POROS TEKNIK
Not a member yet
    161 research outputs found

    Pengamatan Pola Muat Terhadap Produktivitas Alat Gali Muat Pada Pengupasan Lapisan Tanah Penutup

    Get PDF
    Kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) merupakan suatu proses pemindahan lapisan tanah penutup yang bertujuan untuk mengambil bahan galian yang berada dibawahnya. Kegiatan pengupasan overburden dilakukan pada tahapan awal penambangan.  Penelitian dilakukan dengan cara mencari bahan-bahan pustaka, pengamatan langsung di lapangan, dan wawancara. Tujuannya Untuk mengetahui pola muat yang digunakan dan produktivitas alat gali muat. Objek penelitian adalah Excavator Komatsu 1250, dengan melakukan perhitungan waktu siklus, bucket fill factor, efisiensi kerja dan produktifitas alat gali muat. Hasil pengamatan waktu siklus dikelompokkan berdasarkan pola muat yang digunakan dalam memperhitungkan produktivitas alat gali muat. Pola muat yang digunakan oleh alat gali muat adalah top loading, bench loading, double bench loading, back loading, dan bottom loading. Waktu siklus rata-rata pola muat top loading 20 detik, bench loading 22 detik, double bench loading 24 detik, bottom loading 26 detik, dan back loading 31,detik. Hasil produktivitas berdasarkan pola muat: Top loading adalah 861,084 bcm/jam, Bench Loading adalah 782,803 bcm/jam, Double Bench Loading adalah 717,57 bcm/jam, Bottom Loading adalah 646,601 bcm/jam, dan Back Loading adalah 515.856 bcm/jam. Pola muat yang menghasilkan produktivitas paling tinggi adalah top loading dengan angka produktivitas 861,084 bcm/jam. Akan  tetapi tidak semua pola muat top loading dapat diterapkan, tergantung kondisi di lapangan

    Analisis Hasil Belajar Mahasiswa dengan Clustering Menggunakan Metode K-Means

    Get PDF
    Hasil belajar mahasiswa dapat menjadi sebuah informasi yang sangat penting terhadap kemajuan pembelajaran di sebuah Perguruan tinggi. Evaluasi hasil belajar diperlukan untuk menghindari mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu, mahasiswa mengundurkan diri, meningkatkan prestasi mahasiswa, dan bahan evaluasi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya. Evaluasi mahasiswa dilakukan secara terus menerus minimal sekali setiap semesternya, apabila dilakukan secara manual maka membutuhkan upaya dan waktu tersendiri sehingga tidak efektif dan efesien. Penelitian ini mengajukan analisis hasil belajar mahasiswa dengan teknik clustering. Clustering merupakan metode data mining untuk pengelompokan data, salah satunya adalah metode K-Means. Tahapan dalam penelitian ini yaitu: data collection, preprocessing, seleksi fitur, clustering menggunakan metode simple K-Means dengan tool Waikato Environment for Knowledge Analysis (WEKA) dan perhitungan jarak menggunakan Euclidean Distance dan analisa cluster. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pengelompokan hasil belajar mahasiswa menggunakan variabel IPK memberikan Sum of Squared Errors (SSE) lebih kecil dibandingkan pengelompokan dengan variabel nilai di setiap mata kuliah. Rata-rata SSE yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,1135 dari 4 kali percobaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode clustering menggunakan K-Means bisa digunakan untuk mengelompokan nilai mahasiswa dan menganalis hasil belajar mahasiswa setiap semesternya sehingga memudahkan dalam evaluasi mahasiswa

    Analisa Data Pesawat Terbang Menggunakan Metode Elimination Void Data dan Smoothing Data

    Get PDF
    Perkembangan transportasi udara saat ini semakin meningkat, sehingga data yang disediakan juga semakin banyak. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa-analisa terkait data penerbangan yang ada. Sehingga hasil analisa tersebut sangat berguna sebagai bahan evaluasi pihak otoritas penerbangan. Penelitian ini melakukan analisa terhadap data pesawat yang di sebarkan secara periodik menggunakan sistem yang bernama Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa data penerbangan yang sangat besar dapat direduksi sehingga dapat menghemat ruang penyimpanan data dari pihak tertentu tanpa mengurangi informasi yang di peroleh sebelumnya

