JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
USULAN PERENCANAAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN VAKSIN MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW (S,S) UNTUK MENGURANGI OVERSTOCK DI DINAS KESEHATAN KOTA XYZ
Dinas Kesehatan Kota XYZ merupakan salah satu unsur pelaksana otonomi daerah dalam bidang kesehatan yang memiliki tugas membantu pemerintah kota dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang kesehatan dan berperan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan serta pelayanan umum di bidang kesehatan bagi masyarakat dalam kota tersebut. Salah satu jenis produk yang harus dipenuhi bidang ini adalah vaksin. Dalam menentukan kebijakan persediaan, Dinas Kesehatan Kota XYZ belum menggunakan perhitungan yang baku. Kebijakan persediaan diambil dengan memperkirakan jumlah yang tepat untuk setiap pembelian. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya overstock di Dinas Kesehatan Kota XYZ yang menyebabkan total biaya persediaan menjadi sangat tinggi karena kelebihan persediaan vaksin di Dinas Kesehatan dapat mencapai 895% atau hampir sembilan kali lebih tinggi dibandingkan yang dibutuhkan dan menyebabkan tingginya risiko kadaluarsa. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebijakan persediaan untuk vaksin di Dinas Kesehatan Kota XYZ. Kebijakan persediaan yang digunakan, yaitu metode Continuous Review (s,S) karena pola permintaan vaksin probabilistik dengan distribusi normal dan peninjauan persediaan dilakukan secara rutin oleh pegawai gudang. Hasil perhitungan kebijakan persediaan memberikan penghematan biaya persediaan sebesar Rp3,463,147.88 atau 51.3% dibandingkan kondisi aktual
MEMBANGUN APLIKASI KEMAHASISWAAN BERBASIS WEB MODUL PENGELOLAAN KEGIATAN HIMPUNAN PADA SISI HIMPUNAN MENGGUNAKAN METODE ITERATIVE AND INCREMENTAL
Pengelolaan kegiatan himpunan yang dulunya masih menggunakan cara manual, yaitu melakukan pengajuan kegiatannya dengan menyerahkan berkas proposal pengajuan untuk meminta persetujuan. Kemudian harus mendapatkan persetujuan dari beberapa pihak terkait yang juga memakan waktu lumayan lama yang menjadikan hal tersebut tidak efektif. Hal yang tidak efisien saat proses pengajuan tersebut adalah pada saat himpunan harus melakukan print ulang saat himpunan menerima pemberitahuan bahwa ada yang harus direvisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web untuk pengelolaan kegiatan himpunan difokuskan pada sisi himpunan khusus untuk pengajuan proposal kegiatan sampai laporan pertanggung jawaban (LPJ) kegiatan menjadi terpusat yang berada di Google Drive. Untuk pengembangan aplikasi FAIRSHIP digunakan metodologi Iterative and Incremental yang dibuat ada 3 increment dengan melibatkan analisis, perancangan, coding, integrasi, pengujian, dan meninjau kekurangan secara bertahap. Aplikasi web itu sendiri dibangun dengan menggunakan konsep Model View Controller (MVC) yang memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dengan CodeIgniter framework dan database MySQL. Dengan menggunakan aplikasi ini, himpunan tidak hanya dengan mudah untuk melakukan proses pengajuan proposal sampai kegiatan yang diajukan berhasil diselenggarakan. Pengujian yang dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan metode Black Box pada sudut pandang teknikal dan User Acceptance Test (UAT) pada sudut pandang strategis. Hasil pada pengujian Black Box menunjukkan bahwa secara keseluruhan aplikasi dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan dari user. Sementara itu, hasil skor UAT menunjukkan angka 85,23% yang berarti aplikasi dapat diterima dengan sangat baik oleh user. Secara keseluruhan, hasil yang dihasilkan dari kedua pengujian tesrsebut sudah cukup positif yang berarti bahwa fitur dalam aplikasi FAIRSHIP yang dikembangkan dapat diterapkan.  
