUS : KLINIK MEDIKA 24

    No full text
    Klinik Medika 24 merupakan salah satu klinik pratama yang berada di daerah Kabupaten Bandung. Pada Klinik Medika 24, pengendalian obat yang terdapat di klinik terbilang belum baik sehingga mengakibatkan permasalah yaitu persediaan obat melebihi dari permintaan tiap bulan yang berdampak pada tingginya total biaya persediaan. Hal ini dapat terjadi karena klinik Medika 24 belum mengklasifikasikan obat berdasarkan nilai pemakaiannya dan tingkat kekritisan obat tersebut dalam pengendalian obatnya, serta dalam melakukan pemesanan obat klinik Medika 24 tidak memperhatikan persediaan maksimum dan sisa persediaan yang ada. Dari permasalahan tersebut, pada penelitian ini dilakukan pengklasifikasian obat dengan menggunakan analisis ABC-VED dan menerapkan sistem inventori probabilistik metode Continuous Review (s,S) dan metode Hybrid Sistem untuk menghasilkan parameter persediaan yang mendekati optimal dengan perhitungan Hadley-Within. Berdasarkan pengklasifikasian obat dengan menggunakan analisis ABC-VED dihasilkan 3 kelas obat. Perhitungan dengan metode Continuous Review (s,S) untuk obat kelas I memberikan penurunan total biaya persediaan 51%. Sedangkan perhitungan dengan menggunakan metode Hybrid Sistem untuk obat ekelas II dan kelas III memberikan penurununan total biaya persediaan sebesar 49%

    OPTIMASI JADWAL PERAWATAN PENCEGAHAN PADA MESIN TENUN UNIT SATU DI PT KSM, YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi sistem perawatan dan menentukan interval waktu penggantian komponen mesin yang optimal berdasarkan biaya perawatan minimum untuk komponen-komponen kritis pada mesin tenun di PT KSM, Yogyakarta. Pengujian data dilakukan menggunakan distribusi Weibul dua parameter, Parameter tersebut adalah parameter β dan paramaeter θ. Setelah diketahui kedua parameter tersebut, maka dapat ditentukan fungsi kepadatan kemungkinan, fungsi distribusi kumulatif, fungsi keandalan, dan fungsi laju kerusakan. Dengan metode age replacement akan didapatkan jadwal perawatan pencegahan berdasarkan waktu penggantian komponen yang optimum dengan biaya yang paling minimum

    PERANCANGAN APLIKASI BUSINESS INTELLIGENCE PADA SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI PT PERTAMINA LUBRICANT MENGGUNAKAN PENTAHO

    No full text
    Business intelligence adalah suatu sistem aplikasi yang berfungsi untuk mengelola dan menganalisis data suatu perusahaan atau organisasi untuk menghasilkan suatu informasi. Salah satu bentuk informasi yang dapat diberikan dari pengaplikasian business intelligence tersebut adalah dengan adanya dashboard reporting yang dapat memberikan informasi analisis data secara interaktif. Pada penelitian ini perancangan yang dilakukan pada sistem informasi distribusi PT Pertamina Lubricant, dimana dengan mengaplikasikan business intelligence tersebut dapat memberikan value added pada sistem informasi existing yang ada. Hasil dari perancangan ini adalah suatu aplikasi business intelligence yang dapat melakukan analisis data dan memberikan laporan secara otomatis dalam bentuk dashboard reporting yang dapat memberikan informasi berupa pengetahuan untuk menanggulangi kurangnya report penjualan dari sistem informasi distibusi PT Pertamina Lubricant

    PERANCANGAN DAN ANALISIS ENTERPRISE ARCHITECTURE YAYASAN KESEHATAN (YAKES) TELKOM PADA DOMAIN ARSITEKTUR TEKNOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM

    No full text
    Yayasan Kesehatan Telkom merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan. Untuk melaksanakan aktivitas bisnisnya dalam mencapai tujuan perusahaan, Yayasan Kesehatan Telkom membutuhkan sistem informasi yang didukung oleh infrastruktur teknologi yang memadai. Selain itu, dengan adanya kebijakan pemerintah terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi salah satu tantangan dalam dunia kesehatan untuk menyelaraskan strategi bisnis dan strategi teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan dari BPJS. Enterprise architecture merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelarasakan strategi bisnis dan strategi teknologi informasi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan bisnis. TOGAF ADM dapat menjadi salah satu framework yang dapat dijadikan pedoman dalam pembuatan enterprise architecture. Penelitian ini menghasilkan blueprint arsitektur teknologi yang digunakan sebagai acuan perancangan dan pengembangan teknologi Yayasan Kesehatan Telkom terkait kerjasamanya dengan BPJS. Harapannya dengan adanya perancangan arsitektur teknologi, teknologi yang ada pada Yayasan Kesehatan Telkom saat ini dapat berkembang ke arah yang lebih baik sesuai dengan perkembangan bisnis dan kerjasama yang dilakukan dengan BPJS dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti

    PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE E-COMMERCE PADA BAGIAN SHIPPING DI PT XYZ MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM

    No full text
    PT XYZ adalah salah satu enterprise terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis baru yaitu e-commerce yang bernama PQR. Saat ini, PQR belum dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi PT XYZ. Oleh karena itu, dibutuhkan aktivitas front-end dan back-end dapat mendukung jalannya PQR dengan baik. Pada penelitian ini, bagian yang dibahas adalah shipping yang merupakan back-end dari PQR yang masih memiliki masalah berupa kurangnya integrasi antar bagian sehingga menyebabkan munculnya dua masalah bagian shipping. Untuk membangun layanan shipping yang baik, maka dibutuhkan Enterprise Architecture (EA) sebagai konsep yang dapat mengintegrasikan teknologi dan bisnis yang sedang berjalan. Perancangan EA membutuhkan sebuah tool dalam bentuk framework agar dapat memberikan gambaran yang jelas dari konsep bisnis dan teknologi yang dirancang. Framework yang digunakan adalah TOGAF ADM dimana memiliki kelebihan bahwa arsitek EA dapat memilih aktivitas yang  dikerjakan secara bebas. Fase yang dirancang pada penelitian ini mulai dari fase A (Architecture Vision) hingga D (Technology Architecture) yang menghasilkan artifak-artifak yang dapat menjadi dasar pengembangan dan integrasi antar fungsi bisnis pada PQR bagian shipping

    ANALISIS DAN DESAIN KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER DENGAN METODE NETWORK DEVELOPMENT LIFE CYCLE (STUDI KASUS: UNIVERSITAS TELKOM)

    No full text
    Keamanan jaringan komputer merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam jaringan komputer. Keamanan jaringan komputer yang tidak dirancang dengan baik dapat menyebabkan kebocoran data, pelanggaran privasi, hingga kerugian finansial. Oleh karena itu, dibutuhkan rancangan keamanan jaringan komputer yang dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna layanan jaringan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain keamanan jaringan komputer dengan obyek penelitian adalah Universitas Telkom dengan menggunakan NDLC. Hasil desain keamanan jaringan komputer menjadi usulan untuk pengembangan keamanan jaringan komputer pada universitas tersebut. Hasil dan desain kemanan jaringan komputer di Universitas Telkom diperlukan adanya IDPS untuk mendeteksi adanya serangan karena pada kondisi existing tidak dapat terdeteksi