    Pengaruh Engine Speed dan Throttle Position pada Proses Pembuangan Muatan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar OHT

    Get PDF
    Pada bisnis pertambangan, Off Highway Truck (OHT) merupakan salah satu unit yang sangat baik digunakan untuk mengangkut dan memindahkan material dengan skala muatan yang cukup besar. Semakin besar ukuran dari unit tersebut maka semakin banyak beban yang mampu diangkut oleh OHT yang digunakan sehingga menyebabkan konsumsi bahan bakar juga akan meningkat seiring dengan besar truck OHT yang digunakan. Kenaikan beban yang diterima unit dan kenaikan rpm yang dihasilkan oleh engine mengakibatkan konsumsi bahan bakar ikut bertambah. Untuk penelitian ini, perlu untuk menyelidiki engine speed dan throttle position yang tepat supaya didapatkan konsumsi bahan bakar yang efisien. Data yang diolah adalah hasil pengukuran engine speed, throttle position dan konsumsi bahan bakar pada OHT dan kemudian dianalisa apakah ada pengaruh engine speed dan throttle position terhadap konsumsi bahan bakar dengan statistik. Dari hasil uji statistik serta analisa dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang erat antara Throttle Position, Engine Speed dan Fuel Consumption dimana didapatkan semua nilai koefisien korelasi mendekati 1, dimana pengaturan Throttle Position dan Engine Speed berpengaruh pada Fuel Consumption. Pada engine speed 1450 rpm dan throttle position 57% didapatkan pemakaian bahan bakar yang paling efisien pada proses pembuangan muatan OHT

    Desain dan Simulasi HMI Sistem Kendali Posisi Motor DC Berbasis Programmable Logic Controller

    Get PDF
    Pada penelitian ini, menitikberatkan pada desain dan simulasi pada kendali otomatis yaitu Proportional-Integral (PI), Proportional-Derivative (PD) dan  Proportional-Integral-Derivative (PID). Untuk mempermudah pemahaman konsep kontrol perlu dibuat sistem yang bisa menulis set point (SP) dan variabel proses (PV), dan dapat menginputkan konstanta Kp Ki dan Kd, dengan memanfaatkan software HMI yang disimulasikan dengan PLC untuk kendali posisi motor DC. Dalam merancang sistem kontrol, dilakukan dengan metoda trial & error. Untuk mendapatkan aksi kontrol yang baik diperlukan langkah dengan kombinasi antara P, I dan D sampai ditemukan nilai Kp, Ki dan Kd yang diiginkan. Kemudian  hasil pengujian simulasi dengan dengan kontroler PI  diperoleh nilai Kp = 2 dan Ki = 1. Dengan hasil menggunakan kontroler PI respon bisa mencapai setpoint. Meskipun sistem yang masih kurang dari target yang diinginkan dengan error pembacaan sudut pada busur derajat berkisar antara 1º sampai 5º . Selanjutnya pengujian menggunakan kontroler proportional derivative.  Dengan nilai Kp = 2 dan Kd = 1, menggunakan kontroler PD respon bisa mencapai setpoint. Kemudian  hasil dengan kontroler Proportional-Integral-derivative, Dengan menggunakan nilai Kp = 2, Ki = 1 dan Kd = 1, respon kontroler PID bisa mencapai setpoint. Dari pengujian beberapa kontroler didapatkan penggunaan kontroler PID dan PD lebih baik dibanding dengan PI dalam simulasi HMI pengendalian posisi motor DC dalam penelitian ini

    Perencanaan Ulang Tebal Lapis Perkerasan Jalan Ruas Mabuun – Sp. Empat Haruai dengan Menggunakan Metode AASHTO’93

