JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PROTOTYPE SISTEM MONITORING LOGISTIK BERAS (STUDI KASUS DI BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA BARAT)
Produksi komoditas bahan beras yang dihasilkan Jawa Barat secara umum mengalami surplus produksi. Namun, hal tersebut belum menjamin pemenuhan kebutuhan beras penduduk secara merata dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat. Kondisi tersebut antaranya diakibatkan oleh kendala aliran informasi antar stakeholder pada sistem rantai pasok beras dimana perhitungan surplus produksi beras hanya berdasarkan perkiraan, yaitu berupa perkalian luas panen dan produktivitas dalam satu tahun dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi produk beras penduduk Jawa Barat setiap tahunnya, padahal terdapat faktor-faktor lain seperti beras keluar, beras masuk, dan konsumsi. Oleh karena itu, perlu ada sistem untuk memonitor produksi beras secara lebih akurat di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem monitoring logistik beras yang meliputi kegiatan produksi-distribusi-konsumsi di suatu wilayah mulai dari tingkat desa, kecamatan, kota/kabupaten, hingga tingkat provinsi. Sistem monitoring logistik beras ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi SMS gateway, Geographic Information System (GIS) dan berbasis Service Oriented Architecture (SOA). Pemanfaatan teknologi SMS Gateway ini bertujuan untuk mempermudah pelaporan dan akses informasi. Geographic Information System berfungsi untuk menampilkan info spasial terkait aktivitas produksi-distribusi-konsumsi beras. Sementara pemanfaatan teknologi Service Oriented Architecture (SOA) ini berfungsi sebagai teknologi untuk integrasi dan penyediaan informasi yang memiliki beragam platform antara satu instansi dengan instansi lain dalam suatu sistem rantai pasok logistik beras. 
PENGELOMPOKAN TIM PENGEMBANG BERDASARKAN KRITERIA PERILAKU MANUSIA DALAM KOLABORASI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK
Teknologi informasi merupakan bidang yang berkembang cukup pesat di akhir dekade ini. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi informasi. Salah satu bagian dari proyek teknologi informasi yang berkembang cukup pesat adalah proyek pengembangan perangkat lunak yang mempunyai ketidakpastian tinggi dengan tingkat kesuksesan yang rendah. Kualitas dan kecepatan proyek perangkat lunak sangat tergantung pada faktor sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah strategi dan kriteria dengan mengelompokkan perilaku tim pengembang sehingga metode kolaborasi yang akan dilakukan dapat disesuaikan dengan susunan tim yang terlibat dalam pengembangan perangkat lunak. Pengelompokan perilaku programmer dalam kolaborasi tim pengembang perangkat lunak dilakukan dengan menggunakan analisis kluster dengan melihat lima variabel, yaitu usia, gender, interaksi dan komunikasi, kondisi psikologis, dan pemrosesan informasi. Pengujian diambil dari 35 programmer yang berasal dari industri perangkat lunak yang terdapat di Bandung dengan menyebar kuisioner pada tim pengembang secara online maupun offline. Hasil pengolahan data dengan software SPSS menunjukkan bahwa terdapat tiga kluster perilaku programmer dalam kolaborasi tim pengembangan perangkat lunak. Dengan diketahuinya pengelompokan perilaku programmer diharapkan tim pengembang yang dibentuk dapat menghasilkan perangkat lunak dengan kualitas yang lebih baik
PERANCANGAN USER REQUIREMENTS SPECIFICATION (URS) SISTEM OTOMASI UNTUK PROSES CHAMFER STOPPER VALVE PADA MESIN BENCH LATHE SD-32A DI PT DHARMA PRECISION PARTS
PT Dharma Precision Parts merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen yang terbuat dari logam melalui proses pemesinan, salah satu produknya adalah stopper valve. Karena meningkatnya persaingan dan permintaan, perusahaan harus mampu mengurangi waktu proses untuk memenuhi permintaan. Waktu proses pada sistem awal yaitu sekitar 9.92 detik/part. Perusahaan melakukan modifikasi mesin Bench Lathe SD-32A untuk mengurangi waktu proses dengan menerapkan teknologi otomasi. Menerapkan teknologi otomatisasi dalam perusahaan akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti mengurangi waktu proses, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Penerapan sistem otomasi membutuhkan perencanaan yang baik dan pertimbangan untuk mendapatkan sistem baru sesuai dengan fungsi yang diharapkan dan untuk mencegah terjadinya perancangan ulang pada sistem.