ANALISIS TRUE CUSTOMER NEEDS PRODUK GREEN TEA CHOCOLATE BERDASARKAN INTEGRASI PRODUCT QUALITY DAN MODEL KANO PADA UKM ARAFA TEA
UKM Arafa Tea merupakan salah satu UKM di Bandung yang bergerak dalam produksi produk olahan teh, dengan Green Tea Chocolate (GTC) sebagai salah satu produk unggulannya. Pendapatan GTC mampu memberikan kontribusi terbesar dan memiliki perputaran uang paling cepat dibandingkan dengan produk olahan lainnya. Melihat kesempatan tersebut, UKM Arafa Tea berniat untuk memperluas pasarnya dengan mengembangkan pasar sekaligus memposisikan GTC sebagai jajanan olahan teh khas Bandung. Untuk melakukan hal tersebut, dilakukan penelitian menggunakan integrasi Product Quality dan Model Kano guna mengetahui kebutuhan dan kepuasan pelanggan GTC Arafa Tea. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan output berupa rekomendasi true customer needs yang perlu diperhatikan sebagai upaya perbaikan yang harus dilakukan oleh Arafa Tea. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi 21 atribut kebutuhan yang digunakan untuk mengukur kinerja eksisting Arafa Tea dan mengategorikannya berdasarkan dampak kepuasan yang diberikan. Berdasarkan hasil integrasi diperoleh bahwa terdapat sepuluh atribut kebutuhan GTC yang memiliki nilai kepuasan pelanggan yang lemah, yang terdiri dari dua atribut one-dimensional, tiga attractive dan lima atribut must-be. Seluruh atribut ini dianalisis dan disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki UKM guna memperoleh rekomendasi akhir true customer needs. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat delapan true customer needs, diantaranya adalah peningkatan intensitas rasa cocoa, kesesuaian kombinasi rasa, peningkatan intensitas rasa manis, warna hijau yang menarik, penurunan intensitas rasa green tea, kejelasan pencantuman periode tanggal kedaluwarsa, penurunan intensitas rasa pahit dan kejelasan pencatuman merek yang menarik pada kemasan
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DI PT DIMARCO MITRA UTAMA CABANG BANDUNG
PT Dimarco Mitra Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distributor alat-alat rumah tangga yang diekspor dari berbagai negara di seluruh dunia. Saat ini bagian persediaan di PT Dimarco Mitra Utama Cabang Bandung, hanya bisa mengelola data persediaan barang dengan menggunakan manual. Setiap atktivitas keluar dan masuk barang dicatat ke kartu stok, sehingga saldo persediaan barang dagang pada setiap bulannya harus diinput kembali mengikuti saldo persediaan barang dagang bulan sebelumnya. Dalam aktivitas persediaan barang seperti ini besar kemungkinan bagian persediaan mengalami keterlambatan dalam melaporkan persediaan barang dagang, sering terjadinya kesalahan dalam pencatatan mutasi barang karena terdapat ribuan jenis barang dagang. Dengan melihat permasalahan yang ada saat ini, maka demi meningkatkan kinerja perusahaan. PT Dimarco Mitra Utama memerlukan sebuah aplikasi yang dapat mengatasi permasalahan pencatatan persediaan barang dagang dan dapat menghasilkan informasi persedian yang relevan. Oleh karena itu, untuk menangani permasalahan maka perlu dibangun suatu aplikasi berbasis komputer dengan metode perancangan terstruktur menggunakan tools DFD dan skema relasi serta menerapkan metode ROP dan EOQ untuk menjaga kontinuitas persediaan barang dagang
PENENTUAN JUMLAH OPERATOR OPTIMUM DEPARTEMEN DESAIN PT SPT MELALUI PENDEKATAN HARD SYSTEM METHODOLOGY