    Get PDF
    Dengan  adanya pertumbuhan jumlah lalulintas harian rata-rata (LHR)  yang melintas pada Ruas jalan Mabuun – Sp. Empat Haruai, masalah tingkat layanan kapasitas dukung konstruksi perkerasan  mengalami penurunan. Berdasarkan permasalahan ini perlu dilakukan perencanaan ulang untuk menghitung tebal lapisan perkerasan berdasarkan jumlah beban lintasan kendaraan yang melintas terhadap karakteristik tanah dasar pada ruas jalan Mabuun – Sp. Empat Haruai ini. Perencanaan ulang tebal lapis konstruksi jalan ini bertujuan agar dapat memberikan layanan selama umur rencana hingga tahun 2032, maka berapakah dimensi yang diperlukan untuk masing-masing lapisan perkerasan, yakni lapis permukaan , lapis pondasi atas, lapis pondasi bawah. Pada perencanaan ini dilakukan pengamatan langsung di lapangan yaitu ruas jalan Mabuun – Sp. Empat Haruai. Analisa perhitungan ulang dilakukan dengan Metode American Assosiation of State Highway and Transportation Officials 1993 (AASHTO’93). Dari hasil pembahasan diperoleh faktor pertumbuhan lalulintas (i) 5,668 % pertahun. Pada subgrade diperoleh CBR karakteristik 6,404 %, dengan meggunakan Structural Number (SN) 6, diperoleh D1 lapis permukaan (Surface) 10 cm, D2 lapis pondasi atas (Base) 15 cm, dan D3 lapis pondasi bawah (Sub Base) 61 cm

    Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Laju Perpindahan Panas Pada Pendinginan Panel Surya

    Get PDF
    Seiring berkembangnya teknologi, energi matahari mampu diubah menjadi energi listrik menggunakan panel surya (photovoltaic). Namun banyak permasalahan muncul sehingga mengurangi performanya, salah satunya adalah temperatur panel yang meningkat mengakibatkan efisiensinya turun, sehingga panel surya perlu dijaga temperaturnya. Beberapa metode dilakukan untuk menjaga temperatur panel salah satunya yaitu didinginkan dengan hembusan udara. Pada prosesnya terjadi perpindahan panas secara konveksi baik natural maupun paksa. Oleh karena itu perlu diketahui besar energi yang dipindahkan agar metode pendinginan dengan hembusan udara menjadi efektif. Pada penelitian ini dilakukan analisis seberapa besar pengaruh kecepatan udara terhadap laju perpindahan panas konveksi paksa dengan variasi kecepatan udara mulai dari 2 m/s - 5 m/s dengan interval kenaikan 1 m/s. Dari hasil pengujian didapat pada kecepatan udara 2 m/s temperatur berkisar 33,75 ℃ – 40,5 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 7,44 watt – 36,16 watt. Pada kecepatan udara 3 m/s temperatur berkisar 33,62 ℃ – 39,44 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 9,56 watt – 43,69 watt. Pada kecepatan udara 4 m/s temperatur berkisar 33,54 ℃ – 38,25 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 11,41 watt – 46,29 watt. Pada kecepatan udara 5 m/s temperatur berkisar 33,43 ℃ – 37,6 ℃ dengan nilai laju perpindahan panas berkisar 12,66 watt – 49,58 watt

    Pengaruh Perbedaan Nilai Risk Priority Number Failure Mode And Effects Analysis Terhadap Mechanical Availabilty Unit Mining Truk HD785 Series