Penelitian ini fokus pada perancangan User Requirement Specification (URS) yang terdiri dari kumpulan informasi kebutuhan untuk perancangan sistem otomasi pada industri manufaktur. Perancangan URS terdiri dari process description, deskripsi aliran listrik pada setiap peralatan yang saling terhubung, dan control philosophy. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perancangan URS untuk stopper valve chamfering proses berhasil diimplementasikan dengan mendapatkan waktu proses baru yaitu sekitar 5 detik/part. Hasil dari penelitian ini adalah penjelasan mengenai deskripsi proses, electrical diagram, dan control philosophy
PERENCANAAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIK CONTINUOUS REVIEW (S,S) SYSTEM PADA BAGIAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT AMC
Rumah sakit AMC merupakan sebuah institusi kesehatan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dan memiliki 6 fasilitas pelayanan yang salah satunya adalah instalasi farmasi. Selama ini rumah sakit AMC belum mempunyai kebijakan persediaan yang tepat. Dalam melakukan pengendalian persediaan obat, rumah sakit AMC belum melakukan pengklasifikasian obat berdasarkan nilai penyerapan dana dan tingkat kekritisan obat serta melakukan pemesanan obat tanpa memperhatikan jumlah persediaan obat yang ada sehingga rumah sakit mengalami overstock dan menyebabkan total biaya persediaan yang dikeluarkan tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, rumah sakit perlu melakukan pengendalian persediaan obat. Metode yang digunakan adalah analisis ABC-VED dan metode probabilistik Continuous Review (s,S) System untuk mengetahui ukuran jumlah pemesanan, safety stock dan reorder point sehingga dapat mengurangi terjadinya kelebihan persediaan serta meminimalisir total biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh rumah sakit. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode probabilistik Continuous Review (s,S) System, dapat diketahui bahwa total biaya persediaan obat yang dihasilkan sebesar Rp 226.160.240 dan mengalami penghematan sebesar Rp 164.400.215 atau 42,09% dari kondisi aktual
ANALISIS TATA KELOLA DAN PERANCANGAN SOP SERVICE OPERATION PADA LAYANAN AKADEMIK INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI (IPDN) DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK ITIL VERSI 3
IPDN sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi (TI) untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta mensinergikan kekuatan sivitas akademika IPDN. Tetapi, berdasarkan analisis kecukupan komponen tata kelola teknologi informasi dalam IT blueprint IPDN tahun 2015 – 2019, IPDN belum memiliki tata kelola TI yang memadai, sehingga manfaat teknologi informasi masih belum optimal. Penelitian ini berfokus pada domain service operation, dimana pada domain tersebut diketahui seberapa besar manfaat layanan TI. Analisis tingkat kematangan service operation kemudian dilakukan dan menunjukkan nilai maturity level yang masih berada pada level 1-initial. Berdasarkan permasalahan tersebut, kemudian dilakukan analisis risiko dan analisis prioritas terhadap tata kelola service operation sehingga hasilnya dilakukan perancangan SOP untuk dua proses dalam ITIL Versi 3 service operation yaitu manajemen insiden dan manajemen masalah. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu IPDN dalam meningkatkan kapabilitas layanannya serta meningkatkan maturity level setidaknya menjadi level 3-defined
DESAIN MODEL E-BUSINESS APLIKASI MOBILE (STUDI KASUS: E-MAKANAN PADAT PENDAMPING ASI)
Jumlah pengguna internet dari perangkat mobile semakin bertambah. Saat ini android meraup angka lebih dari satu milyar user yang telah mengaktivasi ponsel berbasis android. Dari tingginya angka user tersebut potensi bisnis berasal dari aplikasi-aplikasi yang terdapat di pasar virtual android yang disebut Google Playstore. Pada penelitian ini akan dijabarkan langkah sistematis merancang model e-business dari mobile application dengan studi kasus pengembangan aplikasi e-MPASI atau Makanan Padat Pendamping ASI secara komprehensif sehingga dapat membantu developer untuk mengembangkan layanan berbasis elektronik (e-business). Framework ini juga dilengkapi penggambaran alur model e-business dengan memulai pengidentifikasian aktor-aktor yang bermain dalam e-business, value yang ingin dicapai, bagaimana merealisasikan value tersebut, dan analisis finansial dari masing-masing aktor
PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK DODOL RUMPUT LAUT UKM AULIA SARI MENGGUNAKAN INTEGRASI DIMENSI KUALITAS PRODUK DAN MODEL KANO