PT SPT adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Salah satu divisi yang ada di perusahaan tersebut adalah departemen desain. Departemen ini mempunyai peran vital bagi perusahaan karena berhubungan langsung dengan permintaan dari pihak konsumen. Pada saat ini, departemen desain mempunyai beberapa permasalahan yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas kerja dari departemen tersebut, yaitu jumlah permintaan yang fluktuatif dan tingginya down time operator. Kedua permasalahan ini mengakibatkan biaya yang tidak proporsional dengan jumlah pekerja di departemen desain. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk permasalahan ini adalah mengurangi jumlah operator tetap sehingga dapat menurunkan down time operator dan meminimumkan total biaya gaji operator. Dari permasalahan tersebut dibuat sebuah model dengan pendekatan Hard System Methodology menggunakan metode trial and error/estimasi parameter. Tujuan dari pembuatan model tersebut adalah untuk mendapatkan solusi optimal jumlah operator tetap yang dapat menurunkankan down time operator serendah mungkin sehingga diperoleh total biaya gaji operator minimum. Implementasi dari permasalahan ini adalah dengan melakukan pengurangan jumlah operator tetap dengan memperhatikan etika kemanusiaan dan memberlakukan subkont
RANCANGAN PERBAIKAN PADA PROSES PRODUKSI RUBBER STEP ASPIRA BELAKANG MENGGUNAKAN 5-S SYSTEM DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION (STUDI KASUS: DIVISI INDUSTRI TEKNIK KARET PT AGRONESIA)
PT Agronesia (Divisi Industri Teknik Karet) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi beberapa jenis produk berbahan baku karet baik sintesis maupun alami, salah satu produk yang dihasilkan adalah produk rubber step aspira belakang. Pada proses produksi rubber step aspira belakang masih terdapat beberapa aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, salah satunya adalah adanya pergerakan yang tidak diperlukan atau dapat disebut waste motion. Dalam upaya meminimasi waste motion tersebut maka dilakukan pendekatan lean manufacturing. Langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan data primer yang diolah dalam current state mapping melalui value stream activity dan process activity mapping untuk memetakan aliran proses yang terjadi dan diketahui bahwa waktu dari aktivitas non value added sebesar 394,21 detik. Tahap selanjutnya mencari penyebab terjadinya waste dengan menggunakan fishbone diagram dan mencari akar penyebab terjadinya waste dengan menggunakan 5 why. Berdasarkan analisis menggunakan tools tersebut, dilakukan tahap perancangan usulan perbaikan dengan menggunakan 5-S System sehingga dapat meminimasi waste motion dan mengurangi nilai serta presentase dari value added time
PERANCANGAN USULAN TATA LETAK FASILITAS PEMBUATAN MEETING CHAIR PADA DEPARTEMEN KONTRUKSI PT CHITOSE INDONESIA MANUFACTURING DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY DAN ALGORITMA BLOCPLAN UNTUK MEMINIMASI MOMEN PERPINDAHAN
PT Chitose Indonesia Manufacturing merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di produksi berbagai jenis kursi. Penelitian ini berfokus pada departemen kontruksi perusahaan. Berdasarkan pengamatan di lantai produksi, pada departemen kontruksi ini menggunakan process layout dimana mesin dikelompokan ke dalam tiga proses utama yaitu pressing, banding, dan shringking. Ada beberapa part yang melewati departemen kontruksi yaitu back pipe, seat pipe, dan leg pipe. Produk unggulan dari perusahaan ini adalah produk dengan kategori meeting chair. Kategori meeting chair diproduksi secara berkala dan dalam jumlah yang paling besar dibandingkan kategori produk lainnya. Permasalahan dalam departemen kontruksi adalah terjadinya backtracking, aliran material tidak teratur, perpindahan material yang jauh antar operasi dan adanya penambahan fasilitas mesin.
Penelitian ini dalam merancang tata letak fasilitas pabrik menggunakan pendekatan Group Technology (GT) dan Algoritma BLOCPLAN. Dalam pendekatan GT menggunakan 3 metode yaitu Rank Order Clustering (ROC), Similarity Coefficient Algorithm (SCA) dan Cluster Identification Algorithm (CIA) untuk mengelompokan part dan mesin.
