22509 research outputs found
Sort by
Pengaruh kemampuan literasi digital dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru di sekolah dasar negeri se-kecamatan tambakromo kabupaten pati
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisa adakah pengaruh kemampuan
literasi digital terhadap kinerja guru pada SD Negeri se-Kecamatan Tambakromo Kabupaten
Pati, 2) Untuk menganalisa adakah pengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap kinerja guru
pada SD Negeri se-Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, 3) Untuk menganalisa adakah
pengaruh kemampuan literasi digital dan Supervisi Kepala Sekolah terhadap kinerja guru pada
SD Negeri se-Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati.
Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan noneksperimental dan desain
korelasional, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sampel
sebanyak 114 guru, yang mewakili populasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh signifikan terhadap
kinerja guru, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai t 4,174 yang lebih besar dari
nilai t tabel sebesar 1,987. Demikian pula, supervisi oleh kepala sekolah berpengaruh signifikan
terhadap kinerja guru, dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai t 9,953 yang melebihi nilai t
tabel sebesar 1,987. Selain itu, hasil uji F mengungkapkan bahwa, secara bersama-sama, literasi
digital dan supervisi oleh kepala sekolah memengaruhi kinerja guru dengan nilai F sebesar
95,619 (p < 0,05). Secara keseluruhan, kedua variabel ini mencakup 76% varians dalam kinerja
guru, sedangkan 24% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Penelitian ini
menggarisbawahi pentingnya kompetensi digital guru dan peran supervisi kepala sekolah
dalam meningkatkan kinerja pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan literasi digital dan
supervisi kepala sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja guru dalam
konteks pendidikan modern.
Dari Penelitian ini disarankan, bahwa: 1) Peningkatan Kompetensi Digital Guru: Dinas
pendidikan dan sekolah sebaiknya terus mendukung pelatihan dan pengembangan
keterampilan digital guru untuk memastikan mereka dapat memanfaatkan teknologi dalam
mengelola pembelajaran dengan lebih efektif. Selain itu, penting untuk menyiapkan fasilitas
yang mendukung pengembangan digital, seperti perangkat dan akses internet yang memadai.
2) Peningkatan Supervisi Kepala Sekolah: Kepala sekolah sebaiknya terus meningkatkan
kompetensi dalam melakukan supervisi kepada guru, dengan cara memberikan bimbingan
yang lebih terstruktur dan meningkatkan komunikasi serta feedback yang konstruktif.
Supervisi yang efektif akan membantu guru untuk terus berkembang dan meningkatkan
kualitas pembelajaran. 3) Pendekatan Holistik dalam Pengembangan Kinerja Guru: Mengingat
bahwa hanya 76% dari varians kinerja guru dapat dijelaskan oleh dua faktor utama (literasi
digital dan supervisi kepala sekolah), penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang
juga mempengaruhi kinerja guru. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif perlu
diterapkan, yang melibatkan pengembangan aspek lainnya seperti motivasi, fasilitas
pembelajaran, serta budaya sekolah yang mendukung
Efektivitas penggunaan media mobusan dengan model contextual teaching and learning terhadap pemahaman konsep ipas siswa kelas iv sd 5 kandangmas
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya pemahaman dan pengetahuan siswa
pada budaya nusantara. Hasil Pra penelitian menunjukkan bahwa nilai semua
peserta didik kelas IV masih rendah, hal ini terbukti bahwa semua peserta didik
kelas IV masih belum tuntas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah
efektivitaskah penggunaan media Mobusan dengan model pembelajaran
Contextual Teaching Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep budaya
nusantara.
Media monopoli adalah media pembelajaran dari papan catur yang di desain
seperti monopoli yang bersisi petak-petak budaya nusantara. Budaya nusantara
adalah keragaman budaya yang berkembang di seluruh wilayah Indonesia, mulai
dari sabang sampai Merauke. Sedangkan Model pembelajaran CTL adalah proses
pembelajaran yang lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh untuk
menemukan materi yang kemudian menghubungkannya dengan kehiduoan nyata.
Pemahaman budaya nusantara adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau
memahami apa yang mereka ketahui dan ingat tentang keragaman budaya yang ada
di nusantara.
Penelitian kuantitatif dengan desain Pre Eksperimental Design dengan bentuk
One Group Pretest-Posttest yang dilakukan di kelas IV SD 5 Kandangmas dengan
subjek 17 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara,
observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan analisis
data deskriptif dengan uji normalitas data, uji paired sample t-test, dan uji n-gain.