Aulia Sari adalah satu-satunya badan usaha yang memproduksi dodol rumput laut di pulau Jawa. Jumlah penjualan dodol di Jawa Barat cukup tinggi karena merupakan salah satu oleh-oleh khas Jawa Barat. Rumput laut dodol Aulia Sari, dengan banyak manfaat yang ditawarkan dari rumput laut, tidak mendapatkan jumlah penjualan yang besar di Bandung sebagai lokasi badan usaha ini didirikan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kepuasan pelanggan terhadap performa produk. Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas produk rumput laut dodol agar dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan menggunakan integrasi model Kano dan dimensi kualitas produk. Keuntungan menggunakan model Kano dan dimensi kualitas produk dalam pengembangan produk telah terbukti dapat meningkatkan kinerja produk dalam beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan 4 dimensi kualitas produk yang telah disesuaikan dengan produk dalam bentuk makanan dan 22 variabel kualitas produk yang berasal dari Voice of Customer dan terintegrasi dengan model Kano. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan faktor-faktor apa yang akan dipertahankan, ditingkatkan atau dihapus dari produk rumput laut dodol Aulia Sari UKM. Pada penelitian ini didapatkan 15 atribut kebutuhan yang harus diperbaiki dari produk dodol rumput laut Aulia Sari
PERUMUSAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU GREEN TEA CHOCOBAR ARAFA TEA DENGAN PENDEKATAN BENCHMARKING
Arafa Tea adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) memproduksi produk olahan teh hijau. Salah satu produk unggulannya yaitu Green Tea (GTC), yang berkontribusi besar terhadap pendapatan Arafa Tea. Namun karena daerah pemasaran masih sempit yaitu Ciburial dan Lembang dan cara komunikasi pemasaran yang digunakan hanya menggunakan kegiatan pameran, Arafa Tea memiliki keinginan untuk memperluas pasar untuk konsumen yang tinggal di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Arafa Tea dalam memasarkan produk GTC. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode benchmarking terhadap bisnis serupa dan pesaing langsung untuk menemukan best practice sebagai dasar untuk merumuskan program komunikasi pemasaran untuk Arafa Tea. Parameter yang dijadikan acuan adalah media dan konten komunikasi yang digunakan, pemasaran stretegi, program komunikasi pemasaran. Program yang direkomendasikan akan disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki UKM Arafa Tea. Berdasarkan hasil analisis benchmarking yang telah dilakukan Arafa Tea memiliki potensi untuk memasarkan produk mereka ke kota Bandung. Untuk itu Arafa Teh perlu mengimplementasi program komunikasi pemasaran terpadu yang telah dirumuskan yaitu kemasan yang dirancang oleh desainer, penggunaan media internet, yaitu Facebook sebagai media komunikasi dan program reseller.
Kata kunci: , 
PERENCANAAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN SU¬KU CADANG CORAZZA A452 DAN CORAZZA FF100 LINE 3 MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED SPARES (STUDI KASUS : PT XYZ)
PT XYZ menghasilkan produk keju olahan yang memiliki 6 line varian produk. Salah satu produknya ada pada sistem line 3. Berdasarkan downtime karena ketidatersediaan suku cadang mesin setiap line, line 3 memiliki total downtime mesin tertinggi. Selain itu, kinerja mesin sangat mempengaruhi hasil produksi. Proses produksi pada line 3 ini dimulai dari cooking pada sthepan kettle, filling pada corazza FF100 dan packing cartoon mesin corazza A452. Mesin Corazza FF100 dan corazza A452 memiliki jumlah frekuensi kerusakan tertinggi pada line 3. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi proses produksi. Untuk mendukung kinerja mesin maka dibutuhkan suku cadang yang selalu tersedia ketika ada komponen atau part yang mengalami kegagalan atau kerusakan. Penentuan criticality items membantu prioritas pengadaan suku cadang menggunakan Reliability Centered Spares (RCS). Selain itu, penentuan jumlah kebutuhan suku cadang selama satu periode juga diperlukan untuk memastikan berapa banyak suku cadang yang dibutuhkan selama satu periode menggunakan metode Poisson Process. Penentuan minimum dan maksimum stock level berdasarkan service level juga akan membantu untuk memastikan suku cadang akan selalu tersedia saat dibutuhkan dan mengurangi kemungkinan stockout. Pada hasil RCS didapatkan 5 komponen dan 8 parts kritis pada Corazza A452, 1 komponen dan 18 parts pada Corazza FF100 yang termasuk pada level criticality A dan B. Selanjutnya dengan metode Poisson Process didapat jumlah kebutuhan suku cadang periode 1 tahun dan stock level berdasarkan service level didapatkan jumlahnya untuk masing-masing komponen dan parts