Pada hasil perhitungan penelitian ini, layout usulan dengan menggunakan pendekatan Group Technology dan Algoritma BLOCPLAN diperoleh total From To Chart (FTC) momen perpindahan sebesar 3871.5 atau pengurangan sebesar 46,61% jika dibandingkan dengan existing layout
ANALISIS PROSES MAINTENACE APLIKASI (KASUS : APLIKASI WEB EMISI GAS RUMAH KACA PADA SEKTOR INDUSTRI DI KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN)
Software engineering merupakan proses perubahan terhadap sebuah produk software yang bersifat bug-fix, penambaan fungsi baru, dan perbaikan kinerja sistem software, yang mana proses maintenance ini akan selalu diperlukan dalam semua organisasi yang didukung oleh sistem informasi. Pada penelitian ini akan membahas mengenai proses software maintenance dengan studi kasus pada aplikasi web emisi gas rumah kaca pada sektor industri di lingkungan kementrian perindustrian Indonesia. Metode yang digunakan dalam proses maintenance ini diadopsi dari reengineering software proses model dengan beberapa penyesuaian, yaitu inventory analisis, reverse engineering, data restructuring, dan forward engineering. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah new system dengan penambahan fitur pelaporan secara periodik, proses verifikasi, dan penambahan form IPCC
Penilaian Kinerja Berbasis Reliability Pada Continuous Casting Machine 3 (CCM 3) Pt Krakatau Steel (Persero) Tbk Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability dan Cost of Unreliability
Industri baja merupakan industri strategis yang digunakan sebagai bahan baku penting bagi industri-industri secara keseluruhan, baik untuk infrastruktur, produksi barang modal, alat transportasi, otomotif, hingga persenjataan. World Steel Association mencatat, konsumsi baja per kapita pada tahun 2014, Indonesia mencapai 62,2 kg/kapita, namun angka tersebut masih tergolong rendah. Pemerintah Indonesia saat ini sadar akan hal tersebut dan merencanakan akan meningkatkan konsumsi baja nasional. Salah satu cara dalam mengurangi kerugian yang terjadi adalah dengan meningkatkan RAM (Reliability Availability Maintainability) dari mesin CCM 3. Dalam perhitungan RAM digunakan pemodelan RBD (Reliability Block Diagram) untuk mempermudah pemahaman terhadap sistem. Biaya yang dihasilkan dari masalah RAM dapat diketahui dengan menggunakan metode COUR (Cost of Unreliability). Hasil pengolahan data menggunakan RAM dengan pemodelan RBD didapatkan nilai reliability system sebesar 28,44% pada t = 936 dan nilai maintainability mesin sebesar 100% minimal membutuhkan waktu 13 jam. Dengan nilai inherent availability sebesar 99,47% dan operational availability sebesar 99,44%. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan kebijakan perusahaan dan Key Performance Indicator IVARA, indikator availability telah mencapai target indikator yang diberikan. Dari hasil perhitungan menggunakan RAM didapatkan nilai COUR sebesar Rp 5.031.295.257,00 berdasarkan pada downtime atau corrective time
PERBAIKAN POSTUR KERJA PADA OPERATOR KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA
Kelelahan merupakan salah satu respon tubuh untuk meminta istirahat. Kelelahan ini menyebabkan penurunan performansi kerja baik fisik maupun mental. Pada operator komputer, kelelahan ini dapat menyebabkan cedera pada beberapa bagian tubuh. Pada penelitian ini diambil sampel dari 30 operator komputer dengan rentang usia 19 sampai 32 tahun dengan rata-rata jam kerja 42 jam per minggu. Dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Measurement didapatkan 47% pekerja mengalami sakit punggung bagian atas selama bekerja, 73% sakit pada leher dan bahu, serta 73% mengalami sakit bahu. Hal ini memperlihatkan adanya metode kerja yang harus diperbaiki oleh operator. Oleh karena itu, dengan menggunakan analisis RULA maka didapatkan usulan metode kerja yang lebih baik sehingga dapat mengurangi kemungkinan cedera yang akan dialami oleh pekerja