22509 research outputs found
Sort by
Perlindungan hukum anggota koperasi simpan pinjam giri muria group kudus sebagai kreditur setelah koperasi dinyatakan pailit
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan
pendekatan deskriptif. Data penelitian terdiri dari data primer yang diperoleh
melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen dan
peraturan terkait. Analisis dilakukan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan
pemahaman yang mendalam mengenai perlindungan hukum bagi anggota koperasi
yang menjadi kreditur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kekayaan KSP GMG
pasca-pailit dilakukan sesuai hierarki kreditor, dengan separatis dan preferen
mendapat prioritas, sementara konkuren menerima bagian dari sisa aset. Tantangan
utama adalah ketidaksinkronan laporan keuangan dan kurangnya transparansi,
sehingga peran kurator sangat penting dalam memastikan distribusi yang adil.
Perlindungan anggota koperasi sebagai kreditur konkuren dilakukan melalui proses
hukum transparan, seperti verifikasi dan pencocokan piutang. Meski pelunasan
penuh tidak dijamin, mereka tetap berhak atas bagian dari likuidasi aset
Keefektifan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar dan nilai gotong royong siswa mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas iv sdn 6 panggang
Siswa kelas IV SDN 6 Panggang saat ini memiliki permasalahan pada
hasil belajarnya. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara awal dengan guru
kelas dan siswa, serta nilai ulangan Pendidikan Pancasila siswa. tujuan dari
penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis rata-rata antara sebelum dan sesudah
menggunakan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila. (2) Menganalisis peningkatan hasil belajar dengan
menggunakan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila. (3) Untuk menganalisis peningkatan nilai gotong royong
pada mata pelejaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan model
pembelajaran problem based learning.
Model pembeljaran Problem Based Learning Merupakan model
pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk dapat aktif dalam memecahkan
suatu permasalahan pembelajaran dan guru disini berperan sebagai fasilitator.
Hasil belajar merupakan sebuah capaian dari proses belajar mengajar yang telah
dilakukan oleh siswa dengan cara melakukan ujian dan keaktifan siswa pada
pembelajaran yang berlangsung. Nilai gotong royong merupakan sikap yang
dilakukan oleh sekelompok orang dengan cara kerja sama ataupun tolong
menolong yang dilakukan untuk mneyelesaikan suatu pekerjaan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
metode Pre-Experimental Design One Group Pre-test dan Post-test. Variabel
bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning
pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan variable terikat adalah hasil belajar
dan nilai gotong royong siswa. teknik pengumpulan data yang digunakan berupa
kuesioner, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakna uji normalitas dengan
pengujian hipotesis menggunakan uji beda rata-rata berbantuan SPSS versi 25,
serta Uji Gain.
Hasil penelitian pengujian paired sample t-test menunjukkan nilai Sig (2
tailed) 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara skor pretest
dan posttest dengan menggunakan model problem based learning. Berdasarkan
uji n-gain hasil belajar menunjukkan peningkatan 0,48 dan termasuk dalam
kategori sedang. Hasil uji n-gain untuk nilai gotong royong menunjukkan
peningkatan 0,66 dan termasuk dalam kategori sedang.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan (1) terdapat perbedaan rata-rata
hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan model problem based
learning (2) terdapat peningkatan hasil belajar menggunakan model problem
based learning (3) terdapat peningkatan nilai gotong royong menggunakan model
problem based learning
Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas iv sdn 3 kalipucangkulon materi pola gambar dan bilangan
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IV SDN 3
Kalipucangkulon masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya penggunaan
media inovatif dan kurang optimalnya pengelolaan pembelajaran oleh guru. Untuk
mengatasinya, diperlukan model pembelajaran yang sesuai dan strategi yang
menarik bagi siswa.
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
matematis, aktivitas belajar siswa serta keterampilan mengajar guru melalui
penerapan model Problem Based Learning. Model PBL menempatkan siswa dalam
situasi pemecahan masalah nyata untuk mengasah kemampuan mereka secara
mandiri.
Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN 3 Kalipucangkulon, Kecamatan
Welahan, Kabupaten Jepara, dengan subjek 31 siswa. Penelitian ini merupakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, masing�masing terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
model PBL, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan
tes, dengan analisis data menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based
Learning dengan media Papintu berhasil meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah matematis siswa kelas IV SDN 3 Kalipucangkulon. Rata-rata skor siswa
meningkat dari 74,61 (80,64% ketuntasan) pada siklus I menjadi 85,64 (96,77%
ketuntasan) pada siklus II. Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari 78,84%
(baik) menjadi 88,46% (sangat baik). Selain itu, keterampilan mengajar guru
mengalami peningkatan dari 84% (baik) pada siklus I menjadi 91% (sangat baik)
pada siklus II. Semua indikator keberhasilan telah tercapai, menunjukkan
efektivitas penerapan model PBL dalam pembelajaran matematika.
Jadi dapat disimpulan bahwa model Problem Based Learning dapat
membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis
siswa serta meningkatkan aktivitas belajar siswa dan keterampilan mengajar guru
Penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan media pankoma dalam meningkatkan karakter disiplin siswa kelas v sekolah dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya karakter disiplin pada siswa. Hal
ini dibuktikan dengan kenyataan yang di temui di SD Negeri 2 Jatibarat. Tujuan
penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru dan
karakter disiplin siswa di kelas V di SD Negeri 2 Jatibarat melalui penerapan
model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pankoma pada
materi norma dalam kehidupanku.
Model pembelajaran Problem Based Learning adalah suatu model
pembelajaran konstektual yang digunakan untuk mengaktifkan siswa ketika
pembelajaran berlangsung dengan memberikan masalah yang akan diselesaikan
oleh siswa. Alasan memilih model pembelajaran Problem Based Learning adalah
siswa menjadi aktif dan kreatif, sebab melalui proses pemecahan suatu masalah
yang menuntut siswa aktif dan kreatif, sehingga siswa harus disiplin dalam
mengikuti pembelajaran.
Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan di SD Negeri 2 Jatibarat,
Pecangaan Jepara dengan subjek penelitian 11 siswa kelas dan guru yang
berlangsung selama 2 siklus masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Data yang diperoleh meliputi data observasi karakter disiplin, dan
keterampilan mengajar guru. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis
kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian membuktikan terdapat peningkatan presentase
keterampilan mengajar guru dari siklus I 73,7% kriteria baik menjadi siklus II
91,6% kriteria sangat baik. Karakter disiplin siswa mengalami kenaikan dari
siklus I 61,6% kriteria cukup menjadi siklus II 88,155 kriteria sangat baik.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukakn dapat
disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based
Learning berbantuan media pankoma dapat meningkatakan karakter disiplin siswa
kelas V SD Negeri 2 Jatibarat. Saran yang disampaikan guru hendaknya
menggunakan model pembelajaran sesuai dengan karakter siswa
Nilai personal dan nilai pendidikan karakter dalam buku cerita butet dan orang rimba karya benny rhamdani sebagai materi ajar bahasa indonesia di sd
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai personal yang
ada dalam buku cerita Butet dan Orang Rimba karya Benny Rhamdani (2)
mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam buku cerita Butet
dan Orang Rimba Karya Benny Rhamdani (3) mengetahui upaya guru dalam
mengimplementasikan nilai personal dan nilai pendidikan karakter sebagai materi
ajar Bahasa Indonesia di SD 3 Karangmalang Kudus kelas IV.
Nilai personal adalah nilai yang dalam sastra anak yang terfokus pada aspek
yang memiliki kaitan erat dengan pengembangan moral. Sedangkan nilai
pendidikan karakter adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki
karakter agar memberikan dampak baik kepada diri sendiri, alam dan masyrakat.
Materi ajar yakni alat primer dalam mendukung proses belajar mengajar di
sekolah.
Penelitian ini dilakukan secara fleksibel. Metode penelitian kualitatif
bersifat deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Peran peneliti sebagai Key
Instrument. Data primer dari buku cerita Butet dan Orang Rimba yang
mengandung nilai personal dan pendidikan karakter. Pengumpulan data dengan
teknik catat, studi dokumentasi dan studi literature. Analisis data mencakup
pengumpulan data, klasifikasi data, intrepretasi dan penarikan kesimpulan. Teknik
keabsahan data menggunakan triangulasi teori dan triangulasi peneliti.