    Get PDF
    Kinerja (performance) dari suatu mesin tergantung pada; reliability dan availability peralatan yang digunakan, lingkungan operasi, efisiensi pemeliharaan, proses operasi dan keahlian operator, dan lain-lain. Jika reliability dan availability suatu system rendah, maka usaha untuk meningkatkannya kembali adalah dengan menurunkan laju kegagalan atau meningkatkan efektifitas perbaikan terhadap tiap-tiap komponen atau system. Failure Mode and Effects Analysis atau FMEA merupakan sebuah metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi kegagalan terjadi dalam sebuah sistem, desain, proses, atau pelayanan (service). Identifikasi kegagalan potensial dilakukan dengan cara pemberian nilai atau skor masing-masing moda  kegagalan berdasarkan atas tingkat kejadian (occurrence), tingkat keparahan (severity), dan tingkat deteksi (detection). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dari nilai Risk Priority Number (RPN)  dengan metode Failure Mode and Effects Analysis masing-masing komponen yang beresiko mengalami kegagalan dari mining truk HD785 terhadap nilai mechanical availability (MA) dan menentukan komponen yang mempunyai RPN paling tinggi. Data berupa nilai RPN berdasarkan metode failure and effect analysis sebagai variabel bebas dan availability sebagai variable terikat, yang kemudian di analisa dengan regresi, untuk mencari hubungan pengaruh rata-rata Nilai RPN terhadap mechanical availability. Dapat disimpulkan bahwa Nilai RPN berpengaruh cukup significant terhadap nilai availability tetapi nilai tersebut tidak berbanding lurus. Hal tersebut disebabkan nilai availability tidak hanya dihitung dari tingkat severity, tetapi juga nilai dari occurrence dan detection. Hal ini dibuktikan pada nilai RPN 192 dengan availability 22,92%, nilai RPN 320 dengan availability 80,54%, nilai RPN 240 dengan availability 41,96%, dan nilai RPN 128 dengan availability 93,73%

    Analisa Kelayakan Pengembangan Trainer Kit Cut View Turbocharger Sebagai Media Pembelajaran

    No full text
    Trainer Kit Cut view turbocharger mempermudah mengenali komponen dalam turbocharger, sistem kerja, jalur pelumasan dan jalur udara pada turbocharger. Dengan adanya alat simulasi pembelajaran ini tentunya sangat membantu terutama pada mereka  yang belum memiliki basic technic. Dan juga dapat lebih mudah memahami cara kerja turbocharger. Pengembangan Trainer Kit Cut view turbocharger menggunakan model ADDIE. Untuk analisa kelayakannya menggunakan statistik desktiptif. Dari hasil uji statistik serta analisa dan pembahasan dapat diambil kesimpulan tingkat kelayakan media pembelajaran Trainer Kit Cut View Turbocharger menurut penilaian ahli materi mendapatkan persentase skor 92,18% dengan kategori “Sangat Layakâ€Â. Tingkat kelayakan media pembelajaran Trainer Kit menurut penilaian ahli media mendapatkan persentase skor 91,97% dengan kategori “Sangat Layakâ€Â

    Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Multimedia Pada Materi Perkalian Bentuk Aljabar SMPN 1 Angsana

    No full text
    Visualisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat sesuatu yang abstrak menjadi konkret. Model dua dimensi atau tiga dimensi adalah visualisasi yang sering digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran. Di kelas matematika, siswa di SMPN 1 Angsana sering menghadapi kesulitan dalam memahami pelajaran karena media pembelajaran masih konvensional. Berdasarkan masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis multimedia pada penggandaan materi aljabar agar sesuai untuk digunakan sebagai bahan ajar. Untuk mencapai tujuan di atas, metode Penelitian dan Pengembangan digunakan dengan mengadaptasi model pengembangan dari Borg & Gall dengan modifikasi dari Wibowo & Nugroho yaitu Studi Awal, Perencanaan, Pengembangan Media, Uji Coba, dan Produk Akhir. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dari pakar materi, ahli media, uji coba individu, dan uji coba lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran layak digunakan dengan skor rata-rata peringkat kelayakan materi ahli mencapai rata-rata 3,84 dengan kategori "Baik". Penilaian pakar media mencapai rata-rata 3,72 dengan kategori "Baik". Kemudian media pembelajaran layak digunakan dengan rata-rata 4,45 nilai tes individu dengan kategori "Sangat Baik", dan rata-rata 4,27 hasil tes lapangan dengan kategori "Sangat Bagus"

    116

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    POROS TEKNIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