JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
PENERAPAN BUSINESS INTELLIGENCE PADA APLIKASI DASHBOARD MONITORING PERFORMANSI MAHASISWA DAN LULUSAN BERDASARKAN STANDAR 3 BAN-PT PROGRAM STUDI SARJANA MENGGUNAKAN METODE SCRUM
Business Intelligence merupakan salah satu pengembangan teknologi informasi yang digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan nilai bisnis organisasi, tidak hanya untuk organisasi profit-oriented, tetapi juga organisasi non-profit seperti lembaga pendidikan. Telkom University merupakan lembaga pendidikan yang sudah memanfaatkan teknologi informasi yang digunakan untuk menunjang kebutuhan akan informasi pada berbagai proses bisnisnya, termasuk untuk melakukan monitoring mahasiswa dan lulusan, yang mana dilakukan oleh tiap program studi. Tiap program studi dapat memantau kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa dan lulusannya sebagai dasar pembuatan strategi perbaikan sistem pelayanan kepada mahasiswa dan lulusan. Proses monitoring performansi mahasiswa dan lulusan memerlukan data dan informasi yang diambil dari banyak bagian dengan berbagai format data. Hasil pemantauan tersebut digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan. Untuk melakukan proses tersebut, dalam penelitian ini akan dirancang sistem monitoring melalui Business Intelligence System dalam bentuk dashboard. Dashboard dengan perspektif Business Intelligence tidak hanya mampu melakukan monitoring secara dinamis, tetapi juga menyediakan informasi hasil prediksi untuk mendukung pembuatan keputusan bagi top level management program studi. Sistem ini dikembangkan menggunakan metode scrum yang merupakan salah satu Metode Pengembangan Sistem Agile Development yang memiliki keunggulan dalam penerapan real-world progress dan lebih adaptif, revolusioner, dan fleksibel terhadap perubahan
MEMBANGUN APLIKASI PERENCANAAN KARIR ONLINE BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN METODE WATERFALL (STUDI KASUS PADA SMK X)
SMK X merupakan salah satu sekolah kejuruan yang didirikan dengan harapan dapat menjadi ‘center of excellence’ pendidikan menengah telekomunikasi di Indonesia dan lulusannya dapat mengisi lapangan kerja dalam bidang industri telekomunikasi serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. SMK X memiliki badan konseling yang di dalamnya terdapat layanan bagi siswa untuk konseling dan perencanaan karir termasuk mengenai prosesi lowongan pekerjaan. Dalam melakukan aktivitas tersebut, terdapat beberapa masalah yang dihadapi antara lain aktivitas perencanaan karir tidak berjalan dengan maksimal dikarenakan keterbatasan waktu, tempat dan sumber daya manusia. Sementara untuk prosesi lowongan pekerjaan, masih memanfaatkan majalah dinding sebagai media untuk penyebaran informasi adanya lowongan pekerjaan dengan menempel kertas-kertas. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan dibangunnya sebuah aplikasi secara online yang dapat membantu pihak BK untuk melakukan aktivitas antara lain proses konsultasi antara siswa dan guru melalui fitur pesan, informasi lowongan kerja dimana siswa bisa langsung mendaftarkan dirinya langsung untuk menjadi kandidat dari suatu perusahaan, dan juga adanya materi pelajaran serta artikel terkait karir yang dapat diunggah oleh para siswa. Sistem ini dibangun dengan metode waterfall. Dalam implementasinya, sistem berhasil mengatasi masalah yang ada. Untuk pengembangan selanjutnya, diharapkan sistem dapat lebih memenuhi fungsionalitas BK selain dari segi perencanaan karir
RANCANGAN USULAN PERBAIKAN UNTUK MEMINIMASI WAITING TIME PADA PROSES PRODUKSI RUBBER STEP ASPIRA BELAKANG DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS: PT AGRONESIA DIVISI INDUSTRI TEKNIK KARET)
PT Agronesia (Divisi Industri Teknik Karet) merupakan perusahaan manufaktur industri pengolahan yang memproduksi berbagai jenis produk karet teknik untuk keperluan industri, salah satunya adalah rubber step. Penelitian ini difokuskan pada rubber step Aspira Belakang yang memiliki gap ketidaktercapaian produksi tertinggi. Pada proses produksi rubber step Aspira Belakang ditemukan waktu menunggu yang mempengaruhi tingkat pencapaian target produksi. Tahap awal dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data primer yang diolah untuk menggambarkan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) current state sehingga diketahui lead time dari proses produksi rubber step Aspira Belakang sebesar 5915.07 detik dengan waktu aktivitas value added sebesar 1131.47 detik atau 19.13% dari lead time. Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi penyebab akar masalah waiting time menggunakan peta pekerja-mesin, fishbone diagram dan 5 why. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis 5W1H untuk memaparkan detail masalah dan menentukan rancangan usulan perbaikan menggunakan metode lean manufacturing seperti Quick Changeover dan Display. Rancangan usulan perbaikan berupa perancangan alat potong, pembagian lot pengerjaan compound, pengadaan instruksi kerja, perancangan display, pembuatan batch/stock siap cetak, dan perancangan rak penyimpanan khusus sebagai upaya dalam meminimasi waiting time pada proses produksi rubber step Aspira Belakang. Berdasarkan rancangan usulan yang diberikan didapatkan lead time sebesar 3142.10 detik dengan waktu aktivitas value added sebesar 1131.47 detik atau 36.01% dari lead time
USULAN PERBAIKAN UNTUK MENGURANGI LEAD TIME PADA PLASTIC INJECTION MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA DI PT X
PT X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan plastic part dengan lini produk utamanya adalah lini produk plastic injection. Salah satu jenis produk plastic injection yang jumlah produksinya tertinggi dan selalu diproduksi per bulannya adalah FB 7084 dengan rata-rata demand 441.102 unit per bulan. Namun, perusahaan tidak dapat mencapai target produksi yang telah direncanakan untuk jenis produk FB 7084 dengan tingkat perencanaan produksi yang tinggi pada beberapa periode. Oleh karena itu dilakukan perancangan suatu usaha perbaikan untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi waste dominan yang terjadi selama aliran proses dengan metode Lean Six Sigma. Objek penelitian ini difokuskan pada proses pembuatan produk FB 7084 di lantai produksi plastic injection. Tahap penelitian dimulai dengan tahap pembuatan current state map, untuk mengetahui aliran nilai saat ini dan diketahui lead time proses sebesar 5130.45 detik. Kemudian dilakukan identifikasi waste dominan yang terjadi menggunakan alat bantu waste checklist dan diketahui waste dominan yang terjadi adalah waste waiting atau delay yang memperbesar lead time proses. Selanjutnya dilakukan perancangan usulan perbaikan untuk mengatasi waste dominan yang terjadi dengan mengimplementasikan pull system, serta melakukan perbaikan metode pengerjaan operasi sehingga aliran material dapat mengalir dengan lebih lancar. Dengan usulan tersebut didapatkan lead time proses yang lebih singkat yaitu 3259.44 detik
PERANCANGAN USER REQUIREMENTS SPECIFICATION (URS) SISTEM OTOMATISASI PELAYUAN TEH HITAM ORTHODOKS DI PT XYZ
Teknologi otomatisasi telah banyak diterapkan dalam dunia industri saat ini. Penggunaan teknologi otomatisasi dapat meningkatkan akurasi, presisi dan produktivitas dari suatu proses industri yang ditandai dengan meningkatnya jumlah dan kualitas output yang dihasilkan. Akan tetapi sebelum menerapkan teknologi ini, dibutuhkan sebuah perencanaan dan perancangan yang matang untuk menghindari terjadinya redesign sistem, karena teknologi otomatisasi membutuhkan biaya investasi yang besar. User Requirements Specification digunakan untuk memperlihatkan gambaran sistem otomatisasi yang diinginkan pada tahap perencanaan dan perancangan sistem. Terdapat beberapa bagian dalam User Requirements Specification, yaitu Process Description, Process and Instrumentation Diagram, dan Control Philosophy. Dengan disusunnya User Requirements Specification diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan, perancangan, serta penerapan sistem otomatisasi
AUDIT PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS RISIKO DENGAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 DI PERGURUAN TINGGI XYZ
Perguruan Tinggi XYZ merupakan Perguruan Tinggi yang menerapkan Teknologi Informasi (TI) dalam menunjang kegiatan operasionalnya. “Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Melalui Implementasi Tata Kelola Sesuai Prinsip Good University Governance” merupakan salah satu strategi Perguruan Tinggi XYZ ke depan, untuk itu tata kelola TI (IT Governance) harus segera diwujudkan. Masalah mendasar terkait IT Governance di Perguruan Tinggi XYZ saat ini adalah belum adanya pemahaman yang jelas terkait manajemen risiko TI dan pengukuran terhadap kinerja proses TI belum dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukannya audit penerapan TI untuk mengevaluasi kontrol–kontrol TI serta mengetahui maturity level TI. Audit didukung dengan Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) versi 4.1 dan Risk IT Framework. Proses–proses TI yang akan diaudit yakni PO2, PO3, PO7, PO8, PO9, AI1, AI2, AI4, AI6, AI7, DS1, DS3, DS4, DS5, DS8, DS11, DS12, ME2. Audit ini terdiri dari 3 proses yakni pre audit, field work, dan reporting. Hasil audit menunjukkan bahwa maturity level penerapan TI di Perguruan Tinggi XYZ adalah 11% level Non Existent, 17% level Initial / Ad hoc, 33% level Repeatable but Intuitive, 39% level Defined, 0% level Managed and Measurable dan 0% level 5 Optimized. Rekomendasi perbaikan disusun berdasarkan periode yakni periode I (2014 – 2015) dan periode II (2015 – 2017) dan periode III (2017 – 2018)