Penggunaan media Mobusan dengan model CTL terhadap pemahaman
konsep budaya peserta didik pada uji paired sample t-test memperoleh nilai sig. (2
tailed) = 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga adanya
peningkatan pemahaman konsep budaya nusantara peserta didik menggunakan
media Mobusan dengan model pembelajaran CTL dan pada uji n-gain dipeoleh
nilai rata-rata 0,73 dengan kriteria tinggi.
Uji statistik diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara skor
rata-rata pretest dan posttest peserta didik, (2) terdapat peningkatan rata-rata skor
pemahaman budaya nusantara secara keseluruhan dengan kriteria tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
Mobusan dengan model CTL berbantuan media Mobusan sangat efektif terhadap
kemampuan pemahaman konsep budaya pada peserta didik kelas IV SD 5
Kandangmas
Pengaruh Kerjasama Tim, Self Esteem, Dan Reward Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Pt. Sariguna Primatirta Kudus
Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis Pengaruh Kerjasama Tim, Self Esteem, dan Reward terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada PT. Sariguna Primatirta Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sehingga pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, pengolahan data menggunakan SEM AMOS. Hasil temuan menyatakan bahwa Kerjasama Tim memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Self Esteem tidak memiliki pengaruh sginfikan terhadap Kepuasan Kerja. Reward berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Motivasi Kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Kerjasama Tim berpengaruh positif signifikan terhadap Motivasi Kerja. Self Esteem tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja. Reward tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Motivasi Kerja
Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Economic Value Added (Eva) Dan Market Value Added (Mva) Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Tekstil Dan Garmen Yang Terdaftar Di Bei Periode 2018-2024
Industri tekstil dan garmen Indonesia menghadapi periode penuh tantangan pada 2018-2023, di mana terjadi kesenjangan antara proyeksi makro pemerintah dengan realitas krisis di tingkat perusahaan. Keterbatasan metrik keuangan tradisional dalam mengukur penciptaan nilai sesungguhnya melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan di subsektor tersebut dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA) untuk mengukur penciptaan nilai tambah ekonomis dan Market Value Added (MVA) untuk mengukur penciptaan kekayaan pemegang saham. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih enam perusahaan sampel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan periode 2018-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan sampel gagal menciptakan nilai tambah ekonomis (EVA negatif) dan secara konsisten merusak kekayaan pemegang saham (MVA negatif). Ditemukan adanya divergensi yang signifikan antara kinerja internal (EVA) dan persepsi pasar (MVA), di mana kinerja operasional yang baik tidak selalu diapresiasi positif oleh pasar. Secara keseluruhan, subsektor tekstil dan garmen menunjukkan kinerja yang sangat tertekan dan kesulitan dalam menciptakan nilai secara berkelanjutan selama periode penelitian
Pengaruh Semangat Kerja, Pelatihan, Career Development, Dan Kompensasi, Terhadap Work Performance Pada Pt Tigaraksa Satria
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh semangat kerja, pelatihan, career development, dan kompensasi terhadap work performance pada PT. Tigaraksa Satria. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan perhitungan rumus slovin dan didapat sampel sebanyak 86 responden. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier dengan menggunakan alat uji statisik SPSS versi 20. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa semangat kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap work performance. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap work performance. Career development berpengaruh positif dan signifikan terhadap work performance. Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap work performance. Semangat kerja, pelatihan, career development dan kompensasi berpengaruh secara bersama-sama terhadap work performance
Engaruh Sikap Dan Kepercayaan Merek Terhadap Keputusan Pembelian Dan Dampaknya Terhadap Kepuasan Pelanggan Produk Scarlett Whitening (Studi Pada Pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sikap dan kepercayaan merek terhadap keputusan pembelian dan dampaknya terhadap kepuasan pelanggan produk Scarlett Whitening (studi pada pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel adalah 105 pelanggan Scarlett Whitening yang berada di Kabupaten Kudus dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SEM-AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikap tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus. Kepercayaan merek tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus. Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Scarlett Whitening Kabupaten Kudus. Kepercayaan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Scarlett Whitening Kabupaten Kudus. Keputusan pembelian tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus. Keputusan pembelian memediasi pengaruh sikap terhadap kepuasan pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus. Keputusan pembelian memediasi pengaruh kepercayaan merek terhadap kepuasan pelanggan Scarlett Whitening Kabupaten Kudus