Terdapat 2 nilai personal yaitu perkembangan imajinasi dan perkembangan
emosional, Terdapat 3 nilai karakter yaitu karakter sabar, karakter kerja keras, dan
karakter peduli sosial. Upaya guru dalam mengimplementasikan nilai tersebut
sebagai materi ajar dapat dilakukan dengan cara menyimak guru saat
menceritakan cerita, bergiliran saat membaca ulang cerita, memberikan
pertanyaan pemantik, memberikan tugas menganalisis amanat dari buku cerita dan
membuat kelompok diskusi.
Kesimpulan bagi guru, pada penelitian ini dapat digunakan sebagai materi
ajar bahasa Indonesia. Bagi siswa, diharapakan untuk meniru dan menanamkan
karakter baik didalam dirinya sendiri dengan cara mengambil perilaku teladan dari
buku bacaan yang dibaca. Bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan sebagai
referensi pada penelitian yang serupa
analisis kesulitan belajar ipas pada materi denah di kelas 3 sd
Kesulitan belajar pada materi denah dalam mata pelajaran IPAS merupakan
permasalahan yang sering dialami peserta didik, termasuk di kelas 3 SDN 3 Damarjati. Hal
tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari peserta didik maupun lingkungan
sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik pada
materi denah pada mata pelajaran IPAS, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan upaya
guru dalam meminimalisir kesulitan belajar tersebut.
Kesulitan belajar merupakan kondisi peserta didik yang mengalami hambatan
dalam mencapai hasil belajar yang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Kesulitan belajar tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga kesulitan
tersebut dapat timbul dari dalam maupun dari luar diri peserta didik. Pembelajaran IPAS
gabungan antara pelajaran IPA dan IPS yang bertujuan agar peserta didik bisa memahami
lingkungan sekitar secara holistik. Denah adalah suatu gambar yang menunjukkan tata
letak suatu tempat ataupun berupa gambar rancangan suatu gedung atau bangunan dari
aslinya. Denah menjadi pembelajaran berkontribusi dalam penguatan keterampilan spasial
peserta didik
Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus sebagai tahapan
dalam penelitiannya. Penelitian dilaksanakan di SDN 3 Damarjati Kecamatan
Kalinyamatan Kabupaten Jepara dengan subjek penelitian diambil dari guru dan peserta
didik kelas 3. Teknik pengumpulan data pada penelitian melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi dengan instrumen berupa lembar wawancara, lembar observasi, dan
dokumen. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar pada pembelajaran IPAS
materi denah di kelas 3 SDN 3 Damarjati, yaitu kesulitan mengamati simbol dan posisi
objek dalam denah, kesulitan menjelaskan arah mata angin posisi objek dalam denah,
kesulitan memahami istilah ilmiah dalam materi denah. Faktor yang memengaruhi
kesulitan belajar tersebut berasal dari faktor internal dan eskternal. Faktor internal yang
mempengaruhi kesulitan belajar tersebut yaitu terdiri atas kesehatan peserta didik,
kecerdasan, minat belajar, dan motivasi belajar. Sementara pada faktor eksternal yang
mempengaruhinya terdiri atas minimnya sumber dan media pembelajaran pada materi
denah, keterbatasan variasi metode pengajaran dalam pembelajaran denah, dan minimnya
peran orang tua dalam pendampingan belajar di rumah. Upaya yang dilakukan guru guna
mengatasi kesulitan belajar tersebut adalah dengan peningkatan motivasi belajar melalui
reward kepada peserta didik dan penguatan materi melalui review di akhir pembelajaran.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, kesulitan belajar peserta didik
pada materi denah menjadi salah satu kesulian yang kerap ditemui pada peserta didik yang
berada di kelas rendah. Permasalahan tersebut timbul dari faktor internal dan eksternal dari
peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk mengurangi kesulitan belajar
yang ada dan guna meningkatkan prestasi peserta didik di kelas.
DAFTAR IS
Efektivitas model problem based learning (pbl) berbantuan qr card untuk meningkatkan pemahaman konsep ipas kelas iv di sd negeri purworejo 01
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada
guru dan berdampak pada kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang masih
rendah. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis perbedaan rata-rata pemahaman
konsep IPAS peserta didik antara sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) berbantuan QR Card pada pembelajaran IPAS di
Kelas IV. (2) Menganalisis peningkatan pemahaman konsep IPAS peserta didik
sesudah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) berbantuan QR Card
pada pembelajaran IPAS di Kelas IV.
Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan QR Card adalah model dan
media pembelajaran yang penerapannya melibatkan peserta didik untuk aktif dalam
proses pembelajaran. Media QR Card adalah media yang berisi vidio pembelajaran
dan soal-soal yang bertujuan untuk membantu meningkatkan pemahaman peserta
didik terhadap materi.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre
experimental tipe one group pretest-posttest ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri
Purworejo 01 dengan subjek yang berjumlah 20 peserta didik. Variabel terikat dalam
penelitian ini adalah pemahaman konsep IPAS, sedangkan variabel bebasnya adalah
model Problem Based Learning (PBL) berbantuan QR Card. Pengumpulan data yang
digunakan yaitu observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data
berupa uji normalitas, uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Pengujian ini
menggunakan aplikasi SPSS 25.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Paired Sample t-Test
didapatkan nilai signifikansi 0,000 di mana (0,000<0,05) sehingga Hₒ ditolak dan
Fektivitas model problem based learning berbantuan media slideware interaktif terhadap hasil belajar pendidikan pancasila pada siswa kelas iii sdn pucakwangi 03
Pendidikan Pancasila adalah upaya sistematis untuk menanamkan nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan pedoman perilaku bagi
warga negara Indonesia. Pada tingkat Sekolah Dasar (SD), pendidikan ini sangat penting
karena menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter anak. Namun, kenyataannya
hasil belajar Pendidikan Pancasila di kalangan siswa SD belum optimal, yang disebabkan
oleh penggunaan perangkat pembelajaran yang kurang interaktif dan metode
pembelajaran yang monoton.
Model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar
adalah Problem Based Learning, yang merupakan model inkuiri berpusat pada siswa.
Pembelajaran ini dimulai dengan masalah yang memerlukan solusi, di mana siswa
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka melalui serangkaian aktivitas
pemecahan masalah. Selain itu, media slideware interaktif seperti Powerpoint juga dapat
digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan memberikan pengontrol yang
dapat dipilih oleh pengguna, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih dinamis.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan model
one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada peserta didik kelas III SDN
Pucakwangi 03. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem
Based Learning dengan media slideware interaktif, sedangkan variabel terikatnya adalah
hasil belajar Pendidikan Pancasila. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik
kelas III SDN Pucakwangi 03, yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, dengan analisis data
menggunakan uji paired sample T-test dan uji N-Gain.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based lerning
berbantuan media slideware interaktif materi kergaman suku bangsa pada siswa kelas III
SDN Pucakwangi 03 efektif digunakan dalam pembelajaran dan terbukti dapat
meningkatkan hasil belajar. Pernyataan tersebut diperoleh dari rata-rata hasil pretest
sebesar 41,75 dan hasil posttest meningkat sebesar 81,25, dan hasil uji paired sample t
test diperoleh nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menyebabkan Ha
diterima, sedangkan hasil uji n-gain memperoleh hasil 0,68 yang termasuk kategori
sedang dan menyebabkan Ha diterima.
Simpulan penelitian ini yaitu : (1) Terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar
Pendidikan Pancasila pada siswa kelas III SDN Pucakwangi 03 sebelum dan sesudah
diberikan perlakuan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media
slideware interaktif. (2) Terdapat peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada
siswa kelas III SDN Pucakwangi 03 sebelum dan sesudah diberikan perlakuan
menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media slideware interaktif
Reflective Group-Based Peer Teaching for Up-Scaling Student Teachers’ Pedagogical Literacy
This study attempted to investigate how the implementation of Reflective Group Peer Teaching (RGBPT) up-scaled
the pedagogical literacy of English student teachers. The study belongs to a case study method that tried to explore
and describe to what extent the application of reflective-based Peer Teaching (RGBPT) could promote the
pedagogical literacy of English student teachers. The pedagogical literacy development highlighted in the study
covers three aspects, namely learning materials development, effective teaching strategies, and students’ learning
autonomy to promote interactive ELT. The participants involved in the study were English student teachers who
joined the Micro Teaching Course. The results showed that Reflective Group-Based Peer Teaching (RGBPT) has
up-scaled the pedagogical literacy of English student teachers in the aspects of learning material development,
effective teaching strategies, and learning autonomy development. This study potentially contributes to increase the
ability of student teachers to comprehend, reflect on, and implement pedagogical knowledge and skills to improve
instructional efficacy