    MODEL PENJADWALAN BATCH PADA FLOWSHOP DUA TAHAP DENGAN VARIASI JUMLAH PART UNTUK MEMINIMASI TOTAL ACTUAL FLOW TIME

    No full text
    Pada sebuah industri elektronika yang menghasilkan dua produk family memiliki dua tahapan pemrosesan, tahap 1 pengerjaan dilakukan secara masinal di sebuah mesin untuk semua family dan tahap 2 pengerjaan dilakukan di masing-masing lintasan produksi berdasarkan family yang dikerjakan secara manual. Berdasarkan tahapan pengerjaan tersebut akan terjadi permasalahan yaitu perusahaan sering mengalami keterlambatan pengiriman ke konsumen, yang disebabkan oleh mesin di Tahap 1 terlalu sibuk untuk memproduksi semua jenis headphone stereo. Permasalahan yang bisa terjadi selain keterlambatan adalah terjadi idle yang cukup lama pada beberapa kelompok kerja Tahap 2 karena menunggu proses di Tahap 1 selesai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini akan dibuat sebuah model penjadwalan batch dengan kriteria meminimasi total actual flowtime. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa model yang dikembangkan dapat menghasilkan model penjadwalan batch dengan dua tahap pengerjaan pada lantai produksi flowshop yang dapat meminimasi total actual flowtime, adapun ukuran dan urutan batch menjadi variabel keputusan pada penelitian ini. Berdasarkan pengujian dengan 9 set data hipotetik, diperoleh karakteristik model sebagai berikut; Suatu jenis produk tidak harus dijadwalkan secara berurutan, tetapi pengurutan dapat dilakukan berseling dengan jenis produk lain, ukuran batch yang dihasilkan besarnya tidak harus sama, permasalahan dengan jumlah keseluruhan part  sama, tetapi dengan ketentuan perbandingan jumlah part dari tiap jenis produk berbeda, belum tentu menghasilkan jumlah batch yang sama

    APPLICATION PROGRAMMING INTERFACES PADA APLIKASI GEO SOCIAL COMMERCE

    No full text
    Dengan maraknya dunia digital dan internet kebanyakan dari kita mencari barang atau jasa di internet, walaupun sebenarnya hal yang kita cari tersebut ada disekitar kita. Kami telah melakukan survey kepada 395 koresponden, 71% orang pernah mengalami kesulitan mencari barang atau jasa yang dibutuhkan. Disisi lain 62% penjual mengaku pernah kesulitan mempromosikan produk atau jasa mereka. Dari questioner tersebut juga didapatkan beberapa masalah yang dialami penjual dan pembeli. Marketspot merupakan sebuah solusi Geo Social Commerce yang eklusif di mobile phone untuk membantu penjual bertemu dengan customer disekelilingnya dengan menampilkan customer yang membutuhkan di sebuah peta, dapat langsung berinteraksi dan begitu sebaliknya. Dalam solusi ini kami menggabungkan unsur social dan e-commerce yang berbasis GIS. Produk dalam penelitian ini adalah API dan versi website. API dan web dibuat berbasis PHP dengan framework Laravel 5. REST API yang dibuat disini menghasilkan data dalam bentuk JSON. Dalam proses pengembangannya API ini dikerjakan dengan metode iterative dan incremental

    Pendahuluan

    No full text

    EVALUASI PEMENUHAN KRITERIA CPPB-IRT DAN SERTIFIKASI HALAL PADA UKM PELANGI RASA

    No full text
    Usaha Kecil Menengah Pelangi Rasa merupakan salah satu UKM yang bergerak dalam bidang pengolahan pangan hasil perkebunan, seperti pisang, bayam, dan lain-lain. Salah satu produk andalan UKM Pelangi Rasa adalah keripik pisang sambal kampung. Potensi UKM ini cukup besar jika dilihat dari penjualannya yang terus meningkat setiap bulan. Hal tersebut membuat pemilik ingin memperluas pasarnya ke pasar modern. Namun, untuk masuk ke jaringan supermarket, terdapat beberapa syarat yang belum dapat dipenuhi oleh UKM, diantaranya Surat Perizinan Pengelolaan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan Sertifikat Halal. Untuk mendapatkan SPP-IRT dan Sertifikat Halal, suatu UKM harus menerapkan kriteria CPPB-IRT (Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga) untuk SPP-IRT dan kriteria SJH (Sistem Jaminan Halal) untuk Sertifikasi Halal. Dari hasil analisis gap antara kondisi saat ini dengan kriteria CPPB-IRT dan Sertifikasi Halal, diperoleh bahwa kondisi penerapan kriteria CPPB-IRT saat ini pada UKM Pelangi Rasa masih berada pada level 4 (empat). Penilaian tersebut didasarkan pada jumlah ketidaksesuaian kritis sebanyak 6 elemen dan jumlah ketidaksesuaian serius sebanyak 9 elemen. Sementara kondisi untuk kriteria Sertifikasi Halal (SJH) terdapat 41 elemen yang belum dipenuhi dari 72 elemen kriteria SJH. Hasil penelitian menunjukkan daftar requirement kriteria yang perlu dipenuhi dalam proses bisnis di UKM Pelangi Rasa

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