PERANCANGAN SISTEM STORAGE AND RETRIEVAL MACHINE PADA SIMULASI AUTOMATED STORAGE AND RETRIEVAL SYSTEM DENGAN MEMANFAATKAN ROBOTINO®
Pengetahuan AS/RS dan S/R machine merupakan hal yang penting bagi mahasiswa Teknik Industri agar pada saat terjun di dunia pekerjaan, khususnya di aktivitas pergudangan, mahasiswa tersebut dapat mengaplikasikan ilmu tersebut untuk melakukan improvement dalam aktivitas pergudangan perusahaan. Terdapat tiga kebutuhan dasar dalam merancang Robotino® sebagai S/R machine yaitu sistem rancangan, software, dan hardware. Untuk kebutuhan software adalah sistem operasi Windows 8 dan Robotino®View. Untuk kebutuhan hardware terdiri atas enam komponen yaitu komputer, Robotino®, webcam, sensor induktif, baterai, dan gripper system. Akan tetapi, untuk pendukung skenarionya dibutuhkan empat komponen yaitu struktur akrilik, sensor trigger, solasi alumunium, dan item. Berdasarkan hasil pengujian, waktu untuk menyelesaikan seluruh proses adalah 647,1 detik. Berdasarkan hasil perhitungan dari simulasi finansial, NPV biaya kumulatif yang lebih kecil adalah alternatif kedua, yaitu dengan menggunakan satu operator dan satu Robotino®, dengan nilai NPV kumulatif sebesar Rp16.657.138,00. Terdapat tujuh faktor yang perlu diperbaiki dari sistem yang dirancang yaitu pencahayaan, koneksi, baterai, jalur lintasan, gripper system, bahan pembuat slider, workstation, dan rak, serta umur mesin
PERENCANAAN KEBIJAKAN PERAWATAN MESIN CORAZZA FF100 PADA LINE 3 PT XYZ DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II
PT XYZ merupakan produsen yang bergerak dalam bisnis keju. Meskipun telah menerapkan kegiatan preventive maintenance, frekuensi kerusakannya masih tinggi menyebabkan terhambatnya kelancaran proses produksi serta mengindikasikan nilai keandalannya kecil. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kegiatan perawatan yang tepat sesuai dengan karakteristik kerusakan serta interval waktu kegiatan perawatan pada mesin Corazza FF100 dengan analisis Reliability Centered Maintenance (RCM) II yang menekankan pada karakteristik keandalan (reliability). Melakukan identifikasi risiko yang dipetakan dalam risk matrix. Tahapan dalam RCM yaitu pengukuran kualitatif dengan membuat Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi penyebab serta efek terjadinya kegagalan item. Untuk mengetahui konsekuensi yang ditimbulkan dilakukan klasifikasi berdasarkan Logic Tree Analysis (LTA) kemudian pemilihan tindakan kegiatan perawatan. Tahap selanjutnya yaitu pengukuran kuantitatif dengan melakukan pengumpulan data kerusakan dan data perbaikan untuk mendapatkan interval waktu perawatan. Maintainable item pada mesin Corazza FF100 berjumlah 27. Berdasarkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) didapatkan 67 kegiatan perawatan. Terdapat 17 scheduled discard task, 15 scheduled restoration task, 31 scheduled on condition dan 4 failure finding. Penentuan interval waktu perawatan berdasarkan kebijakan perawatannya dengan mempertimbangkan karakteristik kerusakan dan biaya perawatan
PERENCANAAN PENGADAAN SUKU CADANG BERDASARKAN CRITICALITY MENGGUNAKAN METODE POISSON PROCESS DAN MODIFIKASI MODEL ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) UNTUK PERMINTAAN DISKRIT
PT XYZ memiliki performance rate yang rendah karena penyediaan spare part yang kurang efektif dan efisien, sehingga kurangnya ketersediaan spare part di saat mesin rusak sering terjadi. Criticality analysis yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem kritis pada PT XYZ adalah sistem welding. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian persediaan spare part dengan menggunakan metode general EOQ dan modifikasi EOQ untuk permintaan diskrit. Total biaya persediaan dari semua komponen dengan menggunakan metode general EOQ adalah Rp1.740.311.749 dan jika menggunakan metode modifikasi EOQ total biayanya adalah Rp1.740.158.817 Jika sudah dikalikan dengan total jumlah mesin, total biaya persediaan dari metode general EOQ menjadi Rp3.053.087.068 dan dari metode modifikasi EOQ menjadi Rp3.019.597.875. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode modifikasi EOQ, perusahaan dapat menghemat biaya persediaan hingga puluhan juta rupiah bahkan bisa mencapai ratusan atau milyaran rupiah jika perhitungan kebutuhan spare part mencangkup seluruh komponen yang ada di sistem