Pengaruh Komunikasi Internal Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Komitmen Organisasi Karyawanpt Pesona Tirta Jepara
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh komunikasi internal dan kompensasi terhadap kinerja pegawai melalui komitmen organisasi karyawan PT Pesona Tirta Jepara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel adalah karyawan di PT Pesona Tirta Jepara yang berjumlah 102 responden dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah SEM-AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai PT Pesona Tirta Jepara. Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai PT Pesona Tirta Jepara. Komunikasi internal tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasi karyawan PT Pesona Tirta Jepara. Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan PT Pesona Tirta Jepara. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai PT Pesona Tirta Jepara. Komitmen organisasi memediasi pengaruh komunikasi internal terhadap kinerja pegawai PT Pesona Tirta Jepara. Komitmen organisasi memediasi pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai PT Pesona Tirta Jepara
EDUKASI dan PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROPONIK di SMAN 1 MUARA PADANG
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan terbatas
melalui budidaya hidroponik bagi siswa SMAN 1 Muara Padang. Hidroponik dipilih
karena memiliki berbagai keunggulan, seperti efisiensi penggunaan lahan, pupuk,
serta perawatan yang lebih praktis. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi
berbasis penghijauan dengan metode pembelajaran partisipatif yang melibatkan
ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan dalam
beberapa tahap, mulai dari persiapan, edukasi teori, pembuatan media tanam,
instalasi hidroponik, hingga evaluasi. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan
peserta mencapai 85,26% dalam kategori sangat baik. Siswa menunjukkan
antusiasme tinggi dan respons positif, serta peningkatan pemahaman terkait
hidroponik. Kombinasi teori dan praktik terbukti efektif dalam memberikan
pengalaman langsung kepada peserta. Kesimpulan dari kegiatan edukasi hidroponik
ini adalah dapat meningkatkan literasi sains dan lingkungan, dapat juga
menumbuhkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kemandirian siswa
Pengaruh suasana toko dan nilai utilitarian terhadap Loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan Sebagai variabel intervening (studi pada pelanggan matahari department store Kudus)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suasana toko dan nilai
utilitarian terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan sebagai
variabel intervening pada pelanggan Matahari Department Store Kudus.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi penelitian terdiri
dari pelanggan Matahari Department Store Kudus. Teknik pengambilan sampel
dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dengan total sampel
sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang
disebarkan secara online menggunakan media google form dan analisis data
menggunakan SEM AMOS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana
toko dan nilai utilitarian berpengaruh positif serta signifikan terhadap kepuasan
pelanggan. Akan tetapi, suasana toko tidak berpengaruh terhadap loyalitas
pelanggan. Sementara itu, nilai utilitarian terbukti memiliki pengaruh signifikan
terhadap loyalitas pelanggan. Selain itu, kepuasan pelanggan tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini menegaskan
pentingnya menciptakan suasana toko yang menarik serta memberikan nilai
utilitarian untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan
Pengaruh kualitas pelayanan dan suasana cafe Terhadap minat beli ulang melalui kepuasan Konsumen sebagai variabel intervening (studi pada cafe kopi kapling singocandi kudus)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan,
suasana cafe terhadap minat beli ulang melalui kepuasan konsumen sebagai
variabel intervening (studi pada pada Cafe Kopi Kapling, Singocandi, Kudus).
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah
konsumen pada Cafe Kopi Kapling, Singocandi, Kudus yang pernah membeli dan
sampel penelitian ini sebanyak 138 responden. Teknik pengambilan sampling
dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling yakni purposive
sampling. Data analisis menggunakan software SEM AMOS 24. Hasil penelitian
ini yaitu kualitas pelayanan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap
kepuasan konsumen, suasana cafe berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan konsumen, kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat beli ulang, kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat beli ulang, dan suasana cafe berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat beli ulang. Hasil penelitian memberikan implikasi penting bagi
Cafe Kopi Kapling, Singocandi, Kudus terutama dalam upaya meningkatkan
kualitas pelayanan. Dengan adanya perbaikan layanan yang lebih optimal,
diharapkan tingkat kepuasan konsumennya juga akan meningkat, sehingga dapat
mendorong untuk minat beli ulang. Peningkatan minat beli ulang konsumen akan
berkontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis cafe, yang memungkinkan
usaha untuk terus berkembang dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dengan
demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi Cafe Kopi Kapling
dalam merancang strategi yang lebih efektif guna untuk mempertahankan dan
memperkuat daya saingnya di industri kuliner cafe ini